"Baiklah Aku akan memberi Mas uang," ucap Farzan.
"Wow... Lihatlah Sayang, Kelihatannya adik ipar mu begitu mencintai mu sehingga ia tidak ingin nama baik mu tercemar," ucap Farhan sembari mengusap pipi Shanti dengan jemarinya.
Shanti menoleh dengan kesal menghindari belaian tangan Farhan.
Namun Farhan hanya tersenyum dan melangkah mendekati Farzan.
Farzan mengeluarkan dompetnya dan memberikan semua uangnya pada Farhan.
"Kamu tidak perlu memberikannya Farzan, Biar Aku yang memberinya," ucap Shanti.
"Tidak Mbak, Uang Mbak simpan saja untuk kebutuhan Fakhri."
"Tidak Farzan, Dia suamiku, Maka Aku yang akan membantu saat ia membutuhkannya."
"Tapi Mbak..."
"Hussstttt!!! Diamlah kalian berdua! Kalian pikir uang segini cukup?"
"Aku rasa itu sudah cukup Mas." saut Farzan.
"Mana cukup uang segini!"
"Memangnya untuk apa Mas, Bukankah Mas butuh uang untuk berangkat? Uang itu cukup untuk tiket pesawat dan makan beberapa hari sampai Mas gajian, Toh selama ini Mas juga tidak mengirimkan gaji Mas pada Mbak Shanti kan?"
"Diamlah Farzan, Itu bukan urusan mu!" hardik Farhan.
"Mas, Ada apa dengan Mas, Kenapa setelah lama tidak pulang begitu pulang Mas berubah seperti ini?" tanya Farzan
"Aku tidak berubah dan tidak ada yang berubah!"
"Jadi kami yang tidak mengenal sifat Mas sebenarnya?"
Pertanyaan Farzan membuat Farhan terdiam, Ia mulai berpikir jika sikapnya sudah cukup keterlaluan.
"Bagaimana jika karena sikapku Shanti meminta cerai?
Ahh Aku belum siap kehilangan Shanti, Selama ini dia tidak pernah menuntut apapun, Dia juga selalu memenuhi kebutuhan rumah tangga bahkan jika Aku meminta uang darinya dia selalu memberikannya, Sementara Ajeng... Dia memang selalu menuntut ini itu, Tapi dia selalu bisa menyenangkan ku." batin Farhan terus bergumam mempertimbangkan dua istri yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
"Sekarang apa yang Mas Farhan pikiran?" tanya Farzan.
"E... Tidak, Aku hanya berpikir untuk berangkat sore ini."
"Lalu sebenarnya apa tujuan Mas pulang?"
"Kenapa kamu mempertanyakan itu, Apa kamu keberatan Aku pulang, Ini rumah ku, Dan Shanti adalah istri ku jadi Aku bebas pulang kapan pun Aku mau!"
Farzan tak bisa lagi menjawab apa yang Farhan katakan karena memang begitulah kenyataannya.
"Jadi sekarang bagaimana, Apa Mas masih ingin menebar fitnah dengan menyebarkan foto kami?" tanya Shanti.
"Apa yang kamu katakan Shanti, Tadi Mas hanya emosi saja, Mas hanya merasa cemburu melihat kedekatan kalian."
Farzan mengernyitkan keningnya melihat sikap Kakaknya yang berubah-ubah dalam satu masa.
"Benarkah, Jadi apa Mas bisa berikan ponsel Mas kepada ku?" tanya Shanti menengadahkan tangan kepadanya.
"E... Untuk apa, Mas akan menghapusnya, Tapi... Mas mohon pinjemin uang dulu yah."
"Masih saja." batin Farzan yang merasa kesal.
"Baiklah, Tapi Mas harus hapus sekarang juga, Di depan kami."
"Ya, Tentu." Farhan memperlihatkan ponselnya kepada Shanti dan Farzan untuk menghapus foto di hadapan mereka.
Begitu foto terhapus tiba-tiba panggilan telepon masuk dengan nama "My wife"
Ketiganya terbelalak dan melihat satu sama lain.
Dengan panik Farhan langsung menyembunyikan ponsel tersebut.
"Siapa itu Mas?" tanya Shanti.
"E... S-siapa?" saut Farhan gugup.
"Mas! Ponsel mu terus berdering dan itu panggilan dari istri mu!"
"Shanti, Apa yang kamu katakan, Istri ku kan kamu."
Mendengar itu Shanti mendekati Farzan untuk memastikan apa yang ia lihat tidaklah salah.
"Ya, Aku juga melihatnya." saut Farzan.
"Farzan! Kamu jangan memperkeruh keadaan! Mungkin saja Fakhri sedang memainkan ponsel Shanti dan tanpa sengaja memanggil ke nomor ku kan?"
"Ponsel ku ada disini Mas," ucap Shanti mengeluarkan ponsel dari sakunya.
Farhan tergagap dan tak bisa lagi memberi alasan. Terlebih ponselnya yang tidak bisa berhenti berdering.
"Mas...?" dengan tatapan tegasnya Shanti menunggu penjelasan dari Farhan. Namun Farhan hanya menggelengkan kepalanya sembari berpikir langkah apa yang harus ia lakukan jika ia tak bisa mengelak dari masalah ini.
"Tunjukkan ponselnya Mas!" triak Shanti mencoba merebut ponsel Farhan yang di sembunyikan di belakang badannya.
"Jangan lancang kamu Shanti!" dengan kasar Farhan mendorong tubuh Shanti hingga nyaris terjungkal ke belakang, Beruntung Farzan dengan sigap menangkap tubuh Shanti.
"Mas! Jika tidak ada yang Mas sembunyikan kenapa Mas begitu panik dan tega bersikap kasar kepada Mbak Shanti?" tanya Farzan.
"Diam kau Farzan! Berhenti mencampuri urusan rumah tangga ku!"
"Aku tidak akan ikut campur jika Mas memperlakukan Mbak Shanti dan Fakhri dengan baik, Lagipula bukankah selama ini Mas sendiri yang memintaku membantu segala urusan mereka selama Mas tidak ada di rumah?"
"Aku hanya menyuruh mu membantu mereka bukan meminta mu menggantikan posisiku sebagi Ayah dan suami untuk Shanti!" triak Farhan.
"Lalu bagaimana dengan Mas? Bukankah Mas juga sudah menggantikan posisi ku dengan orang lain?" tanya Shanti.
"Itu tidak benar."
"Lalu apa yang benar Mas, Di layar ponsel Mas jelas tertulis yang menelpon adalah My wife, Istri ku yang berarti Mas memiliki istri lain selain diriku, Apa jadi selama Mas tidak pulang dan tidak memberi kami nafkah karena Mas telah menikah lagi?!"
Farhan terdiam dan memalingkan wajahnya.
Melihat Farhan lengah, Shanti merebut ponsel dari tangan Farhan. Namun Farhan dengan sigap langsung merebutnya kembali dan melemparkan ponselnya ke sembarang arah.
"Plakkk....!!!"
Farzan begitu terkejut melihat Farhan yang dengan cepat menampar Shanti hingga tersungkur di hadapannya.
Mendengar keributan, Fakhri keluar dan melihat Mamanya yang menangis memegangi pipinya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
अयुनिंद्य
akhirnya mereka tahu kalau Farhan punya istri lagi. awas aja Shanti kalo masih mau ngasih duit lagi ke Farhan
2022-10-23
2
Umi Tum
minta pisah saja dari farhan...... 😤
2022-10-17
0
Monica
Tenang Shanti..bikinkan kopi suamimu jgn lupa campur sia**da..gedek model laki kyk gitu😡😡😡😡
2022-10-17
0