14. Menurutlah, Rea.

“Arth, Tunggu dulu. Kemarilah. Kita sarapan.” Mama Daisy memanggil sang putra yang hendak menaiki tangga menuju lantai dua.

“Nanti saja, ma. Aku harus memberikan obat untuk Rea.” Pria itu tak beranjak dari tempatnya.

“Rea sedang tidur. Lagipula, Rosi juga sedang membuatkan bubur. Nanti saja berikan obatnya sekalian.”

Arthur membuang nafas kasar. Ia pun melangkah menuju meja makan.

Sepiring nasi goreng dengan potongan telur dadar, dan irisan mentimun sebagai pelengkap telah tersaji di atas meja.

Arthur meletakan kantong berisi obat di atas meja, ia kemudian menyantap makanannya.

“Arth, mama minta kamu pertimbangkan usul mama tempo hari, kita cari pengasuh lain untuk Audrey.” Ucap mama Daisy saat piring di hadapan sang putra kosong. Ia sengaja menunggu Arthur menghabiskan makanannya dulu, baru berbicara. Tak ingin pria itu pergi, dan meninggalkan makanannya.

Arthur kemudian meneguk air minum dari gelas kaca.

“Tapi ma, Rea sangat menyayangi Audrey. Bagaimana jika dia merasa tersinggung?”

“Pikirkan tentang kesehatan gadis itu, Arth. Kasihan dia. Baru seminggu saja tekanan darahnya sudah turun. Setidaknya, ada yang diajak bergantian menjaga Audrey.”

Arthur memikirkan ucapan sang mama. Ada benarnya juga, bagaimana pun juga ia harus memikirkan kesehatan Andrea.

“Baiklah. Aku akan bicara dulu dengan Rea.”

Pria itu kemudian bangkit, dari arah dapur bibi Rosi datang dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih.

“Apa itu untuk Rea?”

“Iya tuan.”

Arthur meraih kantong obat di atas meja. “Biar aku yang bawa.” Ia kemudian mengambil alih nampan itu.

“Biarkan saja, Ros. Biar mereka lebih dekat.” Ucap mama Daisy setelah Arthur meninggalkan mereka.

“Aku hanya ingin melihat keadaan Rea, nyonya.” Ucap bibi Rosi khawatir. Selama Andrea ikut dengannya, belum pernah gadis itu sakit. Terakhir kali ia sakit, saat kedua orang tuanya meninggal.

“Ada apa dengan Rea, Bu?” Sela Thomas yang datang dari pintu belakang rumah mewah itu.

Bibi Rosi dan sang suami telah bekerja selama sepuluh tahun dengan keluarga Dinata, sehingga di berikan tempat tinggal di paviliun belakang rumah keluarga Dinata. Yang membuat Thomas dengan mudah keluar masuk kediaman sang atasan.

“Rea pusing, tekanan darahnya menurun. Dia sepertinya tidak terbiasa bergadang.” Jelas mama Daisy.

Thomas menghela nafas pelan. Ia sejak awal sudah tidak setuju jika sang adik sepupu ikut bekerja di rumah itu. Tetapi Andrea yang keras kepala itu tidak mendengarkan. Thomas lebih suka jika gadis itu bekerja sesuai keahliannya. Mengejar impian menjadi seorang koki ternama.

Tanpa bicara, pria tiga puluh tahun itu melangkahkan kakinya, meninggalkan ruang makan itu.

“Kamu mau kemana, nak?” Tanya sang ibu.

“Aku mau melihat Rea, Bu. Dia kalau sakit kan manja. Susah disuruh makan.” Cerocos Thomas.

“Sudah, kamu lebih baik sarapan disini bersamaku. Rea sudah di urus oleh Arthur. Nanti saja kamu naiknya, kalau Arthur sudah turun.”

Mama Daisy menarik lengan asisten sang putra. Membuat pria itu duduk di sampingnya.

“Biar lebih dekat.” Ucap wanita paruh baya itu kemudian.

🍃🍃🍃🍃

Andrea merasakan ada yang menguncang lengannya. Perlahan, mata gadis itu terbuka, meski mengerejap beberapa kali.

“Rea. Bangun. Sarapan dulu, setelah itu minum obatmu.”

Mata Andrea yang sudah terbuka sempurna, kembali mengerejap beberapa kali. Ia memastikan jika pandangannya tak salah melihat.

Arthur sedang duduk di tepi ranjang dengan memangku nampan berisi mangkuk dan segelas air.

Andrea pun bangkit, duduk menyandar pada kepala ranjang.

“Makanlah. Dan ini obatmu.”

Arthur mengeluarkan sebotol vitamin dari dalam kantong plastik yang berlogo apotek ternama.

“Minum ini setelah kamu makan.”

Andrea tak bersuara. Ia hanya menganggukkan kepala tanda paham. Menikmati semangkuk bubur dengan kepala menunduk, karena Arthur terus memperhatikannya.

Sebenarnya gadis itu tidak terlalu suka makan bubur, namun keberadaan Arthur membuatnya tak berdaya.

Arthur mengambil alih nampan yang isinya sudah berpindah ke dalam perut Andrea, kemudian meletakan di atas nakas.

“Rea, aku ingin bicara.” Ucap pria itu serius.

“Ada apa, tuan?” Tanya Andrea penasaran.

Arthur pun menghela nafas pelan.

“Aku akan mencari pengasuh untuk Audrey.”

Ucapan Arthur membuat kedua indera penglihatan Andrea membola. Apa ia tak salah dengar? Apa Arthur memecatnya?

“Maksud tuan apa? Apa aku ada salah dalam menjaga nona kecil? Kenapa mencari pengasuh lagi?”

Arthur kembali menghela nafas.

“Bukan seperti itu. Kamu tetap menjadi pengasuh Audrey, tetapi aku mencarikan teman untukmu. Supaya ada yang bergantian menjaganya saat malam.” Pria itu menatap tepat ke arah mata Andrea. Berharap gadis itu mengerti maksud dan tujuannya.

“Rea, pikirkan tentang kesehatan mu. Jika kamu sakit, siapa yang akan menemani Audrey? Jika kamu memiliki teman, maka kamu akan selalu bisa menemani Audrey. Ingat janjimu pada ibunya. Kamu akan menjaga Audrey. Jadi, untuk bisa melakukan itu, kamu harus tetap sehat. Kamu paham maksudku?”

Andrea tertegun. Selain karena ucapan Arthur, tetapi juga karena ini untuk pertama kalinya pria itu berbicara panjang lebar dengannya.

Gadis itu juga menatap manik mata Arthur. Sorot mata Pria itu nampak tegas, dan tak terbantahkan.

“Tapi, tu—

“Rea, apa kamu lupa apa yang aku ucapkan tadi pagi, berhenti membantahku. Dan menurut lah, katakan ‘iya’ saat pertama kali aku perintahkan.”

Andrea menelan ludahnya susah payah. Pancaran mata pria itu kembali mengintimidasi, menusuk hingga ke hulu hati.

“B-baiklah, tuan. A-aku setuju. Tapi, aku mohon, jangan pecat aku. Jangan jauhkan aku dari nona kecil.” Ucap Andrea lirih.

“Astaga, Rea. Siapa yang ingin menjauhkan mu dari Audrey? Aku mencarikan mu teman. Kamu itu seorang lulusan diploma tiga. Itu setara lulusan strata satu. Harusnya kamu itu mengerti maksud ucapanku.”

Perdebatan kedua orang dewasa itu mengusik tidur Audrey kecil. Bayi itu pun menjerit.

“Lihatlah, lagi-lagi karena keras kepalamu, Audrey menangis. Apa susahnya menurut. Lagi pula itu untuk kebaikanmu juga.”

“M-maafkan aku, tuan.”

Dengan cepat Andrea mengambil bayi mungil itu. Kemudian memangkunya.

Arthur bangkit, kemudian membuatkan sebotol susu untuk Audrey.

“Kamu mau menurut padaku? Atau tetap keras kepala?” Tanya pria itu sembari menyodorkan botol susu di hadapan Andrea.

Gadis itu menghela nafas pelan, kemudian meraih botol itu.

“Aku menurut, tuan.”

“Baguslah, untuk menjadi seorang ibu yang baik untuk Audrey, kamu memang harus menurut padaku.”

Deg..

Andrea tersentak. Apa mungkin pendengarannya salah?

“M-maksud, tuan—

“Jangan banyak bicara. Berikan susu itu pada Audrey.”

Pria itu kemudian pergi keluar dari kamar itu.

.

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

wahyu widayati

wahyu widayati

koreksi thor....kl yg setara dg S1 ya D4 thor....

2024-09-17

1

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

aduh rea baru di bentak gtu aja udh takut

2023-11-12

0

Eva Rubani

Eva Rubani

lanjut

2023-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!