"Masuklah Farzan, Kamu mau nganter Fakhri ke sekolah yah?"
"Iya Mas, Ngomong-ngomong kapan Mas pulang?"
"Tadi, Setengah limaan."
"Kok gak bilang-bilang mau pulang?"
"Kalau bilang ntar Aku gak tau kalau ternyata kamu begitu pagi jika mengantar Fakhri sekolah."
Farzan terdiam mendengar ucapan Farhan yang seolah telah menaruh curiga kepadanya.
Beberapa menit kemudian, Ketegangan antara Farhan dan Farzan mencair saat Shanti datang bersama Fakhri yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"Sudah siap tuh," ucap Farhan sembari terus memperhatikan wajah Farzan yang belum beranjak dari duduknya.
Farzan mengangguk dan beranjak dari duduknya. Namun belum sempat ia melangkah, Ucapan Shanti membuat langkahnya tertahan.
"Kenapa bukan Mas Farhan saja yang mengantar Fakhri?"
Farhan dan Farzan saling melihat mendengar pertanyaan Shanti.
"Apa Mas Farhan tidak ingin turut andil mengasuh Fakhri?" lanjutnya lagi.
"Ya tentu Mas ingin mengantar Fakhri ke sekolah, Tapi tidak sekarang Dek, Mas kan masih capek."
"Lalu kapan, Berapa lama Mas akan di rumah?"
Farhan terdiam, Ia yang semula berniat hanya ingin pulang sehari menjadi merasa berat hati setelah melihat kedekatan Farzan dan Shanti.
"Kenapa Dek Shanti bertanya seperti itu, Apa Dek Shanti tidak suka Mas pulang?"
Farzan langsung memalingkan wajahnya melihat Farhan meraih pinggang Shanti seolah sengaja ingin memanas-manasi adiknya itu.
"Apa yang Mas Farhan lakukan." Shanti yang merasa tidak nyaman menyingkirkan tangan Farhan dan mengikis jarak darinya.
"Fakhri... Berangkatlah sama Om Farzan, Sepertinya Bapakmu masih lelah," ucap Shanti melirik Farhan kesal.
"Gak mau... Fakhri maunya sama Bapak."
"Tapi Bapak capek nak, Besok yah kalau Bapak sudah tidak capek." bujuk Farhan. Namun Fakhri tidak mau mendengar alasan Bapaknya dan malah menangis sehingga akhirnya Farhan terpaksa mengiyakan keinginan putranya.
"Ya baiklah, Hapus air mata mu."
Fakhri pun menghapus air matanya dan berpapitan pada Shanti dan Farzan.
"Ayo kita berangkat," titah Farhan.
Sesampainya di pintu, Farhan menoleh ke belakang melihat Farzan yang masih berdiri tak jauh dari Shanti.
"Tidak baik berada dalam satu ruangan ketika seorang wanita di tinggal suaminya pergi,"
Farzan yang merasa di usir secara halus melangkah keluar mengikuti Farhan.
Di luar rumah Farhan menghentikan langkahnya dan menatap adik lelakinya itu.
"Jadi kamu serius dengan perkataan mu di telpon?" tanya Farhan.
Farzan tak menjawab dan terus menatap lurus ke depan. Ia tidak ingin bertengkar di depan Fakhri yang sudah cukup memahami apa yang terjadi.
"Farzan, Lihat Mas!" bentak Farhan.
"Jangan katakan apapun di depan Fakhri," lirih Farzan yang hampir tidak membuka mulutnya.
"Kenapa, Apa kamu takut Fakhri mengetahui kebusukan mu?!"
"Mas Farhan! Jangan memaksa ku untuk mengungkapkan wanita lain yang menyebut mu Abang!"
Farhan tersenyum smirk seolah tidak takut dengan apa yang Farzan katakan.
"Tau apa kamu tentang dia, Kamu pasti hanya mendengar saat dia memanggil ku kan, Lalu bagaimana cara mu akan membuktikan, Hah?!"
"Hegh! Dengan mengatakan itu secara tidak langsung Mas telah mengakui jika Mas ada wanita lain, Jadi Aku tidak perlu membuktikan apapun, Karena kebohongan akan terbuka dengan sendirinya." Farzan melepaskan tangan Farhan dan berlalu pergi.
"Ayo Pak... Nanti Fakhri terlambat," ucap Fakhri sembari menarik tangan Bapaknya yang masih mematung.
"Oh Iya, Ayo..."
Melihat motor Farhan yang sudah berada di ujung jalan. Farzan kembali ke rumah untuk menemui Shanti.
Tok... Tok... Tok...
"Farzan, Kenapa kembali?" tanya Shanti yang merasa khawatir Farhan kembali.
"Mbak... Apa Mbak Shanti tau Mas Farhan akan pulang?"
Shanti hanya menggelengkan kepalanya.
"Untuk apa dia pulang Mbak?"
"Dia suami ku, Dan ini rumahnya, Dia berhak pulang kapan pun yang dia inginkan."
Mendengar itu Farzan terdiam, Hatinya begitu tergores ketika mendengar Shanti menyebut Farhan suamiku.
"Ya Aku tau itu, Maksud ku kenapa dia pulang mendadak? Tidak biasanya kan?" tanya Farzan sembari menahan sesak di dadanya.
"Aku tidak tau Farzan kita belum sempat berbincang, Pergilah dari sini, Aku tidak ingin Mas Farhan pulang dan salah paham karena melihat mu di sini."
"Aku akan pergi, Tapi jawab dulu pertanyaan ku."
"Katakan."
"Apa Mbak Shanti merasa senang dengan kepulangan Mas Farhan?"
Shanti menarik nafas dalam-dalam, Seolah mencari jawaban yang sama dengan apa yang Farzan tanyakan.
"Jawab Mbak..."
Belum sempat Shanti menjawab, Dari kejauhan Ia melihat Farhan yang tengah kembali pulang.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Ita rahmawati
bingung mau komen ap,,saking mnghayatiny jd bingung sendiri 🤣🤣🤣🤣🤣
2022-12-19
0
Mommy El
mau bilang apa ya,, Farhan ini suami kok Ora tanggung jawab nafkah lahir dan batin.
2022-10-08
0
Murni Asih
waduh bisa bisa perang sodara🤭
2022-10-08
0