BAB 13 : Gugup Dan Malu

Cukup lama Tama terdiam tak kunjung menutup matanya, sementara Mimu dia sudah mulai pulas karena dengkuran halus terdengar oleh telinga Tama. Lelah berada di posisi yang sama seperti itu, Tama segera memiringkan tubuhnya menatap punggung Mimu. Aneh, Tama tiba-tiba merasa jika memeluk Mimu pasti akan sangat nyaman. Tanpa sadar tangan Tama bergerak memeluk punggung Mimu dan perlahan-lahan mulai tertidur.

Seperti hari kemarin, Tama bangun bahkan lebih siang dan dia sama sekali tidak terbangun atau bahkan mimpi buruk sekalipun. Begitu bangun dia keheranan sendiri bagaimana bisa dia begitu nyenyak seperti ini? Sudah dua malam tidur bersama dengan Mimu dan ini juga tidak bisa di sebut kebetulan kan? Dulu dia juga pernah tidur dengan Ayah Gito, tapi dia sama sekali tidak bisa tidur karena perasaan gelisah, takut akan sesuatu yang bahkan dia tidak tahu apa, jantungnya berdegup kencang padahal dia tidak merasa ada yang bahaya. Benar-benar dia ingat betapa nyamannya memeluk Mimu semalam hingga dia tertidur pulas tanpa sekalipun merasakan yang namanya mimpi buruk.

Cukup lama dia duduk di pinggiran tempat tidur, Tama akhirnya bangkit untuk mencari keberadaan Mimu.

" Kau bangun juga akhirnya. " Ucap Mimu sembari mengemas kue buatannya yang sudah selesai dia buat.

" Kau yang membuat ini? " Tanya Tama kaget.

" Iya lah, memang siapa lagi? "

" Kau bangun jam berapa? "

" Jam enam. "

" Kau kan bisa membangunkan ku, setidaknya aku bisa membantu sedikit kan? "

Mimu menelan salivanya, tadi pagi niatnya memang dia ingin membangunkan Tama ketika dia bangun agar Tama bisa membantunya, tapi melihat posisinya saat membuka mata tadi pagi, Mimu benar-benar merasa malu sendiri hingga tidak berani membangunkan Tama. Tadi pagi ketika dia membuka mata, rupanya wajah mereka sangat dekat, bahkan kulit bibir mereka sampai bersentuhan dan mereka tidur saling memeluk seperti pasangan pengantin baru saja.

" Wajahmu merah, kau sakit? "

Mimi berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya.

" Merah apa? Aku ya mungkin karena terlalu lama di dekat api tadi jadi merah begini wajahku. "

Tama mengangguk saja, dia kemudian ikut duduk di lantai berniat untuk membantu Mimu merapihkan kue buatannya.

" Apa yang bisa aku bantu? "

" Susun saja di wajah ini, harus rapih. " Ucap Mimu sembari menentukan sebuah wajah persegi panjang untuk menyusun kue buatan Mimu.

" Iya. " Sembari menyusun kue, sesekali Tama mencuri pandang untuk memperhatikan Mimu. Entahlah seberapa berpengaruhnya hinaan dari mantan sahabat dan mantan pacarnya, karena semenjak itu Mimu benar-benar merawat dirinya dengan baik. Rambutnya selalu terlihat berkilau, wajahnya juga terlihat bersih. Eh, tapi bukan itu tujuan Tama mencuri pandang, dia hanya mencari jawaban dari apa yang membuat dia bisa tidur begitu nyenyak saat memeluk Mimu.

Tama benar-benar cukup aktif dalam mencuri pandang, hingga pada akhirnya tatapannya bertemu dengan Mimu dan membuat mereka sama-sama merasa malu sendiri. Setelah selesai mengemas kue, Mimu sebentar untuk membersihkan diri barulah dia akan mengantarkan kue itu ke rumah Nita dan Osan.

" Tama, nanti bantu aku bawa kue ini sampai ke rumah Nita dan Osan ya? " Pinta Mimu yang langsung di angguki oleh Tama. Begitu selesai Mimu mandi, Tama dengan segera kebelakang untuk mandi.

Mimu kali ini benar-benar tidak ingin melewatkan apapun, dia sudah mencuci bersih rambut dan juga tubuhnya, dia menyisirnya dengan rapih, menggunakan perawatan wajah lalu sedikit bedak dan vitamin bibir, tak lupa pula Mimu menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Dia benar-benar tidak ingin menjadi gunjingan orang lagi, dan yang paling penting adalah dia tidak ingin Tama merasa malu dan jijik padanya. Memang benar Tama tidak ingat apapun tentang masa lalunya, tapi tetap saja mereka adalah suami istri sekarang kan? Entah hubungan mereka akan seperti pasangan suami istri lainnya atau tidak, Mimu hanya berharap dia bisa melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan.

Tama yang selesai mandi segera masuk ke kamar dan sebentar dia menatap Mimu. Iya memang Mimu terlihat lebih cantik dan rapih, tapi untuk apa penampilan seperti itu padahal nanti bisa membuat orang jadi terus melihatnya kan?

" Kau kenapa diam saja? " Tanya Mimu yang bingung melihat Tama diam saja tak bergerak padahal dia sudah menahan diri untuk tidak melihat badan Tama yang sangat kekar itu.

Tama tersadar dari lamunannya lalu segera mengambil baju untuk dia kenakan.

" A aku tunggu di luar saja. " Mimu segera beranjak dari tempatnya menahan wajahnya yang kembali memerah karena malu juga terlalu lama melihat dada Tama. Kalau di ingat-ingat dulu dia begitu berani sampai pernah ingin membuka isi celana Tama. Ah, gila! Dia benar-benar menyesal pernah melakukan itu karena tidak percaya jika Tama adalah manusia sepertinya hanya karena rupa Tama yang sangat tampan, di tambah kulitnya yang putih mulus dan lembut itu, jadi sulit awalnya untuk menerima Tama sebagai manusia biasa sepertinya.

Tama tersenyum tipis melihat rona merah di wajah Mimu. Padahal dulu dia begitu berani di saat dia sangat malu kala itu, tapi karena Tama pikir dia sudah menikah dengan Mimu jadi dia tidak perlu seperti dulu lagi.

Segera setelah Tama berpakaian, Mimu segera bangkit dengan satu boks kue buatannya dan satu lagi niatnya dia akan meminta Tama untuk membawanya.

" Berikan saja semuanya padaku. " Ucap Tama seraya mengambil satu boks kue dari tangan Mimu dan mengambil satu lagi yang ada di meja. Sederhana sekali memang, tapi dulu saat dia pergi jalan-jalan bersama Osan, dialah orang yang akan membawa semua barangnya karena Mimu pikir dia adalah atlit taekwondo jadi tidak masalah untuk membawanya. Tapi, dia benar-benar tidak menyangka kalau tindakan yang dulu dia sering lakukan akan di lakukan oleh Tama untuknya, dan anehnya dia merasa benar-benar bahagia, dia seperti di perlakukan layaknya seorang wanita seperti seharusnya.

" Pakai kantung besar saja dan aturan saja supaya lebih mudah membawanya ya? "

" I iya. " Ucap Mimu setuju.

" Ayo! "

" Hah? Iya! "

Semalaman memang gerimis jadi jalanan lagi ini benar-benar licin dan mereka berdua benar-benar harus ekstra hati-hati agar tidak terpleset dan terjatuh.

" Ah! " Mimu berpegangan pada lengan Tama saat dia hampir saja terjatuh karena tanah yang ia injak cukup licin.

" Berikan tanganmu, kau bisa berpegangan padaku. " Tama meraih jemari Mimu dan membuat jemari mereka saling menggenggam membuat Mimu terdiam karena terkejut.

" Ayo jalan lagi! "

" I iya. " Mimu mengikuti saja langkah kaki Tama sembari menunjukan kemana arah mereka harus berjalan, dan sesekali dia menatap genggaman tangan mereka berdua.

Kenapa aku berharap genggaman tangan ini tidak akan pernah lepas?

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor

2022-12-19

1

Desy Noviana

Desy Noviana

ya jangan dilepas to mimu

2022-10-27

2

rosediana

rosediana

semangat berkarya

2022-10-26

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!