Farhan yang tidak juga keluar dari kamar mandi membuat Shanti berniat untuk memanggilnya karena jam sudah menunjukkan pukul 10.20 wib. Dimana seharusnya Fakhri sudah pulang pada pukul 10.00 wib. Namun baru beberapa Shanti melangkah terdengar suara Fakhri yang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum..."
Shanti membatalkan niatnya dan keluar melihat Fakhri.
"Waalaikumsalam..."
Fakhri mencium tangan Shanti dan langsung berlari ke dalam. Shanti melihat keluar dan melihat Farzan yang mengantarkan Fakhri.
"Farzan, Kok sama kamu, Apa kamu tidak jadi bekerja?"
"Aku terlambat Mbak, Jadi..." Farzan menghentikan ucapannya melihat tangan bagian dalam Shanti terlihat memar.
"Kenapa dengan tangan Mbak Shanti?" tanya Farzan memegang pergelangan tangan Shanti.
Shanti langsung menarik tangannya dan menyembunyikan ke belakang tubuhnya. Meskipun ia merasa kesal dengan Farhan. Namun ia masih berusaha untuk menutupi apa yang Farhan lakukan padanya.
"A-ini... Ini kepentok meja," ucap Shanti beralasan.
"Kepentok?" Farzan kembali meraih tangan Shanti untuk memastikan apa yang baru saja ia lihat.
"Bagaimana mungkin kepentok tapi memar kanan kiri begini, Ini terlihat seperti bekas cengkraman." ujar Farzan mengamati.
"Apa maksud mu, Bekas cengkraman apa?" Shanti kembali menarik tangannya kembali dan melangkah membelakangi Farzan.
"Jangan bohong Mbak, Mas Farhan kan yang melakukan ini?"
Shanti menggelengkan kepalanya dan masih terus berusaha menyangkal apa yang Farhan lakukan padanya.
"Tidak perlu menyembunyikan apapun Mbak, Pasti setelah Aku pergi Mas Farhan memarahi Mbak kan?"
Shanti tak lagi memiliki alasan untuk menyangkalnya, Air mata nya pun tak mampu ia tahan mengingat perlakuan kasar Farhan padanya.
Sementara di kamar mandi Farhan masih berusaha meyakinkan Ajeng jika kecurigaannya tidak lah benar. Bahkan untuk meyakinkan istri mudanya itu Farhan berjanji akan segera pulang memenuhi keinginan Ajeng untuk mereka berbulan madu.
Dan benar saja rayuannya itu mampu membuat Ajeng luluh dan kembali mempercayai ucapan Farhan.
"Kali ini Abang tidak bohong kan?"
"Tidak Sayang, Abang janji Abang akan pulang secepatnya, Kamu bersiaplah, Begitu Abang pulang, Kita berangkat."
"Baiklah... Aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu." saut Farhan mengakhiri sambungan teleponnya.
"Bagaimana Aku memenuhi janjiku pada Ajeng, Sedangkan Aku tak memiliki cukup banyak uang untuk memenuhinya," ucap Farhan yang selalu berjanji tanpa terlebih dahulu memikirkan bagaimana cara memenuhi janjinya.
Setelah berpikir cukup lama, Farhan pun keluar dari kamar mandi dan melihat Farzan dan Shanti sedang bersama.
Melihat kebersamaan mereka timbullah ide jahatnya untuk mendapatkan uang dari mereka.
Dengan langkah yang lurus ke depan Farhan sengaja menabrakan diri ke Farzan hingga Farzan jatuh menimpa Shanti yang ada di depan nya.
Bhraakk...!!!
"Ahhh..." ringis Shanti memegangi kepalanya yang terbentur lantai.
"Cekrek... Cekrek... Cekrek..." beberapa foto di ambil oleh Farhan dimana foto tersebut memperlihatkan posisi Farzan yang berada di atas tubuh Shanti yang terlihat saling memandang satu sama lain.
Menyadari gambar mereka di ambil, Farzan langsung bangkit dari atas tubuh Shanti dan mempertanyakan tindakan Farhan yang mengambil foto mereka.
"Apa maksud Mas mengambil foto kami?!" tanya Farzan.
Farhan hanya tersenyum smirk sembari melihat hasil jepretannya.
"Mas Farhan!" Farzan berusaha merebut ponsel Farhan. Namun Farhan dengan cepat mengangkat tinggi-tinggi tangannya.
"Kenapa kamu terlihat begitu khawatir, Apa kamu takut hubungan terlarang mu dengan istri ku akan di ketahui oleh orang lain?"
"Mas Farhan! Hentikan tuduhan-tuduhan mu itu!"
"Tuduhan apa, Bukankah kamu sendiri yang mengatakan ingin bertanggung jawab terhadap anak dan istri ku?"
"Ya Aku mengatakan itu, Tapi tidak dengan Mbak Shanti, Meskipun Mas tidak memenuhi tanggung jawab Mas sebagai seorang suami tapi Mbak Shanti tidak pernah berpikir untuk menghianati Mas!"
"Apa kamu sedang memuji istri ku?"
Farzan terdiam menahan kekesalannya. Ingin rasanya mengungkapkan semua perasaannya terhadap Shanti di depan kakaknya yang tidak tau diri itu, Namun Farzan tidak ingin Shanti marah padanya karena ia belum mengungkapkan secara pribadi kepada kakak iparnya itu.
"Sudah cukup Mas, Apa maksud Mas mengambil foto kami seperti itu?" tanya Shanti.
"Pertanyaan bagus," ucap Farzan kembali melihat foto tersebut.
"Berikan Aku uang maka Aku akan menghapus foto ini."
Shanti dan Farzan terkejut mendengar permintaan Farhan yang seakan tengah memeras istri dan adiknya sendiri.
"Bagaimana kalau Aku tidak mau?" tanya Shanti.
"Jika kamu tidak mau, Maka biarkan adik ipar mu yang memberikannya, Sepertinya dia sangat mencintai mu."
Shanti terdiam menatap Farzan seolah ingin mengetahui kebenaran yang Farhan katakan.
"Sudah beberapa bulan Mas tidak memberikan uang kepada Shanti, Sekarang pulang tidak memberinya uang dan sekarang Mas malah mencoba memeras kami?" tanya Farzan yang terus menatap Farhan tanpa menoleh ke arah Shanti yang masih menatapnya.
"Memeras, Mengancam, Memaksa... Atau apapun namanya Aku tidak peduli, Yang jelas berikan Aku uang jika kalian tidak ingin foto ini ku sebar ke warga sekitar biar mereka semua tau jika saat Aku tidak ada di rumah, Kalian telah berselingkuh."
Shanti begitu shock mendengar ancaman Farhan.
"Belum mengetahui apa yang sudah terjadi antara Aku dan Farzan saja Mas Farhan begitu, Bagaimana jika Mas Farhan mengetahui apa yang pernah terjadi kepada kami," batin Shanti yang semakin takut dan merasa bersalah.
Bersambung...
📌 Dari kemarin ingin Up Doble, Ingin juga Nulis Extra Part untuk novel yang udah Tamat, Tapi malah anak sakit dan rewel terus.
Mohon maaf yah buat kalian yang selalu setia menunggu tulisan receh ku 🙏😕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Ita rahmawati
waduh² in mah suami stres nmany 🤦♀️lgian knpa 2 org in jga ogeb y nrut² aj...😏😏😏
2022-12-19
1
Innara Ucrit
Lanjut thor semangat
2022-10-12
0
Mommy El
Farhan keterlaluan kamu..sama istri sendiri begitu. gugat cerai aja sudah mbk Shanti dari pada makan hati.
oh iya kak othor semoga dede nya cepat sembuh, dan bisa ceria dan main lagi
2022-10-10
0