Farzan masih mencoba menenangkan Shanti yang masih terus menangis di bahunya.
Perlahan Shanti dapat merasakan kenyamanan dalam hatinya hingga membuat ia semakin membenamkan wajahnya di dada Farzan. Karena merasa Shanti memberikan ruang untuknya, Farzan memberanikan diri dengan mengangkat tangan kanannya untuk mungusap kepala Shanti, Sementara tangan kirinya melingkar di pundak Shanti untuk mendekap tubuhnya.
Tidak ada kata-kata yang terucap dari keduanya hingga aksi mereka terhenti oleh suara Fakhri yang mengagetkan keduanya.
"Om Farzan, Kenapa Mama menangis?"
Shanti dan Farzan yang terkejut mengikis jarak dan menatap anak lelaki berusia enam tahun itu.
"A-e... Mama..."
"Mama tidak papa nak, Tadi ada debu masuk ke mata Mama, Pedes banget," Shanti beralasan sembari mengipas-ngipas mata dengan kedua tangannya.
"Om Farzan ini payah, Seharusnya kalau mata Mama terkena debu, Bukan di peluk tapi di tiup, Kemarilah Maa... Biar Fakhri tiup."
Perkataan Fakhri membuat Shanti dan Farzan saling menatap sesaat dengan perasaan canggung. Kemudian Shanti mendekati Fakhri dan berlutut di depan nya.
Dengan penuh perhatian Fakhri meniup kedua mata ibunya secara bergantian. Apa yang dilakukan bocah enam tahun itu membuat Shanti terharu dan kembali menangis memeluk putranya.
Farzan yang melihat keduanya ikut merasa sedih dan merasa bersalah karena kakaknya tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami.
Tanpa berpamitan kepada Shanti, Farzan pun keluar dan kembali ke rumah untuk menghubungi kakaknya.
"Tuuuutttt.... Tuuuutttt.... Tuuuutttt" cukup lama Farzan menunggu Farhan hingga ia mau mengangkat panggilan darinya.
"Ada apa Farzan?" tanya Farhan begitu mengangkat panggilan telepon dari adiknya.
"Sebenarnya apa yang Mas Farhan lakukan disana, Bukannya mengirim uang dan mencukupi segala keperluan anak dan istri, Mas justru meminta Mbak Shanti untuk mengirim uang. Apa Mas gak merasa kasihan sama Mbak Shanti yang harus bekerja keras demi mencukupi kebutuhan hari-hari, Bukannya meringankan Mas malah menambah bebannya."
"Farzan! Apa kamu lupa sedang bicara dengan siapa?"
"Maafkan Aku, Jika perkataan ku kasar atau menyinggung perasaan Mas, Dan aku juga tidak lupa jika Mas Farhan lebih tua dari ku, Tapi sepertinya Mas Farhan yang sudah lupa akan tanggung jawab Mas sebagai seorang suami dan ayah bagi Fakhri."
Farhan terdiam mendengar apa yang adiknya katakan hingga ia kembali tercengang mendengar apa yang Farzan kembali katakan.
"Jika Mas Farhan tidak bisa menjalankan tanggung jawab Mas kepada Mbak Shanti dan Fakhri, Biar Aku yang bertanggung jawab atas mereka!"
"Apa kamu bilang?"
"Abang....." suara mesra dari seorang wanita yang memanggil Farhan dengan sebutan Abang, Membuat sambungan teleponnya tiba-tiba terputus.
Farzan yang sekilas mendengar suara itu melihat layar ponselnya seakan belum yakin dengan apa yang ia dengar.
"Abang..."
Farhan menoleh ke belakang menatap wanita yang memanggilnya dengan manja.
"Ya Sayang..."
"Apa Abang sudah memesan tiket untuk bulan madu kita?"
"A-Ee... Ini sedang Abang usahakan Sayang, Sabar yah, Sejak tadi Abang hubungi perusahaan tour and travel belum ada yang cocok."
"Baiklah, Kalau begitu Ajeng ke kamar dulu yah."
Farhan mengangguk pelan dan kembali memikirkan bagaimana memenuhi keinginan Ajeng yang belum genap satu bulan ini ia nikahi.
"Semua tabungan ku sudah habis untuk hantaran dan biaya pernikahan, Sekarang mau bulan madu pake apa," batin Farhan yang kemudian mengingat kata-kata Farzan yang mengatakan akan bertanggung jawab kepada Shanti dan juga Fakhri.
"Apa maksud dari perkataan Farzan," ucap Farzan yang kemudian kembali mencoba menghubunginya adik lelakinya tersebut.
Bersambung....
Rame yuk...
Kalau gak rame novel ini akan ku gusur ke PF sebelah 🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Ita rahmawati
kan kan bner suaminy gila 😔😔😔
2022-12-19
1
Mommy El
lah rak tenan jebul e Farhan nikah lagi 🤦.
2022-10-08
0
Nenkz Siska Tea
nah nah nah kan walau tidak semua nya begini, laki2 yg merantau ke daerah sana berakhir seperti ini, sama yg dialami teman aku😭
2022-10-01
0