09. Lakukan Pendekatan.

Mama Daisy sedang sibuk berkutat di meja kerjanya. Wanita berusia lima puluh lima tahun itu, memiliki bisnis di bidang fashion.

Ia mengelola sebuah butik yang di beri nama DA Fashion, diambil dari huruf depan namanya dan sang putri, Audrey.

Butik itu merupakan hadiah dari sang suami, saat anak kedua mereka terlahir perempuan. Karena, mendiang sang suami, begitu ingin memiliki seorang anak perempuan.

Butik ini khusus menjual busana pengantin, dan pesta, dengan mama Daisy sendiri yang menjadi perancang busananya.

“Pagi-pagi tanteku sudah sibuk sekali.” Ucap seorang wanita muda memasuki ruang kerja mama Daisy.

Wanita paruh baya itu tak menghiraukan. Ia tetap fokus pada pekerjaannya.

“Orderan baru, Tan?” Tanya wanita muda itu, sembari melirik goresan tangan sang tante.

“Bukan.”

“Lalu?” Wanita muda yang bernama Jennifer, yang tak lain adalah keponakan dari mendiang sang suami itu pun duduk di berseberangan dengan mama Daisy.

“Ini untuk Andrea.” Jawab mama Daisy singkat.

“Apa Arthur jadi menikahinya?” Sebagai sepupu dari Arthur, tentu Jennifer tau, jika pria itu akan menikah dengan Andrea.

“Hmm.. tentu. Tidak ada alasan untuk membatalkan.”

Wanita yang akrab di sapa, Jenny itu menganggukkan kepalanya.

“Hanya saja, apa tante tidak masalah punya menantu dari kalangan menengah? Apalagi dia yatim piatu.”

“Lebih baik Arthur menikah dengan Andrea, daripada dengan Celine ‘kan?” Kini mama Daisy menghentikan kegiatannya. Menatap sang keponakan serius.

Wanita seusia Arthur itu kembali menganggukkan kepalanya. Ia juga tidak mau jika sang sepupu menikah dengan Celine.

Celine merupakan saingan semasa SMA dulu. Mereka selalu berebut untuk menjadi yang nomor satu. Namun Jenny selalu menjadi yang kedua, karena itu sepupu Arthur itu tidak menyukai Celine.

“Lalu, bagaimana dengan Arthur? Apa dia mau? Kita semua tau, pria itu susah sekali move-on dari Celine. Dia bahkan menolak kencan buta yang selalu aku rencanakan.”

Jenny membuang nafas frustrasi, ia menyandarkan punggung sandaran kursi.

“Aku harap, Arthur bisa membuka diri untuk gadis lain. Ya, mungkin itu Andrea. Dia sudah terlalu banyak membuang waktu menunggu yang tak pasti.”

“Ya, dan semoga anak itu mengerti, Celine bukanlah jodohnya. Meski sekarang wanita itu sudah tidak bersuami, setidaknya Arthur telah terikat janji dengan gadis lain. Tante akan melakukan apapun, agar Arthur dan Andrea menikah.” Ucap mama Daisy dengan pandangan menerawang jauh.

Sebagai seorang ibu, tentu wanita paruh baya itu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan menurut mama Daisy, menikah dengan Andrea adalah pilihan yang terbaik untuk Arthur. Cinta itu mungkin belum ada, namun bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.

🍃🍃🍃

Sementara itu, pria yang sedang di perbincangkan oleh dua wanita berbeda usia itu kini tengah sibuk berkutat dengan pekerjaannya di kantor.

Perusahaan yang Arthur kelola mencakup bidang akomodasi perhotelan. Puluhan hotel telah tersebar di seluruh Tanah air. Bahkan hingga ke negara tetangga.

Tentu usaha yang ia miliki saat ini bukan hasil kerja kerasnya sendiri, melainkan peninggalan sang papa, yang ia lanjutkan.

Arthur sebenarnya lulusan sarjana arsitek. Namun, kepergian sang papa setelah ia lulus kuliah, tujuh tahun lalu membuatnya mau tak mau berbelok arah meneruskan usaha mendiang papanya itu.

Suara ketukan pada pintu, menganggu konsentrasi pria tiga puluh tahun itu. Ia pun meminta orang di depan pintu untuk masuk.

“Bos.” Seorang pria seumuran dengan Arthur masuk ke dalam ruangan itu. Pria bernama Thomas, yang tak lain adalah asisten kepercayaan Arthur.

“Ada laporan apa?” Tanya Arthur tanpa mengalihkan perhatiannya dari komputer lipat di hadapannya.

“Aku baru datang dari hotel di pusat kota. Mereka sedang mencari koki baru.” Jelas Thomas sembari duduk di seberang meja.

“Lalu? Apa hubungannya dengan ku? Bukannya itu tugas para manager?” Tanya Arthur yang menghentikan sejenak aktivitasnya.

“Ya, memang tidak ada. Tetapi.” Thomas ragu untuk berbicara. Takut informasi yang akan ia sampaikan, tidak penting untuk sang atasan.

“Apa?” Tanya Arthur dengan mata memicing.

Thomas menghela nafas pelan. Pria yang sudah lima tahun bekerja dengan Arthur itu, merupakan anak kandung dari bibi Rosi.

“Tetapi, salah satu dari pelamar itu bernama Andrea Cecilia.”

Gerakan jemari Arthur di atas papan ketikan seketika melambat. Ia seperti tidak asing dengan nama yang di sebut asistennya itu.

“Apa aku mengenalnya?”

Thomas menganga mendengar pertanyaan sang atasan. Bukannya mereka calon suami istri? Bagaimana tidak tau nama lengkapnya?

“Itu nama adik sepupuku, bos.”

Mendengar jawaban sang asisten. Arthur menghentikan pekerjaannya. Ia sedikit menggeser laptop ke sudut kanan meja.

“Jadi Rea melamar pekerjaan di hotel ku? Kenapa dia tidak mengatakan apapun?”

Tentu Arthur tau jika gadis itu melamar pekerjaan di salah satu hotel. Namun, ia tak tau jika itu hotel miliknya. Segala hal tentang Andrea, hanya ia ketahui dari cerita sang mama. Pria itu pun tak berniat mencari tau lebih lanjut, mengingat gadis itu keponakan bibi Rosi.

Thomas berdecak kesal mendengar ucapan sang atasan.

“Apa kalian pernah mengobrol secara pribadi satu sama lain?”

Kepala Arthur menggeleng kecil. Membuat Thomas kembali berdecak.

“Lalu untuk apa adikku mengatakan padamu? Hubungan kalian tidak sedekat itu, ‘kan?”

Arthur menghela nafasnya pelan. Selama dua minggu ini, mereka memang sering pergi bersama. Namun, tak sekalipun membahas hal pribadi, atau masalah pernikahan. Mereka hanya membahas mengenai Audrey kecil.

“Lalu menurutmu bagaimana, Thom?”

“Apa bos benar ingin menikah dengannya?” Tak hanya para asisten rumah, namun Thomas juga tau tentang janji Arthur dan Andrea kepada mendiang Audrey.

“Tentu, aku sudah berjanji kepada mendiang adikku.”

“Kalau begitu. Ya, lakukanlah.”

“Tetapi kami tidak, maksudku kami belum mengenal satu sama lain, aku takut kedepannya salah satu dari kami ada yang menyesal.” Ucap Arthur dengan mengedikan bahu.

“Maka dari itu, lakukanlah pengenalan terlebih dulu. Atau, bisa saja kalian menikah dulu. Kemudian melakukan pendekatan setelah menikah. Bisa saja, ‘kan? Bukannya pernikahan itu, hanya untuk supaya Audrey kecil memiliki status yang jelas? Setidaknya, pikirkan tentang bayi mungil itu. Jangan egois. Apalagi yang bos tunggu?”

Arthur memikirkan ucapan panjang lebar asistennya itu. Mungkin ada benarnya. Ia sudah dewasa, segala manis pahit kehidupan telah di lalui. Sekarang saatnya memikirkan masa depan Audrey kecil. Bayi itu membutuhkan sebuah status di mata hukum.

“Kalau begitu, kosongkan jadwalku akhir pekan ini.” Pria itu kembali menarik laptop ke hadapannya.

“Apa bos ingin berkencan dengan adikku?” Tanya Thomas antusias.

“Tidak.”

“Lalu?”

“Aku akan berada di rumah membantu Rea menjaga Audrey.”

“Yang benar saja, aku pikir mau mengajak adikku kencan.” Gumam Thomas sembari menyandarkan punggungnya kembali.

“Pendekatan itu bisa di lakukan dimana saja, bukan?”

Kepala Thomas mengangguk sebagai jawaban.

“Ya, sudah.” Jawab Arthur tak acuh.

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

waduh art dikasih saran langsung gaspol euy

2023-11-12

0

Nurak Manies

Nurak Manies

💪💪❤❤❤❤

2022-10-12

1

aniya_kim

aniya_kim

Arthur akan memenuhi janjinyaaaaa ..
huhu Tentu karena dia mc nya

2022-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!