Meminta Cerai

Setelah Bulek Wati pergi, Farhan tersenyum lega karena cerita karangannya berhasil membuat Bulek Wati percaya dan mendukungnya untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Shanti. Namun senyuman itu di lihat oleh Farzan yang sejak tadi memperhatikannya.

"Ada apa, Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Farhan.

"Aku sedang melihat kebohongan di wajah kakak ku."

"Berrraninya kamu menuduh ku berbohong!"

"Jika tidak, Kenapa saat Mbak Santi bertanya, Mas tidak bisa menjelaskannya, Mas justru memilih membanting ponsel, Dan parahnya lagi, Mas malah memukuli Mbak Shanti."

"Diamlah kau Farzan, Urus saja urusan mu dan jangan mencampuri urusan ku!"

Tidak mau bertengkar lebih lama lagi, Farzan pergi meninggalkan rumah Farhan.

•••

Shanti yang tengah merenung seorang diri di kamar, Dikagetkan oleh dering ponselnya. Shanti melihat layar ponsel yang tertera nomor tak di kenal memanggilnya.

Dengan sedikit rasa penasaran, Shanti menekan tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

Belum sempat Shanti mengucapkan sepatah katapun triakan seorang wanita begitu memekakkan telinga.

"Hey istri tua yang haus belaian!"

Shanti yang terkejut mendengar kata-kata kasarnya kembali melihat layar ponselnya. Ia memperhatikan photo profil aplikasi berwarna hijau tersebut dengan seksama, Dan alangkah terkejutnya Shanti melihat photo profil tersebut adalah Farhan dan seorang wanita berambut pirang yang tengah menci'um pipinya.

"Apa selain haus belaian, Kamu juga tuli?!"

Shanti yang mendengarnya kembali menempelkan ponselnya ke telinga.

"Kamu pasti melarang Abang Farhan untuk berangkat ke Kalimantan kan, Dan pasti kamu juga yang mematikan ponsel Abang Farhan sehingga ia tidak bisa di hubungi, Dasar wanita tidak tau diri! Apa kamu..."

"Berhentilah bicara jika kamu tidak ingin Aku berbicara kasar kepada mu!"

Ajeng cukup di buat terkejut mendengar Shanti yang selama ini di ceritakan oleh Farhan lemah dan penakut dengan suara tegas memotong ucapanya.

"Sebelumnya Aku tidak tau siapa dirimu, Tapi sekarang Aku sudah mengetahuinya, Jika kamu tidak ingin Aku bicara kasar maka berhentilah bicara buruk tentang ku!"

"Wanita lemah seperti mu apa bisa melawan? Kamu pasti bisanya cuma menangis dan merengek sehingga Abang Farhan iba dan tidak meninggalkan mu kan?"

"Aku tidak perlu melakukan itu, Apalagi untuk membuat Mas Farhan iba dan tetap berada di sini, Jika kamu begitu menginginkannya, Jemput lah dia kemari dan bawa dia dari sini karena Aku sudah tidak membutuhkannya lagi!"

Mendengar itu, Ajeng langsung menutup panggilan telponnya dengan kesal. Kemudian ia terdiam dan berpikir apa yang salah dengan Farhan sehingga istrinya seakan tak sudi lagi dengannya.

"Tidak salah lagi, Mas Farhan memang sudah menikah lagi, Dan barusan pasti itu istrinya." batin Shanti yang semakin memantapkan hatinya untuk bercerai.

Setelah merasa lebih tenang, Shanti keluar dari kamar. Namun begitu ia membuka pintu terlihat Farzan yang sudah berdiri di sana.

"Farzan... Ada apa malam-malam begini kemari?"

"E... Aku, Aku hanya ingin melihat keadaan Mbak Shanti, Apa Mbak Shanti sudah lebih baik?"

Shanti menjinjitkan kaki melihat kesana-kemari khawatir Bulek Wati akan melihat kebersamaan mereka.

"Mbak... Apa yang Mbak Shanti cari?"

"Farzan, Aku tidak ingin menambah masalah dengan kedatangan mu kemari, Aku tidak ingin Bulek dan Paklek lihat sehingga keadaan berbalik kepada ku."

"Maksud Mbak Shanti?"

"Farzan, Keinginan ku bercerai dari Mas Farhan sudah bulat. Dan sekarang Aku sudah memiliki banyak bukti dan alasan yang kuat untuk mempercepat proses perceraian ku, Jadi jangan sampai Mas Farhan memiliki celah untuk membela diri karena melihat kedekatan kita."

"Yah, Kamu benar, Maafkan Aku, Kalau begitu Aku pulang dulu."

Shanti menganggukkan kepalanya dan membiarkan Farzan pergi. Namun baru saja Farzan memutar tubuhnya untuk melangkah ia di kagetkan oleh Farhan yang sudah berdiri menatap mereka.

Suasana pun menjadi tegang. Mereka bertiga menatp satu sama lain sebelum akhirnya Farhan melontarkan kekesalannya pada Shanti dan Farzan.

"Apa ini alasan sebenarnya?" tanya Farhan mendekati Shanti.

"Kamu ingin bercerai dengan ku karena kalian sudah tidak sabar lagi untuk bersama?!" lanjutnya lagi.

"Jangan melimpahkan kesalahan jika Mas sendiri memiliki banyak alasan untuk di ceraikan, Bahkan seharusnya Aku melakukannya sejak dulu!"

"Berrrani kau mengatakan itu?"

"Kenapa tidak, Memang begitu kan kenyataannya?"

"Hegh! Kamu tidak jauh lebih baik dari Aku Shanti!"

Mendengar itu, Shanti langsung terdiam mengingat dosa yang pernah ia lakukan dengan Farzan.

Sementara Farzan yang seakan tau apa yang tengah Shanti pikirkan mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Jangan membuat keributan disini Mas, Gak enak sama Bulek dan Paklek, Takut Fakhri denger juga."

"Kenapa, Bukankah kamu sudah tidak sabar menunggu jandanya Shanti? Jadi biarkan saja mereka dengar."

"Yah tentu saja! Maka dari itu, Cepat ceraikan Aku." saut Shanti menyela pembicaraan.

Farzan yang mendengar ucapan Shanti terkejut menatapnya.

Begitu pun dengan Farhan yang terlihat kesal karena Shanti seolah membenarkan ucapanya.

📌 Jangan tanya Ajeng dapat nomor telpon Shanti darimana, Namanya suami istri kan, Pasti kepoin HP satu sama lain 😂

Terpopuler

Comments

Umi Tum

Umi Tum

lanjuuut......

2022-10-17

0

Monica

Monica

oh tidddaaaaakkkkk...aq bukan tipe seperti itu lho thor..krna kata kak Han...semakin bnyk kita tau..maka akan semakin cepat mati..kkaaabbbuuuurrrrrr🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

2022-10-17

2

N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐

N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐

🤣🤣🤣🤣🤣pengalaman nie pasti,
tp aku bukan tipe orang yg kepo🤭🤭

2022-10-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!