Keesokan harinya Shanti yang harus mengambil seragam sekolah Fakhri dan segala keperluannya kembali ke rumah.
Dapur yang tembus ke bagian belakang rumah Bulek Wati membuat Shanti tidak perlu menggunakan kunci untuk masuk ke rumah Farhan yang masih menjadi suaminya itu. Tidak ingin Farhan mendengar kedatangannya, Shanti mengendap-endap menuju lemari pakaian. Ia mulai mengambil seragam sekolah Fakhri dan beberapa stelan baju untuk ganti Fakhri dan dirinya. Setelah mengambil semua yang ia perlukan, Tanpa sengaja Shanti melihat buku nikah berada di samping Farhan yang masih tertidur pulas.
Dengan sangat perlahan Shanti membungkukkan badannya mencoba meraih buku nikah itu. Namun buku nikah yang terletak di sisi kanan Farhan membuat Shanti cukup kesulitan karena harus melewati tubuh Farhan yang posisi tidurnya terbaring lurus menghadap langit-langit kamarnya.
Perlahan namun pasti, Akhirnya jemari tangan Shanti mampu meraih buku nikah itu, Namun pada saat ia akan mengambil, Tubuhnya kehilangan keseimbangan hingga ia menimpa Farhan dan membangunkannya.
"Shanti...?"
Shanti menjadi panik dan berusaha bangun dari atas tubuh Farhan. Namun Farhan dengan sigap memegang kedua lengan Shanti agar tidak beranjak dari sisinya.
Menyadari Shanti ingin mengambil buku nikahnya, Farhan semakin tidak ingin membiarkan Shanti pergi.
"Shanti jangan tinggalkan Aku," ucap Farhan dengan memasang wajah sedih.
Shanti terhenyak mendengar Farhan yang tiba-tiba bersikap lembut padanya.
"Shanti... Semalaman Aku berpikir bagaimana Aku tanpa adanya dirimu, Meskipun selama ini kita sering berjauhan namun pernikahan kita masih baik-baik saja sehingga Aku tidak merasa gelisah, Tapi niat mu meminta cerai dari ku, Membuat ku semalaman tidak bisa tidur Shanti, Aku benar-benar merasa resah, Aku tidak bisa kehilanganmu."
"Tapi semuanya sudah terjadi, Mas sudah menikah lagi dan Mas juga memukul ku, Itu tidak bisa ku lupakan begitu saja."
"Ya Aku tau Shanti dan Aku sangat amat menyesal, Maka dari itu Aku sudah putuskan untuk tidak kembali ke Kalimantan, Bukan itu saja Aku juga siap meninggalkan wanita itu demi keutuhan rumah tangga kita Shanti, Ku mohon beri Aku kesempatan."
Shanti terdiam menatap Farhan seolah mencari kejujuran di setiap ucapannya.
"Shanti... Fakhri masih terlalu kecil untuk menghadapi permasalahan kita, Bagaimana jika ia mempertanyakan kenapa orang tuanya tidak tinggal bersama lagi, Kemana Bapak nya dan belum lagi jika teman-teman nya bertanya tentang Bapaknya, Apa kamu tidak merasa kasihan?"
Seolah mengiyakan apa yang Farhan katakan, Shanti mulai memikirkan semua yang Farhan katakan.
"Shanti... Coba kamu pikirkan lagi, Pertimbangkan baik-baik keputusan mu, Jika tidak demi Aku, Lakukan demi anak kita."
Shanti menarik nafas dalam-dalam dan beranjak dari duduknya.
"A-aku harus menyiapkan Fakhri, Nanti Fakhri terlambat," ucap Shanti yang kemudian pergi meninggalkan Farhan.
Sesampainya di rumah Bulek Wati Shanti bergegas memakaikan seragam untuk Fakhri yang sudah menunggunya di kamar dengan hanya mengenakan handuk.
"Mama lama banget sih," ucap Fakhri.
"Iya tadi nyari-nyari dulu, Seragamnya terselip di bawah," ucap Shanti beralasan.
"Lalu kenapa Mama bawa begitu banyak baju Fakhri, Memang kita mau nginep di rumah Mbah Wati lagi?" tanya Fakhri yang melihat Mamanya membawa beberapa stelan pakaiannya.
"A-e... Untuk jaga-jaga saja Sayang, Takut kamu perlu ganti kan biar sana sini ada baju mu." ujar Shanti beralasan.
"Terus Bapak mana, Fakhri mau di antar Bapak lagi."
Mendengar itu, Shanti kembali memikirkan ucapan Farhan.
"Mama..." Fakhri mengayunkan tangan Shanti yang tengah mematung.
"E... Ya."
"Dimana Bapak?"
"Bapak di rumah Sayang, Bapak masih tidur kamu..." Shanti menghentikan ucapannya sesaat melihat Farzan yang sudah datang dan bersiap untuk mengantarkan Fakhri.
"Kamu berangkat sama Om Farzan ya Sayang, Bapak mu masih tidur, Mungkin dia kelelahan."
"Bapak sudah siap." saut Farhan yang sudah berdiri di belakang Farzan.
"Bapak..." melihat itu Farhan begitu senang dan langsung berlari memeluk Bapaknya.
Farzan yang di lewati begitu saja oleh Fakhri merasa sedikit kecewa karena Fakhri lebih memilih Bapaknya di bandingkan dirinya yang selama ini selalu mengantarnya dan menggantikan sosok Ayah selama Farhan tidak ada.
Sementara Shanti tak bisa berbuat apapun kecuali membiarkan Farhan pergi mengantar anak semata wayang mereka.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Mommy El
Shanti Ojo kemakan rayuan e Farhan Yo. pokoke cerai..wis.
2022-10-23
0
Siti Aisah
mengabaikan kdrt n memilih balik hanya krna anak?? konyol!!!
please jangan jadi Lesty kedua dong.
mau nunggu dikhianati lagi ato dipukuli lagi?? itu namanya km jemput musibah n derita sendiri!!!
2022-10-18
1
Andi Nurdiana
luluh dech..,.ntar si farhan cari cewe baru yg di nikahin....di pukulin lagi dech....haaddduch kok yaa ga mikir
2022-10-18
0