Hingga sore hari, ternyata Kiano masih belum bisa di hubungi. Membuat Kaila mau tak mau harus pulang sendirian. Karena kedua sahabat nya masih ada kelas dan mungkin akan selesai hingga malam hari.
Tiinn ... tinnn ...
Tubuh Kaila langsung tersentak ketika mendengar suara klakson motor yang terus mengusik nya. Ia segera berbalik dan melihat siapa sosok tersebut. Motor dan orang yang sama, yang menabrak nya tadi pagi.
Kaila hendak melayangkan suara dan marah, namun tiba tiba ia kembali mendengar suara laki-laki itu yang membuat nya merasa aneh.
“Naik!” ucap nya datar, ini bukan sebuah penawaran, tapi seperti sebuah perintah dan paksaan.
Untuk sesaat Kaila melihat ke sekeliling arah, mencari siapa yang di maksud oleh laki laki itu. Namun tidak ada siapapun, di jalan itu hanya ada dirinya, dan motor itu berhenti di samping nya.
“Lo kalau mau minta maaf, minta maaf aja. Gak udah modus!” kata Kaila dengan ketus.
“Naik!” perintah nya lagi, namun Kaila langsung menggelengkan kepala nya.
Melihat wanita di depan nya yang menolak ajakan nya, membuat laki laki itu menghela napas nya berat. Ia pun melepaskan helm nya dan menatap tajam pada sosok Kaila.
“Fa’az!” gumam Kaila ketika melihat wajah laki laki yang ternyata kemarin sempat ia lihat di tempat tongkrongan saudara kembar nya.
“Karena kamu sudah tahu aku, jadi buruan naik!”ucap nya lagi masih dengan suara datar.
“Oh jadi elo!” seru Kaila berdecak, “Jadi elo cowok tengil yang udah nabrak gue tadi pagi dan main kabur aja. Lo itu mau minta maaf atau mau apa? Gue gak mau naik motor lo! Pergi sono, kalau gak mau minta maaf!” kata Kaila dengan ketus dan menolak keras perintah Fa’az. Kaila memilih untuk segera pergi dan berjalan cepat.
Namun, secepat apapun ia berjalan, tetap saja Fa’az berhasil mengejar nya karena ia menaiki motor. Sementara Kaila hanya berjalan kaki.
“Lo itu mau apa sih!” bentak Kaila lagi lagi menghentikan langkah nya, “Lo mau nyulik gue? Gue bisa aja teriak kalau lo mau perkosa gue!” ancam nya karena begitu kesal terus di ikuti oleh laki laki yang tidak ia kenal.
“Memperkosa?” gumam Fa’az langsung mengerutkan dahi nya, lalu ia menatap tubuh Kaila dari atas hingga bawah, “Apa kamu pikir semenarik itu untuk di perkosa?”
“What!!!” pekik Kaila menatap tak percaya pada Fa’az. Emosi nya semakin naik hingga ubun ubun, bisa bisa nya laki laki itu merendah kan nya seperti itu.
Kaila mengepalkan tangan nya dengan kuat untuk meredam emosi nya. Karena pada dasar nya, emang dirinya kurang menarik. Bahkan, mantan pacar nya meninggalkan nya hanya karena dada nya terlalu kecil. Mengingat hal itu membuat emosi Kaila semakin meledak.
“Cepat naik, atau aku tinggal!” ucap Fa’az sekali lagi membuat napas Kaila semakin memburu.
"Tinggal aja! lo pikir gue takut! gue masih punya duit buat naik ojek, di banding naik motor elo!" tolak Kaila dengan begitu kesal.
“Dan lo pikir gue cewek apaan yang bisa lo paksa paksa begini hah! Gue gak kenal sama lo dan gue gak mau naik motor sialan lo ini. Lo udah nabrak gue tadi pagi dan sekarang lo mau nyulik gue, mau perkosa gue. Dasar cwok brengsek, kadal buntung, buaya dan—“
“Diem!” sentak Fa’az langsung turun dari motor nya dan menghampiri Kaila.
“Aku terpaksa menyuruh mu naik motor ku, karena paksaan dari Kiano. Dan aku sama sekali tidak berselera memperkosa cewek kaya kamu. Tukang mabuk dan juga dada triplek, bahkan rasanya lebih menari meremas sebuah squishy!” imbuh Fa’az sedikit berbisik di telinga Kaila sambil matanya melirik ke arah bawah, dimana tempat dua perbukitan milik Kaila yang belum berkembang dengan sempurna itu berada.
“Dasar cowok mesuuuummmmm!” pekik Kaila langsung menyilangkan kedua tangan nya di dada dan menatap tajam pada laki laki yang sudah menabrak nya pagi tadi.
...~To be continue.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Lalisa
bhahahaha
2025-03-03
0
Nami chan
bener2 titisan papa Aldi 🤣
2024-04-29
1
Halimah
Ya ampun Fa'az pedes bgt itu mulut 🤣🤣🤣🤣🤣
2023-11-30
1