...~Happy Reading~...
Dan disinilah Kaila sekarang. Berdiri di depan sebuah asrama khusus perempuan. Asrama itu bukan seperti Asrama pada umum nya, namun lebih mirip seperti rumah kontrakan yang berisi satu kamar setiap rumah nya. Dan berjejer rapi, yang mungkin bila di hitung, rumah itu ada sekitar dua puluhan pintu. Memang terlihat seperti perumahan dengan satu pintu pagar, namun setiap pintu hanya berisi satu kamar tidur dan kamar mandi.
Tidak hanya itu saja, bahkan orang tuanya juga membatasi fasilitas nya. Tidak ada motor apalagi mobil. Uang jajan dan uang makan juga sangat minim, bahkan untuk membayar tagihan listrik nanti saja harus mereka sisihkan dari uang bulanan.
Lucu bukan, sebuah asrama namun lebih terlihat seperti rumah kontrakan. Dan yang lebih lucu lagi, orang tuanya menyuruh nya untuk menghemat listrik serta uang jajan.
Sangat berbeda dengan asrama untuk laki laki. Kamar Kiano lebih besar, dan fasilitas nya lebih komplit dari milik Kaila. Ibarat kata, mungkin asrama itu memang terbagi bagi kalangan menengah ke bawah dan menengah ke atas. Tidak adil memang, namun semua itu mereka lakukan, karena ulah Kaila, jadilah mama Kiara memberikan hukuman hanya kepada Kaila. Dan untuk teman teman Kaila, itu semua tergantung orang tua masing masing yang ternyata malah mengikuti jejak mama Kiara, jadilah putri putri mereka ikut sengsara bersama Kaila.
Tujuan para orang tua memindahkan anak anak mereka ke kampus lain dan jauh dari keluarga, hanya ingin membuat mereka sadar dan tidak lagi menghamburkan uang. Karena memang sejak kuliah, Faiz cs terlebih Kaila, sangat boros dan suka menghamburkan uang. Dan yang lebih parah, karena Kaila sampai masuk ke dalam sebuah klub sampai mabuk parah.
Beruntung Faiz sudah menikah dan terbebas dari hukuman itu. Jadilah hanya Kaila, Salsa dan Bela serta Fayya yang harus tinggal di sana. Sementara Kiano, yang memang tidak nakal, terpaksa harus di ikutkan lantaran harus menjaga Kaila.
“Mama bercanda ini pasti! Atau gue mimpi!” gumam Kaila pelan sambil mengerjapkan matanya berulang kali.
“Bukan mimpi anjir! Ini semua gara gara elo!” seru Salsa begitu kesal.
“Gue salah apa Sal?” tanya Kaila dengan nada penuh drama menatap sahabat nya.
“Setan!” umpat Bela ikut kesal, pasalnya ia harus ikut pindah ke rumah itu karena orang tuanya yang ikut ikutan seperti orang tua Kaila.
“Gue manusia, kalau kalian lupa,” ucap Kaila dengan ekspresi wajah datar nya, “Kaki gue masih nampak di tanah.”
“Au ah, gue kesel banget! Lo biang masalah nya Kai, kenapa kita harus di ikut- ikutin!” pekik Salsa begitu frustasi karena tempat tinggal nya sangat jauh dari ekspetasi.
“Emang ini anak satu biang rusuh dari dulu juga!” sambung Bella tak kalah ketus, “Gue pikir si Faiz ilang hidup kita lebih tenang, ini lagi malah kumat. Gara gara cowok modelan begitu aja bisa buat kita sengsara berjamaah kaya gini!”
“Nah berarti yang salah Roki, kenapa kalian salahin gue!” kata Kaila mendengus dan masih menolak untuk mengakui kesalahan nya.
“Ya gara gara elo terlalu bucin sama dia, oncom!” pekik Salsa dan Bela bersamaan.
“Dan parahnya, nyokap kita bisa bisanya sepakat dan ikutin nyokap elo. Padahal yang mabuk Cuma elu doang!” imbuh Salsa lirih dan hampir menangis.
Entah racun apa yang di berikan orang tua Kaila kepada orang tua Salsa dan Bela sehingga mereka mengizinkan dan ikut menghukum putri mereka ke tempat yang begitu jauh dari rumah.
“Udah deh, kalian kenapa harus bertengkar sih. Kita kan sahabat, kata upin ipin sahabat itu selamanya, susah senang kita sama sama. Ayo ah masuk!” ujar Fayya dengan penuh semangat membuka pagar dan segera bergegas masuk ke dalam.
Sementara itu, ketiga sahabat nya langsung menganga dan menatap Fayya tak percaya. Di antara keempat gadis itu, hanya Fayya yang terlihat biasa dan justru menikmati hukuman tersebut.
“Tuh kan, dengerin kata Fayya sama upin ipin. Sahabat selamanya, susah senang harus bersama, satu di hukum ya berarti harus di hukum semua. Kan sahabat selamanya. Lagian nih ya, waktu si Faiz kuliah di Italia, kalian ikut dia kok. Kalian tega ninggalin gue, dan sekarang gantian dong. Faiz udah bahagia sama laki nya, gue belum punya laki jadi kita sama sama berjuang bersama,” ucap Kaila menyengir kuda dan segera bergegas menyusul Fayya.
“Kaila sialannnn!” pekik Salsa dan Bella bersamaan. Ia sudah kesal dengan hukuman yang di berikan, dan kini kekesalan nya bertambah karena Kaila masuk begitu saja dengan meninggalkan koper nya di depan pagar.
“Sekalian! Kan sahabat selamanya!” teriak Kaila dari dalam rumah.
“bisa di tuker tambah gak sih?” gumam Salsa pelan dengan tangan terkepal kuat.
“Besok kita cari pasar loak yang deket dari sini. Lumayan dapet goceng juga,” saut Bella menghela napas nya berat, lalu keduanya segera menyusul masuk ke dalam.
...~To be continue ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Marhaban ya Nur17
fayya udh dapet emak baru belum tuh ???
2024-06-11
0
flowers city
😂😂😊🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-11-06
3
Alivaaaa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2022-12-23
2