Sementara itu, di tempat yang berbeda. Pagi pagi sekali, Kiano sedang bersiap untuk menyiapkan segala keperluan nya agar tidak ada yang ketinggalan. Di belakang nya, seorang gadis tengah menatap nya sambil bersandar pada bagian pintu yang terbuka lebar.
“Kamu yakin, aku boleh ikut?” tanya nya sedikit ragu.
“Kenapa enggak?” tanya Kiano tanpa membalik tubuh nya, “Tapi terserah kamu, mau ikut ayo. Kalau enggak, itu hak kamu.”
“Tapi kesehatan kamu gimana? Kamu habis demam loh?” tanya gadis itu terlihat menghela napas nya berat.
Selama dua hari ini, Kiano memang menghilang. Itu lantaran dirinya terjebak hujan ketika sedang mengantarkan Fayya ke rumah ayah angkat nya. Dan selama dua hari itu juga Kiano terpaksa menginap lantaran demam tinggi.
“Apa kamu mengkhawatirkan ku?” tanya Kiano dengan senyum smirk di wajah nya, dan ia langsung membalikkan tubuh nya untuk menatap wajah gadis tersebut.
“Jangan menatap ku seperti itu!” seru Fayya dengan malu, ia segera memalingkan wajah nya ke samping, “Baiklah kalau kamu memaksa, aku akan ikut. A—aku, aku akan bersiap dan izin sama ayah!” imbuh nya dengan gugup dan grogi lalu segera pergi dari kamar Kiano.
Tanpa sadar, Kiano menyunggingkan senyuman tipis di wajah nya ketika melihat tingkah Fayya yang terlihat malu malu untuk mengakui ke khawatiran nya.
Hanya dalam hitungan bulan mereka kenal. Namun entah mengapa sejak awal pertemuan, tepatnya di acara pernikahan Faiz dan Edward, Kiano sudah mulai tertarik akan pesona gadis tersebut. Hanya saja, ia begitu sulit untuk mengungkapkan nya, jadilah ia hanya diam diam dan menunggu waktu yang tepat.
Menurut Kiano, hanya laki laki bodoh yang tidak terpesona akan kecantikan dan kelembutan Fayya. Gadis itu begitu anggun, lembut, santun dan juga sangat cantik. Jangan mencoba untuk membandingkan Fayya dengan saudara kembar Kiano, karena mereka bagaimana malaikat dan iblis.
“Fayya, bukankah kamu akan tinggal sampai besok sore? Kenapa buru buru pulang?” tanya ayah David mengerutkan dahi nya dengan heran ketika melihat sepasang anak muda yang sudah bersiap dengan tas ransel besar di punggung nya.
Perlengkapan Fayya di rumah ayah angkat nya cukup banyak. Karena terkadang, ia juga suka camping bersama Edward dan ayah David dulu, terlebih ketika ayah Doni juga masih ada, mereka sering menghabiskan waktu bersama. Hanya saja, sejak kematian ayah Doni, membuat kesehatan ayah David menurun dan jarang aktif seperti dulu lagi.
“Ayah, Fayya mau ikut camp sama temen temen Fayya. Nanti bulan depan Fayya kesini lagi, dan Fayya akan bawa sahabat sahabat Fayya kemari, bagaimana?” kata Fayya langsung duduk di samping ayah David dan menggenggam tangan nya.
“Kenapa bulan depan? Itu lama sekali Fay,” keluh ayah David terlihat menghela napas nya berat.
Ia begitu kesepian, dan cukup terhibur dengan kehadiran Fayya. Namun, ia tidak menyangka bahwa waktu begitu cepat berlalu. Fayya sudah akan pergi lagi dari rumah nya.
“Per dua minggu sekali, saya akan mengantarkan Fayya untuk datang kemari menjenguk Om,” ujar Kiano ikut mendudukkan diri di depan David dan berusaha meyakinkan.
“Dua minggu? Atau satu bulan?” tanya ayah David terlihat ragu menatap Fayya dan Kiano.
“Baiklah dua minggu. Fayya akan usahakan,” tutur Fayya mengalah, sehingga membuat senyuman di wajah ayah David terangkat.
“Baiklah, hati hati. Dan kamu anak muda, jaga anakku dengan benar, jangan sampai putri ku terluka atau kau akan berhadapan dengan kakak nya!” ancam ayah David yang membuat Kiano speechless melongo.
“Ayahhh!” rengek Fayya langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal, namun ayah David justru malah terkekeh.
Tentu saja harus berhadapan dengan kakak dari Fayya, yakni Edward. Karena ayah David cukup sadar diri. Dia sudah tua dan tidak akan bisa memberikan pelajaran untuk Kiano.
...~To be continue.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Lalisa
lah😅
2025-03-03
0
Nami chan
🤣🤣🤣
2024-04-29
1
Nami chan
huaa kok sedih 😭 jangan suka ama papa leon ya, ayah david.
mentang2 rara mantan istrimu udh ga ada dan dona udh gada jg
2024-04-29
1