Ternyata

Happy Reading.

Fara meremas tangan nya yang sudah gatal ingin menggaruk bibir orang-orang yang suka nyinyir di depannya.

Apa tadi mereka bilang? Banyak yang antri ingin mendapatkan Keill? Apa mereka semuanya tidak memiliki cermin Untuk berkaca?

Memangnya Keill mau sama mereka semua? kenapa semua orang sangat percaya diri jika mereka nanti akan dijadikan istri oleh Keill Abraham.

Hey, suaminya itu bukan pria yang bisa seenaknya mereka perebutkan, apakah mereka semua mengira Keill sangat murahan sampai harus memilih salah satu wanita dari para karyawan yang ada di Abraham group?

"Dasar para wanita sampah!" ucap Yuni.

Mungkin mereka berpikir kalau Keill mengajak Fara menikah hanyalah karena ingin menjadikannya sebagai pelampiasan, Persis seperti gosip yang mulai beredar di kantor ini. tapi mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Masih terdengar sayup-sayup ucapan dua wanita tadi.

Sungguh Fara benar-benar merasa tidak nyaman dengan situasi yang seperti ini. Sepertinya ada ada orang yang ingin memojokkan dirinya dan juga Keill agar terkesan dia begitu jahat

"Mbak, mereka tuh harus di lakban mulutnya!!" geram Fara.

Yuni merasa kasihan terhadap sahabatnya itu.

"Lo tunggu di sini, Ra! Gue samperin tuh orang-orang gila!"

Yuni berjalan keluar dari meja resepsionis dan menghampiri dua orang yang tadi julid terhadap Fara yang saat ini sedang berdiri di depan lift menunggu pintu terbuka.

Keduanya adalah pegawai dibagian keuangan Abraham group, padahal ruangan mereka terletak di lantai 5 tapi kenapa bisa-bisanya kedua wanita itu turun ke lantai dasar hanya untuk mengejek Fara.

"Hei, kalian berdua itu sebenarnya iri 'kan sama Fara, melihat wanita lain bisa jadi istri konglomerat bikin panas otak kalian, 'kan? Ck, bisanya cuma bikin provokasi!! awas nanti rambut jagung lo tuh kebakaran!" Tunjuk Yuni ke salah satu rambut kedua wanita tadi.

Reflek wanita yang memiliki rambut berwarna merah orange langsung memegang kepalanya.

"Eh, lo nggak denger berita yang menyebar di kantor pagi ini? jelas-jelas di situ ada foto mesra dan chat mesra Pak Keill dengan bu Lidia!" seru wanita yang berambut pendek.

"Terus?"

"Ya, sudah jelas semuanya! sebenarnya Fara ini hanya dijadikan pelampiasan oleh pak Keill!" Seru wanita tadi.

"Jaga mulut lo, ya!! Kalau nggak tahu apa-apa nggak usah asal bacot deh!"

"Lo tuh yang harus di jaga mulutnya!!

"Itu memang sudah takdirnya Pak Keill dan Fara, jadi kalian tidak perlu ikut campur dan mengurusi urusan rumah tangga orang lain!" Yuni berkata sambil mendelik.

"Alah, cuma jadi pengantin pengganti aja, udah sok seneng, lemah!"

"Eh, gue aduin ke pak Keill, kalian!!" Yuni mengibaskan tangannya kearah dua wanita itu.

Berusaha mengusir mereka berdua yang sangat tidak punya pekerjaan dengan julid terhadap orang lain.

****

Keill mengedipkan sebelah matanya pada Dion saat melihat kedatangan Joice ke kantor.

"Niat banget mau bikin Joice kesini, tapi untung aja dia mau nerima undangan lo," bisik Keill.

"Gue cuma bilang butuh bantuan dia demi nama baik lo dan Fara," jawab Dion juga dengan bisikan.

"Eghem!!" Joice berdehem saat sudah sampai di hadapan Keill dan juga Dion.

"Hai Joice, apa kabar? Lama tidak bertemu?" sapa Keill.

"Hem, kabar gue baik," jawab wanita itu menatap Keill kemudian beralih ke Dion. "Gimana kabar elo?"

Dion berdehem sebelum menjawab pertanyaan dari Joice, wanita yang pernah ada dihatinya, bahkan mungkin sampai sekarang, entahlah, Dion tidak paham dengan perasaannya sendiri.

Semenjak Joice memilih pergi meninggalkannya karena hubungan mereka di tentang oleh orang tua Dion, dan membuat wanita itu bekerja sebagai asisten seorang Artis, Dion belum pernah bisa memiliki detakan jantung nya saat bertemu dengan wanita lain, seperti saat di bertemu dengan Joice seperti ini.

Tentu saja Dion harus menyembunyikan suara jantung nya itu yang benar-benar bertalu kencang saat ini.

"Kabar gue juga baik!" jawab Dion datar.

Joice merasa bersyukur bila memang keadaan Dion baik-baik saja, terkadang wanita itu masih memikirkan bagaimana kehidupan Dion setelah kepergian nya.

"Syukurlah!" Gumam Joice.

Keill yang melihat hal tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Sebenarnya kedua orang itu masih sama-sama memiliki perasaan yang dalam, tapi mereka lebih memilih menjauh hanya karena status sosial. Dion berasal dari keluarga berada sedangkan Joice sudah tidak memiliki orang tua.

Wanita itu hanya tinggal bersama neneknya.

Dion melihat penampilan gadis yang dulu pernah dekat dengannya itu dengan tatapan datar, meskipun sudah bertahun-tahun tidak bertemu, menurut Dion penampilan Joice masih sama seperti dulu.

Hampir tidak ada yang berubah, dan sialnya penampilan Joice yang seperti ini sangat disukainya.

'Sial!! Kenapa gadis ini masih saja menawan? Padahal sudah 3 tahun kita tidak bertemu. Ah, bukan gadis lagi karena dia sudah aku perawanin!' batin Dion menelan ludahnya.

"Jadi apakah lo tahu siapa yang menyebarkan foto-foto itu?" tanya Keill.

Pria itu harus segera menemukan dalangnya dan segera melakukan konferensi pers secepatnya. Di sini pihak Fara yang paling banyak dirugikan.

Meskipun hanya dibelakang Keill mereka membicarakan Fara, tapi tentu saja dia tahu dengan apa yang terjadi.

Bahkan dengan kedatangan dua wanita yang tadi mengejek istrinya itu, Keill pun tahu. Tapi dia belum bisa melangkah lebih jauh kalau belum mendapatkan kepastian siapa yang membuat kekacauan ini.

Keill berjanji akan mengurus orang-orang itu.

"Gue udah tau siapa yang ngirim gambar itu pake aku fake, orangnya masih berada di dalam gedung ini dan dia seorang perempuan," Joice menjeda sejenak dengan menghirup udara dalam-dalam. "Dia bekerja di bagian marketing, namanya Belinda, sekretaris Lidia Seruni!"

"Apa?? Belinda?"

Joice mengangguk, "sebenarnya dia hanya disuruh," ucap Joice kemudian.

Dion dan Keill saling berpandangan, "lalu siapa dalang di balik semua ini?"

****

Akhirnya Belinda berhasil ditangkap dan langsung di keluarkan secara tidak terhormat, namun ada seseorang yang sampai sekarang masih di interogasi oleh Dion dan juga salah satu anggota kepolisian.

Dia adalah Lidia.

Sedangkan Keill sendiri sedang melakukan konfirmasi ke seluruh karyawan nya dengan mengadakan konferensi pers.

"Jadi disini saya tekankan kepada kalian semuanya, bahwa saya sangat mencintai istri saya, dan dia adalah wanita pilihan saya dan kedua orang tua saya. Fara juga sangat mencintai saya, jadi dia bukan wanita pengganti atau wanita yang hanya saya pilih secara random, Safara Maulida adalah cinta pertama saya ketika masih SMA, jadi Saya harap setelah ini tidak akan ada lagi yang mengatakan hal-hal yang tidak-tidak mengenai istri saya!!"

Semua karyawan hanya diam dan nampak terkejut.

"Sebulan lagi kami akan mengadakan resepsi yang kedua, dan kalian semua akan saya undang!"

Bersambung

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KIRA2 SIAPA YG MNYURUH BELINDA....

2023-07-07

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

WAHH PARAH DION..

2023-07-07

0

Heny Febti

Heny Febti

Ah Dion nakal gak taunya.

2023-01-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!