03. Tolong Jaga Anakku.

Andrea berdiri memandangi bayi mungil yang sedang berada di dalam inkubator, dari balik jendela kaca ruang NICU. Tempat khusus untuk merawat bayi, yang membutuhkan pengawasan ketat dari tenaga medis.

Hatinya tercubit melihat beberapa alat terpasang di tubuh bayi mungil itu. Bayi yang belum waktunya lahir, harus di lahirkan lebih awal untuk menyelamatkan nyawanya.

“Kasihan sekali kamu, nak.”

Tanpa di sadari, air matanya menetes. Ia tak sanggup membayangkan jika bayi kecil itu akan tumbuh tanpa kasih sayang orang tua. Andrea sudah merasakan bagaimana hidup tanpa orang tua di sampingnya, meski ia di tinggalkan saat usianya telah terbilang cukup dewasa, 19 tahun.

“Tuhan, tolong berikan keajaiban mu. Biarkan nona Audrey merawat putrinya.”

Gadis itu bermonolog, teringat kondisi Audrey yang belum sadarkan diri setelah melahirkan petang tadi.

“Rea.”

Terdengar suara maskulin menyerukan namanya, membuat gadis itu menoleh ke arah sumber suara.

“Tuan?”

Arthur kini berdiri di samping gadis itu. Ia pun ikut menatap ke arah inkubator.

“Pulanglah istirahat bersama mama. Biar aku disini menunggu Audrey.”

Pria itu berbicara tanpa mengalihkan pandangannya.

“Tidak, aku mau disini menemani nona. Untuk apa aku berada di rumah? Jika nona tidak ada.”

“Apa kamu begitu menyayangi adikku?”

Semenjak kejadian pelecehan yang di alami sang adik, Arthur sudah tidak percaya lagi dengan orang yang mengaku sebagai teman Audrey. Bagaimana tidak, perbuatan tercela itu terjadi atas campur tangan sang pemilik acara. Yang tak lain adalah teman Audrey sendiri.

Andrea menatap sejenak lawan bicaranya. Lalu kembali memandangi bayi mungil di dalam sana.

“Ya, aku sangat menyayangi nona. Meski dia tak pernah berbicara padaku sebelumnya. Tetapi aku tau, nona orang yang sangat baik.”

“Ya, dia memang orang yang sangat baik. Karena itu, mudah sekali di manfaatkan oleh orang-orang sekitarnya.”

Andrea kembali menoleh ke arah Arthur. Selama tiga bulan ini, mereka belum pernah berbicara sebanyak ini. Hanya beberapa patah kata, dan itu hanya mengenai kabar keseharian Audrey.

🍃🍃🍃🍃🍃

Malam kini telah berpamitan, pagi pun telah datang menyapa. Dua insan manusia yang menunggu Audrey terbangun, masih setia terlelap di kursi tunggu rumah sakit, dengan kepala saling menumpu satu sama lain.

Semalam, setelah mengantar nyonya Dinata pulang untuk beristirahat, Arthur kembali ke rumah sakit.

Saling bergantian menjaga Audrey dan bayinya, di tengah malam Arthur meminta Andrea untuk duduk bersamanya di depan ruang ICU.

Dan tanpa di minta, rasa kantuk itu datang. Entah siapa yan memulai lebih dulu, kini mereka tidur saling bersandar.

“Engh.” Arthur menggeliat lebih dulu. Baru akan meregangkan otot-otot yang terasa kaku, namun ia urungkan saat ia merasa ada beban berat yang menempel pada bahunya.

Pria itu menghela nafas pelan. Ia berpikir bagaimana cara membangunkan Andrea.

“Rea?” Ucapnya pelan.

Namun, gadis itu tak bergeming.

Kembali menghela nafas, Arthur kemudian sedikit menguncang bahunya.

Dan berhasil, Andrea tersentak. Matanya pun mengerejap beberapa kali.

“Tu-tuan, maafkan aku.” Ucapnya saat menyadari kepalanya berada di atas bahu Arthur.

“Hmm.”

‘Astaga, Rea. Apa yang telah kamu lakukan? Bisa-bisanya tidur di bahu tuan Arthur.’

Gadis itu merutuki kebodohannya sendiri.

“Apa kepalamu sakit?” Tanya Arthur saat melihat Andrea memukul-mukul kepalanya.

Gadis itu hanya menjawab dengan gelengan kepala.

Ia sungguh merasa jengah dengan pria dewasa di sampingnya ini. Selama ini, jangankan duduk tak berjarak seperti ini, berdiri pun mereka berjauhan.

“Maaf, dengan keluarga pasien nona Audrey?” Seorang suster datang mendekat.

“Ya, aku kakaknya, sus.”

Arthur bangkit, menghampiri suster itu.

“Pasien telah sadarkan diri, dan ingin bertemu bapak.”

Arthur mengangguk, dan tanpa pamit meninggalkan Andrea sendirian.

“Terima kasih, Tuhan. Semoga nona segera pulih.”

Dengan tulus, Andrea memanjatkan syukur kehadapan sang maha segalanya. Ia masih berharap, Tuhan memberi keajaibannya. Menyembuhkan, mengembalikan Audrey seperti sebelumnya.

Sementara itu, di dalam ruang ICU.

Arthur dengan susah payah menahan air matanya agar tak menetes. Ia tidak bisa melihat keadaan sang adik. Andai bisa, ingin sekali pria itu menggantikan posisi Audrey.

“K-kak.” Tangan Audrey sedikit bergerak, berusaha memanggil sang kakak.

“Iya, sayang.“ Arthur mendekat, lalu duduk di samping ranjang yang ditempati Audrey. Pria itu menggenggam tangan sang adik, mengecupnya berulang kali.

“Dimana anakku, kak?” Tanya Audrey dengan suara putus-putus.

“Dia ada di ruangan bayi. Kamu tau, dia sangat cantik. Persis seperti dirimu.”

“Apa kakak sudah memberi nama?“

Kepala Arthur menggeleng. Ia tak sempat memikirkan hal lain, selain keadaan Audrey.

“Tolong beri nama Princess.” Pinta Audrey.

Kepala Arthur mengangguk. Mengiyakan permintaan sang adik.

“Istirahat lah. Jangan banyak bicara dulu.”

“Dimana mama dan Rea?”

Arthur menghela nafas pelan.

“Mama pulang sebentar untuk mengganti baju. Andrea ada di depan. Hanya satu orang yang boleh masuk kesini.”

Arthur menjelaskan, sebelum sang adik meminta lebih.

“Apa Rea sudah melihat anakku?“

“Hmm. Dia bahkan berjaga semalaman di depan ruang bayi.” Ucap Arthur sembari terkekeh kecil.

Senyum tipis terbit di wajah pucat Audrey.

“Kak, tolong jaga anakku.”

“Iya. Bukannya aku sudah berjanji?”

Kepala Audrey mengangguk lemah.

“Jangan tinggalkan aku, kak. Aku tidak mau sendirian disini.” Suara wanita itu semakin terbata. Membuat hati Arthur semakin teriris.

“Sudah, tidurlah. Aku akan menemani mu disini. Jika kamu banyak bicara, yang ada nanti suster akan mengusirku.” Ucap Arthur dengan kekehan kecil. Sebisa mungkin ia menyembunyikan kesedihannya di hadapan sang adik.

Audrey kembali mengangguk. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, ia mengeratkan genggaman pada tangan sang kakak.

Arthur pun membalas, ikut menggenggam erat tangan adiknya.

Perlahan mata Audrey terpejam.

‘Oh Tuhan. Aku mohon, tolong beri kekuatan untuk adikku, agar dia bisa melewati semua ini. Aku akan melakukan apa pun untuknya. Asalkan dia bisa kembali sehat seperti dulu. Jika perlu menukar dengan nyawaku, maka lakukanlah, Tuhan. Asalkan adikku kembali sehat seperti dulu.’

🍃🍃🍃🍃🍃

“Rea, kamu sendiri? Dimana Arthur?”

Nyonya Dinata telah kembali ke rumah sakit. Ia membawa dua buah papper bag, yang berisi pakaian ganti untuk Arthur dan juga Andrea.

“Tuan ada di dalam, nyonya. Kata suster, nona sudah sadar, dan ingin bertemu dengan tuan Arthur.” Jelas Andrea pada majikannya.

“Audrey sudah sadar? Syukurlah.”

Wanita paruh baya itu menyerahkan tas yang berisi pakaian ganti untuk Andrea. Tadi, sebelum berangkat ke rumah sakit, Nyonya Dinata meminta bibi Andrea mengambilkan pakaian untuk gadis itu.

“Bersihkan dirimu terlebih dulu. Bukannya Arthur sudah menyewa ruang rawat VIP? Gunakan kamar mandi di ruangan itu.”

Ya, semalam Arthur menyewa sebuah kamar inap VIP, yang rencananya akan ia gunakan untuk tempat sang mama beristirahat selama menunggu Audrey siuman.

“Baiklah, nyonya. Aku permisi sebentar.”

Setelah ke pergian Andrea, nyonya Dinata memutuskan untuk melihat sang cucu. Seperti yang Arthur dan Andrea lakukan semalam, nyonya Dinata hanya bisa melihat bayi mungil itu dari balik jendela kaca.

Tanpa diminta, air mata wanita paruh baya itu menetes melihat bayi mungil itu.

“Maafkan kami, nak. Kamu tidak seharusnya menanggung dosa kedua orang tuamu.”

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Ayachi

Ayachi

ini termasuk dosa kedua org tuakah? bukannya jelas Audrey korban pemerkosaan?

2025-02-01

0

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

sakit rasanya membaca novel ini,arthur kk yg baik dia bersedia menjaga,mengurus dan merawat anaknya audrey tanpa diminta 1x pun art akan jd pria yg bertanggung jawab untuk adiknya audrey

2023-11-12

0

Yucaw

Yucaw

😭😭😭 makin ngenes thorr,teriris hati rasanya..Arthur kakak yg sgt baik dan bertanggung jawab..bersyukur Audrey di kelilingi orang" yg tulus menyayangi nya,sayangnya semangat hidupnya telah hilang

2023-02-21

3

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!