BAB 5 : Calon Suami!

Setelah kepergian Osan, Nita dan orang tua mereka, kini Mimu mondar mandir sendirian kebingungan sendiri. Bagaimana tidak? Keberadaan Tama cepat atau lambat pasti akan menyebar luas, sementara pernikahannya juga tinggal lusa. Ah, benar-benar pusing bagaimana harus menghadapi itu. Dilain sisi dia takut dengan Ayahnya karena dia gagal melindungi Tama, dan Tama sudah terekspos sekarang. Duh, benar-benar ngeri sekali kalau Ayahnya sedang marah. Bukan akan di pukul atau di ocehi yang ditakutkan Mimu, tapi dia takut tidak diberikan uang jajan.

" Duh, bagaimana ini?! Ayahku pasti akan tahu cepat atau lambat. Jadi aku harus mencari alasan apa dong? "

Tama tak mau perduli dengan itu, sekarang dia memilih untuk makan siang dulu. Bagaimanapun perutnya lapar, dan dia sulit menahan kerut lapar.

" Ini apakah makanan manusia? " Tanya Tama membuat Mimu yang sedang kesal itu menatap ke arahnya. Mimi mengeryit seolah bertanya apa yang mengganggu pikiran pria itu sekarang ini.

" Apa ini makanan ternak milikmu? "

Mimi terperangah tak percaya mendengar apa yang dikatakan Tama.

" Makanan ternak, kepalamu! Bagian mana yang mirip makanan ternak hah?! "

Tama menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia kembali menatap makanan di piringnya dengan tatapan jijik, bahkan menyentuhnya dia juga terkesan jijik.

" Ini, hijau-hijau ini apa? Nasi ini kenapa lembek sekali? Ini kan makanan hewan ternak, kenapa ada di dalam tutup saji? "

Mimi membuang nafas kasarnya dengan tatapan sebal, dengan segera dia berjalan mendekati Tama dan melotot tajam kepadanya.

" Maaf kalau makanannya tidak enak, tapi Memang begini selera kami makan. Kalau kau menganggap makanan ini aneh dan mirip seperti makanan ternak, lebih baik kalau kau tidak usah makan saja ya? "

Benar saja, Tama menggeser piring itu untuk dia serahkan kepada Mimu.

" Ini untukmu, aku tidak berselera melihat bentuk makannya. "

" Banyak tingkah sekali, kalau kau merasa tidak bisa melakukan apapun apalagi menghasilkan uang, setidaknya jangan menghina makanan yang aku masak dengan di barengi tetesan keringat. "

Tama jadi selain bergidik ngeri.

" Jadi, makanan itu kau ludahi? "

Mimu menggigit bibir bawahnya menahan kesal.

" Kalau kau mengatakan makanan ini terkena keringat ku maka aku bisa memakluminya, tapi kenapa bisa di hubungkan dengan ludah?! Tama kau ini mau ku pukul sampai mati ya?! " Tama sontak terdiam, entahlah memang dia yang tidak nyambung atau bagaimana. Intinya dia benar-benar merasa makanan itu sama sekali bukan seleranya. Memang sih dia tidak menolak makanan dari Ayahnya Mimu, karena makanan yang di sediakan olehnya adalah kentang rebus, nasi dengan ikan, atau nasi dengan kerupuk saja. Tapi dia merasa makanan seperti itu masih bisa dia telan dari pada makanan buatan Mimu yang aneh itu.

" Tidak di sangka wajah tampan luar biasa membuat air liurku menetes malah memiliki sikap aneh yang suka membuat orang naik darah. " Gerutu Mimu kesal sendiri sembari mengembalikan makanan itu ke dapur, lalu setelahnya dia kembali untuk duduk di samping Tama.

" Aku lapar. "

Mimu melotot tajam membuat Tama segera menutup mulutnya rapat-rapat. Sungguh dia seperti ingin memaki Mimu, tapi dia tidak mampu melakukanya karena bagaimanapun Minum adalah anak dari pria yang sudah menyelamatkan nyawanya.

" Dengar ya, nanti kau harus bilang pada Ayahku kalau kau sendiri yang keluar menemui pak kepada desa dan juga dedengkotnya tadi, bilang juga kepada Ayahku kalau kau yang memperkenalkan diri sebagai calon suamiku. " Mimu mengubah posisinya untuk saling berhadapan dengan Tama, meraih pundaknya dan menatapnya dengan tegas.

" Kau harus mengakui semua kesalahan, tidak boleh sampai ada celah bagi Ayah menyalahkan ku. Kalau kau tidak melakukanya, maka aku akan- "

" Akan apa? " Tama jelas lah tidak terima dengan harus mengakui apa yang tidak dia lakukan, sekarang pun harus di ancam apakah dia juga hanya akan menerima dan manut saja dengan apa yang akan di lakukan Mimu padanya?

Mimu tersenyum dengan tatapan aneh penuh maksud, dia sengaja mengedarkan pandangan menatap bagian penting dari seorang pria, itu loh si kemoceng berbulu yang pasti akan menjadi senjata kebanggaan pria, tapi sekaligus kelemahan pria juga kan?

Tama menelan salivanya sendiri, dia merapatkan kedua kakinya, mengerakkan satu tangan untuk menutupi bagian itu.

" Kenapa aku harus mengakui apa yang tidak aku lakukan? Kau yang mengatakan banyak hal aneh, aku sampai harus mengusap kepalamu, mencium rambutmu yang lengket dan bau itu, lalu kenapa aku harus menerima kemarahan Ayahmu? Kan kau yang melakukanya, kau juga terlihat sangat kuat dan berani, bagaimana kalau kau hadapi saja Ayahmu sendiri? "

" Jadi kau menolak ya? Kau tidak takut padaku ya? " Ancam Mimu, dengan tatapan mengancam dia meraih celana Tama berniat menariknya dan membuatnya merasa malu dan kapok agar lain kali tidak berani lagi memegang perintahnya.

" Ah! " Pekik Mimu karena merasakan sakit saat telinganya di tarik. Ah, sialan! Sepertinya dia bukan hanya gagal menarik celana Tama, tapi dia juga gagal menyelamatkan diri dari amukan Ayahnya.

" Berani-beraninya kau membuat kesalahan besar itu?! Kau tidak tahu ya gara-gara kau tadi desa kita jadi heboh? Padahal aku berniat menemui semua petua desa untuk membahas pembatalan pernikahanmu! Kau malah mengatakan jika Tama adalah calon suamimu, kau ini sudah gila atau apa, hah?! "

" Aduh, Ayah! Sakit, sakit, sakit! lepaskan dulu, telingaku sudah mau putus! "

Ayah Gito menjauhkan tangannya, terang lah dia menatap Mimu dengan tatapan marah, bagaimanapun apa yang dilakukan Mimu tadi benar-benar sudah kelewatan karena memamerkan Tama dan memperkenalkan sebagai calon suaminya. Padahal jelas sekali mereka tidak mengenali Tama, bagaimana kalau sebenarnya Tama adalah seorang teriris? Kalaupun tidak, bagaimana kalau sebenarnya Tama sudah memiliki istri? benar-benar pusing sekali, sampai Ayah Gito tidak tahu harus melakukan apa selain memarahi Mimu.

" Tadi Nita datang bersama Osan dan orang tua mereka, Ayah. Dengan wajah polos mereka berdua, mereka malah asik memamerkan wajah menyebalkan. Mereka bilang mereka saling cinta, dan tempo hari Osan juga bilang kalau tidak akan ada satupun pria yang mau menikahi ku, aku hanya terbawa suasana, aku kesal jadi tidak pikir panjang dan mengatakan itu semua. " Mimu berucap sembari menunjukan wajah sedihnya yang polos membuat Ayah Gito tak sanggup lagi menunjukan kemarahannya lebih lama.

Ayah Gito membuang nafas kasarnya, dia duduk dan mencoba untuk berpikir dengan tenang.

" Apa yang harus kita lakukan setelah ini? "

Mimi menghela nafas juga, dia ikut duduk untuk sejenak berpikir. Tama, pria itu hanya bisa diam karena bosan dengan pembahasan yang sedang dilakukan oleh Ayah Gito dan Mimu.

Tak lama Ayah Gito dan Mimu saling menatap, dan kompak menatap Tama dengan wajah penuh maksud membuat Tama waspada secara otomatis.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor
Tama jujur amat kamu 😂😂😂😂

2022-12-18

1

rosediana

rosediana

semangat berkarya dan jangan capek up tiap hari 😘😘😘😘😘

2022-10-09

2

rosediana

rosediana

lanjut thor

2022-10-09

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!