10. Sarapan Pagi.

Waktu berlalu begitu saja, lima kali putaran bumi pun telah terlewati. Hingga, akhir pekan pun kini telah menyapa. Hari dimana para pekerja kantoran meliburkan diri selama dua hari, Untuk melepas penat setelah lima hari bekerja.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi para pekerja perhotelan atau penggiat pariwisata. Mereka akan tetap bekerja, meski di tanggal merah sekalipun. Bahkan, mereka bekerja di tengah malam, hingga pagi menyapa. Meski demikian, para pekerja itu tetap mendapat hari libur. Dan tidak selalu di akhir pekan.

Arthur yang biasanya bekerja di akhir pekan, pun kini menepati ucapannya pada Thomas beberapa hari lalu, pria itu sekarang berada dirumah. Membuat sang mama, terheran hingga mengerutkan dahinya.

“Kamu tidak pergi ke kantor?” Tanya sang mama ketika melihat sang putra sarapan hanya memakai kaos dan celana bahan selutut.

“Tidak. Hari ini aku libur.” Ucap Arthur sembari mengoles selai kacang di atas roti.

“Apa Rea belum turun untuk sarapan?” Tanya pria itu kepada sang mama.

“Biasanya dia turun jika Audrey sudah kembali tertidur setelah mandi.” Jelas wanita paruh baya itu, sembari menikmati sarapannya.

Dahi Arthur berkerut halus pendengar ucapan sang mama. Andrea turun saat Audrey tertidur? Lalu jam berapa gadis itu sarapan?

Menghabiskan sarapan tanpa banyak bicara, Arthur kemudian kembali menyiapkan dua lembar roti dengan selai kacang, dan segelas susu coklat.

“Kamu nambah? Tidak biasanya?” Tanya mama Daisy dengan memicingkan mata.

“Ini untuk Rea, ma.”

Senyum terulas di bibir ibu dua anak itu. Setelah perdebatan di meja makan beberapa hari lalu, mereka memang tak lagi membahas masalah pernikahan. Dan tiba-tiba saja putranya bersikap manis seperti ini.

“Apa semalam ada hujan badai?” Gurau mama Daisy.

“Maksud mama?”

“Ah, tidak. Lupakan. Cepat kamu berikan sarapan pada gadis itu. Kasihan dia jika terlalu sering terlambat sarapan, Karena menunggu Audrey terlelap. Jangan sampai, dia memiliki penyakit asam lambung.” Ucap mama Daisy berdrama. Ia akan membuat Arthur dekat dengan Andrea, dengan cara apapun.

Arthur menganggukkan kepala. Ia kemudian bangkit, dengan tangan kanan membawa piring, dan tangan kiri menggenggam segelas susu.

“Mama akan membuat kamu simpati dulu dengan Rea.”

Senyum tersungging di wajah cantik mama Daisy. Menatap punggung sang putra yang kini berjalan menapaki setiap anak tangga.

Sampai di ujung tangga, langkah Arthur terhenti. Ia melihat kamar Audrey kecil terbuka, dan terlihat kosong.

Pria itu pun menoleh ke arah balkon. Benar saja, Andrea sedang berada disana, duduk bersila di lantai, sembari memangku Audrey kecil.

“Berikan dia padaku. Kamu bisa sarapan dulu.” Ucap Arthur sembari meletakan piring dan gelas di atas sebuah meja bulat yang ada di balkon itu.

“T-tuan.” Andrea tersentak. Ia pun perlahan bangkit dari duduknya.

“Berikan padaku.” Kedua tangan pria itu terulur. Namun kepala Andrea menggeleng.

“Kenapa? Biar aku yang menggantikan mu. Kamu bisa sarapan dulu.”

“A-apa tuan tidak ke kantor?” Andrea memberanikan diri bertanya. Karena biasanya, di jam seperti ini, Arthur sudah pergi ke kantor.

“Tidak.” Jawab pria itu singkat. Ia kembali mengulurkan tangannya.

“A-aku bisa sarapan nanti, tuan. Tidak apa-apa.” Tolak Andrea secara halus.

“Apa kamu memiliki sifat keras kepala? Jika iya, tolong di kurangi atau di hilangkan. Aku tidak mau, Audrey tumbuh menjadi gadis keras kepala seperti dirimu.”

Mata Andrea membulat sempurna mendengar perkataan majikannya. Ia tidak punya keberanian untuk menjawab pria itu lagi. Jangan sampai, Arthur memintanya menjauh dari Audrey, jika dirinya berani membantah.

Dengan terpaksa, gadis itu menyerahkan Audrey kecil ke tangan Arthur.

“Kamu mau kemana?” Tanya Arthur saat Andrea mengangkat piring dan gelas dari atas meja.

“A-aku sarapan di bawah saja, tuan.”

Tatapan mata Arthur selalu membuat Andrea tergagap, dan jantungnya berdebar lebih cepat.

“Duduk disini.” Ucap pria itu dengan tegas.

Andrea menundukkan kepalanya. Tak berani membantah, apalagi menurut.

“Apa pendengaran mu bermasalah? Jika, buat janji dengan dokter, periksakan telingamu.”

Kepala yang menunduk itu menggeleng lemah. Pria yang kini duduk di atas kursi, menatapnya dengan nyalang.

‘Astaga, apa dia memiliki sifat pemarah? Otoriter? Menakutkan sekali pria ini.’

Dengan terpaksa Andrea duduk di kursi yang satunya. Menghela nafas berulang kali. Gadis itu akhirnya meraih piring berisi roti yang telah di olesi selai kacang.

“Aku tidak tau, selai apa yang kamu suka. Selai kacang yang ada di dekatku, jadi itu yang aku oleskan pada rotimu.”

Andrea seketika tersedak, padahal ia baru menggigit roti itu sedikit.

Suara batuk Andrea membuat Audrey kecil dalam pangkuan Arthur mengerejap kaget.

“Pelan-pelan. Kamu membuat Princess ku bangun.” Pria itu meraih gelas susu, kemudian memberikan pada Andrea.

“Te-Terimakasih tuan.”

“Aku hanya tidak ingin Audrey terganggu.”

Kepala Andrea menggeleng kecil. “Bukan itu.”

“Lalu?” Mata Arthur memicing pada gadis di sebelahnya.

“Terimakasih sudah menyiapkan sarapan untuk ku.”

“Hmm, aku hanya tak ingin kamu sakit jika sering terlambat sarapan. Siapa nanti yang akan mengurus Audrey jika kamu sakit? Tidak mungkin mamaku, ‘kan?”

Baru saja bunga bermekaran di dalam hati Andrea karena merasa Arthur perhatian padanya, namun seketika bunga itu layu. Ternyata Arthur takut tidak ada yang mengurus Audrey.

“Terimakasih, tuan.” Gadis itu kembali berucap.

“Hmm.”

Andrea menikmati sarapannya dengan susah payah. Bagaimana tidak, ia belum pernah duduk satu meja dengan Arthur. Apalagi, tatapan pria itu kini tertuju padanya.

Roti yang selembut kapas itu, bahkan dengan susah payah ia telan, meski telah di kunyah tiga puluh dua kali.

“Apa kamu sakit gigi?”

“Tidak, tuan.”

“Kalau begitu habiskan segera. Ini sudah waktunya Audrey untuk mandi.” Pria itu kemudian bangkit, masih dengan menggendong bayi mungil, lalu begitu saja meninggalkan Andrea sendirian.

Bahu gadis itu terkulai lemas. Ia menghirup dan membuang udara sebanyak-banyaknya. Berdekatan dengan Arthur, sangat tidak baik untuknya. Ia merasakan hawa menjadi panas, dan udara seperti menipis.

Meminum sisa susu di dalam gelas, Andrea pun menyusul Arthur dan Audrey ke dalam kamar.

.

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

💕Bernadet Wulandari💕

💕Bernadet Wulandari💕

galak amat arthur yg ada rea takut.

2023-04-11

0

Nurak Manies

Nurak Manies

🤣🤣🤣🤣🤣

2022-10-12

1

aniya_kim

aniya_kim

diangkattt ke awan .. abis gt dijorokin 😌😌

2022-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!