BAB 16 : Itu Karena Aku Malu

Sebuah penyatuan bibir membuat mereka berdua larut dalam perasaan yang membara. Sentuhan tangan yang di berikan Tama kepada tengkuk Mimu benar-benar mendorong Mimu untuk mau tidak mau ikut masuk ke dalam tindakan yang lebih lagi. Mereka terus saling mengerakkan bibir mereka begitu saja mengikuti tanpa mereka sadari, entah juga dorongan dari mana Tama membawa tubuh Mimu untuk masuk ke dalam kamar mereka, merebahkan perlahan tubuh Mimu dan sebentar berhenti untuk menatap Mimu.

" Aku tahu kita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk saling mengenali satu sama lain dan meyakinkan hati kita tapi, aku tidak bisa menahan diri. Boleh aku melanjutkan ini? "

Mimu terdiam menatap Tama yang sudah berada di atas tubuhnya menatap dengan begitu dalam membuat Mimu tidak sanggup untuk mengeluarkan suara agar bisa menjawab sesuai dengan apa yang dia inginkan.

" Kalau kau masih diam, aku akan mengartikan bahwa jawabanmu adalah iya. "

Tidak, setidaknya itu yang ingin dikatakan oleh akal sehat Mimu, hanya saja tatapan matanya justru menyampaikan lain, dia masih diam dan tidak menolak melalui tindakan membuat Tama benar-benar melanjutkan apa yang ingin dia lakukan.

Tama menyatukan kembali bibir mereka, menggerakkan dengan lembut sembari menjalankan tangannya untuk menyentuh beberapa titik pada tubuh Mimu. Benar-benar di luar dugaan mereka karena ternyata mereka berdua benar-benar seperti kerasukan sesuatu hingga mereka tidak lagi mengenal malu.

Beberapa saat kemudian yang terdengar dari balik dinding yang terbuat dari anyaman bambu hanyalah suara memekik sakit, lalu lenguhan yang saling sahut menyahut dari kedua bibir mereka.

Beberapa saat kemudian, Mimu menyembunyikan wajahnya dengan membelakangi Tama. Rasanya dia benar-benar sangat malu kalau ingat betapa gilanya dia beberapa saat lalu. Padahal otaknya terus mengatakan untuk jangan sampai itu terjadi, tapi anehnya dia malah seperti tersihir dan menjadi tak berkutik hanya karena kalimat yang keluar dari bibir Tama, serta tatapan matanya yang tidak biasa.

" Apa kau menyesal? " Tanya Tama yang membuat Mimu tersentak saat mendengar nada bicara Tama yang terdengar kecewa.

" Aku minta maaf karena terlalu terburu-buru, boleh kalau mau menghukumku, mau pukul juga tidak masalah. "

Sontak Mimu membalikkan tubuhnya, kini mereka saling berhadapan karena sedari tadi Tama rupanya tetapi memiringkan tubuhnya menatap punggung Mimu. Tatapan mereka kembali di satu garis lurus membuat mereka saling terpaku dalam tatapan mereka.

" Aku membelakangimu karena aku malu. "

Tama terdiam sebentar, lalu tak lama dia tersenyum. Sekarang ini mereka masih tak berpakaian dan hanya selimut yang menutupi tubuh mereka berdua. Tama merapatkan tubuhnya, meraih pinggul Mimu dan membawa tubuh Mimu kedalam pelukannya. Sama, dia juga merasa malu tapi dia benar-benar sulit menahan diri tadi.

" Terimakasih ya Mimu, meskipun aku tidak bisa membantu banyak hal dan malah menjadi beban untukmu, kau masih sebaik ini padaku. Aku janji suatu hari nanti aku akan membawamu untuk hidup dengan lebih baik dan membuatmu di hargai di manapun kau berada. "

Mimu membuang nafasnya, lagi-lagi dia harus mendengar omong kosong Tama yang begitu tinggi dan tak mungkin akan terjangkau olehnya. Mimu memejamkan mata saja, merasakan bagiamana nyamannya dada hangat dan bidang Tama.

" Aku ingin tidur seperti ini sampai pagi, kau tidak boleh menjauhkan tubuhmu ya? " Pinta Tama karena kali ini dia benar-benar merasa kalau tubuh Mimu memberikan kenyamanan yang tak bisa di gambarkan melalui kata-kata. Padahal tubuh Mimu kurus dan kecil, tapi anehnya tubuh itu seperti rumah yang memberikan perlindungan, kehangatan dan juga harapan untuk bahagia.

Mimu mengangguk setuju, padahal di dalam hati dia membatin kalau pastilah dia tidak akan bisa tidur setelah apa yang terjadi di antara mereka tadi.

Satu, dua, tiga jam, bahkan sudah hampir subuh ternyata mereka berdua kompak belum bisa tidur, hanya saja mereka saling terdiam karena tidak berani mengatakan apapun takut akan membangunkan satu sama lain.

Kesal juga karena tidak bisa tidur akhirnya Mimu membuang nafas kasarnya membuat Tama menunduk menatap Mimu yang ternyata juga menatapnya karena terkejut.

" Apa nafasku membangunkan mu? " Tanya Mimu dengan tatapan yang terlihat menyesal.

" Aku bahkan tidak bisa tidur, apa kau juga sama tidak bisa tidur? "

" I iya. "

" Kenapa? "

" Setelah apa yang terjadi tadi, aku benar-benar tidak bisa melupakannya dan terus mengingatnya lalu terus mengutuk diriku sendiri karena aku sangat malu. "

Tama tersenyum sembari memegang wajah Mimu dan mengusap lembut.

" Bagiamana kalau kita lakukan lagi supaya kita merasa lebih lelah dan bisa cepat tidur? "

Mimu membulatkan matanya dengan tatapan terkejut.

" Se sepertinya tidak harus sampai begitu deh. "

Tama mengubah posisinya untuk berada di atas tubuh Mimu, menatapnya dan tersenyum sembari mengusap wajah Mimu dengan lembut.

" Tapi aku ingin mencobanya, siapa tahu memang benar saran dariku. "

Beberapa saat kemudian terjadilah lagi apa yang yang terjadi sebelumnya.

Besok paginya.

Mimu bangun dan menyiapkan segala hal yang akan dia bawa ke pasar. Sebenarnya dia benar-benar tidak sanggup kalau harus membawa barang untuk dia jual dengan kondisi tubuhnya yang seperti remuk terlindas truk tronton. Belum lagi kedua kakinya gemetar dan rasa perih masih di rasanya.

" Kenapa tidak membangunkan aku? " Tanya Tama yang sepertinya dia buru-buru untuk bangun setelah tak mendapati Mimu di sebelahnya.

Mimu menatap Tama dengan tatapan sebal, bagaimanapun tubuhnya bisa seperti sekarang juga karena Tama, padahal sudah cukup lama di sesi yang pertama, tapi yang kedua bahkan sangat lama sekali dan hampir saja membuat Mimu pingsan.

" Aku mandi sebentar ya? Tunggu aku, nanti batangnya biar aku saja yang bawa. "

Tama dengan segera bergerak untuk mengerjakan apa yang harus dia kerjakan. Setelah selesai mandi dia segera memakai pakaian yang sudah di sediakan oleh Mimu dan bergegas untuk membantu Mimu pergi ke pasar dan menjual hasil panen mereka kemarin. Tapi, begitu keluar dari kamar setelah dia benar-benar rapih, Tama justru di buat terdiam karena melihat Mimu duduk menyender di kursi yang terbuat dari bambu itu dan tertidur.

Perlahan Tama berjalan mendekat, dia mengusap pelan wajah Mimu dan membuat Mimu terbangun.

" Kau sudah selesai? " Tanya Mimu sembari mengusap wajahnya untuk mengusir kantuk yang ia rasakan.

" Sudah, kalau kau mengantuk biar aku saja yang bawa ke pasar ya? Beritahu aku saja bagaimana menjualnya. "

Mimi menggeleng dengan cepat.

" Hanya tinggal di setor saja, tidak usah kita yang jual. Kau kan tidak tahu orangnya yang mana, aku juga harus kepasar. " Ucap Mimu seraya bangkit untuk bergegas mengangkat barang yang akan dia bawa.

" Biarkan aku saja! "

Tama mengambil barang yang akan di bawa ke pasar, meraih jemari Mimu, menggandengnya dan berjalan terus menuju ke pasar.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Mirna Susanti

Mirna Susanti

cieee...tama belah duren

2023-02-01

0

Naviah

Naviah

ya ampun bikin baper 🤭

2022-12-19

0

Della Eriana

Della Eriana

semangat berkarya ya kak

2022-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!