20. Panggilan Wawancara.

Keesokan harinya, Andrea bahkan tidak turun untuk membuat sarapan. Ia memilih tetap tinggal di kamar Audrey kecil, membantu sus Rini mengurus bayi itu.

Begitu pula dengan Arthur, semenjak ada sus Rini, pria itu memang sudah jarang mengajak Audrey berjemur. Namun, akan selalu menyempatkan diri untuk melihat bayi berumur satu bulan itu, sebelum ia berangkat ke kantor.

Tetapi, pagi ini Arthur tak menampakkan batang hidung mancungnya. Membuat Andrea bernafas lega. Setidaknya, ia tidak perlu besusah payah menghidari pria itu.

Jujur Andrea masih dongkol dengan pria tiga puluh tahun itu. Jika bisa, ingin rasanya ia menghujami pukulan bertubi-tubi pada Arthur, untuk melampiaskan rasa kesalnya.

Namun, Andrea sadar, ia hanya makhluk lemah yang tak berdaya dan tak memiliki kuasa.

“Mbak Rea tidak membuat sarapan?” Tanya sus Rini sembari memakaikan baju pada tubuh Audrey.

Andrea tak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya.

“Nona kecil lincah ya, sus?” Ucap Andrea kemudian saat melihat bayi mungil itu tak hentinya menggerakkan tangan dan kaki.

“Iya, dia sangat aktif. Mungkin mewarisi sifat papanya.” Jawab sus Rini sembari terkekeh.

“Papanya?”

“Iya, nona kecil lincah seperti tuan Arthur. Bukannya beliau papanya?”

Andrea menghela nafas pelan. Ia sengaja membahas tentang Audrey, untuk melupakan pria itu, sus Rini justru mengingatkan kembali.

Sementara itu, kini Arthur sedang menikmati sarapan bersama sang mama. Ia memang tak mampir ke kamar Audrey kecil. Sengaja, memberikan waktu untuk Andrea meredakan amarahnya.

‘Gadis itu? Apa begitu marah padaku sampai tidak membuat sarapan?’

Arthur dapat merasakan, jika makanan yang ia kunyah saat ini bukanlah buatan Andrea. Ia sangat akrab dengan rasa makanan ini. Kurang garam, adalah masakan andalan bibi Rosi. Sementara masakan Andrea rasanya pas di lidah pria itu.

“Kenapa?” Mama Daisy mengerutkan dahi, saat melihat sang putra yang menyudahi sarapannya, padahal makanan di piring belum habis, bahkan masih bisa di bilang utuh.

“Aku ada meeting.” Pria itu meraih tangan sang mama, kemudian mengecupnya.

Mama Daisy pun hanya mengedikan bahu, saat sang putra berjalan menuju ke arah pintu utama.

“Selamat pagi, nyonya.” Seperti biasa Thomas datang menyapa dari pintu belakang.

“Pagi. Loh, kamu kok disini?”

Alis mama Daisy bertaut mendapati asisten putranya datang dengan santai.

“Menunggu bos lah, nyonya.” Jawab Thomas sembari mengambil satu buah jeruk yang tersaji di tengah meja. Ia sudah sarapan di rumah belakang bersama sang ayah, yang bekerja sebagai sopir pribadi keluarga Dinata.

“Bos mu sudah pergi. Lihat, dia bahkan meninggalkan sarapannya.” Tunjuk mama Daisy pada piring bekas Arthur.

“Katanya ada meeting.” Imbuh wanita paruh baya itu.

Mendengar ucapan sang nyonya, sontak membuat Thomas tersedak biji jeruk. Dengan cepat mama Daisy menyodorkan segelas air pada pria yang seusia dengan putranya itu.

“Meeting?” Tanya Thomas terheran. Perasaan tidak ada jadwal meeting hari ini.

“Iya, kamu kan asistennya. Masa tidak tau jadwal atasannya?”

Thomas pun pamit untuk menyusul Arthur. Dalam hati, kakak sepupu Andrea itu bertanya-tanya, meeting dengan siapakah atasannya?

“Pasti mau bertemu janda anak satu itu lagi.” Dengus Thomas kesal, saat melihat mobil kesayangan Arthur tak lagi ada di tempatnya.

Dan Thomas semakin yakin jika Arthur sedang menemui Celine, setelah ia sampai di kantor namun tak menemukan pria itu. Bahkan kata Dona, atasan mereka belum datang sejak tadi.

Padahal, Arthur kini tengah berada di hotelnya. Ia datang untuk memastikan jika ada posisi yang bisa diisi oleh Andrea, di The Royal Dinata Hotel.

“Kebetulan sekali, pak. Asisten koki di restoran hotel beberapa waktu lalu mengundurkan diri karena sedang hamil. Jadi, kita bisa menempatkan nona Andrea Cecilia di bagian itu.” Jelas sang General Manager. Mereka kini sedang berada di ruangan pria itu.

“Aku mau kamu memanggil dia secepatnya. Dan ingat, jangan katakan jika aku yang merekomendasikan. Lakukan prosedur seperti biasa. Wawancara, tes memasak, lalu terima dia.” Perintah Arthur dengan tegas.

General Manager itu mengangguk paham. Ia yang telah berpengalaman, mengambil kesimpulan dalam hati, jika ada sesuatu di antara pemilik hotel, dan gadis pelamar itu.

‘Ternyata selera bos biasa saja. Aku kira, dia memilih wanita dari kalangan atas, model atau artis papan atas. Taunya hanya seorang tukang masak.’

🍃🍃🍃

Menjelang siang, seperti biasa Andrea akan membantu sang bibi di dapur. Namun, kali ini hanya memasak untuk para pekerja. Di karenakan nyonya Dinata sedang keluar, memenuhi undangan makan siang dari kliennya.

Tengah asyik berkutat dengan peralatan dapur, ponsel Andrea yang berada di atas meja pun berdering. Gadis itu kemudian mematikan api kompor, lalu meraih ponselnya.

“Siapa?” Tanyanya sendiri, saat melihat layar benda pintar yang menampilkan nomor yang tak di kenalnya.

Dengan ragu, Andrea pun mengangkat panggilan itu.

“Hallo, selamat siang. Apa benar saya berbicara dengan nona Andrea Cecilia?” Tanya seorang pria dari seberang panggilan.

“Selamat siang, ya benar. Saya Andrea Cecilia. Ada apa ya, pak?” Tanya Andrea bingung.

“Begini, nona. Saya Soni, dari The Royal Dinata Hotel. Ingin menginformasikan kepada nona, jika nona diminta datang ke hotel besok siang untuk melakukan tes wawancara.”

Deg..

The Royal Dinata?

“Hallo, nona? Apa anda masih disana? Anda mendengarkan saya?”

“Ah, i-iya, pak. Saya mendengar.”

“Baiklah, kami tunggu kedatangan nona Andrea besok jam sebelas siang di hotel kami.”

“I-iya, pak. Terimakasih banyak.”

Panggilan pun terputus. Perlahan, Andrea meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Gadis itu merasa bingung, bukannya tempo hari ia telah menolak undangan wawancara itu. Kenapa sekarang di panggil lagi?

“Rea? Ada apa?” Tanya bibi Rosi yang melihat keponakannya sedang melamun.

“Bi, aku mendapat panggilan wawancara dari hotel Dinata.”

“Lalu? Bukannya itu yang kamu tunggu-tunggu?”

Andrea menghela nafas pelan. Sebelumnya, mungkin ia begitu menantikan panggilan dari hotel bintang lima itu. Tetapi, sekarang harinya telah terisi oleh Audrey kecil.

“Kenapa? Kamu memikirkan nona kecil?”

Kepala Andrea mengangguk. Membuat sang bibi berdecak.

“Rea, bukannya sekarang sudah ada sus Rini? Kamu masih punya waktu untuk menemani nona kecil di malam hari. Atau saat kamu tidak bekerja. Ingat nak, mendiang ibumu begitu ingin melihat mu menjadi seorang koki. Jika kamu tidak bisa sehebat Chef idola ibumu, setidaknya kamu sudah memenuhi keinginannya bukan?”

Kepala Andrea mengangguk. Tak seharusnya ia hanya mengingat janji kepada mendiang Audrey, tetapi ia juga harus menepati janji kepada mendiang ibunya.

“Hubungi kakakmu. Dia pasti sangat senang karena kamu akan bekerja.”

“Aku baru akan wawancara, bi.” Tukas Andrea.

“Bibi yakin, kamu pasti diterima. Kurang ajar sekali jika mereka menolakmu. Bukannya kamu sudah melampirkan semua sertifikat juara lomba memasak mu.”

“Doakan semoga aku di terima, bi.”

“Tentu. Doa bibi selalu menyertai mu dan juga kakak mu.”

Mereka kemudian saling memeluk. Setelah itu kembali melanjutkan memasak.

.

.

.

Bersambung.

Mohon dukungannya teman Readers.

Jangan lupa

Like -> komen -> Gift -> Vote.

Terima nasib, eh Terima kasih 🤭

Terpopuler

Comments

Yucaw

Yucaw

Heii..jaga hatimu pak GM..jangan biasa kan menilai sblm tau yg sebenarnya..dasarr🙄🙄

2023-02-22

0

Nurak Manies

Nurak Manies

💪💪💪❤❤❤❤❤

2022-11-14

1

Eva Anggrainy

Eva Anggrainy

gregetttt yg Nunggu Up thorr😪
ibarat masak Nasi tp lupa nyetekin Megicom Nya tau🤒💪

2022-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!