BAB 18 : Cemburu

Nita terus menatap cemburu kepada Mimu dan juga merasa sangat iri karena Osan bahkan tidak pernah memperlakukan Nita seperti yang di lakukan oleh Tama. Benar, Osan memang selalu mengatakan banyak kata dan ungkapan manis, hanya saja tindakan Osan tidak seperti orang yang katanya sangat mencintainya itu.

" Berhentilah menatap seperti itu, Tama itu cuma tampangnya saja yang lumayan, tapi tetap saja dia itu hanya pinta menyombongkan diri. Kau lihat saja tuh, penampilannya sangat sederhana tidak seperti orang yang katanya mampu membeli perkebunan cengkeh milik keluarga kita. " Ucap Osan menatap dengan sinis Tama dari atas kepala sampai ke ujung kaki.

Nita sebenarnya sangat kesal sekali dengan Osan, dia itu sangat suka tidur dan hanya bisa mengandalkan orang tuanya saja. Memang benar orang tuanya Osan cukup mampu untuk membiayai keseharian Osan dan Nita, tapi mau sampai kapan? Padahal Osan memiliki perkebunan cengkeh, juga punya kebun buah jeruk, tapi dia benar-benar tidak mau mengurusnya dan malah membiarkan orang lain mengurus sehingga dia hanya mendapatkan sedikit untungnya saja.

" Kalau itu terjadi padaku, apa yang akan kau lakukan? " Tanya Nita tanpa menatap Osan yang berada sangat dekat dengannya.

Osan membuang nafasnya dan tersenyum sembari mengibaskan telapak tangannya seolah meremehkan.

" Kalau itu terjadi padamu, ya tentu saja aku akan membelamu mati-matian. Aku bahkan bukan hanya akan sibuk seperti Tama yang heboh mencari timbangan untuk membuktikan, aku akan memukul orang yang sudah menipu istriku, aku akan tunjukan kepada mereka bahwa kau adalah istri dari Osan yang tidak bisa di sembarangi oleh orang lain. Bila perlu, sekalian saja aku suruh Ayahku datang dan menunjukan berapa banyak uang Ayahku, dengan begitu orang itu akan merasa segan untuk menipumu lagi. "

Nita membuang nafas kasarnya, benar-benar sangat mengecewakan jawaban dari Osan barusan. Nita melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti karena ingin melihat apa yang terjadi tadi, rupanya Tama dan Mimu juga sedang berjalan menuju rumah mereka, jarak di antara Mimu Tama dan Nita cukup jauh sehingga Tama dan Mimu tidak menyadari adanya mereka berdua.

" Kau baik-baik saja? " Tanya Tama yang menyadari benar kalau wajah Mimu seperti sedang menahan sesuatu yang tidak nyaman.

" I iya. " Mimu melengos karena tidak ingin menjawab pertanyaan Tama. Masa iya dia harus menjawab dan memberi tahu kalau kakinya kemas dan gemetar, dia juga masih merasa agak perih di bagian intinya.

" Kau bohong, katakan bagian mana yang tidak nyaman? " Tama mengentikan langkahnya membuat Mimu juga ikut berhenti dan mereka saling menatap.

Mimu menatap ke ara lain, jelas lah wajahnya pasti memerah karena malu sekarang. Duh, benar-benar tidak bisa di percaya atlet taekwondo bisa merona malu seperti ini.

" Ituku, kedua kakiku juga gemetaran dan lemas. "

Tama menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia benar-benar malu juga setelah mendengarnya. Yah, kalau di ingat-ingat lagi sebenarnya untuk Mimu pastilah dia akan kelelahan, apalagi malam itu adalah pengalaman pertama kalinya untuk Mimu. Tama akhirnya berinisiatif untuk membungkuk dan menggendong Mimu.

" Naiklah ke punggungku! "

" Apa?! "

Mimu tentu saja terkejut, melihat Tama tiba-tiba berjongkok dia sudah terkejut, ini lagi dia menawarkan untuk menggendong Mimu?

" Gendong apa? Aku malu lah, aku kan bukan anak kecil. "

Tama membuang nafasnya.

" Naik, atau aku akan memaksamu dan membiarkan semua orang keheranan melihat kita berdua. "

Mimu menekan salivanya, sepertinya dia memang tidak punya pilihan lain, jadilah Mimu mengikuti saja apa yang di katakan Tama.

Tama melangkahkan kaki setelah menggendong Mimu di punggungnya. Benar-benar luar biasa batin Mimu, meskipun semalam mereka sangat dekat bahkan sampai melakukan hubungan suami istri, anehnya sekarang Mimu justru berdebar sangat kencang hingga malu sendiri jadinya. Tama pasti merasakan debaran jantung Mimu kan? Bagaimanapun dada Mimu menempel di punggung Tama, tapi ya semoga saja Tama tidak menyadarinya.

" Kau menahan ini sedari berangkat tadi? "

" Iya. "

" Jangan seperti itu, kau kan bisa bilang padaku jadi aku tahu harus bagiamana membantumu. "

Mimu terdiam sebentar.

" Apa sebelumnya kau juga orang yang seperti ini ya? "

" Tidak tahu, aku tidak mau mengingat apapun yang sulit untuk aku ingat. "

Mimu mengeratkan tangannya yang melingkar di dada Tama.

" Nanti kalau kau sudah ingat semua tentang kehidupanmu sebelumnya, kau tidak boleh mencampakkan aku begitu saja ya? Bagaimanapun pria yang sudah meniduri wanita kan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. "

Tama tersenyum tipis lalu mengangguk. Memang wajar saja kalau Mimu begitu khawatir seperti itu, tapi dia sendiri juga berharap bisa tetap menjaga Mimu dengan baik, juga dia berharap bahwa dia bukanlah penjahat sebelumnya, jadi dia masih bisa percaya diri seperti sekarang ini untuk menatap Mimu.

" Semoga saja aku bukan penjahat dulunya, jadi aku masih merasa pantas menjadi suamimu. "

Mimu meletakkan dagunya di pindah Tama, dia memejamkan mata menikmati aroma tubuh Tama yang tetap saja segar padahal dia sama sekali tidak pernah menggunakan wewangian apapun.

" Kalaupun dulunya kau penjahat, kau mana boleh tetap terus menjadi penjahat? "

" Bahkan jika aku dulunya penjahat juga bukan masalah untukmu? "

" Kau mau dipermasalahkan? "

" Kenapa kau menjawab pertanyaan dengan pertanyaan? "

Tanpa mereka berdua sadari rupanya Osan dan Nita masih saja memperhatikan mereka berdua. Sungguh Nita benar-benar semakin itu dengan perhatian yang di berikan Tama kepada Mimu. Batinnya bertanya kenapa Mimu yang wajahnya biasa saja, anak dari orang yang tidak punya, bahkan rumahnya saja terbuat dari anyaman bambu tapi malah bisa seberuntung itu?

" Dasar sok mesra, sudah tahu jalanan sesulit ini, nanti kalau jatuh menggelinding baru tahu rasa kalian. " Ujar Osan dengan mimik keheranan.

Nita membuang wajahnya ogah menatap Osan yang terus bergerundel tidak jelas. Jalanan sedikit ini? Laku apakah kalau seandainya dia dalam keadaan tida baik dia akan terus di paksa untuk jalan sampa di rumah? Yah sebenernya mereka memiliki motor sendiri, tapi jalanan ke pasar yang paling dekat adalah untuk berjalan kaki. Kalaupun mereka memaksakan diri untuk mengunakan motor, jalanan di sana yang belum di aspal dam masih murni tanah jelas akan bersikap tinggi apalagi cuaca sedang sering-seringnya hujan beberapa waktu ini.

Begitu sampai di rumah, Mimu segera berjalan ke halaman rumah untuk memetik cabai dan juga tanaman sayur untuk dia masak, yah meksipun jalannya masih tidak nyaman, dia tidak mungkin diam saja dan tidak makan kan? Tapi begitu tak sengaja melihat dua orang asing yang melintas dan seperti memperhatikan rumahnya, Mimu jadi mengeryit mencari tahu di dalam hati apa yang sedang di cari dua orang asing itu?

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Endah Lestary

Endah Lestary

ceritanya selalu seru..tp agak pusing dengan tulisannya /Sob//Sob//Whimper/

2024-07-09

0

Naviah

Naviah

semangat thor
Tama sweet😍😍😍 ya ampun Nita iri tuh karena Mimu dapet yang lebih baik dari pada Osan

2022-12-19

0

Della Eriana

Della Eriana

semangat

2022-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!