Happy Reading.
"Yaelah mbak, ya kali gue begituan sama pak Keill di ruangannya, padahal di sana ada pak Dion yang jadi obat nyamuk!" jawab Fara.
"Yah, salah deh perkiraan gue," ucap Yuni yang sudah berpikiran yang tidak tidak. "Gue kira kalian melakukan begituan di dalam ruangannya pak Keill, kek di novel-novel itu, loh!"
Fara melotot kan matanya, "ini memangnya dunia novel, apa? pikiranmu itu ya mbak, selalu mengarah ke itu-itu aja!"
Tiba-tiba ada notifikasi dari grup di ponsel Yuni, wanita itu langsung membuka gosip yang selalu hangat setiap paginya.
"Astaghfirullah, apa-apaan ini!" Yuni terkejut sampai mengelus dada.
Melihat berita yang telah beredar di kalangan karyawan kantor yang sedang tengah panas membicarakan atasan mereka.
Fara menatap Yuni penasaran dengan apa yang tengah wanita itu lihat.
"Mbak, ada apa?"
"Fara, kok keknya makin menjadi, sih? Ini orang apa maksudnya coba, tiba-tiba kasih berita kek gini, pake akun fake lagi!" seru Yuni.
Fara yang penasaran langsung melihat chat yang dimaksud oleh Yuni di Grup kantor.
"Mbak, ini chat apa?" Yuni menepuk jidatnya.
"Ya Allah, Fara! Ini tuh chatnya Pak Keill sama Bu Lidia, dan di dalam chat itu percakapannya Pak Keill akan melamar Bu Lidia, tapi keduluan dengan perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya Bu Lidia," jawab Yuni menjelaskan.
'Kok sedih ya, melihat chat suami sendiri saat mengatakan akan melamar wanita lain, meskipun kejadian ini hanya masa lalu!' batin Fara.
Tiba-tiba Fara menjadi kehilangan semangatnya, setelah membaca chat yang lagi-lagi tentang kebersamaan suami dengan wanita lain, meskipun Keill sudah mengatakan yang sebenarnya dan dia juga jujur tentang masa lalunya bersama Lidia, yang saat itu memang sempat mengutarakan bahwa Keilll ingin melamar wanita tersebut, tapi tetap saja ada perasaan sakit saat melihat semua itu.
"Ra, apa benar dulu Pak Keill dan Bu Lidia pernah memiliki hubungan," tanya Yuni penasaran.
Fara mengedikkan kedua baunya, jujur dia sendiri sebenarnya juga masih penasaran dengan hubungan suaminya itu bersama Lidia.
"Kalau kata suamiku itu, mereka memang tidak pernah saling berkomitmen pacaran atau menjadi sepasang kasih tapi dua-duanya memang pernah saling memiliki perasaan sayang," Fara menjeda sebentar, menarik nafas dalam-dalam agar tidak terasa sesak, "ya, mungkin karena mereka sama-sama berkuliah di negeri orang dan merasa bahwa mereka ada ketertarikan satu sama lain," Yuni bisa melihat mendung di mata rekan kerjanya itu.
"Tapi kamu percaya sama Pak Keill, kan? Meskipun baru saja tersebar foto chat mereka dengan kata-kata yang membuat hati setiap wanita meleleh," tanya Yuni penasaran.
Lagi-lagi Fara harus menghela nafas dalam-dalam. Itulah yang sejak tadi menjadi pikirannya, setelah foto Keill dan Lidia tersebar dan disusul foto screenshot chat antara suami dan sahabatnya itu, di mana di dalam chat tersebut mengatakan bahwa Keill akan melamar Lidia setelah jabatan CEO berpindah tangan pada pria itu.
Meskipun Fara sudah mendapatkan penjelasan dari suaminya bahkan sebelum ada kejadian ini, Keill sudah menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi kepada istrinya itu, tapi tetap saja rasa cemburu menggerogoti hati Fara hanya karena membaca pesan chat suaminya dan Lidia.
"Gue percaya sama suami gue mbak, gue juga yakin kalau dia itu cinta mati sama gue, dia gak bakalan terpengaruh dengan kabar apapun saat ini!" Ya, Fara memang tidak pernah memikirkan masa lalu, tapi dia percaya jika Keilli memang benar-benar sangat mencintainya.
"Nah gitu dong, Lo harus bersabar karena ini adalah ujian dan cobaan yang lo hadapi, tapi tenang aja, pasti pak keill akan secepatnya mencari tahu siapa orang yang telah menyebarkan foto-foto itu di grup kantor," jawab Yuni.
Fara ingin menjawab tapi ada tamu yang datang ke meja resepsionis. Seorang wanita cantik dengan penampilan yang sangat sederhana.
Dengan rambut di kuncir kuda, memiliki poni yang menutupi dahinya, wanita itu memakai atasan hem kotak-kotak hijau army dan celana jins berwarna biru tua.
"Ada yang bisa saya bantu?" Sapa Fara dengan sopan.
"Begini Mbak, saya bertemu dengan Mas, ehh maksud saya Pak Dion, tadi kamu sudah memiliki janji temu," jawab wanita tersebut.
Dalam hati Fara bertanya, siapakah wanita dihadapan nya ini dan ada hubungan apa dengan sekertaris suaminya itu?
"Baik mbak, saya akan memberitahukan pada pak Dion terlebih dahulu," Fara menghubungi Dion lewat interkom.
Setelah beberapa saat Fara meletakkan gagang interkom dan menatap wanita di depan ini dengan senyum yang ramah.
"Anda sudah ditunggu di ruangan bapak Keill dan silahkan langsung naik ke lantai 15," ucap Fara yang masih mempertahankan senyumannya.
"Baik, terima kasih, permisi!" Wanita itu langsung berjalan menuju arah lift, sedangkan Fara sudah cengar cengir sambil menatap kepergian wanita ber kuncir kuda itu.
"Kenapa lo senyum mulu lihat wanita tadi?" tanya Yuni.
Fara mendudukkan tubuhnya di kursi dan menatap Yuni, "dia tuh tamunya Pak Dion, dan sepertinya wanita itu bukan wanita biasa untuk sekretaris suami gue itu," jawab Fara.
"Maksudnya?" kini Yuni yang penasaran.
"Pak Dion dan wanita tadi pasti memiliki masa lalu, tapi entahlah, aku hanya menebak, nanti akan aku tanyakan pada suamiku," jawab Fara.
Tiba-tiba ada dua orang wanita yang menghampiri meja resepsionis dengan tatapan sinis.
"Gue udah bilang, ya, kalau sebenarnya Fara ini hanyalah sebagai pelampiasan Pak Keill karena di tinggalkan Bu Lidia bertunangan, jadi sudah pasti waktu itu Pak Keill hanya random untuk memilih pasangan," ucap wanita berambut pendek itu.
"Iya, kebetulan saja yang di pilih adalah seorang resepsionis kantor nya, jadi jangan pernah merasa tinggi hanya karena terpilih menjadi istri sementara Pak Keill, sebelum kamu Fara, di ceraikan dan di buang oleh bapak CEO kita itu!" tawa sarkas keluar dari mulut kedua wanita tersebut.
Fara sudah mengepalkan tangannya, tidak terima dengan ucapan dua orang makhluk jadi-jadian yang ada dihadapannya saat ini. Saat akan membuka mulutnya untuk membalas ucapan kedua wanita itu, Yuni langsung menarik lengan Fara hingga terduduk.
"Udah, gak usah di ladenin, orang gila ya biar gila aja, kalau kamu ngeladeni mereka itu artinya kamu juga ikutan gila" ucap Yuni sarkas, menyindir kedua wanita itu.
"Kasian banget hidup Fara!"
"Iya, mau jadi Cinderella dia mah!!"
"Cukup!" Fara berteriak
"Hahaha, aku tahu kalau lo itu nggak dianggap sama Pak Keill, mungkin akan lebih baik kamu menjaga suami mu itu, karena di perusahaan ini banyak yang menginginkan posisi kamu," kedua wanita tadi langsung pergi meninggalkan Fara dan Yuni.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
musuh lidia,ngarah ke.fara...wadadidawwwww
2022-12-18
0
Tari Gan
ya ampuuun si julidahh makin menjadi-jadi deh
2022-11-10
0
n4th4n14e4
duh
2022-11-07
0