19. Maafkan Aku.

Sejenak, bibir mereka hanya menempel. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Hingga, Arthur meresapi apa yang ia lakukan. Merasa lawannya hanya diam, pria itu memperdalam, mengecapi bibir Andrea.

Kedua mata Arthur bahkan sampai terpejam. Tangan di bahu Andrea mencengkeram dengan kuat. Sungguh, ia belum pernah merasakan hal seperti ini.

‘Jadi, seperti ini rasanya berciuman?’

Tanya Arthur dalam hati. Ia pun semakin hanyut dalam rasa yang baru pertama kali ia rasakan.

Cengkeraman kuat pada bahunya, membuat Andrea tersadar. Dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Arthur hingga membuat tautan bibir mereka terlepas.

Nafas keduanya memburu. Arthur memandang Andrea dengan tatapan sayu, sementara gadis itu menatap nyalang.

Entah mendapat keberanian darimana, gadis itu pun melayangkan sebuah tamparan pada pipi pria tampan itu. Rasa panas yang menghantam pipinya membuat mata Arthur terbuka sempurna.

“Rea.” Arthur kembali mendekat, dengan cepat Andrea memundurkan tubuhnya.

“Jangan mendekat.” Tangan gadis itu terbentang di depan dada.

“Rea. Maafkan, aku.”

“Cukup, tuan. Jangan karena tuan orang kaya, dan berkuasa, dengan seenaknya memperlakukan aku. Silahkan tuan keluar dari sini.” Ucap Andrea tanpa melihat ke arah sang majikan.

“Rea.”

“Tuan yang keluar atau aku?” Tantang gadis itu. Nafasnya masih memburu. Bukan karena ciuman itu, tetapi karena dirinya kini menahan marah. Ia marah pada dirinya sendiri, karena membiarkan Arthur menciumnya begitu saja.

“Maafkan, aku.”

Ingin sekali Andrea berteriak. Namun, ia sadar sedang berada di dalam kamar Audrey. Tidur bayi itu bisa terusik.

“Baiklah, biar aku yang keluar.” Gadis itu pun melewati Arthur begitu saja.

“Rea, tunggu.” Arthur menahan lengan gadis itu.

“Kamu jangan kemana-mana, biar aku yang keluar. Sekali lagi, aku minta maaf padamu. Maaf, atas omonganku di kantor yang telah menyinggung perasaanmu. Maaf, atas kelancangan ku tadi. Sungguh, aku tak berniat menyakitimu.”

Andrea tak menanggapi. Hatinya terlalu di penuhi amarah. Ia bukanlah gadis lembut, yang meski telah di perlakukan seenaknya, langsung memaafkan begitu saja.

“Marahlah selama yang kamu mau, tetapi, jangan pernah membenciku.”

Arthur kemudian keluar dari kamar itu. Ia bahkan tak menyapa Audrey kecil seperti biasanya.

“Bodoh kamu, Arth. Apa yang sudah kamu lakukan pada gadis itu?”

Pria itu berjalan menuju kamarnya dengan menggerutu.

Sementara di dalam kamar, Andrea masih merutuki kebodohannya sendiri. Harusnya ia menghindar, melawan dari awal. Bukannya membiarkan Arthur melakukan itu.

“Pria macam apa dia? Tadi siang sudah bersama kekasihnya. Dan sekarang, semudah itu dia melakukan denganku?”

Andrea kemudian meraba bibirnya.

“Ciuman pertamaku. Kenapa harus bersama pria itu? Dasar pria hidung belang. Apa tidak ingat jika sudah memiliki kekasih? Kenapa dengan mudahnya mencium gadis lain?”

Gadis itu tak berhenti menggerutu. Ia bahkan melayangkan kepalan tangan di udara berulang kali.

🍃🍃🍃

Arthur kembali turun ke lantai satu rumah mewahnya, untuk makan malam bersama sang mama.

Pria itu mulai menyadari, jika sang mama kini sendirian. Meski ada asisten rumah, tak akan mampu mengantikan kehangatan keluarga.

Maka, Arthur berjanji pada dirinya sendiri. Mulai malam ini, ia akan pulang sebelum makan malam, agar ada yang menemani sang mama.

“Ma.”

Mama Daisy tersenyum senang. Akhirnya ia bisa makan malam bersama sang putra.

“Tunggu, biar mama siapkan.”

Wanita paruh baya itu mengambilkan makanan untuk sang putra. Meski Arthur telah berusia tiga puluh tahun, namun mama Daisy tetap ingin mengambilkan makanan untuk putranya itu.

“Kamu sudah bertemu, Rea?” Tanya mama Daisy sembari menyodorkan piring berisi nasi dan lauk pauk kepada Arthur.

“Hmm.”

“Kenapa tidak mengajaknya turun? Apa Audrey belum tidur?”

Arthur menatap penuh tanya pada sang mama, yang juga melihat ke arahnya.

“Biasanya mama makan malam bersama gadis itu.” Jelas sang mama.

Arthur membuang nafasnya kasar. Andai ia tak berbuat seenaknya pada Andrea, mungkin sekarang mereka bisa makan malam bersama, lebih tepatnya makan malam bertiga.

“Dia masih menimang Audrey, ma.” Bohong Arthur. Ia tak mungkin mengatakan jika mereka sedang bertengkar.

Ah. Bukan bertengkar, mungkin lebih tepatnya bersitegang.

“Rea memang gadis baik. Dia baru berusia dua puluh dua tahun, tetapi sudah sangat dewasa menjalani hidup.”

Mendengar ucapan sang mama, Arthur yang sedang menikmati makanannya pun, mengunyah dengan pelan.

Ia kembali teringat dengan apa yang telah mereka lakukan tadi. Lebih tepatnya, apa yang telah ia lakukan pada gadis itu.

“Kamu kenapa? Sakit?” Tanya mama Daisy saat melihat sang putra yang menggelengkan kepalanya.

“Tidak ma. Sudah, jangan banyak bicara. Nanti lidah mama tergigit.”

Mama Daisy mencebik. Mereka kemudian makan dengan tenang, tanpa berbicara.

Sementara di kamar, Andrea mulai merasa lapar. Ia yang tadi hendak turun, mengurungkan niatnya ketika melihat Arthur menuruni tangga. Sudah pasti pria itu akan makan malam bersama nyonya Dinata.

Gadis itu pun hanya bisa mondar mandir di dalam kamar. Sesekali ia menggigit kuku tangannya.

“Dasar pria menyebalkan.”

Andrea kemudian merebahkan diri di samping Audrey.

“Nak, kenapa kamu mempunyai om semenyebalkan seperti dia?” Tanya pada bayi yang telah damai dalam tidurnya.

Gadis itu pun memutuskan memejamkan mata, di tengah rasa lapar yang menyerangnya.

Dan, baru sebentar indera penglihatannya terpejam, Andrea mendengar pintu kamar terbuka. Gadis itu pun sedikit mengangkat kepala, menoleh ka arah pintu.

“Bibi?” Andrea bangkit, setelah melihat sang bibi datang membawa nampan berisi sepiring makanan dan segelas air.

“Kata tuan Arthur, kamu belum makan karena nona kecil rewel. Dia meminta bibi membawakan makanan untukmu.” Jelas bibi Rosi saat Andrea mengambil alih nampan dari tangannya.

Alis gadis itu pun bertaut. Selain menyebalkan, hidung belang, ternyata pria itu juga pandai bersandiwara.

‘Lihatlah, dia bahkan melibatkan bayi tak berdosa itu dalam sandiwaranya.’

“Kamu makanlah dulu. Biar bibi yang menjaga nona kecil.” Bibi Rosi kemudian berjalan ke arah tempat tidur.

Andrea hanya mampu membuang nafas kasar. Mendengar Arthur yang menyuruh bibinya membawa makanan, membuat nafsu makannya menghilang.

Namun, untuk menghormati sang bibi, Andrea pun terpaksa menikmati makanan itu.

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Yucaw

Yucaw

Yaa..dia paket komplit menyebalkan Rea..😶😶

2023-02-22

1

Yucaw

Yucaw

yo sak sir e Rea lah..kok ngatur".. anda siapee?? 🙄 gedeg sm orang modelan gini..

2023-02-22

0

Yucaw

Yucaw

🙄🙄🙄 wis tuwek..ndeso..sok cool lagi..dasar kulkas 8pintu..getok palanya halal nih kynya..

2023-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!