06. Kepulangan Audrey Kecil.

Dua minggu berlalu setelah kepergian Audrey untuk selamanya. Sang putri pun kini telah diijinkan untuk pulang ke rumah.

Arthur telah menyiapkan kamar, dan segala kebutuhan untuk bayi mungil itu. Selama dua minggu belakangan, ia dan Andrea sibuk mencari perlengkapan, susu dan kebutuhan bayi lainnya. Pria itu ingin memberikan yang terbaik untuk Audrey kecil.

Dan hari ini, seperti biasa ditemani oleh Andrea, setelah makan siang, Arthur menjemput sang keponakan ke rumah sakit.

Gadis berusia dua puluh dua tahun itu bahkan sudah mahir menggendong bayi. Karena, selama empat belas hari ini, ia melakukan kursus merawat dan mengurus bayi.

Andrea juga ingin melakukan yang terbaik untuk Audrey kecil. Meski ia tak sanggup memberikan materi, setidaknya gadis itu bisa memberikan kasih sayang.

“Biar aku bantu.” Arthur membantu membukakan sabuk pengaman yang memeblenggu tubuh semampai gadis itu. Kini mereka telah tiba di halaman rumah keluarga Dinata.

Jantung Andrea berdegup lebih cepat, saat jarak dirinya dan sang tuan, berada begitu dekat. Gadis itu pun menahan nafas dan menutup matanya, kala aroma maskulin begitu menguar dari tubuh pria itu.

Hubungan mereka lebih dekat selama dua pekan ini. Bahkan, pekerja di tempat membeli keperluan bayi, mengira mereka adalah pasangan suami istri.

“Rea?”

Panggilan Arthur menyadarkan Andrea. Tanpa ia sadari, pria tiga puluh tahun itu sudah berdiri di luar mobil, dan telah membukakan pintu untuk dirinya.

“Ma-maaf tuan.” Gadis itu pun keluar dari dalam mobil dengan hati-hati karena dirinya sekarang sedang menggendong Audrey kecil.

Nyonya Dinata berdiri di depan pintu kediaman mewahnya, untuk menyambut ke pulangan sang cucu.

“Ma.” Arthur meraih tangan sang mama, kemudian menciumnya.

“Sayang.” Nyonya Dinata kemudian mengambil alih sang cucu dari gendongan Andrea.

Mereka kemudian memasuki rumah, dan membawa bayi mungil itu kedalam kamarnya.

Andrea dengan setia mendampingi sang nyonya. Ia juga belajar banyak soal mengasuh anak dari wanita paruh baya itu.

Melihat semuanya baik-baik saja, Arthur pun memutuskan kembali ke kantor. Bagaimanapun juga, waktu masih siang, banyak pekerjaan yang ia tinggalkan di kantor.

“Maaf, pak. Ada Ibu Celine di dalam.” Ucap sang sekretaris saat Arthur tiba di lantai 20 gedung perkantorannya.

Kepala pria itu mengangguk, kemudian berlalu memasuki ruangannya.

“Hai, Arth?”

Seorang wanita seusia Arthur menyapa pria itu setelah berada di dalam ruang kerjanya.

“Hai.” Pria itu tersenyum ramah. Mendekati wanita itu, kemudian mereka saling memeluk sebentar.

“Apa sudah lama? Kenapa datang tidak memberitahu?” Tanya Arthur sembari mengajak sang tamu duduk bersisian di atas sofa.

Wanita cantik itu menghela nafasnya.

“Lihat ponselmu, berapa kali aku menghubungimu?” Jawab wanita yang bernama Celine itu.

Arthur merogoh ponsel di saku jas yang ia kenakan. Bibirnya tersenyum kecil saat melihat tiga kali panggilan tak terjawab dari wanita di sampingnya itu.

“Maaf, tadi aku menjemput Audrey kecil dari rumah sakit. Dan ponselku dalam mode senyap.” Ucap Arthur menunjukkan benda pintarnya.

“Jadi putrinya Audrey sudah pulang? Maafkan aku, Arth. Aku tidak bisa hadir saat pemakaman adikmu. Hari itu bertepatan dengan peringatan kepergian Jeremy. Dan mertuaku datang.” Terdengar nada penyesalan dari ucapan yang terlontar dari bibir wanita itu.

“Tidak masalah, Cel. Aku mengerti.“ Arthur menjawab dengan senyuman. Ia sangat mengerti tentang wanita di sampingnya ini.

Saling mengenal sejak mereka berusia 16 tahun, tentu Arthur sudah tau banyak hal tentang Celine. Bagi wanita itu, urusan keluarga adalah yang pertama. Hal itu pula yang Arthur contoh, sehingga ia juga mengutamakan urusan keluarganya.

“Kamu bisa berkunjung nanti, sembari melihat Audrey kecil.” Sambung Arthur kembali.

Celine mencebik. Berkunjung ke rumah Arthur? Pria itu memang sering memintanya. Namun, apa mungkin ia akan mendapat sambutan ramah dari sang nyonya rumah?

Ya, meski telah berteman belasan tahun dengan Arthur, namun sampai saat ini nyonya Dinata tidak pernah bersikap ramah padanya.

Itu di karenakan, Celine lah penyebab Arthur melajang hingga saat ini.

🍃🍃🍃

Hari menjelang malam, saat Arthur kembali ke rumah. Sudah menjadi kebiasaan baginya untuk mengambil lembur, jika ia tak sempat menyelesaikan pekerjaannya di sore hari.

Seperti biasa, Arthur akan tiba di rumah saat para penghuni kediaman mewah itu telah berada di dalam kamarnya masing-masing. Dan penerangan di dalam rumah hanya tinggal cahaya temaram.

Pria itu menapaki tangga, menuju kamar pribadinya. Ia ingin segera menyegarkan diri, dari rasa penat yang seharian membelenggunya.

Dan setelah hampir setengah jam, Arthur kini telah terlihat segar, dan siap untuk tidur.

Saat hendak menaiki peraduan, pria itu teringat jika kini Audrey kecil telah berada di rumah. Maka, ia pun mengurungkan niat untuk merebahkan diri.

Pria itu kembali ke luar dari kamar, kemudian menyambangi kamar di sebelahnya. Tempat dimana bayi mungil itu beristirahat.

Alis Arthur bertaut, kala mendapati pintu yang tidak tertutup rapat. Perlahan pria itu mendorong papan kayu persegi panjang itu, untuk melihat dengan jelas ke dalam ruangan.

Senyum tipis tersungging, saat mendapati Andrea yang tengah menimang Audrey kecil dalam gendongannya.

“Apa dia belum tidur?”

Meski berbisik, namun suara Arthur mampu membuat Andrea tersentak.

“Tu-tuan, kapan datang?“

Gadis itu celingukan. Ia tak mendengar suara langkah kaki, namun pria itu tiba-tiba sudah berada di sampingnya. Andrea memindai penampilan Arthur, sepertinya pria itu juga sudah selesai mandi.

“Baru saja. Aku sengaja tidak bersuara. Takut menganggunya.”

Andrea mengangguk paham. Ia kembali menimang Audrey kecil. Namun, bayi mungil itu masih saja terjaga.

“Coba berikan padaku.”

Arthur merentangkan tangannya. Andrea pun menyerahkan bayi itu dengan hati-hati.

Tak hanya Andrea, Arthur pun juga belajar cara mengurus bayi. Dengan telaten pria itu pun menimang Audrey kecil, meski masih sedikit kaku.

Hampir lima belas menit mondar mandir di dalam kamar bayi itu, sambil sesekali bersenandung sebisanya, akhirnya Audrey kecil terlelap juga.

Hal itu membuat Arthur bernafas lega.

”Re— ucapan pria itu tak terselesaikan. Di lihatnya Andrea duduk bersandar pada kepala ranjang, namun mata gadis itu terpejam.

Arthur memaklumi, mungkin Andrea kelelahan mengurus Audrey kecil. Apalagi, gadis itu belum terbiasa.

Perlahan Arthur mendekat. Ia mendudukkan diri disamping gadis itu.

“Rea.” Di guncangnya sedikit lembut lengan Andrea.

“Ah, i-iya.“ Manik matanya mengerejap beberapa kali, hingga ia sadar sepenuhnya.

“Maafkan aku, tuan.” Gadis itu pun menegakan tubuhnya.

”Tidak apa-apa. Ini Audrey sudah tidur. Tolong kamu letakkan dia.”

Andrea mengangguk. Ia kemudian meraih bayi mungil yang telah terlelap itu. Lagi-lagi, jantung gadis itu berdegup kencang, kala jarak dirinya dan Arthur yang begitu dekat. Dan tangan mereka yang saling bersentuhan di bawah tubuh bayi mungil itu.

“Maaf, tuan.”

Setelah berpindah tangan, Andrea kemudian meletakkan tubuh kecil itu di atas tempat tidur.

Untuk sementara, Audrey kecil akan tidur di tempat tidur bersama Andrea. Nanti setelah lebih besar, baru akan tidur di dalam box bayi.

“Kamu juga tidurlah, Rea.” Ucap Arthur setelah memastikan posisi Audrey kecil aman.

“Ya, selamat malam, tuan.”

“Hmm.”

Pria itu kemudian keluar dari kamar itu, dan kembali ke kamarnya.

“Sadar Rea, kalian berbeda kasta.”

.

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

biar kalian beda kasta tp kalian sudah berjanji akan menikah sebelum audrey meninggal dunia penuhi janji kalian berdua art & rea jgn sampai ingkar sebab janji kpd orng yg sdh meninggal berbeda dgn orng yg masih hidup

2023-11-12

0

Eva Rubani

Eva Rubani

lanjut.

2023-03-27

0

aniya_kim

aniya_kim

manis sekaliii .. penasaran bagaimana nasib pelaku yg menjahati Audrey

2022-10-10

3

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!