Happy Reading
Malam ini adalah malam pertama ku dengan Keill. Sungguh tidak pernah ku bayangkan dalam hidupku bisa menikah secepat ini dengan cinta pertamaku.
Apakah ada yang penasaran kenapa aku mau gitu aja diajak nikah sama dia selain aku mencintai nya?
Sebenarnya setelah lamaran di kantin kantor waktu itu, aku menunggu Keill di lobi untuk menanyakan apa maksudnya, kenapa tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba dia melamar ku. Apa mungkin kepala keill ini terbentur pintu jadi dia agak gestrek gitu otaknya.
Aku juga tanya dia nggak salah melamar orang 'kan? Waktu itu Keill dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak salah pilih orang. Lalu aku pun bertanya, kenapa harus aku dan dia menjawab bahwa sebenarnya sejak pertama melihatku Keill merasa cocok dan suka dengan karakterku.
Dia juga mengatakan bahwa kedua orang tuanya sudah menginginkan nya untuk segera menikah maka dari itu Keill memutuskan pilihan padaku.
Ini bukan pernikahan kontrak 'kan?
Saat ku tanya seperti itu, Keill malah tertawa terbahak-bahak, dia mengatakan tidak paham dengan apa itu pernikahan kontrak. Ya kalau aku kan suka baca novel jadi ku jelaskan seperti apa pernikahan kontak itu.
Keill langsung menggeleng tegas, dia tidak akan pernah mempermainkan kesucian pernikahan dan Keill juga berjanji bahwa pernikahan ini bukanlah pernikahan main-main dan tidak akan ada perceraian diantara kami.
"Fara, apa kamu lapar?" suara Keill membuyarkan lamunanku.
Deg!
Ya Allah, jantung ku jadi deg-degan melihat penampilan Keill yang malam sangat tampan. Rasanya aku gak sanggup menahan diri untuk tidak menatap terus kearahnya.
"Ehm, gak kok, tadi abis magrib udah makan," jawabku gugup.
Duh, jantung! Kenapa kamu gak bisa dikontrol sih!!
"Owh, kalau begitu saya makan dulu, sejak dari siang belum makan."
"Aku temenin ya?" Ku berjalan mendekat kearah Keill yang sudah berada di ambang pintu.
"Tidak usah, kamu istirahat saja di sini, tidur dulu, tidak perlu menunggu ku," Keill kemudian pergi meninggalkan ku di dalam kamarnya. Ya malam ini aku memang berada dirumah Keill yang sangat besar ini.
Acara akad nikah memang berada di rumahku tapi setelah itu sorenya keill mengajakku pulang ke rumahnya.
Aku pun hanya bisa mengangguk patuh, entah kenapa melihat aura Keill, tidak bisa membantahnya begitu saja.
Malam semakin larut dan jantungku sejak tadi tidak berhenti berdebar. Masih menunggu suamiku yang sampai jam 10 malam belum masuk ke dalam kamar.
Entah apa yang sedang dilakukan oleh Keill di luar sana. Aku juga malas untuk keluar mencarinya, bukankah tadi dia bilang tidak usah menunggunya kalau ingin tidur.
Lebih baik aku tidur aja lagian ini juga udah ngantuk banget. Aku tidur menggunakan jilbab, aku masih merasa malu jika harus buka jilbab di depan suamiku sendiri.
Kurasakan ranjang sebelah ku bergerak, tapi mataku sudah sangat berat hanya untuk terbuka.
Namun tetap ku usahakan untuk terbuka, lampu kamar memang sudah mati hanya tertinggal lampu kamar tidur di samping ranjang. Aku bisa melihat punggung kokoh milik suamiku. Ya, malam ini adalah malam pertama kita sebagai pengantin baru.
Tapi tidak terjadi apa-apa seperti kebanyakan malam pengantin yang katanya belah duren lah, buka segel lah. Tapi malam pertama untuk kami hanya diisi dengan keheningan.
Keill bahkan tidak membangunkanku saat dia masuk ke dalam kamar, suamiku itu hanya langsung merebahkan dirinya disampingku dan mungkin dia sudah tertidur. Ku lihat jam sudah menunjukkan puku 1 dini hari. Mungkin dia ngobrol dengan sepupunya yang kembar itu sampai larut.
Keill memunggungi ku. Kok rasanya sedikit nyesek ya, ayolah Fara jangan berharap kalau malam ini Keill akan tidur dengan memelukmu. Bukankah kami memang belum saling mencintai tepatnya Keill yang belum mencintai ku, karena perasaanku dari dulu sampai sekarang tetap sama meskipun pernah pudar sebelum Keill datang kembali.
***
"Keill, nanti aku mau mampir ke rumah ibu setelah pulang dari kantor, ibu bilang kalau beliau tidak enak badan," ucapku meminta izin pada suami.
"Baiklah, nanti aku antar ke sana."
"Iya, terima kasih."
"Ibumu sakit apa Nak?" tanya Mama Rara. Beliau ini sangat perhatian, Mama Rara punya butik yang cukup terkenal di Jakarta. Waktu pernikahanku itu aku memakai gaun pengantin rancangan Mama Rara ini.
"Kata ibu sih demam, tapi ibu memang punya penyakit asma kronis, Ma. Fara takut kalau penyakit asma ibu kambuh, apalagi tidak ada siapa-siapa di rumah," ibuku sekarang hanya tinggal sendiri setelah aku menikah.
"Bagaimana kalau ibu Lia tinggal di sini saja, biar ada yang menjaga, kalau di sini kan ada asisten rumah tangga," ucap Papa Aris.
Ya, kami sedang sarapan bersama, ada Mama Rara dan Papa Aris juga. Ini sarapan ke Lima ku dirumah ini.
Saat ini usia pernikahan kita sudah hampir seminggu, tidak ada yang berbeda ataupun berubah dari diriku. Aku masih perawan dan komunikasi kami di rumah biasa saja, tidak ada tanda-tanda Keill ingin mendekat ataupun bermesraan denganku.
Jujur aku memang mengharap tapi biar bagaimanapun kita memang harus menyesuaikan diri. Namun gimana caranya kita menyesuaikan diri kalau suamiku sendiri yang sepertinya bersikap sedikit dingin bahkan kurasa dia sedikit menjauh.
Ada yang aneh menurut ku, sikap Keill setelah menikah. Dia memang masih baik, tapi sepertinya agak jaga jarak. Gak tau kenapa, padahal aku ini mahromnya loh, boleh kok dekat-dekat, apalagi pegang-pegang, kan sudah halal.
"Menurut ku itu ide yang bagus, biar kamu gak bolak balik ke rumah ibu," ucap Keill.
Terasa agak berbeda dengan nada bicaranya, entahlah, aku merasa Keill mungkin suka dengan ide Papa Aris yang meminta Ibu untuk tinggal bersama kami.
"Ya nanti aku tanya ibu dulu, beliau mau atau tidak," ku lihat semua orang mengangguk.
Akhirnya aku berangkat kerja bersama Keill. Mbk Yuni sudah datang, menampilkan wajah yang mirip detektif saat melihat ku.
"Gimana? Rasanya pasti nagih, iya 'kan?" pertanyaan mbak Yuni selalu seperti itu.
"Apaan sih, mbak, gak baik umbar perkara rumah tangga," jawabku cepat.
"Yelah, Ra! Kan gak apa-apa kalau cuma sama gue," aku hanya bisa geleng-geleng kepala.
Saat makan siang, Keill menyuruh ku naik ke ruangan nya yang ada dilantai 15. Dia bilang mau makan siang di ruang kerjanya.
Biasanya aku makan siang di kantin bareng temen-temen yang lain, mbak Lidia sudah jarang turun ke lantai dasar untuk makan di kantin. Katanya banyak pekerjaan.
Ting!
Pintu lift terbuka, aku baru dua kali menginjakkan kaki di lantai ini, yang pertama saat aku dan Keill baru menikah, pria itu mengenalkan ku pada jajaran staf tinggi di perusahaan ini.
Jadi sekarang posisiku memang agak tinggi mengingat aku adalah istri dari CEO perusahaan. Namun aku tetap menjadi resepsionis, tidak mau naik jabatan karena aku udah enjoy diposisi itu.
Ku lihat meja Dion kosong, dia tidak ada ditempat nya. Mungkin pria itu sedang berada di ruangan Keill. Kalau begitu langsung ku ketuk saja pintu ruang kerja suamiku.
Namun tiba-tiba pintu terbuka sebelum aku mengetuk nya.
Mbak Lidia keluar dari dalam ruangan Keill, dia sempat terkejut dan melotot melihat ku yang sudah berdiri di depannya. Namun setelah itu reaksinya berubah menjadi tersenyum.
"Fara, mau ketemu sama Keill," tanya mbak Lidia.
"Iya mbak."
"Masuk, dia ada di dalam, aku udah selesai kok, sampai ketemu lagi, Ra!" Aku mengangguk.
Ada sebuah rasa yang aneh menjalar dihatiku saat melihat tatapan mata mbak Lidia yang terlihat, entahlah. Sepertinya dia habis menangis, tapi kenapa? Dia kan baru ketemu sama Keill.
"Nona Fara, silahkan masuk, Pak Keill sudah menunggu anda," Aku tersentak ketika Dion menegurku.
Ah, syukurlah ternyata ada Dion juga di ruangan ini. Jadi Keill tidak hanya berdua dengan Mbk Lidia.
Bersambung.
Gimana-gimana, udah bisa nebak belum alurnya 🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
syska
kєíll pєrnαh pαcαrαn ѕαmα lídчα kєknчα...
2023-12-06
0
Sulaiman Efendy
WALAU UDH BACA SINOPSISNYA, TPI MSH BLM FAHAM...
2023-07-07
0
bunda syifa
jangan bilang klo ni ceritanya muter" d tempat, jangan ternyata di keill sama Lidya itu saling cinta tapi si Lidya ma ortu nya d jodohin sama Jimmy yg sebenarnya si Jimmy suka sama Fara dn sekarang keill malah nikahin Fara buat pelarian
2023-02-16
0