BAB 4 : Pria Rendah Selera

Nita terperangah melihat bagaimana wajah tampan luar biasa dari seorang pria yang sedang di peluk lengannya oleh Mimu. Dia juga baru pertama kali melihat pria setampan itu, bentuk tubuhnya yang sangat bagus, tinggi, dadanya bidang dan terlihat kekar. Entah pria nyasar dari mana, tapi Nita benar-benar iri melihat Mimu bisa memeluk lengan kekar milik pria itu. Sial! Padahal jelas-jelas dia adalah bunga desa, tapi kenapa pria yang sangat tampan malah akan menjadi suaminya Mimu? Nita mengepalkan tangannya karena kesal dan cemburu. Selama ini dia sudah banyak membuang waktu berteman dengan Mimu untuk mendekati Osan, selain anak kepala desa, Osan juga memiliki tampang yang lumayan sehingga Nita merasa Osan tentulah lebih cocok untuknya. Tapi siapa sangka kalau masih ada pria luar biasa memiliki kesempurnaan fisik seperti pria yang tengah berada di samping Mimu?

" Kalian sudah selesai dengan urusan kalian kan? Pak kepala desa tidak marah kalau aku minta tolong cepat pulang ke rumah kan? Eh, maksudnya kembali bekerja di balai desa begitu. " Mimu tersenyum dengan bangga membuat Tama semakin kebingungan tak tahu harus bagaimana. Jelas pada akhirnya dia akan di salahkan oleh Ayah Gito, tapi dia juga tidak mau membuka mulut karena takut juga kalau Mimu semakin bertindak aneh nantinya.

Osan melotot kesal sedari tadi, sungguh dia tidak terima dikatai baju rombeng, sudah begitu dia juga merasa kesal karena ternyata ada pria yang tampangnya sangat sempurna, jelas lah kalau sampai pria itu diketahui oleh penduduk desa terutama para gadis, Osan pasti hanyalah debu kalau dibandingkan dengan pria yang katanya calon suami Mimu yang baru.

" Mimu, kau ini semakin tidak tau diri ya? Aku ini adalah kepala desa, aku juga adalah orang yang mengantarmu menjadi juara di perlombaan taekwondo. Selain lupa mengatakan terimakasih, kau juga tidak ingat untuk sopan, bahkan sampai dengan bangganya menunjukan kepada kami pria yang pasti sudah tinggal bersama denganmu kan? Kalian ini kumpul kebo kan? "

Entah mengapa Tama merasa begitu kesal melihat pak kepala desa hingga tanpa sadar membuat mulutnya bersuara di luar kendalinya.

" Kerbau itu ya kau, sedari tadi aku mengendus bau kotoran kerbau setiap kali kau membuka mulut. "

Pak kepala desa dan yang lain terperangah menatap Tama tak percaya. Gila, padahal dia sedang berbicara sembari mengagumi betapa indahnya wajah Tama. Tapi begitu Tama membuka mulut, mereka jadi merasa kesal dan kecewa, ternyata pria tampan memang cenderung kasar dan bengis ketika berbicara.

" Kau sangat tidak sopan sekali ya? Kau tidak tahu aku siapa hah?! Aku ini kepala desa di sini, jadi kau harus menjunjung tinggi adab sopan santun saat berbicara denganku. "

" Kepala desa? Apa jabatan itu begitu hebat ya? " Tama menatap dengan maksud merendahkan, sungguh itu benar-benar di luar keinginanya, secara otomatis dia menjawab tanpa berpikir panjang seolah dia memiliki jabatan yang jauh lebih tinggi dari kepala desa.

Mimu yang sedari tadi hanya bisa melotot kaget mendengar tiap kalimat yang keluar dari mulut Tama akhirnya bereaksi dengan mencubit lengan Tama tentu tidak ingin kalau sampai Tama terlalu berkata macam-macam apalagi sedari tadi yang Tama ucapkan seperti terus merendahkan jabatan kepala desa yang di anggap super hebat di desanya tinggal.

" Begini pak kepala desa, sebenarnya calon suamiku ini berasal dari kota besar, dia tidak tahu banyak tentang kebiasaan desa jadi jangan di anggap serius. Bapak kepala desa dan sekutu, maksudku dan calon besannya pulang dulu? "

" Enak saja, setelah tahu kalian ternyata tinggal bersama sebelum menikah mana bisa aku diam saja? "

Mimi menghela nafasnya, memang kalau berurusan dengan kepada desa tidak akan mudah. Tapi ini juga termasuk salahnya karena membuat orang lain tahu ada Tama di rumahnya kan?

" Siapa bilang Tama tinggal disini? Hari ini dia baru saja datang karena jarak dari kota ke sini kan jauh, tidak mungkin dia datang tepat di hari menikah kan? Jadi dia datang lebih dulu untuk istirahat, iya kan Tama? "

Tama mengangguk setuju saja. Entah harus mengatakan apa, yang pasti dia memang tidak tahu harus bagaimana menghadapi orang lain sekarang. Hanya Ayah Gito dan Mimu yang bisa dia percaya saat ini, untuk yang lain dia benar-benar menolak untuk dekat apalagi sampai berinteraksi lebih jauh.

" Kalau begitu, biarkan dia tinggal di balai saja. Atau kalau tidak, biarkan dia tinggal di- "

" Dirumah kami juga tidak apa-apa kok, Pak kepala desa. " Ujar Nita lalu tersenyum, tentulah dia berharap sekali Tama menginap di rumahnya agar bisa dekat dengan Tama, siapa tahu Tama pada akhirnya akan memilih dia dan meninggalkan Mimu. Bagaimanapun dia percaya sekali kalau Tama itu berasal dari kota, penampilannya jelas menunjukan bahwa Tama adalah orang kota, bukankah orang dari kota biasanya punya banyak uang?, batin Nita kegirangan di dalam hati.

Mimu menaikan sisi bibirnya, wajah polos Nita yang seperti itu sudah bukan sekali dua kali dia lihat, dulu boleh saja dia sangat mempercayai Nita dan menganggap dia adalah gadis yang baik, juga teman yang pengertian, tapi sekarang mana mungkin dia akan percaya dengan wajah bertopeng seperti itu.

" Enak saja menginap di rumah mu. Calon suamiku begitu tampan, tinggi, kekar, masa iya aku akan membiarkan dia menginap di rumah mu? Bahaya sekali, bisa-bisa Tama tersayangku ini kena Patukan ular. "

Nita terlihat kesal, tapi karena ingin mendapat simpatik dari Tama, dia berpura-pura saja menjadi lugu dan baik hati agar kesan baiknya bisa di lihat langsung oleh Tama.

" Maaf ya Mimu? Aku benar-benar ingin membantumu saja kok. Rumahku kan besar, di sana juga ada dua kamar yang tida terpakai, jadi apa salahnya? Aku tahu kau kesal, marah dan cemburu karena Osan malah jatuh cinta denganku. Tapi bisa apa aku yah tidak bisa mengendalikan perasaan cinta? "

Mimu ternganga keheranan, gila! Sebenarnya untuk siapa dia berpura-pura? Apakah untuk membuat kesan baik kepada calon mertuanya? Ataukah untuk Tama?

" Tama, usap kepalaku cepat! "

Tama mengeryit saat Mimu berbisik kepadanya.

" Cepat! "

Tama mengikuti saja apa yang dikatakan Mimu untuk mengusap kepalanya. Mimi tersenyum bahagia ingin menunjukan kepada semua orang bahwa Tama benar-benar menyayangi dan mencintainya.

" Mi Mimu, rambutmu lengket, bau juga. " Ucap Tama berbisik. Sungguh dia ingin menarik tangannya karena merasa tidak nyaman dengan kondisi rambut Mimu yang lengket dan bau.

" Jangan banyak omong! cium kepalaku sekarang! "

" Apa?! "

Tama sebenarnya benar-benar tidak mau melakukanya, tapi entahlah dia seperti tidak memiliki pilihan dan terpaksa mencium kepala Mimu sembari menahan nafas agar tak mengendus bau di kepala Mimu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

galaxi

galaxi

😂😂😂 astaga.... ngakak thor

2023-11-11

0

Naviah

Naviah

semangat thor
hahaha ya ampun Mimu bikin ngakak kamu udah berapa hari enggak keramas sih 🤣🤣🤣🤣 wah Nita ternyata cuma pura-pura baik selama berteman dengan Mimu 😌

2022-12-18

1

Eka ELissa

Eka ELissa

astaga mimu kocak..
bsok"...kmu hrus rjin krams dn bau wangi mimu...krna tama gk syuka bau"...tk sedap..😁😁

2022-11-21

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!