TR 20

Benar saja setelah kejadian itu Addy tak ke ruamah Rahel lagi dan bik Anisa memberi tau jika Addy dan Debora akan segera menikah dan Rahel sama sekali tak mendapat undangan namaun ia tak peduli seakarang fokusnya adalah hidupnya bahagia tanapa ada ganguan dan ia saat ini dan Adam tengah membuat kebun sayur di dekat rumahnya.

peria itu bertugas menyangkul tanah sedangkam Rahel bertugas mencabut rumput setelah cukup luas dan cuaca sudah sangat panas mereka pun memutuskan untuk istirahat.

Di rumah Rahel berbaring di dekat pintu karna hari itu sangat panas dan ia bebaring untuk mencari angin Adam keluar dari kamar lalu memberikan guling sebagi bantal Rahel baring dan adam memutuskan berbaring bersama Rahel jadi mereka sekarang satu bantal berdua Rahel membelakangi tubuh adam sedangkan Adam menghadap dia.

"Cuaca hari ini sangat panas yah, mungkin nanti malam akan turun hujan." Adam menjawabnya "Bagus lah kalok huja, jadi kita tak perlu susah-susah angat air dari sungai sampi ke bawah."

Rahel membalikan badanya lalu mereka saling berpandangan "Tapi tetap aja buat Rebus air dan masak nasik kayak mana??" Adam berpikir "mungkin satu gerejen saja cukup kan??" Rahel mengangguk "Cukup aja...".

Mata rahel tertuju pada Rambut Adam yg sangat cepat panjanya "Sejarang rambut mu udah panjangan yah." Adam tersenyum menatap Rahel "Apa kamu mau memotonya lagi."

Rahel menggeleng "Nanti kalok di potong lagi nanti kelihatan bekas jahitanya."tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di pikiran Adam "Hel, jika suatu saat aku akan kembali ke keluarga ku dan mereka tak bisa menerima mu jadi kamu akan sendiri lagi dong."

Rahel yg mendengar gal itu terdiam, Adam mengambil kesempatan karna ini momen yg ia tunggu selama ini, ia mendekatakan wajahnya kearah Rahel dan kini wajah mereka sudah sangat dekat "Bagai mana kita membuat sekecil saja, setidaknya ada yg menemani mu nanti dan dapat mengingatkan mu pada ku."

Rahel masih terdiam dam matanya mereka saling berpandangan satu sama lain seperti di hiponotis Adam mengambil kesempatan ia untuk mengecup bi*ir seksi Rahel denga sangat lembuat, gadis itu sempat terkejut dan Adam tak mau membiarkan kesempatan ini hilang ia langsung menyambar bi*ir Rahel dangan ganasnya.

Namuan gadis itu masih terlihat kaku dan Adam yg sudah mempelajari cara Berc*um@n yg benar di internenet mencoba membagikan ilmu yg ia dapat ke istrinya , ia menarik kepala rahel semakin mendekat agar c*um@n mereka semakin dalam dan Adam langsung menaiki tubuh Rahel.

lalu ia memiringkan wajahnya dan ciuman Rahel masih terasa kaku namun Adam tak berhenti ia mulai menjulurkan l*d@hnya ke dalam mulut gadis itu dan mulai terdengar suara ******* dari bibir gadis itu yg membuat G@ir*h singa yg sedang menerkam ini bertambah.

Ketika Adam sudah menyadari bahwa Rahel sudah mulai menikmati c*um@n itu ia langsung mulai menyentuh bagian s*n*i*if wanita itu yaitu bagian gunung kembar wanita itu, Rahel terlihat berusaha menahan suaranya namu sangat sulit untuk menahnya.

Adam yg sadar gadis itu sepertinya menahan suaranya indahnya langsung melepas sebentar c*mu@n panas mereka "Jangan ditahan, kelurkan saja." Rahel yg merasa ada sebuh gejolak yg tak pernah ia rasakan sebelumnya namun ia tau gejok apa itu dan Adam melanjutkan perbuatanya "Rio nanti.... Heuuk."

Rahel sudah tak bisa menahan suaranya lagi dan Adam masih belum berhenti dan masih terus meremas gunung kembarnya dan kembali menyambar b*b*r manisnya 'Aku tak bisa menahanya lagi...'

Adam yg tidah tak sabar langsung menyentuh bagian bawah Rahel dan pada saat ia menekanya dengan tanganya namun masih di luar belum memasukanya ke dalam di sana adam merasakan ada yg anen Adam terdiam sedangkan Rahel langsung menutup wajanya dengan kedua tanganya karna malu "Rio nanti dulu aku masih datang bulan."

Seketika n@p*u yg sudah membara itu menghilang dan adanya rasa malu serta canggung "Maaf kan aku..." peria itu langsun perlahan berjalan ke dapur berusaha untuk mengurangi perasaan malu ini.

*

*

*

*

*

Acara pernikahan Addy sangat meriah dan di adakan 3 hari tiga malam dan bahwan orangng tuanya menggundang warga dari desa tetangga juga dan membuat pesta itu sangat meriah namun pikiran peria itu hanya memikirkan wajah Cantik Rahel dan membayangkan bagai mana jika yg di sampinya saat ini adalah Rahel mungkin ia akan menjadi peria satu satunya yg beruntung karna mendapatkam gadis yg cantik, baik, dan perhatian seperti rahel namun itu hanya sebuah hayalan.

yang terjadi sekarang ia menikahi Debora dan Rahel sudah menikahi Adam. Ia melihat sekelilingnya berharap juga gadis itu datang namun ia tak menemukan bartang hidunya sama sekali.

Setelah acara selesai sekarang saatnya Pengantin pria dan wanita istirahat, namuan Adan tak bisa tidur sedangkan Debora sedang sibuk mandi di kamar mandi ia diam-diam keluar dari kamar lalu ke dapur rumah dan menemui Bik Anisa.

"Bik, belum pulang??" Bik anisa yg terkejut dengan kedatangan Adam langsung menjawab "Belum tuan muda, bibik masih sibuk bersih bersih dan hari ini akan menginap. Emang ada apa tuan muda??".

Addy sebenarnya ragu untuk bertanya namun ia tak bisa berhenti memikirkanya "Bik , waktu Addy nikah Rahel ada datang gak??" Bik anisa terdiam lalu menjawab "Engak tuan, katanya 'gak di undang ngapain datang'.

Addy terdiam mendengar hal itu 'Apa tak ada undangan yg datang padanya, padahal aku sudah membuat untuknya secara kehusus.'

Pada saat itu ibunya yg keluar ari kamar karna haus terkejut melihat putranya.

"Asatag Addy ngapin diluar, seharusnya malm ini kamu menemani istri mu." Addy menjawab ibunya "Males ah maa, sekamar sama anak kayak dia itu udah manja, cemburuan pulak." Ibunya menatap sinis putranya "Addy jangan ngomong gitu, sekarang debora itu istri mu dan sudah sewajarnya kalin tinggal sekamar, apa kata orang kalok melihat mu pisah kamar dengan istri mu."

Addy terlihat sangat kesal karna ibunya selalu membela Debora di depanya "Kenapa sih mama sama papa gak bisa membiarkan Addy memilih sendiri, sekarang orang yg Addy sayang udah menikah , Addy udah gedek maa Addy bukan lagi anak umur 12 tahun yg cinta monyet , Addy udah usia 27 tahun dan Addy sudah bebas untuk melih pasangan addy buaknya di jodohkan begini." Addy dengan kesal meninggalkan Ibunya di dapur.

Ibunya yg mendengar keluahn dari putranya merasa bersakah, benar apa kata anaknya itu pernikahan tak biak jika di paksakan takutnya hubungan itu takan bisa bertahan lama dan ia menjodohkan putrana itu juga adalah keingan suaminya dan apa yg di aktan suaminya selalu ia ikuti namun ia kira anaknya akan bahagian dengan keputusan mereka namun sepertinya anaknya sangat tetsiksa.

Bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!