02. Harus Di Operasi.

Nyonya Dinata menangis dalam dekapan Andrea. Mereka kini tengah berada di salah satu rumah sakit, tempat dimana Audrey biasa melakukan pemeriksaan.

Sudah hampir satu jam Audrey berada di dalam ruang IGD, namun pintu ruangan itu belum juga terbuka.

“Ya, Tuhan. Tolong lindungi putriku.”

Tak henti nyonya Dinata memanjatkan doa, berharap sang pemilik hidup berbaik hati memberikan keajaibannya.

“Apa yang sebenarnya terjadi, ma?”

Arthur yang sedari tadi berdiri memandangi pintu ruang IGD, kini mendekat ke arah sang mama yang sedang duduk di atas kursi besi bersama Andrea.

Sang mama bukannya menjawab, namun semakin terisak.

“Rea.”

Pria itu menatap gadis yang sedang memeluk sang mama.

“Katakan apa yang terjadi.”

Andrea menelan ludahnya kasar. Tatapan Arthur begitu menikam, seakan mengulitinya hidup-hidup.

“Tu-tuan, itu tadi aku sedang menyiram bunga, tiba-tiba nona berbicara dan memanggil namaku.”

Andrea kemudian menceritakan apa saja yang di katakan Audrey kepadanya.

“Kamu yakin?” Arthur tak lantas percaya dengan ucapan gadis yang telah merawat sang adik selama tiga bulan terakhir ini.

Sebelum Andrea kembali bersuara, nyonya Dinata terlebih dulu menjawab pertanyaan sang putra.

“Yang di katakan Rea benar adanya, Arth. Audrey bahkan meminta Andrea berjanji di hadapan mama.”

“Apa Audrey bisa bicara sepanjang itu?” Arthur masih belum percaya.

“Mama juga terkejut, Arth, tetapi itulah kenyataannya. Mama seperti merasa jika diamnya adikmu selama ini, bukan karena sakit, tetapi dia menyimpan kesedihannya sendirian.”

Tangis nyonya Dinata kembali pecah. Ia membayangkan bagaimana selama ini sang putri menahan sakit hatinya. Tanpa mau orang lain tau.

“Arth, mama yakin adikmu, selama ini adikmu menyimpan ketakutannya sendiri. Dia takut jika tidak ada yang akan menerima anaknya setelah lahir nanti.”

Andrea kembali mendekap tubuh sang nyonya dari samping. Ia melihat begitu besar kasih sayang seorang ibu pada diri majikannya itu. Kasih sayang yang sudah lama ia rindukan, ibu dan ayahnya meninggal dalam kecelakaan tiga tahun lalu.

Arthur menarik dan membuang nafasnya kasar. Ia pun ikut mengambil tempat di samping sang mama.

“Maafkan aku, ma. Andai aku tidak lalai dalam menjaga Audrey, semua ini tidak akan terjadi.”

Sungguh Arthur sangat membenci dirinya sendiri. Ia merasa tidak becus menjaga sang adik.

Nyonya Dinata beralih mendekap sang putra.

“Kita berdoa saja, Arth. Semoga Tuhan bermurah hati memberikan keajaibannya pada Audrey.”

“Andai aku bisa menggantikan posisi Audrey, ma. Ingin rasanya aku berada di dalam sana.”

Cairan bening ikut menetes dari manik mata pria tampan itu. Ia bukan pria lemah, namun semenjak adiknya membisu, tanpa disadari Arthur berubah menjadi pria lemah. Ia sering menangis jika mengingat nasib sang adik.

Lama ketiganya larut dalam kesedihan, tiba-tiba pintu ruang IGD terbuka. Seorang suster meminta salah satu keluarga pasien untuk masuk, dan berbicara dengan dokter.

Arthur pun bergegas, ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan sang adik.

“Kami harus segera melakukan tindakan operasi, pak. Agar bayi dalam kandungan nona Audrey dapat diselamatkan.” Ucap dokter kandungan yang selama ini menangani Audrey.

“Tolong lakukan yang terbaik, dok. Aku ingin, mereka berdua selamat.” Ucap Arthur sembari menatap sang adik yang terbujur lemah tak berdaya di atas bangkar.

“Kami akan mengusahakan yang terbaik, pak. Dan untuk hasil akhir, kita semua hanya bisa berdoa. Hanya Tuhan yang menentukan semuanya.”

Arthur menganggukkan kepalanya. Pandangan pria itu tak lepas dari Audrey.

“Silahkan ikut dengan suster untuk menandatangani beberapa prosedur, pak.”

“Baiklah, dok. Aku titipkan adikku padamu.”

Arthur mengikuti suster keluar dari ruang IGD untuk menandatangani beberapa berkas, dan mengurus administrasi.

“Arth., bagaimana?”

Tanya sang mama saat melihat Arthur keluar ruangan.

“Aku harus mengurus administrasi dulu, ma. Nanti kita bicara.”

Pria itu melangkah pergi, tanpa menunggu jawaban sang mama. Di benaknya hanya satu, sang adik cepat mendapatkan penanganan.

Beberapa saat berlalu, Arthur pun kembali. Disusul dua orang perawat.

Tak lama kemudian, pintu ruang IGD kembali terbuka. Nampak dua orang perawat tadi, mendorong tempat tidur yang di tempati oleh Audrey.

“Arth, Audrey mau di bawa kemana?”

Nyonya Dinata panik.

“Audrey akan di operasi, ma.”

Wanita paruh baya itu tersentak. Ia menggeleng tak percaya. Tubuhnya sedikit limbung, untung saja Andrea dengan sigap menyanggahnya.

“Tapi, Arth.”

“Kita harus menyelamatkan bayinya, ma.”

Arthur pun mengajak sang mama dan Andrea mengikuti kemana suster membawa tubuh Audrey.

“Duduklah, ma.” Pria itu menuntun sang mama agar kembali duduk. Kini mereka telah berada di depan ruang operasi.

Arthur melirik arloji mahal yang melingkari pergelangan tangannya. Waktu menunjukkan pukul tujuh malam.

“Ma, sebaiknya mama dan Rea pergi makan malam dulu. Biar aku menunggu Audrey disini.”

Ucap Arthur dengan berjongkok di hadapan sang mama.

Namun, wanita paruh baya itu menolak. Ia tidak mau sedetik pun meninggalkan sang putri.

“Rea, tolong belikan sesuatu untuk mama.”

Arthur bangkit dan merogoh saku. Ia keluarkan dua lembar uang pecahan seratus ribu. Lalu menyerahkan pada Andrea.

“Belikan juga untukku dan untukmu.”

Andrea mengangguk. Ia kemudian pergi ke kantin rumah sakit.

Hampir dua puluh menit, Andrea kembali dengan membawa dua kantong plastik.

“Tuan.” Ia menyerahkan satu kantong yang lebih besar kepada Arthur.

“Terima kasih.”

Pria itu melihat, ada roti dan juga air mineral di dalam kantong plastik.

Arthur membukakan air mineral itu untuk sang mama.

“Minumlah sedikit, ma.”

Nyonya Dinata mengangguk dan menerima pemberian sang putra.

Satu jam berlalu, sayup-sayup terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi.

Nyonya Dinata dan Andrea saling pandang, mereka pun mengucap syukur bersama.

“Arth.”

Wanita paruh baya itu mengusap lengan sang putra. Pria tampan duduk bersandar, sembari memejamkan matanya.

“Iya, ma?”

“Anak Audrey sudah lahir.”

Arthur seketika menegakkan tubuhnya.

“Benarkah?”

Nyonya Dinata mengangguk. Mereka kemudian saling memeluk.

“Percaya padaku, ma. Audrey dan bayinya pasti akan baik-baik saja.”

Tak berselang lama, pintu ruang operasi terbuka. Seorang suster keluar dengan menggendong seorang bayi.

“Sus, mau di bawa kemana bayi itu?” Tanya Arthur mendekat.

“Adik bayinya harus di letakkan di dalam inkubator, pak.”

Tanpa menunggu jawaban Arthur, suster itu berlalu begitu saja. Bagaimana pun, keadaan bayi itu lebih penting.

“Mama dan Rea tunggu disini.”

Arthur mengikuti langkah suster itu. Ia sudah berjanji kepada sang adik akan menjaga anaknya. Arthur tak ingin kecolongan lagi. Ia tidak mau terjadi hal buruk dengan bayi itu. Tak ingin melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya. Sebisa mungkin, Arthur akan melakukan yang terbaik untuk keponakannya.

“Meski aku sangat membenci pria bejat yang telah melecehkan adikku, hingga membuatnya depresi, tetapi aku tidak akan membencimu, nak. Kamu tidak bersalah. Bukan ingin mu untuk hadir di dunia ini.”

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

waduh km art sampai sebegitunya ngebela adik km cari tau siapa laki-laki yg udh ngelecehin adik km sampai sampai adik km depresi dan ga mau ngomong jgn diam aja art cari tau semuanya art

2023-11-12

0

Eva Rubani

Eva Rubani

lanjut

2023-03-27

0

Yucaw

Yucaw

kenapa di bab 1 gak ada kolom komentar ya??🤔 batu baca udah mewek aja 😢😢 kasihan sekali Audrey..

2023-02-21

2

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!