"Mbak Shanti." tutur Farzan begitu melihat Farhan pergi.
"Apa ini Mbak? Apa Mbak Shanti sudah berbaikan dengan Mas Farhan?"
"Apa yang salah Farzan, Mas Farhan masih Ayah dari putra ku."
"Ya Aku tau, Maksud ku, Bukankah Mbak Shanti hari ini berniat mengurus perceraian?"
"Ada apa dengan mu Farzan? Kamu ini Adik Mas Farhan, Tidak seharusnya kamu mengharapkan perceraian kakak mu sendiri." tegas Shanti.
"Loh... Bukankah Mbak Shanti sendiri yang kemarin begitu ngotot ingin bercerai, Kenapa sekarang seolah-olah Aku yang meminta Mbak Shanti untuk menceraikan Mas Farhan?"
"Karena pertanyaan mu memang menegaskan jika kamu begitu mengharapkan Aku segera bercerai?"
"Lalu kenapa jika Aku berharap? Apa Mbak pura-pura tidak tahu kalau Aku begitu mencintai Mbak? Aku begitu mencintai Mbak jauh sebelum kejadian malam itu!"
Mendengar itu Shanti langsung mengalihkan pandangannya dan membelakangi Farzan seolah memikirkan sesuatu.
Setelah terdiam beberapa saat, Shanti kembali menoleh ke arah Farzan dan melangkah ke depannya.
"Jangan mengharapkan apapun dari ku karena apa yang kita lakukan membuat ku merasa menjadi istri yang paling buruk yang tidak ada bedanya dengan Mas Farhan, Dan lagipula sekalipun Aku bercerai belum tentu juga kita bisa bersama," ucap Shanti mengakhiri ucapannya.
Mendengar ucapan Shanti yang seolah tidak memiliki perasaan sama sekali dengan dirinya, Farzan mengangguk seraya mengukir senyum getirnya. Kemudian melangkah mundur sebelum akhirnya pergi meninggalkan Shanti.
Shanti bergegas ke arah dan menatap punggung Farzan yang tidak lagi menoleh kebelakang.
•••
Satu minggu berlalu Shanti masih tidak juga mengurus perceraiannya. Bahkan ia sudah kembali tinggal bersama Farhan beserta anak semata wayang mereka.
Selama satu minggu itu pula Farhan selalu bersikap baik kepada Shanti, Mulai dari bicaranya yang tidak pernah lagi kasar, Lebih memperhatikan Fakhri hingga mau membantu pekerjaan rumah.
Namun semua itu seolah tidak ada artinya lagi buat Shanti karena sejak pertemuan terakhirnya dengan Farzan, Membuat Farzan tidak lagi mendekati Shanti maupun bermain dengan Fakhri. Bahkan jika mereka berpapasan pun Farzan langsung pergi tanpa berbicara dengannya.
"Aku sudah tidak tahan lagi," ucap Shanti beranjak dari duduknya.
"Aku tidak bisa membohongi perasaanku, Aku tidak bisa melupakan Farzan dan terus bersama Mas Farhan." batin Shanti yang semakin merasa resah dengan gejolak di hatinya. Kemudian Shanti yang memutuskan untuk menemui Farzan meraih blazer yang tergantung di belakang pintu dan bergegas keluar. Namun karena terburu-buru ia sampai menabrak Farhan yang tengah membawa secangkir teh di tangannya.
PRAAAANNNKKK...!!!
Secangkir teh pun pecah berantakan membasahi lantai.
Shanti yang takut akan kemarahan Farhan berulang kali minta maaf bahkan membersihkan pakaian Farhan yang terkena tumpahan teh.
"Maafkan Aku Mas... Maafkan Aku," ucap Shanti sembari terus membersihkan pakaian Farhan yang basah.
"Shanti-Shanti... Tidak masalah, Ini hanya basah, Mas bisa mencucinya." ujar Farhan memegang tangan Shanti.
"A-e.... Kalau begitu Aku bersihkan ini dulu." Shanti langsung berjongkok untuk memunguti pecahan cangkir tersebut. Namun lagi-lagi Farhan kembali menghentikannya.
"Ini juga tidak perlu Shanti, Biar Mas yang membersihkannya."
"Tapi Mas..."
"Tidak papa Shanti, Mas membuat teh ini untuk mu, Nanti Mas buatkan lagi."
Shanti tertegun melihat Farhan yang tidak menunjukan kemarahannya dan justru memunguti satu persatu pecahan cangkir yang berceceran.
Setelah selesai memunguti, Farhan kembali berdiri dan berniat membawanya ke belakang. Namun melihat Shanti yang menggunakan blazer seperti kebiasaannya ketika ingin keluar, Farhan pun bertanya pada istrinya tersebut.
"Apa kamu mau pergi?"
"A... A-aku..."
"Kenapa ragu, Jika kamu mau pergi, Pergi saja, Nanti Mas yang nemenin Fakhri kalau pulang sekolah."
Mendapat izin dari sang suami, Shanti bukannya merasa senang tapi justru membuatnya berpikir ulang untuk menemui Farzan yang sejak beberapa hari ini membuat hatinya resah.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Ita rahmawati
yah namany buaya kok dikadalin ya gk bkal bs lah 😁😁
2022-12-19
0
Monica
si tukang drama lgi acting...untung kamu msih bisa menggunakan akal sehatmu Shanti..bhwa tdk ada ketulusan dari si Farhan
2022-10-20
1
Rifa'i Rivazae Muhamad
jangan mau dikibulin ma farhan santi, dia cuman mau membuat hatimu goyah dan trbukti kmu tidk meminta cerai lagi sma dia
2022-10-18
1