Bab 12 - Money & Naked Women

Pepatah itu benar. Harta, tahta, dan wanita adalah sesuatu yang mengancam - Auraliv.

...༻∅༺...

Dengan pelan Zidan memagut kuping Zerin. Ulahnya sukses membuat Zerin memejamkan mata. Zidan melu-mat daun telinga Zerin sampai memerah. Puas melakukannya, bibir lelaki itu turun ke leher.

Satu tangan Zidan segera melepas tali handuk kimono Zerin. Lalu menanggalkan pakaian tersebut tanpa harus melepaskan cumbuannya.

Zerin menggigit bibir bawahnya. Terutama ketika handuk kimono sudah tak lagi menutupi badannya. Kini dia sudah telanjang bulat. Pasrah dengan sentuhan Zidan yang begitu membelenggu. Zerin bahkan mulai kesulitan menelan ludahnya sendiri.

Zidan berhenti mencumbu. Ia mengamati tampilan perempuan di hadapannya. Lelaki tersebut tidak menatap mata Zerin. Atensinya terpaku pada anggota badan perempuan tersebut. Dari mulai bibir, leher, dada, dan semuanya.

Sedangkan Zerin masih dalam keadaan posisi duduk. Matanya sudah terlihat sayu.

Zidan menyunggingkan senyuman. Ia melepaskan celananya terlebih dahulu. Lalu menyambar bibir Zerin dengan liar. Sementara tangannya asyik mere-mas buah dada perempuan itu secara bergantian.

Suara pergulatan lidah Zerin dan Zidan memecah kesunyian. Belum lagi bunyi hembusan nafas yang membuat suasana semakin memanas.

Luma-tan yang terjadi pada mulut Zidan dan Zerin berlangsung cukup lama. Zidan yang berusaha mendorong Zerin ke ranjang, merasa tertahan dengan pertahanan perempuan itu.

Zidan lantas melepas tautan bibirnya dari mulut Zerin. Kemudian barulah dia mendorong perempuan tersebut telentang ke ranjang.

Zerin reflek mengangakan mulut saat Zidan melahap salah satu buah dadanya. Lelaki itu memberikan kecupan ganas. Membuat Zerin melekukkan tubuhnya ke depan. Kedua kaki perempuan itu bergerak tidak karuan. Hingga suara lenguhan mulai diperdengarkan olehnya.

Mendengar Zerin mulai mende-sah, Zidan segera membuka lebar kedua kaki perempuan tersebut. Ia tidak melakukan penyatuan, melainkan memainkan lidahnya di antara dua kaki Zerin.

"Eumhh..." Zerin mencengkeram kepala Zidan. Ia sudah sangat terangsang. Terlebih Zidan sangat lihai memberikan cumbuannya. Belum lagi dengan keadaan sekitar yang dihamburi uang ratusan ribu rupiah. Hal itu membuat hasrat Zerin kian membara.

Tubuh langsing Zerin kembali melekuk ke depan. Kepalanya mendongak sambil menggigit bibir bawahnya. Sebab dia hampir mencapai puncak. Padahal penyatuan bahkan belum dilakukan.

"Akhhh!" Zerin mengerang saat telah mencapai puncak pertamanya. Dahinya berkerut dalam. Dengan wajah yang memerah padam. Saat itulah Zidan mengangkat kepalanya. Menatap Zerin yang tampak kewalahan.

"Kau sudah kebanjiran, Rin..." lirih Zidan yang puas dengan ulahnya. Ia sangat suka melihat ekspresi wanita yang sedang terangsang.

Zerin hanya diam. Gairah yang sedang dirasakannya membuat dia tidak bisa berkata-kata.

Zidan akhirnya melakukan penyatuan. Membuat lenguhan Zerin kembali terdengar. Di iringi oleh erangan Zidan sendiri.

Di atas ranjang yang dihamburi oleh lembaran uang ratusan ribu rupiah itu, Zidan memaju mundurkan badannya. Membuat tubuh Zerin menggelinjang hebat.

Semakin Zidan bergerak laju, maka tambah menjadi-jadi pula lenguhan Zerin. Perempuan tersebut sudah mencapai puncak kenikmatan untuk kali kedua. Dan itu terus dirasakannya berangsur-angsur saat Zidan masih melakukan pergerakan.

Erangan Zerin terus terdengar sebelum Zidan berhenti melakukan pergerakan. Zerin rasanya hampir mati karena kenikmatan yang terus menggerogoti dirinya.

"Akh! Akh! Akh! Zidan!" seru Zerin di tengah-tengah lenguhannya. Jika kemarin dirinya tidak bisa terpuaskan oleh lelaki dewasa bernama Fadli, kini Zidan memberikan kepuasan yang melebihi batas.

Mungkin waktu baru saja berjalan dua puluh menit. Akan tetapi terasa sangat lama bagi Zerin. Meskipun begitu, lubuk hati terdalamnya mengakui kalau dirinya menikmati kegiatan intim yang terjadi.

Zidan memang pandai memberikan pemanasan. Dia juga bisa memancing gairah saat melakukan penyatuan. Sesekali lelaki itu menggoyangkan pinggul agar penyatuan yang terjadi bisa dirasakan lebih dalam. Terutama untuk perempuan yang sedang digaulinya.

Ketika Zidan menindih kuat tubuh Zerin, maka saat itu pula dia telah mencapai puncak. Hingga organ intimnya mengeluarkan cairan yang sukses menghangatkan rahim Zerin.

Zidan dan Zerin sama-sama memejamkan mata. Keduanya belum saling melepaskan diri.

"Aku lupa pakai kon-dom..." lirih Zidan seraya melepaskan penyatuan dengan pelan.

Zerin membisu. Dia terlalu sibuk mengatur nafas. Dirinya benar-benar kewalahan dengan persenggamaan yang tadi terjadi.

"Aku akan memberikanmu obat pencegah hamil. Kebetulan perusahaan farmasi ayahku memiliki obat seperti itu," ujar Zidan. Kini dia merebahkan diri ke sebelah Zerin.

"Lain kali kau harus pakai pengaman. Aku tidak mau terlalu sering mengkonsumsi obat..." jawab Zerin dengan suara seraknya. Erangan yang tadi dilakukannya telah menguras tenaga pita suara.

"Oke..." Zidan mengangguk. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan Zerin. Tanpa sadar keduanya tertidur bersama.

Kala waktu menunjukkan jam satu dini hari, Zerin membuka mata. Ia terbangun karena merasa kedinginan. Mata Zerin membola ketika menyaksikan Zidan duduk di depan sambil memegangi kamera.

Zerin menemukan dirinya berada di tengah ranjang. Tanpa selimut dan dikelilingi oleh lembaran uang ratusan ribu rupiah. Sialnya dia masih dalam keadaan tanpa busana.

"Zidan! Kau mengambil fotoku lagi?!" timpal Zerin. Dua tangannya mengepalkan tinju. Ia menyalangkan mata ke arah Zidan dengan penuh amarah.

"Tubuhmu sangat indah. Bagaimana kau merawatnya sampai bisa sebersih dan semerah muda itu? Padahal kau hanya anak seorang pembantu rumah tangga bukan?" tukas Zidan. Mengangkat salah satu alisnya. Ia bertanya dengan santai. Seolah apa yang dilakukannya adalah hal biasa.

Zidan terlihat sudah mengenakan celana pendek. Memakai kemeja dengan kancing yang terbuka.

Zerin terperangah. Dia bergegas mengenakan handuk kimono. Zerin mencoba merebut kamera Zidan. Ia jelas berupaya menghancurkan benda itu.

"Serahkan kepadaku!" ujar Zerin memaksa.

Zidan dapat mempertahankan kameranya dengan baik. Tangannya segera mencengkeram ribuan helai rambut Zerin. Hingga perempuan itu meringis kesakitan.

"Aarkkhh!" erang Zerin. Membuat Zidan langsung melepaskannya.

"Kau tenang saja. Selama kau tidak berbuat ulah, aku tidak akan menyebarkan fotomu. Lihatlah sekarang. Fotomu masih terjaga dengan baik," ujar Zidan.

"Apa kau gila?! Kenapa kau sangat kecanduan dengan foto wanita telanjang?!" timpal Zerin.

"Apa kau gila?! Kenapa kau sangat kecanduan dengan uang?" balas Zidan.

Zerin langsung tertohok. Dia bergegas masuk ke kamar mandi.

Zidan yang telah lebih dulu membersihkan diri, segera pulang. Seperti sebelumnya, dia lagi-lagi pergi tanpa sepengetahuan Zerin.

Pintu kamar mandi terbuka. Zerin muncul dari balik pintu. Dia tentu mencari keberadaan Zidan. Sebab lelaki itu sama sekali tidak terlihat batang hidungnya.

"Sepertinya pulang lebih dulu adalah kebiasaannya. Dasar lelaki tidak tahu malu. Yang dia tahu hanyalah memainkan pisang panjangnya itu. Aku yakin dia tidak akan bisa menjalani hubungan serius dengan wanita," gerutu Zerin panjang lebar. Ia mendengus kasar sebentar dan melanjutkan, "aku pasti akan sangat kasihan pada wanita yang sudah ditakdirkan berjodoh dengan Zidan."

Zerin mengganti pakaian. Dia juga tidak lupa memunguti uang yang berhamburan. Dengan senyuman lebar, Zerin pulang sambil menyeret uang yang bernilai 1,6 milyar rupiah tersebut.

Terpopuler

Comments

Adila Ardani

Adila Ardani

nanti kamu hamil zerin..

2022-10-12

1

hana

hana

cepet tobat aja Zerin...
pegi jauh dari Zidan😒
Zidan lebih psycho dari pada Yudha😝

2022-10-11

1

Listia Julianti

Listia Julianti

seperti nya kamu itu jodoh untuk zidan dari author rin. auto jadi milyader tu zerin dapat bayaran fantastis dari zidan.

2022-10-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Rahasia Zerin
2 Bab 2 - Berbeda 180°
3 Bab 3 - Keperawanan Bernilai 1 Milyar
4 Bab 4 - Kelicikan Zidan
5 Bab 5 - Penghargaan Dari Zidan
6 Bab 6 - Bersikap Normal
7 Bab 7 - Antrian Lelaki Pemuja Zerin
8 Bab 8 - Terjebak Permainan
9 Bab 9 - Noda Lipstik
10 Bab 10 - Pembalasan Bar-Bar Zerin
11 Bab 11 - Bermulanya Kesepakatan
12 Bab 12 - Money & Naked Women
13 Bab 13 - Larangan Zidan
14 Bab 14 - Bertemu Di Gym
15 Bab 15 - Pil Untuk Zerin
16 Bab 16 - Semalaman Di Mobil
17 Bab 17 - Gigitan Vampir
18 Bab 18 - Bogem Zerin
19 Bab 19 - Kekhawatiran Zerin
20 Bab 20 - Sakit
21 Bab 21 - Ketika Dirimu Diam
22 Bab 22 - Berhenti Saja?
23 Bab 23 - Bertemu Pamannya Adi
24 Bab 24 - Jati Diri Zerin Yang Sebenarnya
25 Bab 25 - Hati Nurani Yang Telah Lama Terkubur
26 Bab 26 - Bantuan Zidan
27 Bab 27 - Ancaman Zidan
28 Bab 28 - Sama-Sama Bingung
29 Bab 29 - Kopi
30 Bab 30 - Music, Making Love, & Mothers
31 Bab 31 - Di Restoran Jepang
32 Bab 32 - Ketahuan Ibu
33 Bab 33 - Kekhawatiran Zerin
34 Bab 34 - Zidan Selalu Punya Cara
35 Bab 35 - Cemburu?
36 Bab 36 - Model Kampus Baru
37 Bab 37 - Dibuang Seperti Sampah
38 Bab 38 - Pengakuan
39 Bab 39 - Teman Makan Teman
40 Bab 40 - Alasan Zidan Tidak Melawan
41 Bab 41 - Perdebatan Di Telepon
42 Bab 42 - Gairah Zerin & Zidan
43 Bab 43 - Nasib Ernest
44 Bab 44 - Ruang Gelap
45 Bab 45 - Rencana Awal Go Publik
46 Bab 46 - Reaksi Orang Tua Zidan
47 Bab 47 - Malaikat Itu Kekasih Kakakku
48 Bab 48 - Rencana Balas Dendam Yang Gagal
49 Bab 49 - Ciuman Zidan
50 Bab 50 - Tentang Bali
51 Bab 51 - Amira Menghilang
52 Bab 52 - Minuman Mahal Untuk Zerin
53 Bab 53 - Gairah Di Tengah Hujan
54 Bab 54 - Gila!
55 Bab 55 - Nonton Berduaan
56 Bab 56 - Perjalanan Ke Bali
57 Bab 57 - Senjata Makan Tuan
58 Bab 58 - Zidan Berbuat Ulah Lagi
59 Bab 59 - Permainan Zidan
60 Bab 60 - Wira Tahu!
61 Bab 61 - Perihal Nikah
62 Bab 62 - Pengawasan Orang Tua
63 Bab 63 - Mata-Mata Dari Wira
64 Bab 64 - Gangguan
65 Bab 65 - Rencana Lamaran Zidan
66 Bab 66 - Lamaran Yang Terasa Begitu Tiba-Tiba
67 Bab 67 - Kamar 301
68 Bab 68 - Hari Pertunangan
69 Bab 69 - Pesan Teror Misterius
70 Bab 70 - Bisikan Kinar
71 Bab 71 - Pernikahan Super Mewah
72 Bab 72 - Masa Koas
73 Bab 73 - Akhirnya Tetap Ketahuan
74 Bab 74 - Tersebar!
75 Bab 75 - Bulan Madu Menjadi Pelarian
76 Bab 76 - Pesta Di Rumah Reza
77 Bab 77 - Insiden Setelah Pesta
78 Bab 78 - Membuat Tato
79 Bab 79 - Pasien Yang Meninggal
80 Bab 80 - Tidak Berfungsi
81 Bab 81 - Karma [1]
82 Bab 82 - Karma [2]
83 Bab 83 - Karma [3]
84 Bab 84 - Jebakan Ernest
85 Bab 85 - Lupakan Semuanya
86 Bab 86 - Mengadopsi Anak
87 Bab 87 - Seorang Anak Bernama Defan
88 Bab 88 - Aktif Kembali
89 Bab 89 - Kembalinya Gairah Cinta Zerin & Zidan
90 Bab 90 - Kematian & Kelahiran [Ending]
91 Bonus Chapter - Defan Pratama Dirgantara
92 Bonus Chapter - Defan Pratama Dirgantara
93 Bonus Chapter - Giana Pelita Dirgantara
94 Novel Genre Pria
95 Novel Genre Dark Terbaru
96 NOVEL BARU
97 Novel Baru Genre Dewasa
98 Novel Baru [Bukan Sugar Baby Biasa]
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Bab 1 - Rahasia Zerin
2
Bab 2 - Berbeda 180°
3
Bab 3 - Keperawanan Bernilai 1 Milyar
4
Bab 4 - Kelicikan Zidan
5
Bab 5 - Penghargaan Dari Zidan
6
Bab 6 - Bersikap Normal
7
Bab 7 - Antrian Lelaki Pemuja Zerin
8
Bab 8 - Terjebak Permainan
9
Bab 9 - Noda Lipstik
10
Bab 10 - Pembalasan Bar-Bar Zerin
11
Bab 11 - Bermulanya Kesepakatan
12
Bab 12 - Money & Naked Women
13
Bab 13 - Larangan Zidan
14
Bab 14 - Bertemu Di Gym
15
Bab 15 - Pil Untuk Zerin
16
Bab 16 - Semalaman Di Mobil
17
Bab 17 - Gigitan Vampir
18
Bab 18 - Bogem Zerin
19
Bab 19 - Kekhawatiran Zerin
20
Bab 20 - Sakit
21
Bab 21 - Ketika Dirimu Diam
22
Bab 22 - Berhenti Saja?
23
Bab 23 - Bertemu Pamannya Adi
24
Bab 24 - Jati Diri Zerin Yang Sebenarnya
25
Bab 25 - Hati Nurani Yang Telah Lama Terkubur
26
Bab 26 - Bantuan Zidan
27
Bab 27 - Ancaman Zidan
28
Bab 28 - Sama-Sama Bingung
29
Bab 29 - Kopi
30
Bab 30 - Music, Making Love, & Mothers
31
Bab 31 - Di Restoran Jepang
32
Bab 32 - Ketahuan Ibu
33
Bab 33 - Kekhawatiran Zerin
34
Bab 34 - Zidan Selalu Punya Cara
35
Bab 35 - Cemburu?
36
Bab 36 - Model Kampus Baru
37
Bab 37 - Dibuang Seperti Sampah
38
Bab 38 - Pengakuan
39
Bab 39 - Teman Makan Teman
40
Bab 40 - Alasan Zidan Tidak Melawan
41
Bab 41 - Perdebatan Di Telepon
42
Bab 42 - Gairah Zerin & Zidan
43
Bab 43 - Nasib Ernest
44
Bab 44 - Ruang Gelap
45
Bab 45 - Rencana Awal Go Publik
46
Bab 46 - Reaksi Orang Tua Zidan
47
Bab 47 - Malaikat Itu Kekasih Kakakku
48
Bab 48 - Rencana Balas Dendam Yang Gagal
49
Bab 49 - Ciuman Zidan
50
Bab 50 - Tentang Bali
51
Bab 51 - Amira Menghilang
52
Bab 52 - Minuman Mahal Untuk Zerin
53
Bab 53 - Gairah Di Tengah Hujan
54
Bab 54 - Gila!
55
Bab 55 - Nonton Berduaan
56
Bab 56 - Perjalanan Ke Bali
57
Bab 57 - Senjata Makan Tuan
58
Bab 58 - Zidan Berbuat Ulah Lagi
59
Bab 59 - Permainan Zidan
60
Bab 60 - Wira Tahu!
61
Bab 61 - Perihal Nikah
62
Bab 62 - Pengawasan Orang Tua
63
Bab 63 - Mata-Mata Dari Wira
64
Bab 64 - Gangguan
65
Bab 65 - Rencana Lamaran Zidan
66
Bab 66 - Lamaran Yang Terasa Begitu Tiba-Tiba
67
Bab 67 - Kamar 301
68
Bab 68 - Hari Pertunangan
69
Bab 69 - Pesan Teror Misterius
70
Bab 70 - Bisikan Kinar
71
Bab 71 - Pernikahan Super Mewah
72
Bab 72 - Masa Koas
73
Bab 73 - Akhirnya Tetap Ketahuan
74
Bab 74 - Tersebar!
75
Bab 75 - Bulan Madu Menjadi Pelarian
76
Bab 76 - Pesta Di Rumah Reza
77
Bab 77 - Insiden Setelah Pesta
78
Bab 78 - Membuat Tato
79
Bab 79 - Pasien Yang Meninggal
80
Bab 80 - Tidak Berfungsi
81
Bab 81 - Karma [1]
82
Bab 82 - Karma [2]
83
Bab 83 - Karma [3]
84
Bab 84 - Jebakan Ernest
85
Bab 85 - Lupakan Semuanya
86
Bab 86 - Mengadopsi Anak
87
Bab 87 - Seorang Anak Bernama Defan
88
Bab 88 - Aktif Kembali
89
Bab 89 - Kembalinya Gairah Cinta Zerin & Zidan
90
Bab 90 - Kematian & Kelahiran [Ending]
91
Bonus Chapter - Defan Pratama Dirgantara
92
Bonus Chapter - Defan Pratama Dirgantara
93
Bonus Chapter - Giana Pelita Dirgantara
94
Novel Genre Pria
95
Novel Genre Dark Terbaru
96
NOVEL BARU
97
Novel Baru Genre Dewasa
98
Novel Baru [Bukan Sugar Baby Biasa]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!