Happy Reading.
"Maafkan saya Bu Fara, saya khilaf dan saya juga sudah minta maaf pada Pak Keill, semua nya sudah berlalu," jawab Lidia.
Kali ini Fara mengangkat dagunya menatap Lidia dengan tatapan tajam, wanita itu harus membuktikan bahwa Fara tidak suka jika ada wanita lain yang menggoda suaminya, apalagi mengirim pesan malam-malam untuk mengutarakan isi hatinya.
"Mbak Lidia seharusnya punya rasa malu untuk mencintai suami saya, bahkan masih terang-terangan mendatangi suami saya dan juga mengirim pesan malam-malam seperti itu, saya nggak terima! di sini saya sebagai perempuan tentu saja akan memberi nasehat kepada mbak Lidia yang sesama perempuan, bagaimana perasaanmu jika suamimu masih di goda oleh wanita lain? apa kamu tidak akan marah?"
Lidia terkesiap ketika mendengar ucapan Fara, tentu saja dia tidak akan terima jika suaminya digoda oleh wanita lain. Ya, selama ini Lidia memang salah, dia dengan terang-terangan menunjukkan perasaannya pada Keill yang sudah menikah, meskipun seandainya Keill dan Fara tidak saling mencintai, tentu saja Lidia juga tidak sepantasnya untuk ikut campur ke dalam rumah tangga mereka.
Lidia menunduk, meremas kedua tangannya yang kini sudah terasa basah oleh keringat dingin.
"Maafkan saya Bu Fara, karena kelancangan saya yang telah berani mengirim pesan kepada Bapak Keill, padahal seharusnya saya sudah tidak patut melakukan itu, sekali lagi saya minta maaf," Lidia mengucapkan tulus memakai bahasa formal dengan Fara karena menghormati dia sebagai istri dari CEO mereka.
Keill mengusap bahu sang istri, tentu saja dia tidak ingin istrinya berpikiran yang tidak-tidak tentang dia dan juga Lidia, apalagi telah beredar berita tentang kisah masa lalu mereka sewaktu di Amerika.
"Baiklah Lidia, sebaiknya mulai sekarang kita harus menjaga jarak dan bersikap formal karena aku takut nanti pandangan para karyawan bisa membuatmu tidak nyaman karena sekarang aku juga suka menikah dan hanya dengan Fara wanita yang dekat denganku mulai sekarang dan seterusnya," Keill memang ingin menjaga jarak dengan sahabatnya itu.
Jika dulu Keill masih bersikap biasa saja terhadap nilai dia karena menganggap wanita itu sahabatnya tapi sekarang dia harus membangun perbatasan antara dirinya dan wanita tersebut.
"Baik Pak, saya mengerti. Kalau begitu saya permisi dan mudah-mudahan siapa orang yang menyebarkan foto itu bisa segera ketemu, karena saya yakin bahwa Pak Keill dan Pak Dion akan segera bisa menangkap pelakunya," Lidya menunduk kemudian keluar dari ruangan itu, dia pun sadar diri bahwa sekarang jarak dengan Keill sudah sangat jauh dan tidak mungkin akan tergapai.
"Sayang, kamu yang sabar, ya, Dion sudah menghapus semua foto itu yang berada di semua grup dan dipastikan bahwa tidak ada lagi foto tersebut," ucap Keill masih memeluk bahu Fara.
"Hemm....!"
"Kok cuma hemm?" Keill menarik bahu Fara untuk menghadap ke arah nya.
"Aku masih dalam mode cemburu, Mas! kamu paham gak sih!!" Keill terkekeh melihat tingkah istrinya ini.
"Iya-iya, paham sayang," Keill mencium pipi Fara yang membuat wanita itu membelalakkan matanya.
"Mas, ih!! ada Pak Dion!! malu!"
"Gak apa-apa, anggap saja Dion tidak ada, biarkan saja dia yang masih saja jomblo, salah sendiri karena tidak mau mencari pasangan," sindir Keill terhadap asistennya itu, yang hanya ditanggapi deheman oleh Dion.
Sekali lagi Keill mencuri ciuman di pipi Fara, "gemas deh, pipi kamu kaya jambu air yang berwarna pink itu, merona dan bikin kamu tambah manis!"
"Ternyata suamiku pintar gombal, ya? pasti dulu juga sering nge-gombalin cewek-cewek bule di Amerika sono!" Keill semakin gemas melihat tingkah Fara.
"Cuma sama kamu kok, sayang!"
"Bohong!!"
"Sumpah, aku gak bisa gombal karena semua nya yang aku ungkapin ke kamu itu kenyataan!" Keill menarik istrinya ke dalam pelukan.
Dion yang masih setia berada di situ hanya bisa menjadi obat nyamuk karena hanya bisa diam menunggu nyamuk-nyamuk yang sedang kasmaran.
***
Keill memijit pelipisnya yang terasa pusing, dia baru saja akan melakukan pekerjaannya tetapi tiba-tiba ada kabar yang sangat tidak mengenakan beredar lagi di kantor. Sebenarnya siapa yang melakukan semua itu dan untuk apa? Lalu apa untungnya bagi orang yang telah menyebarkan gosip tersebut.
"Kenapa ada berita lagi, kali ini adalah tentang chat yang berisi percakapan antara aku dan Lidia waktu aku bilang akan melamarnya, dan tentu saja yang memiliki bukti chat itu adalah Lidia sendiri!" ucap Keill.
"Sebentar, tuan, saya sudah meminta Joice untuk mencari tahu semuanya," jawab Dion.
"Ah, iya! kenapa aku lupa dengan wanita itu, Joice Aruna, ternyata kamu masih berhubungan dengan dia?" Dion menghela nafas mendengar ucapan Keill.
"Sebenarnya udah lama gue nggak menghubungi dia setelah Wanita itu pergi, tapi kali ini kita harus mendapatkan bantuan darinya untuk segera mencari tahu siapa yang melakukan penyebaran foto-foto itu!" jawab Dion kali ini sudah tidak memakai bahasa formal.
Keill dan Dion adalah sahabat jika diluar urusan pekerjaan.
"Baiklah, gue harap dia bisa bantu, karena sepertinya memang bukan Lidia yang menyebarkan foto-foto itu!"
****
Dion masih mencari tahu siapa yang membuat berita tersebut, dibantu oleh seorang wanita masa lalu Dion yang bernama Joice, hacker handal yang tidak mau mengandalkan kemampuan nya karena wanita itu memilih bekerja sebagai asisten seorang artis.
Sebenarnya di sini yang bersalah adalah Joice, karena wanita itu memilih meninggalkan Dion karena tidak tahan dengan keluarga pria itu.
Sedangkan Lidia sudah kembali ke ruangannya dengan perasaan yang takut bercampur kesal. Sungguh meskipun dia masih mencintai Keill tetapi Lidia tidak menginginkan berita seperti ini menyebar di kantor.
Toh, meskipun semua orang tahu bahwa dulu dia dan Keill pernah dekat, tidak akan mengubah status apapun untuk dirinya.
Sebenarnya apa motif pelakunya melakukan hal ini di saat dirinya sudah mulai belajar move on dari Keill? tentu saja ini akan membuat namanya tercoreng, apakah ada orang yang ingin merusak reputasinya di perusahaan.
"Yang tahu tentang masa laluku dan Keill tidak banyak, mungkinkah selama ini ada orang terdekat yang ingin menusuk dari belakang?"
Lidia tiba-tiba teringat sesuatu dia memang pernah menceritakan kisah masa lalunya di saat di Amerika kepada salah satu temannya, tapi masa iya dia berani melakukan semua ini.
"Mana mungkin dia menyebarkan berita ini? tapi dari mana dia mendapatkan foto-foto itu? padahal itu semua sudah ku hapus lama!!"
Fara sudah kembali ke meja resepsionis, Yuni melihat sahabatnya yaitu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Gimana? kok malah senyum-senyum?" tanya Yuni.
"Rahasia, Mbak!" Fara tersenyum malu.
"Wah, gak bener ini! jangan-jangan kamu sama pak Keill begituan di kantor, ya?"
"Hus, jangan ngawur mbak!!"
"Ya, gak apa-apa sih kalian begituan, secara kan masih pengantin baru!" Yuni terkikik, wanita itu suka sekali menggoda pengantin baru tersebut.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Tari Gan
masih penasaran siapa sih dalang si balik penyebaran berita2 tersebut
2022-11-10
0
Naviah
semangat thor
lanjut
2022-11-07
1
☠ᵏᵋᶜᶟ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽˢ⍣⃟ₛ♋
siapa ya jadi penasaran kan aq
2022-11-07
0