BAB 3 : Pria baruku!

Mimu merengut sebal sembari menggosok telinganya yang terasa panas, benar-benar tidak sesuai harapan karena tiba-tiba saja Ayahnya datang dan mengacaukan rencananya. Tidak tahu sih dari mana datangnya keinginan seperti itu, yah mungkin saja karena dia melihat secara langsung kemoceng gelap berbulu milik Osan tempo hari sehingga dia terus penasaran dengan benda itu. Duh, bagaimanapun dia kan juga sudah dewasa jadi wajar saja kalau dia penasaran akan hal semacam itu.

" Cih! Kalau dipikir-pikir, apa mereka berdua sudah sering melakukannya ya? " Gumam Mimu membayangkan betapa bodohnya dia selama ini karena tertipu oleh teman baiknya, juga kekasihnya yang adalah pria paling tampan anak si pak kepala desa. Mau merasa rugi, tapi pria yang menjadi tersangka nyatanya adalah pria brengsek macam sampah menyebalkan.

" Kau mau kemana? " Tanya Mimu yang melihat pria tak di kenal tinggal di rumahnya melintas membawa keranjang kecil berisi obat herbal racikan Ayahnya yang selalu dia gunakan untuk mengobati lukanya.

" Ingin ke belakang mengobati luka di bagia dadaku. "

Mimu mengeryit heran.

" Kenapa harus kebelakang? "

" Karena Paman bilang aku tidak boleh sembarangan membuka baju di sini, terlebih di hadapan mu. "

Ih! Kesal sekali dia, kenapa juga sih Ayahnya harus melarang pria itu untuk membuka baju di hadapannya? padahal kalau pria itu membuka baju dan memperlihatkan tubuh uhuy nya kan lumayan juga untuk membuatnya senang.

" Jangan dengarkan ucapan Ayahku! Biarkan aku membantumu ya? "

Tak menunggu tanggapan dari pria itu, Mimu langsung saja membawa pria itu untuk duduk, lalu memaksanya untuk membuka baju tidak perduli pria itu terus menolak dan memasang wajah keberatan.

Ah, ini benar-benar menyenangkan sekali! Sudah ah, dari pada terus melihat tubuh pria itu dan otaknya jadi semakin kotor, lebih baik dia ajak saja bicara, ah, dia bahkan belum tahu siapa nama pria itu.

" Ngomong-ngomong, siapa namamu? " Tanya Mimu tapi tak menghentikan tangannya yang masih mengoleskan obat kedada pria itu.

" Aku tidak tahu. "

" Eh, namamu juga kau tidak tahu? " Tanya Mimu sebentar menatap pria itu dan kembali mengoleskan obatnya.

" Tidak, aku tidak ingat apapun. Aku hanya ingat pesan dari Paman untuk menjauh darimu, jangan sembarangan menyentuh, apalagi membuat mu menyentuh. Kalau paman tahu, dia bilang akan memenggal kepalaku. "

Mimu membuang nafas kasarnya, benar-benar Ayahnya amanat tidak tahu dan tidak paham kalau melihat tubuh pria tampan dan gagah membawa kesenangan tersendiri untuknya.

" Jadi, kau mau dipanggil apa? Tidak mungkin aku memanggilmu pria tanpa nama kan? "

" Aku tidak tahu siapa namaku, terserah saja mau di panggil apa. "

Mimu menjauhkan dirinya dari pria itu sembari berpikir, dia kini sudah duduk di samping pria itu jadi dengan segera dia memakai bajunya sebelum Ayah Gito pulang kerumah.

" Bagaimana kalau namamu Pratama saja? Cocok untukmu kan? "

Pria itu mengernyit menandakan jika dia tidak setuju dengan nama aneh dan kedengaran sangat desa baginya.

" Kenapa harus Pratama? Memang tidak ada yang lain? " Protes pria itu.

" Tidak boleh! Pratama itu artinya pria tanpa nama. Jadi untuk singkatnya aku akan memanggilmu, Tama! Bagaiman? "

Pria itu menghela nafas, masa bodoh saja apa nama yang akan diberikan padanya, toh nanti juga dia akan ingat siapa namanya yang asli.

" Ngomong-ngomong, apa kau ada ingat sedikit saja dari mana kau datang? Maksudku tempat tinggalmu, dimana desamu? "

Tama sebentar diam, dia mencoba mengingat-ingat tapi tak lama dia menggeleng karena memang dia tidak mengingat apapun.

" Ya sudahlah kalau tidak ingat, nanti kita coba pikirkan bagaimana mengingat siapa dirimu ya? "

Tama tersenyum, lalu mengangguk.

" Oh iya, kau panggil saja aku Mimu ya? "

" Aku sudah tau kok. "

" Bagus! Mulai sekarang baik-baik tinggal disini, dan menurut lah padaku ya? " Mimi tersenyum sembari mengusap kepala Tama dengan lembut seperti mengusap kepala adiknya sendiri. Padahal kalau di lihat wajah mereka sepertinya Tama jauh lebih dewasa di bandingkan Mimu, tapi ya sudahlah? Memang siapa yang bisa menolak keinginan Mimu?

Tama terdiam meski dia keberatan ada orang yang mengusap kepalanya hingga rambutnya menjadi berantakan. Dia seperti merasa bahwa dirinya sangat terhormat, tapi dia juga tida berdaya di hadapan Mimi, anak si penyelamat nyawanya.

Tok Tok

Mimu terdiam sebentar memandangi pintu rumahnya, tidak tahu siapa yang datang kerumahnya, tapi dia juga tidak boleh mengabaikan saja tamu yang datang kan? Mimu bangkit dari duduknya, menuju pintu dan membukanya.

Osan, dan juga Nita, mereka ternyata tidak hanya berdua saja, tapi juga bersama orang tuanya Osan dan Nita sendiri. Dari wajah mereka semua jelas lah masalah beberapa waktu lalu membuat mereka jengkel dan mendatanginya.

Beberapa saat kemudian, semua orang kini sudah berada di ruang tamu, sementara Tama menunggu di dapur tak berani keluar karena itu adalah hal yang dilarang oleh Ayah Gito.

" Kau seharusnya tidak melukai putraku meksipun kau kesal kan? Gara-gara kau rahangnya sampai retak, tiga gigi samping juga rontok. Aku sudah menahan diri sampai putraku membaik, jadi hari ini aku akan membuat perhitungan denganmu! " Ucap Ayahnya Osan, matanya melotot kesal dan jari telunjuknya mengarah tegas kepada Mimu.

Mimu menghela nafas, selama ini dia selalu hormat kepada kepala desa karena dia adalah Ayahnya Osan, tapi sekarang dia sudah tidak ingin menghormati orang yang sudah berbicara dengan nada kasar kepadanya.

" Jadi, harusnya aku bagaimana memberi pelayanan anaknya pak kepala desa? Dia dan Nita kan sedang melakukan hal tidak senonoh, ditambah lagi seminggu dari hari itu pernikahan akan di gelar, apakah aku harus berpura-pura tidak tahu saja? "

" Tetap saja, kau sudah mencelakai putraku! "

" Yah, itu karena Osan mau memukulku, aku hanya membela diri saja kok. "

" Sudahlah, kita langsung saja pada intinya. Kedatangan kami kesini adalah untuk membatalkan pernikahan, Osan akan menikahi Nita sebagi mempelai wanitanya di hari yang sudah di tetapkan tanggal pernikahan. Kau urus saja masalahmu, kami tidak ingin ada urusan apapun denganmu. " Ucap Ayahnya Nita dengan tegas, bagaimanapun yang dia tahu dia hanya akan menikahkan putrinya dengan orang yang sudah meniduri putrinya jadi dia tidak perduli masalah hati yang lainnya.

Mimu mengepalkan kedua tangannya, iya benar saja dia sampa lupa kalau dia harus segera mengurus masalah itu, dia harus segera mencari jalak keluar karena hari pernikahan akan berlangsung beberapa hari lagi. Osan jelas selamat karena dia memiliki Nita, tapi dia? Dengan siapa dia akan menikah?

" Mimu, aku benar-benar minta maaf ya? Cinta tumbuh begitu saja di hati kami berdua, jadi kami juga tidak bisa mengendalikan perasaan kami. "

Mimu menatap kesal, benar-benar dia sudah akan memukul wajah sok melas Nita, tapi dia tiba-tiba teringat dengan Tama. Segera dia bangkit dan berjalan cepat menuju dapur.

" Ayo ikut aku! " Tama sebenarnya sudah menolak, tapi tenaga Mimu benar-benar tak main-main sehingga dia tidak bisa menolak lagi.

" Perkenalkan, ini calon suamiku, jadi jangan khawatirkan aku, aku sudah dapat yang lebih baik setelah membuang baju rombeng. "

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor
Mimu udah enggak galau lagi gara-gara Osan karena udah dapet yang lebih tampan🤣🤣🤣🤣🤣👍

2022-12-18

1

Evi

Evi

👍👍👍👍👍

2022-12-06

1

masya imut

masya imut

itu lah seperti membuang sandal tapi dapat sepatu bagus,meninggal kan osan,dapat si tama...

2022-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!