04. Menikahlah Dengan Rea.

Sebelum kembali menemui Nyonya Dinata, Andrea menyempatkan diri untuk membeli sarapan di kantin rumah sakit.

Ia membeli sebungkus roti panggang, dan segelas teh hangat. Tak lupa gadis itu membelikan untuk Arthur, karena pria itu juga belum sarapan.

Selesai sarapan, gadis itu kemudian kembali. Ia hanya melihat Arthur di depan ruang ICU, dan tak mendapati sang nyonya disana.

“Tuan, sarapan dulu.” Ucapnya sembari menyerahkan sebungkus roti isi, dan sebotol air mineral.

“Kamu sudah berganti pakaian?” Tangan pria itu terulur menerima pemberian Andrea, namun matanya tertuju pada penampilan gadis yang terlihat lebih segar dari tadi saat mereka terbangun.

“Ya, nyonya membawakan pakaian ganti. Beliau juga membawa untuk tuan.” Jelas Andrea. Ia mengambil tempat duduk di samping Arthur, dengan menyisakan satu kursi kosong di antara mereka.

Tentu Andrea harus tau diri. Meski semalam mereka tidur saling bersandar, hal itu tak dapat mengubah apapun.

“Mungkin mama ada di depan ruang NICU.” jawab Arthur sembari menikmati sarapan yang di belikan oleh gadis itu.

“Bagaimana keadaan nona?”

Pertanyaan Andrea membuat Arthur menghela nafas pelan. Roti isinya telah habis, pria itu kemudian meneguk air dari dalam botol, sebelum menjawab pertanyaan Andrea.

“Tolong bantu Doa, Rea.“

Jawaban Arthur membuat Andrea menatap lekat pria itu. Ia berusaha mencerna apa maksud ucapan pria tiga puluh tahun itu.

“Aku selalu mendoakan nona, tuan. Tetapi, apa keadaannya belum membaik?”

Kepala Arthur menggeleng.

“Aku tidak tau, dokter belum mengatakan apapun padaku.”

Tak lama kemudian, Seorang suster datang, dan meminta Arthur untuk menemui dokter. Ada hal penting yang ingin disampaikan kepada keluarga Audrey.

Pria itu kemudian bergegas. Ia ingin tau tentang kondisi sang adik yang sebenarnya.

“Nona Audrey mengalami pendarahan post partum, pak. Ini terjadi di karenakan plasenta berada di bawah rahim. Selain itu, nona Audrey juga kekurangan enzim trombin, enzim yang membantu proses pembekuan darah dalam tubuh.”

Jelas dokter ketika Arthur kini sudah duduk di hadapannya.

“Apa pendarahan ini berbahaya, dok?”

Dokter wanita itu menghela nafas pelan.

“Kita hanya bisa berdoa, berserah kepada Tuhan, pak.”

Arthur kembali ke depan ruang ICU, dengan langkah gontai. Jawaban dokter tadi seakan meruntuhkan dunianya. Ia sudah kehilangan sang ayah di masa remajanya. Tak ingin lagi kehilangan orang yang di cintainya.

“Tuan, apa yang dokter katakan?”

Tanya gadis itu, kala melihat sang tuan telah kembali.

Belum sempat Arthur menjawab, nyonya Dinata datang. Ia memberikan pakaian ganti pada sang putra. Arthur kemudian pergi ke ruang VIP yang tadi Andrea gunakan.

“Apa kita tidak boleh melihatnya?”

Tanya nyonya Dinata kepada Andrea.

“Aku tidak tau, nyonya. Tuan tidak berkata apapun. Hanya meminta aku untuk mendoakan nona.”

Nyonya Dinata mengangguk paham. Ia juga tiada henti berdoa untuk kesembuhan sang putri.

Mereka kemudian duduk bersisian pada kursi tunggu. Hampir setengah jam keduanya larut dalam pikiran masing-masing, terdengar suara menginterupsi.

“Keluarga pasien nona Audrey?”

Seorang suster keluar dari ruang ICU, memanggil keluarga Audrey. Panggilan itu membuat Arthur yang baru saja kembali, mematung di tempatnya.

“Ada apa, sus?”

Pertanyaan nyonya Dinata menyadarkan Arthur. Membuat pria itu melangkah mendekati sang mama yang berada di dekat ruang ICU.

“Nona Audrey ingin bertemu dengan keluarganya.”

Deg..

Meski bukan keluarga Audrey, tetapi perasaan Andrea tiba-tiba cemas.

Ia teringat kembali saat-saat terakhir orang tuanya. Suster juga mengatakan hal yang sama.

‘Pasien ingin bertemu keluarganya.’

Arthur dan Nyonya Dinata dengan cepat memasuki ruangan intensif itu. Sementara, Andrea tetap berada di luar.

“Apa nona yang bernama Andrea?” Tanya suster itu.

Gadis itu menganggukkan kepalanya.

“Pasien juga ingin bertemu dengan nona Andrea.”

Jantung Andrea semakin berdegup kencang. Ia berusaha menepis segala hal buruk yang bermunculan di pikirannya.

“Tidak, nona pasti baik-baik saja.”

Andrea pun bergegas masuk ke dalam ruangan itu, menyusul para majikannya.

“Ma, k-kak.."

Suara Audrey lirih dan terbata. Nafas wanita itu mulai putus-putus.

"Iya, sayang."

Arthur mendekat, berdiri di sisi kanan tempat tidur pasien, kemudian menggenggam tangan sang adik. Sementara, sang mama berada di sebelah kiri.

"Terima kasih telah merawat ku selama ini."

Audrey menatap lemah kedua orang yang dicintainya itu.

"Jangan berkata seperti itu, sayang. Sudah tugas mama untuk merawat mu."

Nyonya Dinata mengusap kepala sang putri, kemudian melabuhkan kecupan hangat pada kening Audrey.

"Kak, berjanji lah. Jaga putri ku. Jadikan dia sebagai putrimu."

Audrey kini menatap sang kakak penuh harap.

"Jangan banyak bicara, bukannya aku sudah berjanji sebelumnya?"

Arthur berusaha untuk menahan air matanya. Ucapan dokter kembali terngiang di benaknya.

Kepala Audrey menggeleng lemah.

"Jadikan dia putrimu secara hukum." Ucap wanita itu lemah.

Deg..

Pria itu tersentak mendengar ucapan sang adik. Menjadikan bayi itu anak di mata hukum, itu artinya Arthur harus mempunyai pasangan dan menikah.

"Aku akan melakukan apapun untuk mu. Asal kamu sembuh."

Arthur ikut mengecup kening adiknya.

"Tidak kak. Kakak yang harus berjanji, jadikan dia putrimu secara hukum."

Ulang wanita itu. Nafas Audrey semakin berat dan tersendat.

Nyonya Dinata menatap ke arah sang putra, melalui tatapan mata, ia meminta agar Arthur mengiyakan keinginan adiknya.

"Menikah lah dengan Rea."

Tatapan Audrey mengarah kepada gadis yang berdiri di samping sang mama.

Ketiga orang itu tersentak.

"Rea, sudah berjanji akan menjadi mama untuk anakku."

Kepala Andrea menggeleng kencang. Bagaimana bisa Audrey memintanya menikah dengan Arthur?

"Nona, aku tidak mungkin menikah dengan tuan Arthur."

"Rea, aku mohon."

Dada Audrey naik turun dengan cepat.

"Audrey jangan terlalu banyak bicara. Kamu harus sembuh dulu. Aku berjanji akan melakukan apapun untuk mu."

Arthur berusaha menenangkan sang adik.

Kepala wanita itu kembali menggeleng.

"Katakan kalian akan menikah, dan menjadi orang tua untuk putriku."

Nyonya Dinata kembali menatap sang putra, dan juga Andrea.

“Arth, Rea.”

Kepala wanita paruh baya itu mengangguk kecil. Memberi tanda, agar mereka menjawab iya.

Arthur diam sesaat, ia memikirkan permintaan sang adik. Belum terlintas di benaknya untuk menikah. Walau usianya kini sudah memasuki angka tiga puluh tahun.

Tangan Audrey terulur. Arthur pun meraihnya, wanita itu juga meminta tangan Andrea.

Nyonya Dinata bergeser, memberi ruang bagi Andrea.

“Aku mohon. Hanya kalian harapanku. Aku ingin, putriku memiliki orang tua lengkap, di mata hukum.”

Wanita itu mengenggam jadi satu tangan sang kakak dan juga tangan Andrea di atas perutnya.

“Kak. Maaf jika selama ini aku selalu merepotkan mu. Aku berjanji, ini terakhir kalinya aku meminta. Tolong, jadilah ayah untuk putriku. Menikah lah dengan Rea.”

Genggaman tangan Audrey melemah. Membuat Arthur semakin takut.

“Audrey, sayang. Jangan berkata seperti itu, kamu sama sekali tidak merepotkan aku. I-iya, aku berjanji.” Pria itu menghela nafasnya pelan.

“Aku akan menjadikan dia putriku, secara hukum.“

“Menikahlah, dengan Rea.”

Arthur kembali menghela nafas, di tatapannya sejenak gadis yang di minta menjadi istrinya.

“Iya, aku akan menikah dengan Rea.”

Deg..

Mata Andrea membulat sempurna. Kepalanya menggeleng lemah.

Namun, melihat senyum tipis di wajah Audrey, membuat gadis itu tidak bisa menolak.

“Rea.”

“I-iya, nona. Aku akan menikah dengan tuan Arthur.”

Senyum Audrey semakin terlihat jelas. Mata wanita itu perlahan terpejam. Dan genggaman tangannya pun terlepas.

”AUDREY.”

“NONA.”

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Jeankoeh Tuuk

Jeankoeh Tuuk

😭😭😭

2024-04-27

0

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

setelah permintaan audrey di iakan oleh arthur dan rea aydrey memejamkan mata untuk selamanya

2023-11-12

1

Putri Windasari

Putri Windasari

berapa byk sihh thor narok bawang disini..kann periihh mata ku 😭😭😭

2023-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!