Bab 5 Rencana Thania

"Kenapa ibu? Apakah ibu tidak percaya kalau aku putrimu?" Umayma tidak menjawab tetapi malah memeluk putrinya itu dengan airmata yang sudah menganak sungai.

"Aku tidak tahu kenapa baru kali ini kita berani melawan perempuan jahat itu sayang, setelah sekian lama mereka bersikap sewenang-wenang pada kita."

"Kita akan melawan ibu, jangan mau lagi diinjak-injak oleh perempuan berhati ular itu."

"Tapi bagaimana dengan ayahmu? Ia selalu mempercayai fitnah-fitnah dari mereka berdua nak," ujar Umayma ragu. Perempuan paruh baya itu selalu takut kalau suaminya marah padanya. Medina terdiam.

"Jangan khawatir ibu, kita akan bersama-sama menunjukkan pada ayah tentang sifat mereka yang sebenarnya." Umayma tersenyum dengan rencana Medina. Meskipun hatinya sendiri tidak yakin karena suaminya itu lebih cinta Salma daripada dirinya.

Sementara itu, di rumah Salma yang cuma berbataskan dinding dari batu bata itu.

"Thania apa saja yang kamu lakukan pada Medina kemarin? Kenapa ia masih kembali ke rumah ini?" tanya Salma saat Thania sang putri baru pulang dari sekolahnya.

"Maksud ibu apa?" Aku sudah menyuruh orang menculiknya. tidak mungkin anak itu kembali ke mari."

"Dia ada di rumahnya. Dan sekarang sudah berani melawan ibumu ini."

"Ah tidak mungkin ibu. Aku tidak percaya kalau Medina melawanmu. Gadis itu gadis lemah dan penyakitan. Ia tidak akan punya tenaga dan juga keinginan untuk melawanmu ibu."

"Thania, kamu tidak percaya perkataan ibu?" tanya Salma dengan perasaan kesal.

"Sekarang ayo kita kerumahnya dan kamu akan melihat sendiri. Kalau apa yang kamu lakukan kemarin padanya justru membuatnya berubah," lanjut Salma dengan tatapan tajam.

"Tidak perlu ibu. Aku percaya padamu lagipula aku malas sekali melihat wajahnya." jawab Thania dengan mencebikkan bibirnya.

"Aku sangat benci Medina karena semua orang menyukainya."

"Kalau begitu aturlah rencana yang lebih besar agar ia dan ibunya tidak pernah lagi muncul dihadapan kita. Dan kalau bisa untuk selama-lamanya." Salma menyeringai dengan senyum liciknya.

"Rumah itu harus jadi milik kita Thania. Ini terlalu sempit kalau kita bertiga dengan ayahmu."

"Baik Bu. Aku punya ramuan yang aku beli di pasar beberapa hari yang lalu dan sudah aku persiapkan untuk Medina dan Ibunya." Thania segera melangkah ke kamarnya dan memperlihatkan dua buah botol kecil pada ibunya.

"Katanya ini bagus untuk membuat orang untuk tidur lebih lama, hahahaha," ujar Thania dengan mata berbinar. Ia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika ramuan ini sampai ke tubuh bibi Umayma dan Medina.

"Tapi bagaimana caranya Thania, sedangkan mereka sudah melarang ibu untuk ke rumahnya.

"Dengarkan aku ibu. Kamu bisa mencampurkannya pada adonan kue bibi Umayma. Dan pelan-pelan semua langganannya akan tertidur sampai di akhirat. Dan kamu tahu apa yang selanjutnya terjadi ibu?"

Salma tersenyum senang. Perempuan paruh baya itu langsung meraih satu botol kecil dari tangan putrinya. Dengan langkah ringan ia ingin mendatangi lagi rumah istri dari suaminya itu. Ia langsung menuju rumah Umayma yang hanya dibatasi oleh dinding itu.

Tanpa mengucapkan salam. Perempuan itu melangkah ke arah dapur dan membuka wadah adonan yang sudah tersedia di atas meja. Ia tidak tahu kalau Medina sedang berdiri di balik tirai dan melihatnya melakukan hal yang mencurigakan.

"Hey apa yang kamu lakukan?!" teriak Medina dari arah kamarnya dan langsung membuat Salma tersentak kaget.

Botol kecil yang ada ditangannya langsung terjatuh ke bawah meja. Dengan wajah kaget karena ketahuan ia berbalik dan ingin segera keluar dari dapur itu.

"Hey berhenti kamu!" teriak Medina dan berusaha memburu perempuan paruh baya itu tetapi Umayma berhasil menarik tangannya.

"Sudahlah sayang, biarkan saja. Ibu yakin ia tidak akan menganggu kita lagi."

"Tapi Bu, biarkan aku membalasnya. Orang seperti itu akan selalu melakukannya lagi dan lagi kalau tidak kita hentikan sekarang juga."

"Sudahlah sayang, sudah dua kali ia berusaha melakukan hal keji padamu hari ini, aku yakin ia sudah mulai takut. Kamu lihat kan ia tidak berani muncul di hadapanmu lagi," Umayma berusaha menenangkan putrinya.

"Tapi ibu, sekali saja, izinkan aku mematahkan tangannya itu." Umayma menggeleng.

"Tidak baik memelihara dendam sayang, cukup ia tahu kalau kita bisa melawannya."

"Astagfirullah ibu. Mereka pantas dibalas. Karena mereka selalu merencanakan hal jahat pada kita."

Umayma tersenyum kemudian meminta Medina untuk makan terlebih dahulu.

"Makanlah dulu, ibu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."

"Baik Bu, aku juga merasa sangat lapar." Medina akhirnya menuruti perkataan ibunya. Ia segera melangkah ke dapur untuk makan.

"Bagaimana dengan rencanamu untuk melanjutkan sekolah di Universitas?" tanya sang ibu saat putrinya itu sedang menyuap roti isi daging yang sudah diawetkan.

Medina tersenyum maklum. Ia sangat mengerti kalau keadaan mereka sangat miskin dan tidak mungkin meraih cita-citanya itu.

"Tidak apa ibu, aku akan membantu ibu untuk berjualan. Ibu tidak perlu memikirkan itu." jawab Medina dan melanjutkan makannya. Mungkin cita-citanya itu akan ia kubur dalam-dalam.

🍀

Bersambung.

Jangan lupa jempolnya dong tekan like dan ketik komentar trus krim ke sini 😍

Terpopuler

Comments

Sahabat Novel

Sahabat Novel

jaga hatimu Thania jangan terlalu benci pada Medina, bagaimanapun juga dia saudara sedarahmu

2022-10-09

1

Sahabat Novel

Sahabat Novel

tak perlu takut jika itu memang kebenaran, karena kebenaran mengalahkan semua kejahatan

2022-10-09

1

Fadlan

Fadlan

kaya' di cerita cerita... yg punya sodara dan ibu tiri tuh harus kuat mentalnya...

2022-10-06

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 4 Kejahatan Ibu Tiri
2 Bab 5 Rencana Thania
3 Bab 1 Penobatan Putri Mahkota
4 Bab 2 Perjodohan Yang Tak Diinginkan
5 Bab 3 Lari Ke Negeri 1001 Malam
6 Bab 6 Keinginan Salma Terwujud
7 Bab 7 Tabib Dari Andalusia
8 Bab 8 Perasaan Aneh Ali Ahmed Ameer
9 Bab 9 Belajar Di Universitas
10 Bab 10 Undangan Zubaidah
11 Bab 11 Rencana Jahat Lagi
12 Bab 12 Pembalasan Yang Setimpal
13 Bab 13 Kebahagiaan Hati ElRasyid
14 Bab 14 Pertemuan Tak Terduga
15 Bab 15 Pertarungan Di Mulai
16 Bab 16 Akhir Dari Perjodohan
17 Bab 17 Pernikahan Yang Diberkahi
18 Bab 18 Malam Pertama Pengantin Baru
19 Bab 19 Rasa Baru Di Hati Medina
20 Bab 20 Mengunjungi Cordoba
21 Bab 21 Penyesalan Raja AlHambra
22 Bab 22 Rasa Yang Tak Terbendung
23 Bab 23 Syair Cinta Sang Pangeran
24 Bab 24 Memaafkan Dan Memperbaiki
25 Bab 25 Hukuman Untuk Jasmine
26 Bab 26 Insiden Batuk-batuk
27 Bab 27 Gelombang Dahsyat
28 Bab 28 Panggil Aku ElRasyid
29 Bab 29 Perasaan Yang Membuncah
30 Bab 30 Zarah Sangat Khawatir
31 Bab 31 Rencana Perjalanan Jauh
32 Bab 32 Rencana Jahat Jasmine
33 Bab 33 Balasan Kejahatan
34 Bab 34 Memaafkan Sekali Lagi
35 Bab 35 Ucapan Terimakasih
36 Bab 36 Pijatan Sang Pangeran
37 Bab 37 Insiden Batuk Lagi
38 Bab 38 Gara-gara Qatayef
39 Bab 39 Perang Bergolak
40 Bab 40 Pengkhianat Negara
41 Bab 41 Perayaan Kemenangan
42 Bab 42 Perayaan Kemenangan 2
43 Bab 43 Pernikahan Sang Pengawal
44 Bab 44 Malam Istimewa
45 Bab 45 Kesyahduan Pasangan Halal
46 Bab 46 Akhir Kejahatan Hindun
47 Bab 47 Kelahiran Dua Putra
48 Bab 48 Drama Berpamitan
49 Bab 49 Bantuan Dan Keinginan Zarah
50 Bab 50 Zarah Sakit Dan Sedih
51 Bab 51 Syukur Nikmat
52 Bab 52 Hasan Dan Husain
53 Bab 53 Mari Berolahraga
54 Bab 54 Berita Gembira
55 Bab 55 Perkenalan Bayi Kecil
56 Bab 56 Kehilangan Sosok Ayah
57 Bab 57 Merasa De Javu
58 Bab 58 Akhir Kisah Medina Al-Akhmaar
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 4 Kejahatan Ibu Tiri
2
Bab 5 Rencana Thania
3
Bab 1 Penobatan Putri Mahkota
4
Bab 2 Perjodohan Yang Tak Diinginkan
5
Bab 3 Lari Ke Negeri 1001 Malam
6
Bab 6 Keinginan Salma Terwujud
7
Bab 7 Tabib Dari Andalusia
8
Bab 8 Perasaan Aneh Ali Ahmed Ameer
9
Bab 9 Belajar Di Universitas
10
Bab 10 Undangan Zubaidah
11
Bab 11 Rencana Jahat Lagi
12
Bab 12 Pembalasan Yang Setimpal
13
Bab 13 Kebahagiaan Hati ElRasyid
14
Bab 14 Pertemuan Tak Terduga
15
Bab 15 Pertarungan Di Mulai
16
Bab 16 Akhir Dari Perjodohan
17
Bab 17 Pernikahan Yang Diberkahi
18
Bab 18 Malam Pertama Pengantin Baru
19
Bab 19 Rasa Baru Di Hati Medina
20
Bab 20 Mengunjungi Cordoba
21
Bab 21 Penyesalan Raja AlHambra
22
Bab 22 Rasa Yang Tak Terbendung
23
Bab 23 Syair Cinta Sang Pangeran
24
Bab 24 Memaafkan Dan Memperbaiki
25
Bab 25 Hukuman Untuk Jasmine
26
Bab 26 Insiden Batuk-batuk
27
Bab 27 Gelombang Dahsyat
28
Bab 28 Panggil Aku ElRasyid
29
Bab 29 Perasaan Yang Membuncah
30
Bab 30 Zarah Sangat Khawatir
31
Bab 31 Rencana Perjalanan Jauh
32
Bab 32 Rencana Jahat Jasmine
33
Bab 33 Balasan Kejahatan
34
Bab 34 Memaafkan Sekali Lagi
35
Bab 35 Ucapan Terimakasih
36
Bab 36 Pijatan Sang Pangeran
37
Bab 37 Insiden Batuk Lagi
38
Bab 38 Gara-gara Qatayef
39
Bab 39 Perang Bergolak
40
Bab 40 Pengkhianat Negara
41
Bab 41 Perayaan Kemenangan
42
Bab 42 Perayaan Kemenangan 2
43
Bab 43 Pernikahan Sang Pengawal
44
Bab 44 Malam Istimewa
45
Bab 45 Kesyahduan Pasangan Halal
46
Bab 46 Akhir Kejahatan Hindun
47
Bab 47 Kelahiran Dua Putra
48
Bab 48 Drama Berpamitan
49
Bab 49 Bantuan Dan Keinginan Zarah
50
Bab 50 Zarah Sakit Dan Sedih
51
Bab 51 Syukur Nikmat
52
Bab 52 Hasan Dan Husain
53
Bab 53 Mari Berolahraga
54
Bab 54 Berita Gembira
55
Bab 55 Perkenalan Bayi Kecil
56
Bab 56 Kehilangan Sosok Ayah
57
Bab 57 Merasa De Javu
58
Bab 58 Akhir Kisah Medina Al-Akhmaar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!