Bersikap Aneh

Happy Reading

Keill tersenyum ketika melihat ku berjalan ke arahnya, senyum yang menurut ku begitu lepas, atau mungkin bisa disebut senyum tulus. Karena selama seminggu ini aku menjadi istri Keill, pria itu sangat jarang tersenyum. Aku kan jadi bertanya-tanya, kenapa dia cuek dan dingin gitu, kelihatannya dia gak suka sama aku, kalau memang gak suka, kenapa harus nikahin aku!

Ya memang sih aku tahu Keill belum cinta, tapi dia kan bilang udah cocok sama aku dan merasa nyaman. Kenapa dia selalu dingin saat dirumah, tapi kalau dikantor sikapnya biasa saja. Seperti sekarang ini yang tiba-tiba mengajak aku makan siang di ruangannya.

Tadi juga ada mbak Lidia datang kesini sebelum aku 'kan? memangnya apa yang mereka bicarakan? aku kan jadi kepo!

Apalagi aku tahu tiga hari yang lalu saat kita makan malam di restoran sahabat nya Keill, kita ketemu sama Mbak Lidia dan tunangannya yang tidak lain adalah Jimmy.

Yup, ternyata tunangan Jimmy itu adalah mbak Lidia, aku shock berat 'kan jadinya. Kok mbak Lidia juga gak pernah cerita kalau dia sudah bertunangan dengan Jimmy. Ya, mungkin saja mbak Lidia gak tau kalau aku dan Jimmy bertetangga.

Nah, saat itu aku bisa melihat Nathan matanya selalu tertuju pada mbak Lidia yang duduk di meja depan kami. Jimmy dan aku saling kode lewat tatapan mata sih, aku gak paham kode dari Jimmy yang saat itu duduk di samping mbak Lidia.

Jadi tempat duduk di restoran itu memang cuma satu kursi satu meja, diperuntukkan untuk pasangan. Kursinya sofa single tapi agak panjang gitu.

Saat itu mbak Lidia cuma nunduk aja, kan aneh. Kenapa dia gak mau menyapa kami, padahal kita saling kenal loh. Yang menyapa duluan Jimmy dan mbak Lidia hanya tersenyum. Apalagi saat Keill menatap nya dengan tatapan entahlah, aku gak bisa mengartikan.

Apakah aku boleh jujur jika aku cemburu dengan mbak Lidia? apa aku boleh mencurigai sesuatu tentang masa lalu suamiku dengan sahabat wanita nya itu?

"Duduk, Fa, Dion sudah membelikan kita makan siang," Keill menyuruhku duduk di sofa yang berada di pojokan.

Mataku melihat beberapa makanan favoritku berada di atas meja, "kamu tahu makanan favoritku?" ku tatap Keill yang sudah duduk.

Pria itu hanya mengangguk dan tersenyum menatap kearah ku. Kenapa sih dia senyum-senyum terus dari tadi. Kan aku jadi ngeri sendiri, gak biasa lihat Keill yang sering senyum seperti ini, membuatku merinding guys.

"Ayo dimakan, aku tahu kamu suka sambel goreng ati pake pete 'kan?" ucap Keill sambil menyendok nasi ke piringku.

"Eh, gak usah pak, saya bisa sendiri," tolakku saat Keill akan mengambil sambel goreng ati untukku.

"Gak usah pakai bahasa formal kalau kita lagi berdua, Fa."

"Baik," ku jawab sekadarnya.

Tiba-tiba aku merasa kikuk, canggung, dan sedikit risih. Memang sudah biasa kita makan berdua seperti ini, tapi biasanya Keill akan selalu fokus pada makanan nya, tapi saat ini dia malah fokus memperhatikan ku.

Kenapa sih pria ini? Sejak aku masuk tadi tingkahnya sangat aneh. Senyam-senyum sendiri, liatin aku seperti liat wanita yang dicintainya. Bukankah dia tidak mencintai ku?

Atau jangan-jangan Keill baru saja melakukan hal-hal yang aneh sama mbak Lidia, ya? Kan wanita itu baru saja dari sini.

Tapi ada Dion tadi, gak mungkin Keill sama mbak Lidia aneh-aneh didalam sini. Atau nanti aku coba cari tahu tentang Keill sama mbak Lidia pada Dion, ya?

"Fa, kok malah bengong? Memangnya kamu bakal kenyang kalau cuma lihatin makanannya?"

Ah, lagi-lagi aku kebanyakan membatin.

"I-ini juga mau dimakan kok," sebaiknya cepat ku habiskan makanan ini, dan aku bisa keluar dari dalam ruangan ini.

"Apa kamu mau ku suapi?"

Uhuuk! Uhuukk!!

Sial! Pake keselek petai lagi!

Keill menyodorkan segelas air putih dihadapan ku. "Makasih," Ku ambil gelas itu dan langsung ku minum sampai tandas.

"Pelan-pelan donk, Fa, makanan nya, gak akan ku ambil kok," ucap Keill mengelus punggungku.

Ini kenapa Keill tiba-tiba jadi lembut gini ya sikapnya.

Wah, jangan-jangan beneran modus! Aku harus mulai menjauh dari pria ini, mungkin dia kesambet jin penunggu kantor 'kan bisa berabe!

"Kamu kok gak makan?" tanya ku mengalihkan perhatian Keill dariku.

"Iya, ini juga mau makan, yuk sekarang makan, ditunda dulu ngobrolnya,"ucap Keill.

Lah, siapaa yang mengajak mengobrol? Aku dari tadi diem aja, padahal yang ngomong terus sejak tadi!

****

Sore hari aku langsung pulang kerumah ibu, tidak menunggu Keill karena Dion mengatakan jika Keill akan lembur hari ini.

Aku juga sudah mengirimkan nya pesan, jika aku kerumah ibu naik ojek online.

Belum ada balasan, ojek online pun sudah datang, ya akhirnya aku pergi ke rumah ibu sendiri.

"Assalamualaikum, bu, gimana keadaan nya?" ku cium punggung tangan ibuku kemudian memeluknya.

"Ibu sudah mendingan, sepertinya sakit ini karena ibu terlalu merindukanmu, Fa!"

Ya Allah, Fara juga kangen ibu, kok!

"Iya bu, Fara nanti akan nginep di sini, nanti minta izin sama mas Keill," aku akan memanggil Keill dengan sebutan mas kalau di depan keluarga.

"Benarkah, Ra?! Wah ibu seneng banget, makasih ya?"

Kami berpelukan lagi.

Setelah itu aku memutuskan untuk masak dan membersihkan rumah

Habis magrib tiba-tiba pintu rumah diketuk.

"Iya, sebentar!"

Siapa yang bertamu magrib-magrib seperti ini?

Ku buka pintu itu dan .... "Mas Keill?"

"Fara, nanti malam kita menginap di sini, ya?"

Bersambung

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

DAN JIMMY KYKNYA MNYUKAI FARA, TPI JUGA GK JODOH...

2023-07-07

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

TPI JIMMY GK JODOH SAMA LIDIA, JIMMY JODOHNYA SAMA VERO, ANAK NATHAN & NITA...,, LIDIA KYKNYA SBENARNYA MNYUKAI KEIL

2023-07-07

0

Naviah

Naviah

semangat thor
sepertinya ada cinta jajar genjang nih🙂🤭

2022-10-31

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!