BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik

Setelah hari itu, Tama benar-benar berusaha sekuat tenaga untuk membantu semua pekerjaan yang bisa dia lakukan. Setidaknya dia tidak perlu mendengar orang menggunjingnya lewat Mimu dan membuat Mimu rendah diri, hari ini dia dengan semangat membantu Mimu untuk menanam sayuran yang rencananya akan mereka jual saat waktunya panen nanti.

" Apa hanya begini cara menanam tomat? " Tanya mengeryit bingung, dia benar-benar tidak tahu kalau menanam tomat ya hanya perlu menaburkan biji buah tomat ketanah saja.

" Iya, nanti kalau sudah tumbuh dan lumayan tinggi, baru di pindahkan ke tempat lain dan mulai merawatnya dengan baik. "

Tama mengangguk paham, lanjut dia mengerjakan pekerjaan lain seperti mencabut rumput, sementara Mimu tengah memberikan pupuk untuk tanaman lainnya.

Sejenak Mimu tersenyum melihat Tama yang begitu bekerja keras untuk membantunya, memang masih terlihat aneh cara Tama memegang alat untuk berkebun, tapi Tama yang seperti ini cukup membuatnya merasa senang dan di hargai.

Hati demi hari berjalan seperti itu, Tama masih terus belajar bagaimana caranya berkebun untuk membantu Mimu, memang masihlah ada waktunya Tama menyebalkan saat dia menemuka cacing ketika berkebun, Tama akan histeris meski tidak berteriak seperti wanita, tapi ya sudahlah karena niat Tama hanyalah untuk meringankan beban Mimu, setidaknya Mimu juga masih bisa memahami dan merasa bersyukur ada yang membantunya dan terlihat perduli padanya kecuali Ayah Gito yang beberapa waktu ini lebih sering menghabiskan waktu untuk mencari tumbuhan obat jadi sangat jarang berada di rumah.

Tiba saatnya makan malam, seperti biasanya Tama akan memperhatikan makanan itu dengan baik, sebentar mencicipinya barulah dia akan memakannya kalau dia merasa menyukai makanan itu.

" Cobalah untuk memakan apapun, Tama. Nanti kalau aku tidak bisa memasak makanan seperti ini terus bagiamana? Besok pagi aku kan harus pergi ke pasar untuk menjual tomat panenan kita tadi sore, jadi besok kau sarapan mie instan saja ya? "

Tama mengeryit karena dia benar-benar ogah membayangkan harus memakan mie instan.

" Tidak mau, mie instan itu kan tidak sehat. " Protesnya yang langsung membuat Mimu menghela nafas sebalnya.

" Mie instan itu adalah makanan mewah untukku, jangan memikirkan sehat dan tidak sehatnya, tapi nikmati saja bagaimana enak dan lezatnya rasa mie instan yang luar biasa. "

Tama menggeleng keheranan melihat wajah aneh Mimu yang tengah mendeskripsikan semua hal tentang mie instan seolah mie instan adalah makanan yang begitu mewah dan juga sangat enak.

" Berhentilah mengkonsumsi makanan serba instan, mereka hanya ingin membunuhmu perlahan-lahan. "

Mimu menaikkan sisi bibirnya, dia benar-benar tidak setuju dengan apa yang dikatakan Tama. Padahal makanan instan semuanya sangat enak dan membuat ketagihan, bagaimana makanan enak bisa di samakan dengan racun?

" Dari mana kau tahu kalau mereka adalah racun? "

Tama tersentak, dia menghentikan tangannya yang baru saja akan memasukkan makanan ke mulutnya. Dari mana dia tahu tentu saja Yama sendiri tidak tahu, dia bahkan tidak menyadari apa yang dia katakan, dan yakin benar jika itu semua adalah benar.

" Sudahlah, makan saja! Ini sudah malam, kita harus segera tidur. "

Mimu tahu kalau Tama sendiri kebingungan, maka tidak usah memperpanjang pembahasan akan lebih baik dari pada terus membuat Tama mengeryit mencari tahu apa yang dia katakan tadi dan dari mana dia begitu yakin bahwa yang dia katakan adalah kebenaran.

Selesai makan malam, Tama dan Mimu sebentar duduk karena tidak mungkin juga selesai makan malam mereka langsung tidur.

" Apa sampai sekarang kau tidak mengingat apapun tentangmu? "

Tama membuang nafasnya sebelum menjawab pertanyaan dari Mimu.

" Tidak ingat, hanya saja dulu sebelum tidur di ranjang yang sama denganmu, aku memimpikan beberapa kejadian yang membuatku sulit tidur. "

" Kejadian seperti apa? "

" Aku bingung bagaimana menjelaskan padamu, tapi aku hanya ingat aku mengendarai mobil, lalu ada benturan besar, aku berdarah, lari, suasana gelap dan aku jatuh saat punggungku seperti ada yang mendorong. Ada wanita juga, dia tersenyum, tapi dia juga terlihat sedih, seorang pria terus menunduk, tapi dia tersenyum jahat, aku melihat sebuah rumah besar, semua itu berkelebatan satu persatu aku bingung bagaimana merangkai apa sebenarnya yang terjadi. Ada juga suara wanita paruh baya yang berbicara, Gorge, itu nama siapa ataukah itu nama asliku? "

Mimu mengingat benar hari pertama dia tidur di ranjang yang sama dengan Tama. Dia benar-benar terlihat sangat gelisah saat tertidur, berkeringat dingin juga, bahkan saat Mimu menyentuh tangan Tama, rupanya tangan Tama benar-benar gemetaran.

" Tidak apa-apa, suatu hari nanti kau kan pasti akan ingat siapa namamu, siapa dirimu yang sebenarnya. " Mimu tiba-tiba merasa sedih karena membayangkan saay hari itu tiba, Tama akan kembali ke kehidupannya karena Tama pasti merindukan keluarganya.

Tama terdiam, dia juga merasakan hal yang sama seperti yang di pikirkan Mimu. Entah mengapa dia juga merasa berat kalau dia tahu siapa dirinya dia harus meninggalkan Mimu dan kembali ke kehidupan yang sesungguhnya.

" Tama, aku penasaran sekali sebenarnya, sebelum kau kehilangan ingatan kau ini orang yang bagaimana? Apakah kau juga sangat pemilih makanan seperti sekarang ini? Apa kau sangat suka menyombongkan diri dengan mengatakan banyak omong kosong? Dengan wajahmu tentu saja ada banyak wanita yang menyukaimu, lalu bagaimana kehidupanmu bersama dengan kekasihmu, atau pasanganmu? Kau yang tidak bisa mengerjakan apapun seperti ini apakah memiliki kemampuan lain yang mengagumkan? "

Tama terus menatap wajah Mimu yang terlihat agak aneh. Dari cara Mimu tersenyum lalu matanya terlihat tidak rela apakah boleh Tama mengartikan bahwa Mimu memiliki perasaan tersendiri untuknya hingga hari dimana Tama bisa mengingat semua tentangnya malah akan membuat Mimu tidak rela.

" Aku tidak tahu harus menjawab apa dari semua pertanyaan yang membuatmu penasaran itu. Aku hanya tahu sekarang aku hidup di sini, ingat atau tidak tentang ku tidak akan merubah fakta bahwa aku hidup disini karena Ayahmu dan kau juga kan? "

" Yah, Ayahku memang sudah membantumu sembuh dari luka di tubuhmu, tapi kau juga menyelamatkan kami berdua dari rasa malu. Itu sudah cukup setimpal kan? " Mimu tersenyum untuk menutupi apa yang dia rasakan sebenarnya. Perasaan suka terhadap Tama benar-benar datang sendiri tak dia inginkan, meskipun dia sadar benar jika Tama bisa saja akan meninggalkannya saat ingat semua hal nanti, tapi dia sulit mencegah perasaannya untuk tidak tumbuh dan merasa khawatir.

" Nyawa tentu saja tidak bisa di samakan dengan rasa malu. "

Tama menatap lurus sembari membuang nafas.

" Mari jangan memikirkan tentang itu lagi, semua mimpi yang aku ingat sepertinya hidupku tidak baik sebelumnya, jadi aku akan lebih bersyukur berada di tempat ini bersama denganmu. "

Mimu terkejut dan sontak menatap Tama. Mereka kini saling menatap dengan perasaan yang sama, perlahan tanpa sadar saling mendekatkan bibir mereka.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor cinta mulai bersemi nih😂

2022-12-19

1

Risa Klara

Risa Klara

Up lagi dong thor

2022-11-01

1

Lis Eka

Lis Eka

adegan 21+ 🙈

2022-11-01

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Harus Bagaimana?
2 BAB 2 : Pria Menggoda
3 BAB 3 : Pria baruku!
4 BAB 4 : Pria Rendah Selera
5 BAB 5 : Calon Suami!
6 BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7 BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8 BAB 8 : Jangan Berdengung!
9 BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10 BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11 BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12 BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13 BAB 13 : Gugup Dan Malu
14 BAB 14 : Istri Sungguhan
15 BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16 BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17 BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18 BAB 18 : Cemburu
19 BAB 19 : Secuil Informasi
20 BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21 BAB 21 : Membujuk Tama
22 BAB 22 : Tama Atau Gorge
23 BAB 23 : Kehilangan Tama
24 BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25 BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26 BAB 26 : Berita Mengejutkan
27 BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28 BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29 BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30 BAB 30 : Hamil!
31 BAB 31 : Rencana Dadakan
32 BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33 BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34 BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35 BAB 35 : Mereka Siapa?
36 BAB 36 : Anak Haram!
37 BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38 BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39 BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40 BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41 BAB 41 : Rumah Baru
42 BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43 BAB 43 : Kepercayaan
44 BAB 44 : Sumber Stres
45 BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46 BAB 46 : Anak Perempuan
47 BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48 BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49 BAB 49 : Masa Senggang
50 BAB 50 : Pergi Dan Datang
51 BAB 51: Pahlawan Lorn
52 BAB 52 : Putri Yang Tampan
53 BAB 53 : Ujian Akan Datang
54 BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55 BAB 55 : Bertemu Cyrene
56 BAB 56 : Terlambat Menyerah
57 BAB 57 : Belajar Etiket
58 BAB 58 : Gadis Desa
59 BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60 BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61 BAB 61 : Undangan Mewah
62 BAB 62 : Pesta Teh
63 BAB 63 : Serangan Balik!
64 BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65 BAB 65 : Pertengkaran
66 BAB 66 : Janji
67 BAB 67 : Perasaan Takut
68 BAB 68 : Pesta Lagi!
69 BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70 BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71 BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72 BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73 BAB 73 : Perdebatan Panjang
74 BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75 BAB 75 : Peringatan Terakhir
76 BAB 76 : Rencana Sadis
77 BAB 77 : Menjadi Ibu
78 BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79 BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80 BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81 BAB 81 : Kedatangan Mimu
82 BAB 82 : Pengakuan
83 BAB 83 : Final Episode
84 Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1 : Harus Bagaimana?
2
BAB 2 : Pria Menggoda
3
BAB 3 : Pria baruku!
4
BAB 4 : Pria Rendah Selera
5
BAB 5 : Calon Suami!
6
BAB 6 : Menikahlah Denganku!
7
BAB 7 : Menikahi Pria Super Tampan
8
BAB 8 : Jangan Berdengung!
9
BAB 9 : Suamiku Paling Tampan!
10
BAB 10 : Tidak Bisa Menerima
11
BAB 11 : Suamiku Sibuk Dan Kaya!
12
BAB 12 : Kami Juga Suami Istri Sungguhan!
13
BAB 13 : Gugup Dan Malu
14
BAB 14 : Istri Sungguhan
15
BAB 15 : Suami Bodoh Atau terbaik
16
BAB 16 : Itu Karena Aku Malu
17
BAB 17 : Jangan Menipu Istriku!
18
BAB 18 : Cemburu
19
BAB 19 : Secuil Informasi
20
BAB 20 : Kecurigaan Untuk Tama
21
BAB 21 : Membujuk Tama
22
BAB 22 : Tama Atau Gorge
23
BAB 23 : Kehilangan Tama
24
BAB 24 : Lahir Dari Pria Bajingan
25
BAB 25 : Orang Yang Ingin Dilindungi
26
BAB 26 : Berita Mengejutkan
27
BAB 27 : Ayah Yang Juga Patah Hati
28
BAB 28 : Jenni Yang Bodoh
29
BAB 29 : Mimu Yang Sedang Sakit
30
BAB 30 : Hamil!
31
BAB 31 : Rencana Dadakan
32
BAB 32 : Sebuah Kejanggalan
33
BAB 33 : Kesabaran Di butuhkan
34
BAB 34 : Siapa Sebenarnya Jenni?
35
BAB 35 : Mereka Siapa?
36
BAB 36 : Anak Haram!
37
BAB 37 : Tinggal Di Tengah Hutan
38
BAB 38 : Siapa Mimu Sebenarnya?
39
BAB 39 : Biarkan Semua Berjalan Sewajarnya
40
BAB 40 : Pertengkaran Sengit
41
BAB 41 : Rumah Baru
42
BAB 42 : Rumah Baru, Dan Tamu
43
BAB 43 : Kepercayaan
44
BAB 44 : Sumber Stres
45
BAB 45 : Menyerahkan Kekayaan!
46
BAB 46 : Anak Perempuan
47
BAB 47 : Sepasang Sendal jepit
48
BAB 48 : Kedatangan Ibu Mertua
49
BAB 49 : Masa Senggang
50
BAB 50 : Pergi Dan Datang
51
BAB 51: Pahlawan Lorn
52
BAB 52 : Putri Yang Tampan
53
BAB 53 : Ujian Akan Datang
54
BAB 54 : Morette Cyrene Ghasond
55
BAB 55 : Bertemu Cyrene
56
BAB 56 : Terlambat Menyerah
57
BAB 57 : Belajar Etiket
58
BAB 58 : Gadis Desa
59
BAB 59 : Perubahan Besar Terjadi
60
BAB 60 : Mari Kita Mulai Bergerak!
61
BAB 61 : Undangan Mewah
62
BAB 62 : Pesta Teh
63
BAB 63 : Serangan Balik!
64
BAB 64 : Bahagia Karena Cyrene
65
BAB 65 : Pertengkaran
66
BAB 66 : Janji
67
BAB 67 : Perasaan Takut
68
BAB 68 : Pesta Lagi!
69
BAB 69 : Kekhawatiran Di Luar Dugaan
70
BAB 70 : Ragu-Ragu Bertindak
71
BAB 71 : Menangis Dalam Diam
72
BAB 72 : Antara Iya Dan Tidak
73
BAB 73 : Perdebatan Panjang
74
BAB 74 : Penyesalan Seorang Ibu
75
BAB 75 : Peringatan Terakhir
76
BAB 76 : Rencana Sadis
77
BAB 77 : Menjadi Ibu
78
BAB 78 : Menjadi Ibu Yang Baik
79
BAB 79 : Bawa, Dan Lindungi Dia!
80
BAB 80 : Memohon Sebuah Kebebasan
81
BAB 81 : Kedatangan Mimu
82
BAB 82 : Pengakuan
83
BAB 83 : Final Episode
84
Promosi Novel Baru, seru banget! kepoin yuk!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!