Kebohongan

Farzan yang tidak mau mengangkat panggilan telepon darinya Membuat Farhan menjadi resah, Ia terus memikirkan kata-kata adiknya dan mulai merasa khawatir jika adiknya itu akan benar-benar merebut Shanti darinya.

"Ada apa Abang... Kenapa Abang terlihat resah?" tanya Ajeng yang kembali keluar dari kamarnya.

"A-abang... Abang minta maaf Sayang... Sepertinya kita harus menunda bulan madu kita."

"Kenapa, Bukankah Abang sudah janji akan mengajak ku bulan madu ke Lembang?"

"Iya tapi barusan ada telpon katanya ibu ku sakit."

"Bukankah Abang bilang jika ibu sudah meninggal?"

"A-e... M-maksud Abang Bulik, Tante, E-Tante Yanti... Kamu Taukan Abang sudah menganggap Tante Yanti sebagai ibu Abang sendiri."

"Oh Tante Yanti yang Abang ceritakan itu? Lalu kenapa Abang resah, Kenapa kita tidak sekalian menjenguk Tante dulu baru ke Lembang, Kan Abang bilang sendiri kalau Tante Yanti yang menjaga Abang dari kecil, Lagipula jarak Jakarta dan Bandung kan tidak terlalu jauh."

Farhan terdiam bingung, Kebohongannya kepada Ajeng yang mengatakan jika sejak kecil di rawat oleh Tante Yanti dan tinggal di Jakarta membuat dirinya terperangkap dalam kebohongan lainnya.

"Abang..."

"Ya!"

"Abang sedang tidak berbohong kan?"

"E-tidak.. Nanti kita bicara lagi, Sekarang Abang ada urusan." Farhan pergi meninggalkan istrinya untuk menghindari pertanyaan yang tidak bisa ia jawab.

Bagaimana tidak, Farhan yang menikahi Ajeng dengan berbagai macam kebohongan membuat dirinya sering terperangkap dengan Kebohongannya sendiri.

•••

Sementara di kota kelahiran Farhan, Karanganyar Jawa Tengah.

Sang istri pertama yang memang sejak awal pernikahan tidak mencintai Farhan dan hanya menikah karena perjodohan membuat Shanti tidak pernah merasa khawatir apalagi berpikir jika suaminya akan berselingkuh apa lagi menikahi wanita lain, Fokus Shanti hanya mencari uang untuk memenuhi segala kebutuhan anak dan biysya sehari-hari tanpa mengandalkan suaminya yang memang tidak bisa di andalkan.

Seperti rutinitas sehari-hari, Setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah dan mengantar Fakhri ke sekolah, Shanti berangkat ke tempatnya bekerja. Namun baru separuh perjalanan lagi-lagi Farzan menghentikan kakak iparnya itu.

"Farzan..." Shanti melihat ke sekeliling jalan. Ia tidak ingin kedekatan mereka menjadi bahan gibah di saat suaminya merantau jauh darinya.

"Aku mau bicara Mbak."

"Apa lagi Farzan, Bukankah kemarin kita sudah bicara?"

"Ya tapi ini tentang Mas Farhan."

Mendengar itu Shanti mengajak Farzan untuk berbicara di rumah.

Tidak di jalan, Dimana semua orang bisa kapan saja berlalu-lalang dan melihat kedekatan mereka.

"Apa Bulik Yanti pergi ke sawah?" tanya Shanti saat sampai di depan rumah Tantenya.

"Iya sudah dari habis subuh," ucap Farzan yang kemudian membuka pintu lebar-lebar agar tidak menimbulkan fitnah.

Rumah Farhan, Farzan dan Bulik Wati memang bersebelahan bahkan ada pintu penghubung dari pintu satu kepintu lainya sehingga mereka bebas masuk dari pintu rumah siapapun selagi pintu utama tidak di kunci.

"Apa yang ingin kamu bicarakan tentang Mas Farhan?"

"E... Maaf sebelumnya Mbak Shanti, Apa Mbak Shanti tidak pernah takut jika Mas Farhan memiliki wanita lain?"

Shanti terdiam sejenak dan mencoba memahami apa yang hatinya rasakan. Setelah beberapa menit Shanti menggelengkan kepalanya.

"Tidak." jawaban singkat.

"Tidak?" tanya Farzan memastikan.

Shanti kembali menggelengkan kepalanya dengan mantap.

"Kalau feeling? Biasanya jika suami berbuat macam-macam maka istri akan merasakannya, Apakah kamu juga pernah memiliki feeling jika Mas Farhan macam-macam, Karena sudah hampir setahun loh Mas Farhan tidak pulang."

"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan ini, Apa Mas Farhan memiliki wanita lain?"

Pertanyaan balik dari Shanti membuat Farzan terdiam. Ia yang merasa belum yakin dengan apa yang di dengar, Membuat dirinya

ragu untuk memberitahukannya kepada Shanti.

"A-e tidak, Aku hanya mengetahuinya saja secara Mas Farhan kan pulang setahun sekali, Itu pun belum tentu.," ucap Farzan yang membatalkan niatnya mengatakan ada seorang wanita yang memanggil Farhan dengan sebutan Abang.

Shanti terdiam mendengar ucapan Farzan seolah baru memikirkan ke arah sana.

Bersambung...

Maaf baru bisa Up lagi, Kemarin habis sakit dan bamatin novel "Menikahi Ayah Pelakor" Mulai hari ini insya Allah rutin Up lagi.

Sangat menunggu dukungan dari kalian, Terimakasih 😘❤️

Terpopuler

Comments

Nina Melati

Nina Melati

Sehat selalu Thor & tetap jaga kesehatan itu yg paling utama. Aku sabar menunggu lanjutan ceritanya.

2022-10-02

1

haifa gemes

haifa gemes

Iya thor makasih sdh up,,semoga sehat selalu thor

2022-10-01

1

Monica

Monica

kebohongan yg menghadirkan kebohonongan yg lain ..semoga kebohongan itu yg membuatmu sengsara sepanjang hidupmu

2022-10-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!