BAB 8 : Jangan Berdengung!

Tama membuka matanya perlahan saat sinar matahari masuk dari celah anyaman bambu yah di gunakan untuk menjadi pengganti dinding rumah. Perlahan dia ingin bangkit karena merasakan sebelah tubuhnya yang begitu berat, baru saja menoleh untuk melihat apa yang menindihnya, dan betapa terkejutnya Tama karena ternyata dia adalah Mimu. Yah, dia baru ingat kalau ternyata mereka memang sudah menikah.

Tama tersentak sekarang, dia melupakan sesuatu yang sangat penting! Ternyata dia sudah tidur begitu nyenyak hingga sengatan dari sinar matahari begitu terasa baru membangunkannya. Jelas ini sudah lebih dari jam delapan kan? Bagaimana bisa? Padahal yang ia rasakan selama ini adalah kesulitan tidur, bahkan kalau sudah pukul tiga subuh dia tidak akan bisa tidur lagi.

Tama menatap wajah Mimu yang begitu nyenyak tidur sembari memeluk tubuhnya. Aneh, bagaimana bisa dia begitu nyenyak saat tidur bersama Mimu? Padahal Mimu bukan wanita yang begitu dekat dengannya meski sekarang Mimu adalah istrinya. Perlahan Tama bangkit dan mencoba juga untuk menjauhkan tubuhnya dari Mimu.

" Em! " Mimu juga ikut terbangun karena gerakan tubuh Tama barusan.

" Ya ampun! Ini sudah siang ya? " Tanya Mimu kebingungan sendiri. Di jam segini biasanya dia sudah bangun dan membantu Ayahnya, ah! Ini pasti Ayahnya juga sudah berangkat ke pasar untuk menjual tanaman herbal kan?

Mimu segera bangkit dari posisinya, dia bergegas berjalan keluar untuk melihat apakah Ayahnya sudah berangkat apa belum. Yah, matahari saja sudah begitu menyengat, jadi benar saja kalau Ayahnya pasti sudah berangkat ke pasar. Mimu menghela nafas sebalnya, ini apakah nanti saat Ayahnya pulang dari pasar akan mengoceh seperti biasanya?

" Duh, gara-gara si Tama yang terus memegangi tanganku dan memelukku kuat semalaman sampai aku tidak bisa tidur, aku mana mungkin akan bangun siang seperti sekarang? " Gerutu Mimu sembari berjalan me uji dapur untuk minum air.

Tama yang keluar dari kamar jelas bisa mendengar apa yang di katakan Mimu tadi. Dia jadi berpikir, apakah benar dia tidur nyenyak karena memeluk Mimu? Jika saja wanita atau orang lain yang berada di ranjang yang sama dengannya apakah mungkin dia bisa tidur dengan nyenyak juga? Apakah sebenarnya dia hanya merasa takut tidur sendirian selama ini hingga ketakutan saja? Entahlah, sekarang ini dia benar-benar tida tahu harus percaya dengan dugaan yang mana, intinya benar-benar dia harus memastikan alasannya dengan benar dan tidak terburu-buru.

" Kau mau kemana? " Tanya Tama begitu melihat Mimu keluar dari dapur dan langsung mengambil tas polos yang terbuat dari kain.

" Menyusul Ayah ke pasar, sekalian aku ma beli bahan makanan. Di rumah cuma ada sayuran di pekarangan rumah, tapi untuk garam, gula kan tidak ada. Ah, yang paling penting adalah micin, aku tidak bisa makan makanan yang tidak ada micinnya! "

Tama mengeryit bingung.

" Kenapa aku merasa micin itu seperti sesuatu yang tidak sehat ya? "

Mimu menghela nafasnya.

" Micin tidak sehat, tapi tetap dijual jadi itu artinya micin layak untuk dikonsumsi. "

'' Oh. "

Mimu menaikkan sisi bibirnya karena sebal dengan kata oh dari mulut Tama.

" Kau mau ikut atau tinggal disini saja? "

Tama nampak sebentar berpikir.

" Ikut. "

Beberapa saat kemudian, Tama dan juga Mimu tengah berjalan kaki menuju pasar.

" Aduh! Tunggu! Kau ini jalannya cepat sekali! Kau kan lelah juga mengarahkan jalan dari belakang! "

Tama menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

" Jalanmu terlalu pelan. " Ucap Tama yang sontak membuat Mimu terperangah kesal.

" Bukan jalanku yang pelan, tapi kaki panjangmu yang mirip jerapah itu melangkah terlaku lebar! "

Tama membuang nafasnya karena tidak bisa berkata-kata lagi.

" Wah, Mimu baru saja menikah kok sudah bertengkar? "

Mimu menoleh ke arah sumber suara, yah sebelum menoleh sih sepertinya dia sudah bisa menebak suara siapa itu.

Sepasang makhluk menyebalkan yang turun dari neraka jahanam, siapa lagi kalau bukan Nita dan Osan? Mereka bertingkah sok mesra dengan saling bergandengan tangan dan memancarkan kebahagiaan antara satu dengan yang lainnya.

" Wah kalian baru saja menikah sedang pamer kemesraan ya? " Sindir Mimu tapi dia tersenyum lebar untuk menutupinya.

Nita tersenyum manis, dia menampilkan wajah malu-malu membuat Mimu bergidik ngeri sampai ingin memukul wajah Nita hingga muncrat bubar kemana-mana susunan kepalanya beserta isinya juga. Tapi yah sayang sekali, membunuh orang kan bisa dipenjara. Mana mungkin dia mau di penjara? Jadi biarlah saja dia bertingkah semaunya.

" Iya dong, kami ini pengantin baru dan masih hangat-hangatnya. Tidak seperti kalian yang mirip anjing dan kucing. Oh, atau jangan-jangan suamimu itu menyesal deh setelah menikah denganmu. " Osan terkekeh setelah selesai mengatakan itu, Nita juga tak tahan untuk tidak tersenyum membuat Mimu menaikkan sisi bibirnya dengan tatapan kesal.

" Hangat-hangatnya apaan? Kalian bahkan sudah kikuk kikuk sebelum menikah. Kalian pasti sudah bosan lah, iya kan? Aduh duh! Kasihan sekali sudah di cicip dulu sebelum dinikahi. Kalau aku sih jelas masih gress, baru semalam saja segelnya di buka, aku bertengkar dengan suamiku karena suamiku tidak mau berhenti dan maunya melakukan itu terus. Yah maklum lah, rasa perawan dan perawan kutukan jelas beda, iya kan? Untungnya saja aku mengajak dia kepasar, kalau tidak aku sih tidak yakin besok masih bisa jalan. "

Nita terlihat kesal, begitu juga dengan Osan yang sebal di saat Mimu bisa membuatnya kalah telak. Tapi tunggu dulu, Nita yang merasa terhina tentu saja tidak akan mengalah begitu saja.

" Tama, aku benar-benar senang sekali loh akhirnya ada pria yang mau menikahi Mimu. Kau pasti tahu kan kalau Mimu sama sekali tidak perduli dengan penampilan? Dia itu jarang sekali mandi, apalagi mencuci rambut, aku bahkan dulu sering menahan nafas saya dekat dengan Mimu. Semoga kau bisa tahan dengan Mimu yang seperti itu ya? Oh iya, maklumi saja jika Mimu bertingkah seperti pria, dia itu memang ahli taekwondo, tidak seperti gadis lain yang terlihat anggun. "

Mimu mengepalkan kedua tangannya kuat menahan marah. Memang iya sih dia jarang mandi, apalagi keramas, tapi waktu itu dia sering bertanya kepada Nita apakah badannya bau? Apakah ada bagian tubuhnya yang bau? Jarang mandi tentulah bukan karena Mimu malas untuk mandi, itu semua karena banyaknya lomba menjelang tahun baru kemarin, di tambah dia juga harus berkebun dan membantu Ayahnya mengemas obat herbal, dia sering melewatkan mandi karena dia benar-benar sibuk kala itu.

" Sudah selesai? " Tanya Tama dengan tatapan dingin membuat Osan dan Nita menakan salivanya dengan tatapan gugup.

" Kalian berdua ini sedari tadi bicara apa? Aku tidak mengerti bahasa lalat jadi lebih baik minggir saja dan jangan terus berdengung, membuat telinga sakit saja. "

Osan dan Nita terperangah keharanan, baru kali ini ada orang yang bisa berbicara dengan begitu tidak sopan terhadap mereka.

Mimu, gadis itu tersenyum manis dan bahagia karena ternyata Tama benar-benar sangat berguna.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor
Tama dan Mimu bikin ngakak🤣🤣🤣

2022-12-18

1

Della Eriana

Della Eriana

lanjut t

2022-10-18

2

Desy Noviana

Desy Noviana

dahh cocok botol ketemu tutup mimu sama tama

2022-10-18

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!