Bersahabat saja

...🍁🍁🍁🍁...

Brukkk

“Aduhhh!” pekik Kaila yang merasakan sakit di sekujur tubuh nya ketika hampir tertabrak sebuah motor.

“Kai!” seru Salsa dan Bela yang langsung berlari menghampiri Kaila yang sudah terjatuh di aspal.

“Punya mata gak sih lo! Bisa naik motor gak, hah!” bentak Kaila langsung begitu marah dan menatap tajam pada pengendara motor tersebut.

“Kai, lo gapapa?” tanya Salsa dan Bela khawatir.

“Gapapa, tapi sakit ege!” cetus Kaila mendengus, “Motor sialan! Yang bawa juga gak kalah sialan nya! Bisa bisa nya auuwhh—sakit woy!” pekik Kaila ketika telapak tangan nya justru di tekan oleh Salsa.

“Teman kalian sudah bisa marah marah dan berteriak. Itu berarti dia tidak apa apa,” jawab laki laki yang menabrak Kaila dengan nada datar.

Bahkan laki laki itu tidak membuka helm nya, sehingga Kaila dan kedua sahabat nya tidak bisa melihat wajah nya dengan jelas. Tidak ada kata maaf yang terucap, laki laki itu justru malah kembali menyalakan mesin motor nya dan pergi begitu saja.

“Anjritt, sumpah ngeselin banget itu cowok!” umpat Kaila menatap kesal, “Ini juga gara gara lo berdua!”

“Lah kita lagi yang di salahin,” kata Bella berdecak, “Tapi tunggu deh, kok suaranya kaya yang familiar gitu ya? Suaranya kayak gak asing, iya gak sih Sal?”

“Aku dari tadi juga mikir gitu Bel, kaya pernah denger itu suara tapi siapa dan dimana ya?” gumam Salsa ikut berfikir mengingat kembali suara siapa gerangan.

“Tau ah! Kesel banget gue hari ini. Udah telat bangun, cari baju gak nemu, di tubruk motor lagi! Astaga, habis ini apa lagi Tuhannnn!” jerit Kaila begitu frustasi.

“Sabar Kai, sabar. Percayalah ini bukan akhir, pasti habis ini akan ada lagi,” saut Bela dengan isengnya, lalu ia kembali berlari bersama Salsa.

Kaila tidak ingin mengejar karena ia tahu percuma. Ia pun hanya mampu mendengus dan berjalan perlahan menuju kampus. Ia tidak ingin gegabah lagi, terutama di jalan raya, selain itu juga kaki dan tangan nya masih sedikit nyeri akibat kecelakaan tadi.

'Sial banget gue punya temen titisan setan semua!' umpat Kaila tanpa mau sadar diri.

Tuuttt ... Tuutt ...

Siang harinya, setelah kelas usai, Kaila pun memutuskan untuk menghubungi Kiano. Guna menanyakan rencana camping besok malam. Namun sejak tadi ia hubungi, rupanya tidak di angkat. Mungkin sedang ada kelas, pikir Kaila.

“Kai! Sendirian aja!” ucap seorang laki laki yang tiba tiba saja sudah duduk di sebelah nya.

“Mata lo buta, udah jelas ini berdua sama lo.” Cetus Kaila dengan kesal, “Kiano mana?”

“Kiano?” tanya nya mengerutkan dahi, “Gue pikir dia gak masuk karena lagi sama elo,” imbuh nya yang membuat dahi Kaila ikut mengerut.

“Kiano gak masuk?” tanya Kaila sekali lagi.

“Iya, makanya gue kesini mau nyariin elo. Mau nanya dia kemana? Soalnya di asrama juga gak ada, motor pun juga gak ada.”

“Lah, ilang kemana itu anak. Gak mungkin di bawa genderuwo kan?” celetuk Kaila berfikir, “Au ah, gak usah pikirin dia. Dia bukan anak kecil jadi gimana besok pagi jadi gak?”

“Nah justru itu, kalau Kiano nya aja ngilang begini gimana mau jadi. Gue juga nyariin dia karena mau minta kepastian gimana untuk besok. Karena yang ada perlu ke sana itu Kiano, bukan gue.” Jelas laki laki itu menghela napas berat.

“Emang mau ngapain sih tuh anak ke sana?’ tanya Kaila penasaran.

“Ada penelitian, entah apa itu aku juga gak ngerti. Intinya aja dia mau cari sesuatu buat penelitian nya. Gak hanya dia sih, sama Fa’az juga. Taulah mereka berdua, aku sama Vito ya ikut aja, sebagai contoh sahabat yang baik.” Jelas nya dengan tersenyum bangga.

“Ckckck,” Kaila hanya berdecak menanggapi perkataan Victor, “EH tunggu, tadi lo bilang Fa’az? Dia siapa?’ tanya Kaila.

“Itu, anak yang lo lihat kemarin sama kita. Yang lo tanyain, itu namanya Fa’az.” Jawab Victor yang hanya di balas anggukan kepala saja oleh Kaila, “Kai, ... “ panggil Victor dengan wajah serius nya.

“Kenapa? Jangan mulai lagi deh Vic. Gue takut ih kalau muka lo udah kaya gini,” kata kaila menghela napas nya berat.

“Masa gak ada sih Kai, sedikit aja gitu,” pinta Victor dengan wajah memelas nya.

“Ya Allah Vic. Bukan gak ada, tapi gak bisa. Lo tahu, kalau Kiano udah ngelarang keras gue buat deket sama cowok apalagi pacaran. Dan juga, lo tahu trek record gue saat pacaran, gue gak mau ngerusak hubungan persahabatan lo sama Kiano kalau lo jadi barisan mantan gue nanti nya,” ungkap Kaila panjang lebar mencoba memberikan pengertian pada Victor.

Victor memang menyukai Kaila sejak lama. Bahkan ia rela melakukan apapun dan di suruh apapun oleh Kaila demi membuktikan kesungguhan nya. Namun apalah daya bila Kaila tida pernah mau melihat nya dan menganggapnya sebagai laki laki. Kaila hanya menganggap nya sebagai teman dan sahabat dari saudara kembar nya, tidak lebih.

...~To be continue ......

...Hayo, ada yang inget Victor anak siapa?...

Terpopuler

Comments

Nami chan

Nami chan

anak Anna ama Rasha ya

2024-04-29

0

Nami chan

Nami chan

lagi nganterin fayya yaaa

2024-04-29

0

lis

lis

anak rasya sama anna ya..

2022-11-18

3

lihat semua
Episodes
1 Gara-gara putus Cinta
2 Kemarahan Kiano
3 Tingkah Kaila
4 Jaket siapa?
5 Sahabat selamanya
6 Mama terkejam
7 Bukan mimpi
8 Meminta sumbangan
9 Menawar
10 Sama sama demit
11 Jaket bekas
12 Bersahabat saja
13 Squishy
14 Membuat ulah
15 Menelfon mama
16 Izin pada Ayah
17 Memulai perjalanan
18 Tengah malam
19 Curhat
20 Summit berdua
21 Anak yang tertukar
22 Pulang dadakan
23 Tuduhan menyakitkan
24 Kata adalah doa
25 Asrama
26 Kesambet dada
27 Mencuci piring
28 Terjebak hujan
29 Satu berdua
30 Tragedi ulat bulu
31 Malam panjang
32 Mimpi buruk
33 Menyewa
34 Suara siapa?
35 Pengobatan ala Fa'az
36 Mencari pahala
37 Kebaikan Fa'az
38 Cemburu kah?
39 Promo novel seru!
40 Tidak percaya
41 Perasaan aneh
42 Tamu tengah malam
43 Menyatakan perasaan
44 Jadian
45 Salah sajen
46 Rencana pulang
47 Naik Bis
48 Mode manja
49 Undangan Victor
50 Sesama rusuh
51 Mau Protes
52 Anak pungut
53 Calon rentenir
54 Menghadiri acara
55 Imajinasi
56 Surprise
57 Luapan amarah
58 Tol cikopo
59 Sebuah tamparan
60 Om baik
61 Pingsan
62 Rumah sakit
63 Hipotermia
64 Pertengkaran
65 Pertengkaran II
66 Bertemu
67 Penjelasan Fa'az
68 Memberikan kesempatan
69 Nasehat Papa
70 Perdebatan orang tua
71 Rencana terakhir
72 Menjalankan rencana
73 Main bola
74 Perkelahian
75 Meminta penjelasan
76 Promosi calon suami
77 Tidak mau kalah
78 Pengorbanan Kiano
79 Tukang ngambek
80 Ke rumah Kaila
81 Putus
82 Curhat ke Oma
83 Bandara
84 Perpisahan
85 Tanpa Kaila
86 Bingung
87 Nasehat Opa
88 Menjemput kekasih
89 Pelukan Hangat
90 Selalu bersama
91 Kecelakaan
92 Rumah sakit
93 Tangisan
94 Kehancuran Fa'az
95 Luapan amarah Fa'az
96 Kondisi Faaz
97 Cinta sampai mati
98 Penyesalan Michele
99 No Motor!
100 Wedding day
101 Tragedi
102 Keusilan Kaila
103 Kenakalan Kaila
104 Tanpa judul
105 Keponakan tuyul
106 Mengungsi
107 Ocehan Kaila
108 Ujung bahagia
109 Kamar untuk Kiano
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Gara-gara putus Cinta
2
Kemarahan Kiano
3
Tingkah Kaila
4
Jaket siapa?
5
Sahabat selamanya
6
Mama terkejam
7
Bukan mimpi
8
Meminta sumbangan
9
Menawar
10
Sama sama demit
11
Jaket bekas
12
Bersahabat saja
13
Squishy
14
Membuat ulah
15
Menelfon mama
16
Izin pada Ayah
17
Memulai perjalanan
18
Tengah malam
19
Curhat
20
Summit berdua
21
Anak yang tertukar
22
Pulang dadakan
23
Tuduhan menyakitkan
24
Kata adalah doa
25
Asrama
26
Kesambet dada
27
Mencuci piring
28
Terjebak hujan
29
Satu berdua
30
Tragedi ulat bulu
31
Malam panjang
32
Mimpi buruk
33
Menyewa
34
Suara siapa?
35
Pengobatan ala Fa'az
36
Mencari pahala
37
Kebaikan Fa'az
38
Cemburu kah?
39
Promo novel seru!
40
Tidak percaya
41
Perasaan aneh
42
Tamu tengah malam
43
Menyatakan perasaan
44
Jadian
45
Salah sajen
46
Rencana pulang
47
Naik Bis
48
Mode manja
49
Undangan Victor
50
Sesama rusuh
51
Mau Protes
52
Anak pungut
53
Calon rentenir
54
Menghadiri acara
55
Imajinasi
56
Surprise
57
Luapan amarah
58
Tol cikopo
59
Sebuah tamparan
60
Om baik
61
Pingsan
62
Rumah sakit
63
Hipotermia
64
Pertengkaran
65
Pertengkaran II
66
Bertemu
67
Penjelasan Fa'az
68
Memberikan kesempatan
69
Nasehat Papa
70
Perdebatan orang tua
71
Rencana terakhir
72
Menjalankan rencana
73
Main bola
74
Perkelahian
75
Meminta penjelasan
76
Promosi calon suami
77
Tidak mau kalah
78
Pengorbanan Kiano
79
Tukang ngambek
80
Ke rumah Kaila
81
Putus
82
Curhat ke Oma
83
Bandara
84
Perpisahan
85
Tanpa Kaila
86
Bingung
87
Nasehat Opa
88
Menjemput kekasih
89
Pelukan Hangat
90
Selalu bersama
91
Kecelakaan
92
Rumah sakit
93
Tangisan
94
Kehancuran Fa'az
95
Luapan amarah Fa'az
96
Kondisi Faaz
97
Cinta sampai mati
98
Penyesalan Michele
99
No Motor!
100
Wedding day
101
Tragedi
102
Keusilan Kaila
103
Kenakalan Kaila
104
Tanpa judul
105
Keponakan tuyul
106
Mengungsi
107
Ocehan Kaila
108
Ujung bahagia
109
Kamar untuk Kiano

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!