Happy Reading
Sore ini aku sial banget, ya Allah kenapa nasibku selalu buruk, sih? Sebenarnya bukan maksudku mengeluh, tapi mau gimana lagi. Sejak pulang dari kantor dan keluar dari parkiran, tiba-tiba ban motor ku kempes dan tidak tahunya ada sebuah paku payung yang menancap di ban depan.
Alhasil aku harus mendorong sampai bengkel yang tidak jauh dari kantor. Setelah setengah jam aku menunggu, akhirnya ban ku sudah ditambal dan ku lajukan motor matic ini sedikit kencang karena hari sudah mulai gelap.
Maklum, rumahku agak jauh dari kantor tempat ku bekerja. Kalau gak macet, sekitar 1 jam perjalanan. Tapi kalau macet bisa sejam lebih.
Keburu magrib aku pun menarik gas sedikit kencang, tapi di pertigaan ada anak kecil yang nyebrang jalan lari gitu aja kek anak tuyul. Astagfirullah, lihat sekarang karena perbuatan anak itu aku jadi reflek menghindar dan akibarnya seperti sekarang ini.
Tangan kanan ku kegeser aspal gara-gara jatuh dan terseret beberapa meter. Duh, tragis banget sih nasibku. Mana daerah sini sepi lagi. Emak! tolongin anakmu ini! Sudah setengah jam aku duduk karena tidak bisa berdiri.
"Apa kamu tidak apa-apa?"
Alhamdulillah ya Allah, akhirnya ada bala bantuan.
"Kamu jatuh dari motor?" suara pria itu lagi, semakin mendekat.
Eh, kok suaranya familiar.
Ada pria tampan datang menyelamatkan ku di tengah tragedi ini. Maklum, aku gak bisa mengangkat motorku, kesusahan banget karena tangan dan tubuhku masih bergetar hebat karena terjatuh tadi.
Kulihat pria itu sudah mendirikan motorku dan berbalik datang ke arahku. Duh, kok cowok ini wangi banget sih, wajahnya gak begitu jelas karena udah malam.
"Sini saya bantu, kenapa bisa sampai jatuh?" dia mengulurkan tangannya, membuatku menunduk menatap tangan itu.
"Ayo, saya bantu berdiri," lagi suara itu kok familiar ya? aku pun mendongak ke atas dan astaga!!! dia adalah Keill, orang yang sejak tadi nolong aku ternyata CEO di kantorku sendiri.
Duh, gimana ini, aku malu banget.
"Sa-saya bisa berdiri sendiri, pak," tolakku.
Bukannya aku menolak ulurang tangan dari Keill, tapi kami kan bukan mahram. Lagian apa dia benar-benar udah lupa sama aku ya?
"Kenapa gak mau saya bantu?" Keill terlihat menaikkan sebelah alisnya.
"Bukan mahram pak, jadi bukannya niat menolak pertolongan bapak," aku nyengir kuda.
Keill menghela nafas, apakah tadi dia sempat tersinggung dengan perbuatan ku yang menolak uluran tangannya?
"Kamu bisa bawa motor sendiri? sepertinya keadaanmu kurang baik?" peka banget sih.
Dari dulu Keill ini memang baik, gak sombong dan ramah. Makanya banyak cewek yang suka sama dia. Tapi katanya sih, dulu gosip yang beredar, Kei atau Keill ini tidak pernah mau menerima cewek-cewek yang nembak dia karena sudah ada cewek yang di sukai, tapi sampai lulus sekolah kami semua tidak ada yang tahu siapa cewek yang di suka sama Kei.
Makanya aku udah minder duluan buat nyatain perasaanku sama dia, secara aku kan tomboy banget dulu.
"Eghem, kenapa bengong?"
"Eh, tidak pak, maksudnya saya tidak bisa bawa motor, tangan kanan saya terluka," Keill langsung menatap tangan kananku yang masih terbungkus jaket. Mungkin dia memang tidak bisa lihat lukanya, tapi goresannya yang sampai punggung tangan terlihat dan ada sedikit darah yang sudah mengering.
Tapi meskipun begitu aku tetap gak bisa nyetir motorku, rasanya sakit banget ini.
"Ya sudah kalau begitu saya antar kamu pulang, ini juga sudah malam," eh, apa tadi yang Keill bilang? dia mau nganterin aku pulang?
Ya Allah, mimpi apa aku semalam!! tapi kan aku malu banget kalau harus satu mobil sama atasan sendiri.
"Ti-tidak usah pak, biar saya panggil ojek online saja," jawabku gugup.
Sumpah, dari jarak deket seperti ini Keill berkali-kali lebih tampan, tapi kok dia gak ingat aku ya? apa aku coba tes aja deh, siapa tahu dia terus ingat.
"Saya antar kamu saja, udah gak apa-apa, saya gak bakal ngapa-ngapain kamu, saya cuma mau menolong karyawan saya sendiri yang baru kena musibah," jawaban Keill benar-benar membuatku terkejut.
"Jadi bapak tahu siapa saya?"
"Tentu saja," terdengar kekehan kecil dari mulutnya.
"Jadi bapak ingat juga siapa saya?" Keill mengangguk sambil tersenyum.
Sumpah jantung ini jadi semakin berdebar tidak karuan.
"Tentu saya ingat, kamu adalah resepsionis di kantor saya dan juga teman Lidia," loh, kok ini jadi ngomongin mbk Lidia.
Apakah segitunya dia memperhatikanku, sampai-sampai tau kalau aku temannya mbak Lidia.
"Bapak tahu sama temannya ,mbak Lidia," Keill mengangguk, terlihat wajahnya berbinar.
"Lidia teman saya saat kuliah di Harvard, dan saya sering lihat kamu sama Lidia dan juga resepsionis yang satu itu makan di kantin kantor, kalian terlihat akrab, jadi temannya Lidia adalah teman saya juga," oh, jadi Keill menganggapku seperti itu.
Berarti dia benar-benar gak ingat sama aku, kok aku tiba-tiba jadi sedih, ya?
Fara, jangan mengharapkan sesuatu yang tidak dapat kamu raih. Dulu kami memang sempat kenal, namun tidak dekat. Meskipun terkadang aku merasa tatapan nya padaku itu beda, tapi dia tidak mungkin punya perasaan suka padaku, kan?
Kenyataannya dia tidak ingat sama sekali, dan itu artinya bahwa dulu aku memang tidak penting baginya.
Akhirnya aku pun menuruti perintah Keill untuk masuk ke dalam mobilnya, dia bilang bahwa nanti motor ku akan dibawa oleh anak buahan ke bengkel.
Aku duduk di kursi samping kemudi, kalau dibelakang katanya dia kaya sopir, aku pun sempat tertawa kecil mendengar hal itu. Tapi boleh gak sih kalau aku merasa istimewa karena bisa satu mobil dengan Keill Abraham. CEO di perusahaan ku bekerja?
Jangan baper Fara, dia kan cuma nganggap kamu temannya mbak Lidia, ya, selain dia memang baik dan suka menolong.
Terhitung 3 bulan sudah Keill menjabat sebagai CEO di kantor mengganti kan Pak Aris, Ayah dari Keill sendiri.
Canggung banget sih kalau diam-diam seperti ini.
"Oh ya, nama kamu siapa? Maaf malah lupa belum kenalan?" Keill menoleh ke arahku.
Kenapa jantungku berdebar-debar ya hanya mendengar suaranya saja.
"Nama saya Fara pak," jawabku cepat sambil melirik Keill yang sudah fokus ke arah depan.
"Owh, kalau begitu kita bisa berteman di luar kantor, dan kembali profesional kalau sudah di kantor, bagaimana?" Sungguh tidak bisa aku tidak kaget mendengar permintaannya itu.
Apakah akan terjadi seperti di novel-novel yang di mana CEO menikah dengan office girlnya sendiri??
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
TPAT THOR, BNYK YG GK TAU SLLU SEBUT BKN MUHRIM, PADAHAL YG BNAR ITU MAHRAM, MUHRIM ITU PAKAIAN KHUSUS UNTUK WANITA YG HAJI ATAU UMROH, SDGKN UNTUK LAKI2, IRHAM..
2023-07-07
0
Kenzi Kenzi
kamu lah cwe yg disukai....
2022-12-17
1
Naviah
semangat thor
2022-10-31
1