16. Pergi Kontrol.

Tak terasa putaran bumi berlalu. Siang dan malam berganti begitu cepat. Hingga, kini dua minggu telah berlalu sejak kepulangan Audrey kecil ke kediaman keluarga Dinata. Yang artinya, bayi mungil itu kini telah berusia satu bulan.

Andrea yang semula kewalahan mengurus Audrey sendirian, kini pun telah terbiasa di bantu oleh suster Rini. Gadis itu pun memiliki waktu untuk menyalurkan hobi memasaknya, dengan membantu sang bibi di dapur.

Seperti pagi ini, Andrea bangun pagi membantu membuat sarapan.

“Ada apa? Apa nasi gorengnya tidak enak?” Tanya mama Daisy kepada Arthur yang sedang mengunyah pelan sarapannya.

Pria itu menggeleng. Ia kembali menyuap satu sendok penuh ke dalam mulut. Lagi, Arthur mengunyah dengan pelan. Seperti meresapi rasa makanan sederhana itu.

“Ini bukan buatan bibi Rosi.” Ucap pria itu kemudian.

“Tau darimana kamu?” Tanya sang mama yang juga tengah menikmati sepiring nasi goreng.

“Rasanya berbeda dari biasanya. Aku sudah sepuluh tahun menyantap nasi goreng buatan bibi Rosi. Dan yang ini bukan buatannya.”

Mama Daisy menganga. Tumben sekali sang putra berbicara panjang lebar seperti itu, Hanya karena mengomentari rasa nasi goreng yang berbeda.

“Nasi goreng ini buatan Rea.” Ucap mama Daisy kemudian.

Seketika Arthur tersedak air yang baru saja ia teguk.

“Pelan-pelan, Arth.”

Arthur tertegun. Rasa masakan yang di buat oleh Andrea begitu pas di lidahnya. Bahkan baru pertama kali ia merasakannya.

‘Jadi gadis itu memang pintar memasak?’

“Lalu kemana orang yang membuatnya? Kenapa dia tidak ada?” Tanya pria itu kemudian.

“Dia sedang bersiap. Hari ini jadwal kontrol Audrey, Rea akan membawanya ke rumah sakit.” Jelas mama Daisy.

Alis Arthur bertaut mendengar ucapan sang mama.

“Hari ini jadwal kontrol Audrey? Kenapa tidak ada yang memberitahu aku?”

“Ini hari kerja, Arth. Kamu mana ada waktu. Mama yang sengaja meminta Andrea tidak mengatakan padamu. Percuma juga, kamu kan orang sibuk.”

Arthur kembali menyambar gelas kaca, meneguk isinya hingga tandas.

“Selamat pagi, nyonya. Pagi B—

Thomas datang untuk berangkat bersama sang atasan, diawali dengan ucapan selamat pagi kepada sang tuan rumah, dan belum sempat menyapa sang atasan ucapan kakak sepupu Andrea itu telah terputus.

“Kamu berangkat lebih dulu, aku ada urusan.” Ucap Arthur sembari bangkit dari kursi yang ia duduki.

Alis Thomas bertaut. Sebagai seorang asisten pribadi, ia tau semua jadwal sang atasan. Dan ini, urusan apa yang di maksud? Kenapa ia tidak tau?

“Sudah, kamu jangan bengong. Ayo sarapan dulu. Setelah itu baru pergi ke kantor.” Mama Daisy berucap sembari melambaikan tangan memanggil pria muda itu.

Thomas menurut, karena ia juga belum sempat sarapan di belakang.

“Memang ada urusan penting apa, nyonya?” Tanya anak bibi Rosi itu saat mama Daisy menyodorkan piring berisi nasi goreng kepadanya.

“Urusan rumah tangga, anak mau kontrol ke dokter. Tapi papa tidak tau, mama mau bawa anaknya sendiri. Ya, papa tidak mengijinkan dong.” Ucap mama Daisy tergelak.

Thomas yang mengerti hanya mengangguk, dan tak lagi bertanya.

🍃🍃🍃

“Anak bibi Rea sudah cantik, ya.” Andrea berbicara pada bayi yang tengah di gendong oleh sus Rini.

“Apa perlengkapan nona kecil sudah siap, sus?” Tanya Andrea kemudian.

“Sudah, mbak.” Meski suster Rini umurnya jauh di atas Andrea, namun ia tetap memanggil dengan sebutan ‘mbak.’ Walau Andrea memintanya memanggil nama, namun pengasuh Audrey itu merasa tidak enak hati, karena Andrea merupakan calon istri majikannya.

Yang ia tau, Arthur adalah ayah bayi yang di asuhnya. Selama bekerja, suster Rini tidak pernah ikut campur urusan majikannya.

Andrea mengangguk. Ia kemudian mengambil alih bayi mungil itu.

“Kalau begitu, kita pergi sekarang saja ya, sus. Siapa tau dapat lebih awal.” Ucap Andrea kemudian.

“Iya, mbak.” Sus Rini kemudian mengambil tas yang sudah berisi kebutuhan Audrey, yang akan di bawa ke rumah sakit.

Mereka kemudian berjalan menuju pintu. Namun, langkah kedua wanita berbeda usia itu terhenti di ambang pintu. Arthur berdiri disana dengan bersedekap dada.

“Berikan itu padaku.” Ucap pria itu kepada sus Rini. Pria itu menunjuk tas yang sedang di jinjing wanita tiga puluh lima tahun itu.

“Kamu tidak perlu ikut. Rea akan pergi bersamaku.”

“Tapi, tuan—

“Kamu membantahku lagi?” Manik mata Arthur melebar sempurna.

“Bukan begitu. Maksudku, bukannya tuan harus pergi ke kantor? Aku bisa pergi bersama sus Rini.” Jelas Andrea. Selama dua minggu ini, ia menjadi penurut, dan tidak membantah ucapan pria itu.

“Aku papanya, jadi aku harus ikut memeriksakan putriku. Lagi pula, kantor bisa menunggu.” Ucap pria itu. Ia kemudian memutar tubuh meninggalkan Andrea dan sus Rini.

“Sus, maaf. Aku tidak tau jika dia bisa pergi.”

“Tidak apa-apa, mbak Rea. Biar saya tunggu di rumah.”

Andrea pun menyusul Arthur ke bawah.

“Lain kali, katakan padaku apapun yang berkaitan dengan Audrey.” Ucap Arthur saat mereka sudah berada di perjalanan menuju rumah sakit. Pria itu mengemudikan sendiri mobilnya, dengan Andrea duduk di kursi sebelah kiri.

“Maaf, tuan. Sebenarnya, aku sudah akan mengatakan pada tuan. Tetapi, nyonya melarang. Katanya, tuan pasti sibuk di kantor dan tidak punya waktu.” Andrea menjawab. Bukan ingin menyudutkan nyonya Dinata, namun gadis itu tidak ingin ada kesalahpahaman di antara mereka. Apalagi dua pekan ini, mereka sudah tidak pernah berdebat lagi.

Penjelasan Andrea membuat Arthur membuang nafasnya kasar. Ia kini mengerti, ini hanya akal-akalan sang mama, agar dirinya dan Andrea semakin dekat.

Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi, tiba di parkiran rumah sakit.

Rumah sakit Hugo, salah satu rumah sakit swasta di ibukota. Tempat dimana mendiang Audrey melakukan pemeriksaan.

“Berikan Audrey padaku. Kamu bawa tasnya.”

Andrea mengangguk, membiarkan Arthur mengambil alih bayi itu. Mereka kemudian berjalan bersisian masuk kedalam rumah sakit.

Banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka. Bagaimana tidak, mungkin baru kali ini, melihat seorang pria berjas yang menggendong bayi. Sementara, wanita di sampingnya membawa tas dengan gambar bayi merangkak.

“Tuh pa, lihat. Pria itu saja mau menggendong bayinya. Papa bisanya cuma buat saja, tapi tidak mau gendong.”

Ucap seorang ibu yang sedang duduk ditemani sang suami pada kursi tunggu.

Andrea yang mendengar itu, merasa jengah. Kenapa wanita itu tanpa tau malu berucap seperti itu.

“Kamu sudah melakukan pendaftaran?” Tanya Arthur setelah mereka sampai di dekat meja pendaftaran.

“Sudah, tuan. Aku akan daftar ulang.”

Arthur mengangguk, kemudian mengambil tempat duduk tak jauh dari sana.

“Nama orang tua bayi?” Tanya suster yang tengah mengisi data, karena ini untuk pertama kalinya Audrey kecil periksa disana.

Andrea bingung. Ia tak tau harus menjawab apa. Gadis itu pun melihat ke arah Arthur.

Pria itu mengerti, kemudian mendekat ke arah meja pendaftaran.

“Arthur Dinata dan Andrea Cecilia.”

Deg..

Andrea tersentak. Mendengar Arthur menyebut nama mereka berdua sebagai orang tua Audrey kecil. Ia pun menatap penuh tanya pria yang kini berdiri di sampingnya.

‘Apa maksudnya?’ Ia hanya mampu bertanya dalam batin.

Suster itu mengangguk paham. Ia kemudian melanjutkan mengisi data.

“Silahkan tunggu sebentar, bapak, ibu. Nanti nama anaknya akan di panggil.” Ucap suster itu ramah.

Andrea dan Arthur pun mengambil tempat duduk.

“Biar aku yang menggendong nona, tuan.”

“Tidak perlu, Rea. Lihat dia sedang tidur. Jangan di ganggu.”

‘Ya Tuhan, apa pria ini tidak bisa bersikap manis sekali saja? Kenapa dia cepat sekali berubahnya? Apa tuan Arthur memiliki kepribadian ganda?’

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Eddy Junaedi

Eddy Junaedi

sadis langsung tancap gas siapa nama kedua ortu'a princess audrey dinata

2023-11-12

0

Nurak Manies

Nurak Manies

💪💪❤❤❤❤

2022-11-03

1

Yuni Ati

Yuni Ati

Sikap nya dingin..Tunggu ya Thur nnti kamu bucin akut ama Rea😆

2022-10-15

1

lihat semua
Episodes
1 01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2 02. Harus Di Operasi.
3 03. Tolong Jaga Anakku.
4 04. Menikahlah Dengan Rea.
5 05. Princess Audrey.
6 06. Kepulangan Audrey Kecil.
7 07. Ingat Janjimu.
8 08. Calon Istri Arthur.
9 09. Lakukan Pendekatan.
10 10. Sarapan Pagi.
11 11. Berbelanja.
12 12. Tidak Memberitahu Mama.
13 13. Perhatian Arthur.
14 14. Menurutlah, Rea.
15 15. Pengasuh Baru.
16 16. Pergi Kontrol.
17 17. Hanya Pengasuh.
18 18. Kamu Mendengarnya?
19 19. Maafkan Aku.
20 20. Panggilan Wawancara.
21 21. Mengerjai Arthur
22 22. Dimana Gadis Itu?
23 23. Jangan Menolakku, Rea.
24 24. Bertemu Mantan Dosen.
25 25. Memilih Cincin Pernikahan.
26 26. Aku Tidak Perduli.
27 27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28 28. Kedatangan Arthur.
29 29. Aku Memecatmu.
30 30. Bertemu Celine.
31 31. Memanasi Celine.
32 32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33 33. Lamaran Arthur.
34 34. Cincin Tunangan?
35 35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36 36. Mencoba Gaun Pengantin.
37 37. Kakak Yang Gagal.
38 38. Memanasi Celine, Lagi.
39 39. Hari Pernikahan, ARREA.
40 40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41 41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42 42. Menginap Di Hotel.
43 43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44 44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45 45. Pacaran Halal.
46 46. Kembali Pulang.
47 47. Ternoda Sejak Dini.
48 48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49 49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50 50. Daripada Jajan Di Luar.
51 51. Mengusir Bibit Pelakor.
52 52. Hanya Pelampiasan.
53 53. Percaya Padaku, Sayang.
54 54. Makan Siang Bersama.
55 55. Bertemu Pengacara.
56 56. Di Tikung Atasan.
57 57. Bertemu Teman Arthur.
58 58. Memeluk Wanita Lain.
59 59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60 60. Menghidari Arthur.
61 61. Maafkan Aku, Sayang.
62 62. Kasta Kami Berbeda.
63 63. Memanfaatkan Kedekatan.
64 64. Menghukum Istri Durhaka.
65 65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66 66. Merayu Bayi Besar.
67 67. Amarah Arthur.
68 68. Sampai Kapan?
69 69. Tamu Tak Diundang.
70 70. Andrea Hamil?
71 71. Aku Sangat Bahagia.
72 72. Tentang Andrea.
73 73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74 74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75 75. Andrea Hamil Anakku.
76 76. Jangan Egois.
77 77. Mengundurkan Diri.
78 78. Si Ulat Bulu Lagi.
79 79. Bertemu Bryan.
80 80. Maafkan Aku, Audrey.
81 81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82 82. Tetangga Baru.
83 83. Cemburunya Dua Pria.
84 84. Resepsi Pernikahan.
85 85. Aku Mencintai Mu.
86 86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87 87. Kalian Tau Sesuatu.
88 88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89 89. Membujuk Andrea.
90 90. Bu, Aku MerindukanMu.
91 91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92 92. Maafkan Oma.
93 93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94 94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95 95. Berdamai.
96 96. Aku Tidak Merayu 21++
97 97. Rumah Keluarga Kesuma.
98 98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99 99. Thomas Dan Jenny.
100 100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101 101. Apa Kamu Cemburu?
102 102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103 103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104 104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105 105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106 106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107 107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108 108. Aku Membencimu, Kak.
109 109. Kenapa Harus Rea?
110 110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111 111. Bangunlah, Sayang.
112 112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113 113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114 114. Tidak Mau Berpisah.
115 115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116 116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117 117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118 118. Sudah Mengikhlaskan.
119 119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120 120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121 121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122 122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123 123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124 124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125 125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126 SPADAAA….
Episodes

Updated 126 Episodes

1
01. Jadilah Ibu Untuk Anakku.
2
02. Harus Di Operasi.
3
03. Tolong Jaga Anakku.
4
04. Menikahlah Dengan Rea.
5
05. Princess Audrey.
6
06. Kepulangan Audrey Kecil.
7
07. Ingat Janjimu.
8
08. Calon Istri Arthur.
9
09. Lakukan Pendekatan.
10
10. Sarapan Pagi.
11
11. Berbelanja.
12
12. Tidak Memberitahu Mama.
13
13. Perhatian Arthur.
14
14. Menurutlah, Rea.
15
15. Pengasuh Baru.
16
16. Pergi Kontrol.
17
17. Hanya Pengasuh.
18
18. Kamu Mendengarnya?
19
19. Maafkan Aku.
20
20. Panggilan Wawancara.
21
21. Mengerjai Arthur
22
22. Dimana Gadis Itu?
23
23. Jangan Menolakku, Rea.
24
24. Bertemu Mantan Dosen.
25
25. Memilih Cincin Pernikahan.
26
26. Aku Tidak Perduli.
27
27. Aku Akan Bertanggung Jawab.
28
28. Kedatangan Arthur.
29
29. Aku Memecatmu.
30
30. Bertemu Celine.
31
31. Memanasi Celine.
32
32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.
33
33. Lamaran Arthur.
34
34. Cincin Tunangan?
35
35. Rea Memiliki Tempat Di Hatiku.
36
36. Mencoba Gaun Pengantin.
37
37. Kakak Yang Gagal.
38
38. Memanasi Celine, Lagi.
39
39. Hari Pernikahan, ARREA.
40
40. Tidak Ada Yang Perlu Dijelaskan.
41
41. Buka Mata Dan Hatimu, Celine.
42
42. Menginap Di Hotel.
43
43. Kamu Milikku, Aku Milikmu.
44
44. Bulat Seperti Melon 21+++++
45
45. Pacaran Halal.
46
46. Kembali Pulang.
47
47. Ternoda Sejak Dini.
48
48. Pendekatan Macam Apa Itu?
49
49. Memenuhi Kebutuhan Suami.
50
50. Daripada Jajan Di Luar.
51
51. Mengusir Bibit Pelakor.
52
52. Hanya Pelampiasan.
53
53. Percaya Padaku, Sayang.
54
54. Makan Siang Bersama.
55
55. Bertemu Pengacara.
56
56. Di Tikung Atasan.
57
57. Bertemu Teman Arthur.
58
58. Memeluk Wanita Lain.
59
59. Dia Lebih Membutuhkan Kamu.
60
60. Menghidari Arthur.
61
61. Maafkan Aku, Sayang.
62
62. Kasta Kami Berbeda.
63
63. Memanfaatkan Kedekatan.
64
64. Menghukum Istri Durhaka.
65
65. Suka Mengurusi Kehidupan Orang.
66
66. Merayu Bayi Besar.
67
67. Amarah Arthur.
68
68. Sampai Kapan?
69
69. Tamu Tak Diundang.
70
70. Andrea Hamil?
71
71. Aku Sangat Bahagia.
72
72. Tentang Andrea.
73
73. Apa Yang Terjadi, Setelah Malam Itu..?
74
74. Aku Bahkan Tau Namamu.
75
75. Andrea Hamil Anakku.
76
76. Jangan Egois.
77
77. Mengundurkan Diri.
78
78. Si Ulat Bulu Lagi.
79
79. Bertemu Bryan.
80
80. Maafkan Aku, Audrey.
81
81. Kamu Tidak Mengundang Ku?
82
82. Tetangga Baru.
83
83. Cemburunya Dua Pria.
84
84. Resepsi Pernikahan.
85
85. Aku Mencintai Mu.
86
86. Terungkapnya Sebuah Fakta.
87
87. Kalian Tau Sesuatu.
88
88. Tidak Ingin Bertemu Mereka.
89
89. Membujuk Andrea.
90
90. Bu, Aku MerindukanMu.
91
91. Resmi Menjadi Putri Kita.
92
92. Maafkan Oma.
93
93. Audrey Kecil Mirip Bryan?
94
94. Menebus Waktu Yang Telah Berlalu.
95
95. Berdamai.
96
96. Aku Tidak Merayu 21++
97
97. Rumah Keluarga Kesuma.
98
98. Tau Tentang Andrea Sejak Lahir.
99
99. Thomas Dan Jenny.
100
100. Tinggallah Selama Yang Kamu Mau.
101
101. Apa Kamu Cemburu?
102
102. Kurang Ajar Sekali, Thomas.
103
103. Apa Yang Kalian Lakukan?!
104
104. Nikahi Jenny Secepatnya.
105
105. Lamaran Thomas dan Jenny.
106
106. Hari Pernikahan Thomas dan Jenny.
107
107. Apa Maksud Ucapanmu, Bryan Kesuma?!
108
108. Aku Membencimu, Kak.
109
109. Kenapa Harus Rea?
110
110. Apa Yang Terjadi Pada Rea?
111
111. Bangunlah, Sayang.
112
112. Maafkan Aku, Telah Menyakitimu.
113
113. Berpikir Sebelum Bertindak.
114
114. Tidak Mau Berpisah.
115
115. Dia Bukan Kakaknya Rea.
116
116. Melihat Dari Sudut Pandang Arthur.
117
117. Serahkan Dirimu Pada Polisi.
118
118. Sudah Mengikhlaskan.
119
119. Titip Adik Dan Putriku. ( TAMAT )
120
120. ExtraPart. Membantu Mencari Jalan Keluar.
121
121. ExtraPart. Pembukaan Tiga.
122
122. ExtraPart. Operasi Caesar.
123
123. ExtraPart. Selamat Datang, Jagoan.
124
124. Prince Arrea Kesuma Dinata.
125
125. Tidak Bisa Skin To Skin.
126
SPADAAA….

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!