12. Tidak Memberitahu Mama.

Andrea tidak menghiraukan kedua orang itu, ia memilih untuk menyibukkan dirinya sendiri. Gadis itu pun pergi dari satu etalase ke etalase yang lainnya.

Mata Andrea berbinar, saat ia mendapati sepasang pakaian tidur bayi bermotif buah strawberry. Tangannya pun terulur meraih baju mungil itu.

“Ada yang bisa di bantu, mbak?” Tanya seorang pramuniaga. Di setiap etalase, dan di setiap produk memang bertugas satu orang pramuniaga. Sehingga memudahkan para pembeli jika ingin bertanya, atau mengambil barang.

“Aku mau yang ini.”

Pramuniaga itu mengangguk. Ia kemudian melepaskan gantungan, kemudian melipat baju bayi itu.

“Apa mbak memerlukan keranjang belanjaan?”

“Ah, tidak. Aku ada troli, tetapi di bawa majikanku. Lagi pula, aku hanya membeli satu ini.” Jawab Andrea sembari tersenyum.

Pramuniaga itu mengangguk paham. Andrea kembali berjalan melihat-lihat. Setiap barang yang ia rasa unik dan cantik, ingin sekali gadis itu membeli untuk Audrey. Namun, uang yang ia bawa tak cukup banyak.

“Nanti saja saat gajian. Jika sekarang aku seenaknya, tuan otoriter itu pasti marah.”

Gadis itu membuang nafasnya kasar.

“Tunggu ya, awal bulan depan aku datang menjemputmu.” Ia seolah berbicara pada satu set perlengkapan bayi, dari ujung kepala hingga kaki, yang terpajang di atas meja.

Andrea kembali melangkah. Kakinya kini sampai di etalase peralatan mandi bayi.

Sementara itu, Arthur kini tengah menemani Celine memilih mainan untuk putra wanita itu.

“Oh, ya. Kamu belanja sendirian?” Tanya Celine saat mainan yang diinginkan di dapatnya.

Deg..

Seketika Arthur tersentak. Bagaimana ia bisa lupa dengan Andrea? Pria itu pun celingukan.

‘Kemana gadis itu?’ Batinnya saat melihat ke sekeliling, dan tak menemukan Andrea.

“Aku datang dengan Rea.”

“Rea?” Alis Celine bertaut. Wanita itu belum pernah mendengar nama itu sebelumnya.

“Ah, maksudku, Andrea. Pengasuh Audrey.” Jelas Arthur kemudian. Entah kenapa bibirnya lebih suka memanggil gadis itu dengan nama Rea, daripada Andrea, Yang terdengar seperti nama pria.

“Hmm, jadi kamu sudah memiliki panggilan sayang untuk gadis itu?” Tanya Celine dengan menaik turunkan alisnya.

“Tidak ada seperti itu. Memang nama panggilan gadis itu Rea.” Tukas Arthur, yang kemudian merogoh saku mengambil ponselnya.

“Kamu dimana?” Ucap Arthur saat panggilan telah terhubung.

“Aku ada di tempat peralatan mandi bayi, tuan.”

Arthur membuang nafasnya kasar. Ia pikir Andrea telah pulang lebih dulu tanpa pamit.

“Tunggu disana.” Ia kemudian memutuskan panggilan begitu saja.

“Apa gadis kecilmu menghilang?” Tanya Celine terkekeh.

“Apa yang kamu ucapkan?”

“Ah, tidak. Kalau begitu, aku duluan ya. Kevin pasti sangat senang, apalagi mainan ini dipilihkan olehmu.” Wanita itu mengangkat kotak mainan yang ia bawa.

“Hmm, sampaikan salamku padanya”

“Pasti.”

Mereka kemudian berpisah arah. Arthur mendorong troli ke arah tempat peralatan mandi bayi, sementara Celine menuju kasir.

“Lain kali, kalau mau pergi ijin dulu.”

Suara Arthur membuat Andrea tersentak. Hampir saja ia menjatuhkan botol sabun mandi bayi yang di pegangnya.

“M-maaf, tuan. Aku tidak berani menganggu obrolan tuan.” Ucap Andrea sembari menundukkan pandangannya.

“Sudahlah.” Ucap Arthur sembari menghela nafas. “Apa ada lagi yang mau dibeli?”

Kepala Andrea menggeleng. Mereka kemudian berjalan menuju kasir.

“Letakan disana.” Tunjuk Arthur ke arah meja kasir.

“Maksud tuan?”

“Pakaian bayi itu. Kita harus membayarnya, jika tidak ingin di kira pencuri.” Ucap pria itu sembari melihat tangan Andrea yang menggenggam pakaian bayi.

“Ah, tidak tuan. Ini aku bayar sendiri.”

“Rea, apa kamu mau membuat antrean semakin panjang?”

Kepala Andrea menggeleng. Ia kemudian menurut. Meletakan pakaian itu di atas meja kasir. Bersama dengan belanjaan yang lain.

Kedua insan berbeda kasta itu kemudian berjalan bersisian menuju parkir. Dengan Arthur yang masih mendorong troli.

Pria itu kemudian membuka pintu belakang mobil. Meletakan satu persatu belanjaan disana.

“Kalian terlihat cocok, Arth. Apalagi, dia masih gadis. Pasti mama mu mendukung hubungan kalian.” Ucap Celine dari dalam mobil saat melihat Arthur bersama Andrea.

🍃🍃🍃

Keheningan tercipta di dalam mobil saat perjalanan menuju pulang. Tak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Apa kamu ingin makan sesuatu?” Tanya Arthur memecah keheningan. Bagaimana pun, tujuan ia pergi bersama Andrea adalah untuk melakukan pendekatan.

Waktu menunjukkan pukul sebelas, itu artinya sudah dua jam mereka berada di luar rumah.

“Tidak, tuan. Kita pulang saja. Sudah terlalu lama di luar. Takutnya nona kecil terbangun.” Ucap Andrea yang sekilas menatap pria di sampingnya.

“Baiklah.”

Tak banyak bicara lagi, Arthur pun melajukan mobil menuju kediaman mewahnya.

Lima belas menit kemudian, mereka pun tiba di halaman rumah keluarga Dinata.

Sebuah hunian mewah berlantai tiga, dengan fasilitas dan barang-barang mahal di dalamnya.

Pertama kali menginjakkan kaki di depan istana keluarga Dinata itu, mungkin Andrea berdecak kagum. Namun, seiring berjalannya waktu, gadis itu pun terbiasa.

“Rea.”

Andrea yang hendak keluar dari dalam mobil pun, menoleh ke arah Arthur yang masih duduk di belakang kemudi.

“Ya, tuan?”

Pria itu menghela nafas panjang sebelum berbicara.

“Aku harap, kamu tidak memberitahu mama tentang pertemuan tak sengaja antara aku dan Celine tadi. Kamu melihat sendiri, ‘kan, jika kami tanpa sengaja bertemu, jadi—

“Aku mengerti, tuan. Lagipula, itu bukan urusanku.” Potong gadis itu. Andrea pun keluar dari dalam mobil itu. Untuk apa juga ia menceritakan masalah pribadi majikannya.

“Untukmu mungkin tidak ada. Tetapi, untukku ada. Mama akan semakin tidak suka dengan Celine.” Gumam Arthur, yang kemudian ikut keluar dari dalam mobil.

“Biar aku yang membawa.” Pria itu mengambil alih tas belanja yang berisi lima kaleng susu. Sementara, Andrea membawa belanjaan yang lebih ringan.

“Terimakasih, tuan.”

Senyum merekah dari mama Daisy menyambut kedatangan Andrea dan juga Arthur. Wanita paruh baya itu, baru saja pulang dari butik, sampai dirumah mendapat kabar, jika sang putra pergi berdua dengan Andrea.

“Nyonya.” Sapa Andrea dengan sopan.

“Kenapa cepat sekali pulangnya? Kenapa tidak jalan-jalan dulu?” Tanya wanita paruh baya yang masih tetap cantik meski sudah memasuki usia kepala lima.

“Tidak, nyonya. Nanti nona kecil bangun. Dan mencari aku.”

Mama Daisy terkekeh mendengar jawaban gadis itu, mana mungkin bayi yang belum genap berusia satu bulan itu bisa mengenali orang.

“Baiklah, baiklah. Cepat sana naik, siapa tau anakmu sudah bangun.”

Pipi Andrea bersemu merah mendengar ucapan mama Daisy. Ia pun segera pergi meninggalkan wanita paruh baya itu.

“Arth.”

“Ya, ma?”

Arthur menghentikan langkahnya. Kemudian mencium tangan sang mama.

“Sering-seringlah. Mama senang, Kamu ada kemajuan.”

Arthur yang mengerti ucapan sang mama. Hanya mampu menghela nafas. Ia pun tak ingin berdebat dengan wanita paruh baya itu, karena percuma. Pria itu sangat mengenal betul karakter sang mama. Keras kepala dan tak suka di bantah.

“Aku ke atas dulu, ma. Siapa tau, Rea membutuhkan barang-barang yang aku bawa ini.”

“Pergilah.”

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

gtu donk art ngalah sama mama deisy bagaimanapun jg dia mama km yg mengandung km dan melahirkan km

2023-11-12

0

Eva Rubani

Eva Rubani

lanjut..

2023-03-27

0

Alejandra

Alejandra

Aku harap Andrea tidak gampang luluh...

2023-03-09

1

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!