BAB 19 : Secuil Informasi

Mimu masih berdiri di halaman rumah untuk terus memperhatikan dua orang asing yang menggunakan pakaian serba hitam, tubuhnya tinggi dan besar meski Tama lebih tinggi dari mereka berdua. Jelas pria itu sedang memperhatikan meski saat Mimu menatap ke arah mereka berdua justru mereka bergegas membuang tatapan ke arah lain.

" Apa-apaan mereka berdua ini? " Gumam Mimu masih terus memperhatikan dua orang yang kini sedang berpura-pura untuk mengobrol untuk mengecoh Mimu. Ah, sayangnya Mimu sudah mencurigai mereka terlalu banyak, juga Mimu akan tetap berada di sana karena dia penasaran tujuan dua orang itu, tidak perlu takut akan apapun, kekuatan Mimu jelas bisa menghadapi mereka berdua.

Menyadari jika Mimu sudah mencurigai mereka berdua, mereka memutuskan untuk mendatangi Mimu saja dan bertanya secara langsung kepadanya.

" Selamat siang? Boleh kami bicara sebentar? "

" Iya, bicara tinggal bicara saja. " Ujar Mimu dengan tatapan dingin karena dia merasa dua orang itu bukanlah orang yang baik.

" Apa anda melihat pria ini? " Salah satu dari orang itu menyodorkan ponselnya yang dalam keadaan menyala dan menunjukan satu photo pria menggunakan jas hitam, dia nampak sangat rapih dan penampilannya jelas berkelas. Mimu terdiam begitu melihat photo itu, tentu saja dia kenal benar siapa di balik photo itu meski tampilan dan pakaian pria itu sangatlah berbeda dari sekarang, dan pria yang di maksud oleh dua orang itu adalah, Tama.

" Siapa kalian berdua? "

Mimu tersentak oleh ucapannya sendiri, salah! Itu benar-benar sebuah Kesalahan karena seharusnya dia mengatakan tidak kenal lebih dulu, kalau begini sudah pasti mereka berpikir bahwa Mimu pasti mengenal Tama.

" Nona, lebih baik pertemukan kami dengan pria ini. "

Mimu sebenarnya tidak tahu harus mengatakan apa setelah pria itu mengatakan kalimat tadi, tapi entah mengapa feeling nya mengatakan jika dia orang itu benar-benar bukan orang yang baik, dan bisa saja tujuan mereka berdua adalah untuk menyakiti Tama.

" Pria itu aku tidak tahu, lebih baik kalian pergi saja dari sini. " Ucap Mimu sembari berdoa di dalam hati supaya Tama tidak keluar dari rumah sekarang.

" Mimu, kau taruh- " Tama terdiam begitu keluar dari rumah dan mendapati dua orang asing dengan mimik tak baik berada di dekat Mimu.

Mimu jelas saja terkejut bukan main, padahal besar sekali harapannya agar Tama tetap berada di dalam rumah dan dia bisa mencari tahu dulu tujuan dua orang itu apakah baik ataukah buruk untuk Tama.

Dua orang itu kompak menatap Tama dengan tatapan yang begitu aneh, mereka sempat terdiam sebentar dan saling menatap satu sama lain entah apa yang sedang mereka pastikan.

" Lama tidak berjumpa, CEO George? Anda terlihat sangat sehat, saya benar-benar terkejut. "

Tama terus menatap kedua orang itu dengan tatapan menyelidik, entah siapa yang di maksud oleh oleh dua orang itu, hanya saja Tama merasa kalau dia harus berhati-hati sekarang dalam menghadapi dia orang asing itu.

" Apa anda takut karena tidak ada pengawal anda itu? Yah, sayang sekali sepertinya anda memang tidak akan bertemu dengan pengawal tersayang anda yang sedang menjadi bahan pelampiasan sekaligus dijadikan samsak oleh Tuan kami. "

Tama terus terdiam tak menunjukan apapun melalui ekspresinya karena dia ingin mendengar lebih banyak ucapan kedua orang itu tentang dirinya.

" Kenapa aku harus takut dengan dua tungau seperti kalian? "

Dua orang itu saling menatap dan terkekeh dengan tatapan meremehkan.

" Ternyata sikap sok berani anda benar-benar tidak hilang ya? Kalau begitu mari kita lihat bagaimana jadinya kalau Tuan kami mengetahui keberadaan anda. Tapi sebelum itu, biarkan saya menancapkan pisau ini dan membuat Tuan saya merasa senang dulu. " Kedua pria itu berniat mendekati Tama, dan salah satu dari mereka sudah memegang pisau yang siap di gunakan untuk mengeksekusi Tama. Tentu saja Mimu tidak akan tinggal diam begitu saja, dia dengan cepat meraih kerah jaket bagian belakang, menariknya kuat secara bersamaan membuat dua pria itu jatuh dengan posisi terjengkang.

" Kalian sudah gila ya?! Berani-beraninya ingin menyakiti orang di sini! Kalian pikir nyawa manusia adalah milik kalian?! "

Tama tersentak melihat Mimu yang begitu berani, padahal dia sedang bersiap-siap untuk menghalau serangan yang akan di arahkan padanya, tali tidak di sangka kalau istrinya yang berbadan kecil itu ternyata memiliki kekuatan yang cukup besar.

" Brengsek! Menganggu saja! " Kedua orang itu bangkit dengan tatapan kesal, Mimu kini juga sudah berada di depan Tama untuk melindunginya membuat Tama merasa terkejut sekaligus terpesona dengan keberanian Mimu.

" Mengganggu matamu! Kalian yang datang kesini tiba-tiba, dan ingin menyakiti suamiku? Kalian benar-benar salah orang, sebelum aku benar-benar marah dan membuat biji kalian pecah, lebih baik cepat pergi sana! "

Dia orang itu kembali saling menatap dan menggeleng sembari terkekeh menatap Tama dan juga Mimu secara bergantian.

" Wah, aku benar-benar banyak di buat terkejut. Jadi, CEO George yang sangat pemilih wanita ternyata malah sudah menikah? Aneh, dia banyak menolak wanita cantik dan Mala menikahi wanita yang pergi ini? Ah, kalau di lihat-lihat tenagamu tadi memang cukup kuat, aku jadi curiga kalau CEO George pasti menikahimu supaya kau bisa melindunginya kan? "

" Tutup mulut busukmu itu! " Tama menatap kesal kepada dia orang asing itu, bukan karena di tuduh menikahi Mimu agar dapat di lindungi, tapi dia kesal karena mereka mengatakan kalimat seolah arti Mimu sangatlah tidak berharga di mata mereka.

" Sudahlah Tama, mengenai itu aku tentu saja lebih tau kan? Sekarang kita pikirkan saja bagaimana caranya menyingkirkan dia tungau ini. "

Kedua pria itu mengerakkan kepalanya untuk bersiap-siap, lalu tanpa aba-aba langsung saja berjalan cepat untuk menghajar Tama dan Mimu.

Mimu sudah bersiap-siap untuk menerima serangan dan melindungi Tama, tapi dia malah di geser posisinya ke belakang tubu Tama.

" Tama, kau apa-apa?! "

Perkelahian tak terelakkan, Tama dengan sekuat tenaga mengahadapi kedua orang sing itu, Mimi tadinya bingung harus bagaimana membantu Tama karena dua orang itu begitu gencar menyerang Tama. Mimu membuang nafasnya, mengambil posisi kuda-kuda, lalu menendang salah satu dari mereka hingga jatuh tersungkur.

Lawan kini menjadi satu lawan satu, meski satu orang dari mereka menggunakan senjata, tapi setidaknya Tama bisa menghindarinya agar tidak terluka. Ketika dia ingin menyerang Tama lagi, Mimu menyadarinya dan langsung menendang bagian tengah dari kedua pahanya dan langsung membuat pria itu memekik sakit hingga pingsan. Satu orang yang akan memukul Mimu dari belakang juga berhasil di hajar oleh Tama dengan satu tujuan saja hingga jatuh tersungkur, dia kabur secepat mungkin meninggalkan satu temanya yang tak sadarkan diri.

Setelah orang itu pergi, Tama tersenyum lega membuat Mimu mengeryit heran.

" Kau hampir saja di bunuh orang tapi kau masih bisa tersenyum? "

" Kau dengar tadi kan? Jadi aku belum punya istri sebelumnya. "

Hah?

Mimu terdiam sebentar, lalu tersenyum malu dan senang setelahnya.

" Jadi? " Tama meraih pinggul Mimu membuat tubuh mereka saling menempel.

" Ugh! " Pria yang tadi pingsan sepertinya sudah akan sadar.

" Jangan mengganggu! " Tama menginjak kepala pria itu dan kembali membuatnya pingsan.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Royani Arofat

Royani Arofat

cepat ingat dong tama...ntar keburu datang musuh2mu

2023-02-06

1

Naviah

Naviah

semangat thor
ternyata Tama itu George seorang CEO

2022-12-19

1

dj u n i

dj u n i

mulai terungkap akan kah mimu akan mencari tahu kebenaran dan akan segera ke kota untuk mendampingi ceo george

2022-11-05

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!