BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan

Mimu tersenyum begitu bahagia karena pada akhirnya dia benar-benar menikah dengan Tama. Bukan karena begitu mencintai Tama, itu karena dia merasa bahwa dia tidak perlu merasakan bagaimana malunya gagal menikah, juga bagaimana terhinanya dia setelah diselingkuhi oleh calon suaminya juga teman dekatnya.

Banyak sekali ucapan selamat yang di dapatkan Tama juga Mimu, tak jarang dari mereka mengagumi wajah Tama yang nampak sangat tampan, bahkan bisa di bilang Tama adalah pria tertampan di beberapa desa yang mereka tahu. Rata-rata dari mereka mengatakan bahwa Mimu beruntung menikahi pria sangat tampan setelah memutuskan untuk membatalkan pernikahan dengan Osan yang menikah juga di hari itu. Yah, kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa Tama yang tampan itu juga pasti memiliki sikap yang baik. Yah, mari doakan saja memang seperti yang sebenarnya.

" Selamat ya, Mimu? Aku tidak menyangka loh kalau kau akan menikahi pria setampan ini, dia juga dari kota lagi. " Ujar salah satu tetangga Mimu yang usianya juga tak beda jauh dari Mimu. Wanita itu juga adalah sahabatnya Nita, jadi tidak heran kalau tatapan matanya seperti tidak suka karena jelas lah Nita banyak menjelek-jelekkan Mimu di belakangnya.

Mimu tersenyum miring, sungguh dia sebal sekali melihat dua wajah dari wanita itu, tapi karena ini adalah hari pernikahannya, mau tidak mau dia hanya bisa menahan diri dan menunjukan saja rasa tidak sukanya dari tatapan matanya meski mulutnya mengatakan terimakasih dan masih bisa tersenyum.

Setelah pernikahan itu selesai, Tama dan Mimu kini berada di dalam kamar mereka yang sudah dihias oleh perias pengantin yang digunakan jasanya oleh mereka. Sederhana sekali, tapia setidaknya Mimu benar-benar merasa bahagia dan lega karena dia tidak perlu sedih karena pernikahan yang gagal.

" Kita apa akan tidur di tempat tidurmu yang jelek dan kecil ini? "

Mimi melotot kaget seraya membenahi posisi duduknya untuk menatap Tama yang masih berdiri di dekat pintu dengan tatapan tidak rela. Iya, mungkin dia tidak rela harus berbagi kamar yang kecil itu bersama dengan Mimu.

Mimu membuang nafasnya, kesal sih sebenarnya mendengar kalimat yang keluar dari mulut Tama. Tapi, kalau di ingat-ingat lagi selama tinggal di rumahnya Tama selalu di utamakan oleh Ayahnya dan dia juga tidak keberatan sebelumnya. Mulai dari kamar yang di tempati Tama adalah kamar yang paling besar, kasur yang di gunakan Tama adalah kasur terbaik yang di miliki oleh mereka. Makanan juga Ayahnya selalu menuruti selera Tama yang menurut Mimu sangat aneh. Kentang bakar, sayuran dikukus saja, juga tidak ketinggalan buah-buahan. Yah, untung saja Mimu dan Ayahnya menanam beberapa jenis sayuran di pelayanan rumah, di samping dan di belakang rumah. Di sana juga adalah beberapa jenis buah tropis yang sengaja di tanam oleh Mimu dan Ayah Gito untuk mereka konsumsi setiap harinya.

" Tama, mulai sekarang kau harus membiasakan diri. Rumah ini memang jelek, kecil, dan juga dindingnya dari anyaman bambu. Tapi ini adalah rumah kita, jadi jangan menghina dan nikmati aja hidup dengan baik. "

Tama tak menjawab, sebenarnya dia benar-benar tidak nyaman dengan rumah Mimu. Padahal jelas tidak ada bahaya, tapi hampir setiap malam Tama selalu merasa ketakutan sendiri, apalagi membayangkan tipisnya dinding yang melindungi tubuhnya, Tama hampir setiap malam kesulitan untuk tidur. Belum lagi dia selalu bermimpi aneh yang semakin membuatnya waspada saat akan tidur.

" Sudahlah, lebih baik kita tidur saja ya? Aku benar-benar sudah sangat lelah. "

Mimi keluar dari kamar untuk membersihkan dirinya menuju kamar mandi yang terletak di area dapur. Tama, pria itu hanya bisa terdiam karena tiba-tiba merasa menikahi Mimu adalah hal yang seharusnya tidak dia lakukan. Bukan karena Mimu tidak begitu cantik, hanya saja dia takut kalau masa lalunya adalah sesuatu yang buruk dan suatu hari nanti akan membuat Mimu dalam keadaan sulit, atau bahaya. Tapi dalam hitungan jam mereka kini sudah menikah, mereka sudah sah menjadi suami dan istri meski negara bum mencatat adanya pernikahan mereka, maklum saja, semua itu karena tidak jelasnya asal usul Tama yang sebenarnya.

" Kau tidak mau mandi dulu? "

Pertanyaan Mimu barusan membuat Tama menoleh ke arahnya dengan mimik datar. Aneh, karena saat tatapan mereka bertemu tadi Mimu malah merasa gugup dan takut. Iya, dia tiba-tiba ingat kalau malam ini adalah malam pertama mereka sebagai pengantin baru yang biasanya akan melakukan hubungan suami istri kan?

Mimi menekan salivanya sendiri, kalau iya beberapa hari lalu dia begitu berani terhadap Tama sampai ingin membuka celananya itu karena wajah Tama yah begitu tampan, kulitnya yang begitu putih dan mulus nampak tidak seperti manusia biasa yang sering dia jumpai di desa dia tinggal. Mungkin saja jika ada sesuatu yang berbeda itu bisa di gunakan sebagai bukti bahwa Tama bukan manusia biasa, tapi beberapa waktu tinggal bersama Tama jelas dia tidak bisa menolak bahwa Tama adalah pria biasa, orang biasa atau manusia yang pasti juga memiliki keinginan untuk itu kan?

Selama aku tinggal dengannya aku kan terlalu cablak dan kasar, tidak mungkin dia memiliki keinginan seperti itu kan?

Tama kembali melihat ke bawah sebelum bangkit untuk mandi membuat tatapan mata mereka berhenti saling bertemu.

Beberapa saat kemudian.

Tama dan Mimu kini sudah berbaring di ranjang yang sama, mereka benar-benar berdekatan karena ranjang yang sempit, bahkan kaki Tama lebih panjang di banding panjang ranjang yang mereka gunakan. Mimu benar-benar begitu gugup, jantungnya juga berdegup kencang karena ini adalah kali pertama dia tidur dengan seorang pria, ditambah lagi pria itu adalah Tama yang super tampan.

Tama sebenarnya agak tidak nyaman dengan posisi tidur mereka, tapi mau bagiamana lagi suami istri memang tidur di ranjang yang sama kan? Yah, pengetahuan ini di dapatkan Tama dari Ayah Gito beberapa jam sebelum dia dinikahkan dengan Mimu.

Cukup lama mereka hanya terdiam sebelum tidur tak melakukan apapun karena hati mereka berdoa jelas belum siap hingga kelamaan mereka tertidur.

" Hentikan, jangan lari! Kau tidak boleh melakukan itu! Aku akan datang, aku akan kembali untuk membalas. Sakit, ini sangat sakit, aku tidak bisa bergerak. "

Mimu mengeryit karena mendengar suara dari mulut Tama. Perlahan Mimu bangkit, dan benar saja Tama mengigau dengan dahi mengeryit, keringat di wajahnya juga sangat banyak.

" Kau tidak boleh membunuhku, kau tidak boleh mengkhianatiku. Kau seharusnya tidak boleh melakukan itu, aku tidak pernah memikirkan kau seperti ini, jangan menabrak truck itu! Hentikan atau kau juga akan mati! "

Mimu terdiam mendengarkan apa yang di katakan Tama.

" Aku tidak sanggup menerima kenyataan ini.... "

Mimi merebahkan kembali tubuhnya, dia memeluk Tama karena merasa begitu kasihan entah apa yang di alami Tama tapi dia seperti bisa merasakan sakitnya.

" Tidak apa-apa, Tama. Kau sudah baik-baik saja kan? "

Ucapan Mimu rupanya begitu berpengaruh terhadap Tama dan membuat pria itu langsung tenang sembari memegangi tangan Mimu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor
sebenernya siapa ya Tama itu🤔

2022-12-18

1

Della Eriana

Della Eriana

lanjut

2022-10-18

2

Desy Noviana

Desy Noviana

konfliknya kayaknya berat deh ini nanti

2022-10-13

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!