13. Perhatian Arthur.

Keesokan harinya. Masih di hari libur, seperti kemarin Arthur juga tidak pergi keluar rumah. Biasanya, pria itu akan melakukan pertemuan dengan teman-teman sejawatnya. Mulai dari rekan bisnis, teman masa sekolah, hingga teman saat kuliah.

“Tidak pergi lagi?” Tanya sang mama, yang melihat Arthur dengan tampilan basahnya setelah berolahraga pagi.

“Hmm.” Pria itu meraih gelas kaca berisi air minum di atas meja, kemudian meneguk isinya hingga tandas.

“Kamu mau sarapan sekarang?”

“Nanti saja, ma. Aku mau melihat Audrey dulu,”

“Mau melihat Audrey apa pengasuhnya?” Gurau mama Daisy.

Arthur tak menjawab, ia hanya menatap sendu wanita paruh baya itu.

“Kenapa? Apa mama salah bicara?”

“Ya.”

“Arth. Ini kesempatan kamu melakukan pendekatan dengan gadis itu. Bukannya kamu sendiri yang mengatakan jika kalian belum saling mengenal? Maka lakukanlah pendekatan lebih sering. Ajak Rea jalan berdua. Setelah itu kalian bisa segera menikah.”

Arthur membuang nafas kasar. Menjawab pun percuma.

“Kenapa? Kamu masih mengharapkan Celine? Ayolah, Arthur. Buka hati dan pikiranmu. Wanita itu tidak pernah mencintai kamu. Dari dulu dia hanya menganggap kamu teman.”

“Ma.”

“Apa? Kamu mau mengatakan jika mama salah? Jangan bodoh Arthur, Celine hanya mencintai mendiang suaminya. Mereka bahkan berpacaran sejak masa SMP. Kamu hanya sahabat untuk dia. Jika sekarang dia kembali sendiri, itu bukan berarti kamu memiliki kesempatan mendekatinya. Tuhan telah menuliskan takdir ciptaan-Nya, dan kamu, kamu telah di tentukan dengan gadis lain.”

Mama Daisy kemudian pergi begitu saja setelah berbicara panjang lebar. Ia mengeluarkan segala kesal yang menggumpal di hatinya.

Entah bagaimana cara membuka hati putranya itu. Ingin sekali, mama Daisy mencuci otak pria tiga puluh tahun itu.

“Punya anak laki satu saja keras kepalanya minta ampun. Astaga.” Gerutu wanita paruh baya itu sembari menapaki anak tangga. Ia lupa, jika sifat keras kepala sang putra, itu menurun darinya.

Arthur menatap nanar punggung wanita yang telah melahirkannya itu. Entah apa kekurangan Celine, sehingga sang mama tidak pernah mau menerima wanita itu.

🍃🍃🍃

“Kamu kenapa?” Tanya Arthur saat melihat Andrea berdiri sembari memegang kepalanya.

“Aku tidak apa-apa, tuan.”

Andrea kembali melangkah untuk menyiapkan air mandi untuk Audrey. Namun, belum jauh langkah kakinya, gadis itu limbung. Dengan sigap Arthur menangkap tubuh Andrea. Sehingga tak sampai membentur lantai.

Sesaat pandangan mereka beradu. Dan saling terkunci. Arthur tertegun. Baru kali ini ia melihat wajah Andrea dari jarak yang begitu dekat.

Wajah yang terlihat manis, tanpa polesan riasan. Bulu mata lentik, dan alis yang terbentuk sempurna.

“T-tuan.” Andrea sedikit mendorong dada pria itu.

“Kamu kenapa? Sakit?” Suara Arthur terdengar lebih lembut dari biasanya.

“A-aku sedikit pusing, tuan.” Jawab Andrea jujur. Gadis itu memang merasa pusing sejak semalam. Mungkin karena waktu tidurnya yang berkurang. Dan sering bergadang, membuat kesehatan Andrea menurun.

“Duduklah. Temani Audrey di tempat tidur. Biar aku yang menyiapkan air mandi.” Arthur menuntun gadis itu untuk duduk di tepi ranjang.

Di perlakukan seperti itu, membuat jantung Andrea kembali berdetak kencang.

Gadis itu berusaha menepis segala pikiran yang mulai terbuai karena perhatian Arthur.

“Istirahatlah.”

“Tapi, tuan?”

Arthur berdecak kesal. “Kenapa kamu suka sekali membantahku, Rea? Bisakah sekali saja kamu berkata, ‘iya’ saat pertama kali aku perintahkan?”

Suara Arthur sedikit meninggi membuat Audrey kecil menangis, karena kaget.

“Sayang.” Andrea pun mengangkat, kemudian memangku bayi itu.

“Lihatlah. Karena kamu dia menangis. Mulai sekarang, jangan pernah membantahku. Kamu mengerti?”

Dengan masih menenangkan Audrey, kepala Andrea mengangguk. Baru saja pria itu bersikap lembut padanya, sekarang sudah kembali garang.

Arthur pun pergi ke kamar mandi, kemudian menyiapkan air mandi untuk Audrey.

“Tuan yakin bisa?”

“Kamu meragukan aku?”

Ingin rasa Andrea memukul mulut pria itu. Andai saja, Arthur bukan majikannya.

‘Apa dulu nyonya Daisy mengidam cabai? Kenapa mulut pria ini pedas sekali.’

“T-tidak.”

Arthur kemudian membawa bayi mungil itu ke dalam kamar mandi.

Lima menit berlalu, Andrea pun mengintip dari pintu kamar mandi yang terbuka. Ingin sekali gadis itu masuk, ketika melihat Arthur yang begitu kaku saat membilas tubuh mungil itu. Namun ia urungkan, sudah pasti singa jantan itu akan mengaum lagi, jika ia berani mendekat.

Gadis itu pun memutuskan kembali ke atas tempat tidur, ingin menyiapkan pakaian ganti pun, ia enggan. Arthur memerintahkannya untuk diam. Berarti ia harus diam.

Tak berselang lama, Arthur dan Audrey pun keluar. Pria itu membawa tubuh mungil berbalut handuk itu ke atas tempat tidur, di samping Andrea.

Tanpa kata, Arthur mengambil segala perlengkapan bayi dari atas meja ganti. Pria itu begitu telaten, mulai dari mengolesi minyak telon, memakaikan popok, hingga baju.

“Sudah, ‘kan? Apa ada yang kurang?” Tanya Arthur meminta pendapat Andrea.

“Sudah, tuan.”

Arthur kembali menyimpan perlengkapan bayi pada meja ganti. Ia kemudian membuatkan sebotol susu untuk bayi mungil itu.

‘Andai mulutnya tidak pedas. Dia sudah sangat cocok menjadi seorang ayah.’

“Rea.”

“Ah, i-iya tuan.”

“Jangan kemana-mana. Aku turun sebentar.” Ucap Arthur sembari menyerahkan botol susu itu pada Andrea.

Andrea mengangguk paham. Biasanya juga ia tak kemana-mana setelah memandikan bayi mungil itu.

“Sayang, dia ternyata bisa manis juga ya.” Gadis itu seolah mengajak Audrey kecil mengobrol. Ia pun berbaring menyamping sembari memegang botol susu.

“Cepat besar ya, sayang. Biar bibi Rea ada temannya.”

Hampir dua puluh menit, bayi mungil itu pun terlalap. Membuat Andrea bernafas lega. Ia akhirnya bisa beristirahat juga.

Baru saja akan memejamkan mata, suara pintu terbuka mengagetkan gadis itu. Kepalanya pun mendongak. Seketika kedua matanya yang tadi mengantuk, kini terbuka sempurna.

Bagaimana tidak, Arthur kini kembali ke kamar itu dengan membawa seorang dokter, dan juga nyonya Dinata.

“T-tuan? Siapa yang sakit?” Gadis itu mendadak lupa jika dirinya sedang pusing.

“Kamu. Bukannya tadi hampir jatuh?”

“Periksa dia, Ran.” Perintah Arthur pada dokter wanita itu. Sang dokter menurut dan duduk di samping Andrea.

“Kamu kenapa, Rea?” Mama Daisy duduk di tepi ranjang lainnya.

“A-aku—.” Gadis itu meringis, saat alat pengukur tekanan darah mencengkeram lengannya.

“Bagaimana keadaannya, Ran?” Tanya Arthur saat dokter itu menyimpan kembali alat periksa.

“Tekanan darahnya menurun. Mungkin karena sering bergadang dan kurang istirahat.” Jelas dokter yang merupakan teman SMA Arthur.

Dokter bernama Rani itu, kemudian menuliskan resep obat. Lalu memberikan kepada Arthur.

“Aku hanya meresepkan vitamin saja. Dan saranku, nona melakukan istirahat yang cukup.”

“Tapi dok, nona kecil sering terbangun di tengah malam.” Andrea menjawab dokter itu.

“Jika kamu tidak terbiasa bergadang, maka tidurlah di siang hari saat bayi mungil itu tertidur.”

Andrea mengangguk paham. Dokter kemudian pamit, dan Arthur mengantarnya keluar, sembari menebus obat.

“Sudah, Rea. Kamu sekarang tidur bersama Audrey, aku akan meminta Rosi membawakan sarapanmu kemari.”

“Terimakasih, nyonya.”

Mama Daisy kemudian meninggalkan Andrea di dalam kamar bersama Audrey.

“Sepertinya, dia bukan sekedar pengasuh keponakan mu. Apa aku melewatkan sesuatu?” Tanya dokter Rani saat berada di halaman rumah keluarga Dinata.

Bukan tanpa sebab ia berkata seperti itu, karena Arthur memintanya datang dengan cepat.

“Apa yang kamu katakan? Dia sangat menyayangi Audrey kecil, sudah seharusnya aku memperhatikan kesehatannya bukan?”

Dokter Rani mencebik. Pria ini memang sangat sulit di tebak.

.

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

km art udh ada sinyal sinyal asmara tp km menepisnya buka lembaran baru art tanpa harus mengingat kebelakang dgn semua masa lalu km dgn celine art lupakan saja celine art ingat km sudah berjanji kpd adik km art tuk nikahi rea biar anak'a rea punya status resmi sebagai anak jgn km abaikan permintaan adik km art dosa lho

2023-11-12

0

Nurak Manies

Nurak Manies

💪💪❤❤❤❤❤❤

2022-10-20

1

aniya_kim

aniya_kim

Uhukk Uhukkk Authur mulaiii ngelessss

2022-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!