...~Happy Reading~...
Setelah melewati banyak drama yang cukup panjang. Kini akhirnya Kaila dan Fa’az sudah tiba di area camp. Dan benar saja, sesuai dugaan Kiano, bahwa Kaila akan sampai di saat hari sudah hampir gelap.
Mereka memulai perjalanan naik sekitar pukul sepuluh pagi. Perkiraan sampai tempat camp adalah jam satu atau dua siang paling lama. Tapi nyatanya, Kaila dan Faaz baru tiba setelah jam sudah menunjuk angka lima. Sangat hebat bukan, tentu saja, anak papa Kaisar, batin Kaila dengan bangga.
“Woahhh,” gumam Kaila begitu terpesona dengan pemandangan yang ada di depan matanya, “Gue kirain bakal gelap loh disini. Ternyata terang juga,” imbuh Kaila tersenyum dan menikmati pemandangan.
“Sumpah, lo lama banget!” cetus Bela yang langsung menghampiri Kaila dan mengajak nya untuk pergi ke tenda.
“Bukan lama, tapi kalian yang kecepatan. Gue itu jalan nya normal,” kata Kaila membela diri.
“Terserah elu dah, terserah!” saut Salsa berdecak kesal, “Buruan sana cuci muka. Gak usah mandi.”
“Cuci muka dimana? Ini di gunung ege, di hutan nanti—“
“Jangan norak Kai, plis. Noh kamar mandi masih kelihatan, buruan sana sebelum gelap. Gue males nganterin,” cetus Salsa menggelengkan kepala nya.
Kaila hanya terkekeh, ia pikir di gunung dan hutan seperti itu tidak akan ada toilet atau semacamnya. Ternyata ia salah, ada beberapa toilet bahkan ada beberapa warung yang masih beroperasi hingga malam hari.
Sementara itu, Kiano dan Fa’az terlihat begitu fokus membahas tugas mereka. Tujuan nya datang ke sana memang sedang untuk mengerjakan tugas. Menyelam sambil minum air, itu adalah niat utama Kiano. Ia bisa healing sekaligus mengerjakan tugas nya untuk mencari sebuah tanaman obat untuk dia jadikan penelitian. Namun, bila seperti ini, sebenarnya ia sedikit kecewa dan kesal.
Bagaimana tidak, bila kehadiran saudara kembar nya, justru akan mempersulit dan menyusahkan nya.
“Udahlah, biar aku yang selesaiin. Kamu dari tadi udah nyari bahan, aku bisa handle semua ini,” ucap Fa’az ketika melihat Kiano yang sejak tadi sudah menguap terus menerus.
“Gak lah, ini tugas kita. Ya kali—“
“Udah lah, sana istirahat. Bukannya besok pagi mau summit sama Fayya?”
“Kok tahu?” tanya Kiano sedikit terkejut, pasalnya niat itu memang hanya dia yang tahu.
“Aku denger pas kamu lagi modusin Fayya. Udahlah, sana tidur, jangan buat anak orang kecewa karena gak jadi lihat sunrise besok,” imbuh Fa’az terkekeh.
Di balik sikap dingin dan tegas nya seorang Kiano dan Faaz, mereka juga manusia biasa yang bisa tersenyum, tertawa juga jatuh cinta.
“Sial!” umpat Kiano berdecak, namun ia juga menyunggingkan senyuman nya, “Ya udah, sorry ya. Lagi lagi gue ngerepotin,” imbuh Kiano tak enak hati.
“Basi,” kata Fa’az terkekeh, lalu ia kembali fokus dengan pekerjaan nya dan membiarkan Kiano untuk tidur terlebih dulu.
Setelah beberapa saat, kini akhirnya Fa’az sudah menyelesaikan tugas nya. Bukan hanya tugas nya, tugas berdua dengan Kiano. Ia begitu bersyukur karena menemukan partner yang bisa di ajak kerja sama dan cukup handal. Baik Fa’az dan Kiano keduanya sama sama beruntung dan merasa cocok satu sama lain. Dan keduanya juga memiliki sikap yang hampir mirip.
Setelah selesai, Fa’az memasukkan tab nya ke dalam tas, meregangkan otot nya, ia berdiri menatap keindahan kota yang hanya terlihat lampu lampu nya dari atas sana. Menghela napas berat, Fa’az hendak masuk ke dalam tenda, namun tiba tiba urung lantaran ia mendengar sesuatu.
Ia melirik ke arah jam di tangan nya untuk beberapa saat. Masih pukul satu dini hari, dan Fa’az berusaha untuk membuang rasa takut nya. Ia laki laki, dan ia berusaha mendekati suara yang berada di belakang tenda anak perempuan.
Suara isak tangis yang mana kini malah kian terdengar jelas i telinga nya. Bohong bila dirinya tidak takut, berulang kali Fa’az mengusap tengkuk nya untuk membuang rasa takut nya, namun tetap saja bulu kuduk nya berdiri ketika ia sudah bisa melihat bayangan hitam tepat berada di belakang tenda tersebut.
Bukan, Fa’az bukan takut akan setan atau hantu atau semacam nya. Yang ia takutkan hanya binatang buas, iya ku rasa begitu, batin Fa’az dalam hati berusaha melawan rasa takut nya. Hingga tiba tiba ....
Haaaaaaa!
...~To be continue ......
...Karena kemarin udah ada Visual Kaila si ratu rusuh dan saudara kembar nya. Sekarang Mom masih visual si raja kutub. 🙈💃💃...
...Next siapa? Fayya, Vito atau Victor 🙈...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Nami chan
like father like son 😍
2024-04-29
0
Yeshy Melly Meliala
wah ini mah eun wo ku thor.......
2023-04-03
2
Alivaaaa
visualnya bang Fa'az 😍😍😍
2022-12-23
1