Pemaksaan

Tatapan Shanti tak terlepas dari Farhan yang semakin dekat.

Sementara Farzan yang belum menyadari apa yang Shanti lihat masih terus menunggu jawaban darinya.

"Mbak Shanti kenapa tidak menjawab pertanyaan ku, Apa yang kamu lih..." Farzan menghentikan ucapannya ketika menoleh ke belakang dan melihat Farhan yang sudah hampir sampai.

Farzan pun tidak dapat menghindar lagi karena Farhan sudah melihatnya.

Dengan tatapan tajamnya Farhan turun dari motornya dan mendekati mereka berdua.

"Bukankah tadi kamu sudah berangkat bekerja, Kenapa kembali lagi, Menemui istri ku yang sudah jelas berada di rumah sendiri?"

"Aku hanya menemuinya di teras, Dan Mas lihat sendiri kami tidak melakukan apapun."

"Jika tidak melakukan apapun untuk apa kamu mencari kesempatan untuk menemui Shanti? Aku berada di rumah saja kau berani menemuinya, Bagaimana jika saat Aku bekerja jauh darinya, Apa kau akan menidurinya?!"

"Mas!!!" secara bersamaan Shanti dan Farzan berteriak.

Karena hal itu juga Shanti dan Farzan saling menatap canggung mengingat apa yang pernah mereka lakukan kala itu.

"Hmm! Kenapa, Kenapa kalian diam? Apa ucapan ku benar?"

"Berhenti berpikir buruk tentang kami!" tegas Farzan.

"Bagaimana Aku tidak berpikir buruk, Aku baru pulang tadi pagi, Tapi kamu terus saja mencari kesempatan untuk menemui Shanti, Dan apa perlu ku ingatkan jika kamu pernah mengatakan akan bertanggung jawab atas Shanti dan Fakhri jika Aku tidak bisa melakukannya?"

Shanti yang mendengarnya turut terkejut dan menatap Farzan seolah ikut mencari tau apa maksud dari perkataannya.

"Apa maksud dari perkataan mu itu, Apa kamu berniat merebutnya dari ku?" Farhan menarik kerah baju Farzan dengan kesal. Meskipun selama ini ia selalu mengabaikan Shanti baik nafkah lahir maupun batin, Namun harga dirinya sebagai lelaki benar-benar merasa terhina.

Dengan senyum smirk Farzan menyingkirkan kedua tangan Farzan seolah tengah mengejar kakaknya. Dan itu di sadari oleh Farhan yang kembali mempertanyakan sikapnya itu.

"Apa yang kamu tertawakan?"

"Aku tidak perlu menjawab, Jika Mas cukup sadar diri, Tentu Mas tau jawabannya."

Setelah mengatakan itu, Farzan pergi meninggalkan rumah mereka.

Shanti hanya bisa melihat kepergian Farzan. Hatinya semakin terusik dengan sikap dan perkataan Farzan yang menyiratkan begitu banyak makna.

Farhan memperhatikan tatapan mata Shanti yang belum melepaskan pandangannya pada Farzan meskipun Farzan telah berada di ujung jalan. Hal itu semakin membuat Farhan tak terima sehingga ia langsung menyeret Shanti masuk ke dalam.

"Apa kamu juga menyukainya?" tanya Farhan sembari menghempaskan tangan Shanti sehingga tubuhnya terjatuh ke tempat tidur.

Shanti hanya terdiam, Ia sendiri pun belum begitu yakin dengan perasaannya.

"Jawab Shanti, Apa kamu menyukainya, Apa selama Aku bekerja kalian telah menjalin hubungan di belakang ku?!"

"Tidak ada yang seperti itu," ucap Shanti datar.

"Lalu seperti apa Shanti! Jelaskan pada ku!"

Shanti hanya terdiam dan menatap Farhan kesal.

Kekesalan hatinya yang terpendam selama ini seolah ingin ia luapkan karena sikap Farhan yang tidak pernah menyadari jika ia tidak pernah memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang Ayah dan suami.

"Aku kerja jauh-jauh demi kalian, Tapi kamu malah asik-asikan bersama Farzan, Adik ipar mu sendiri!" teriaknya lagi.

"Setidaknya Farzan lebih bertanggung jawab daripada kamu Mas!"

Mendengar itu Farhan semakin naik pitam dan menarik kedua kaki Shanti kearahnya.

"Kau harus di beri pelajaran agar tidak berrrani melawan ku lagi!"

Dengan kasar Farhan melucuti pakaian yang Shanti kenakan.

"Lepasin Mas, Lepas!" triak Shanti yang berusaha keras menepis Farhan dengan kedua tangan dan kakinya.

"Jangan berpura-pura Shanti, Kamu menginginkan ini kan sehingga kamu menggoda adik ipar mu sendiri?"

Tuduhan-tuduhan yang menyakitkan hati terus Farhan lontarkan sembari terus mencum'bui Shanti dengan brutal.

kedua tangan yang di tekan ke atas kepalanya serta kaki yang di kunci mati membuat Shanti tak mampu melawan Farhan yang terlihat seperti orang kesetanan.

Shanti hanya bisa meneteskan air matanya ketika Farhan secara brutal menghujam keras miliknya.

Tidak ada kenikmatan yang Shanti rasakan, kecuali kesakitan dan kekecewaan.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Mommy El

Mommy El

waduh,, ini bisa dianggap kdrt Lo om Farhan memaksa dan memperlakukan isteri dengan kasar.
memang gak salah kalo Shanti pelan² gak ada rasa padamu Farhan.
Dan sejak dari awal menikah tanpa cinta..impas wis.

2022-10-09

1

Mawar

Mawar

dasar laki2 egois...

2022-10-09

0

Murni Asih

Murni Asih

duuh nyesek kalo punya suami cuma modal burung doang😭😭 dah San..cari yg lain aja

2022-10-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!