TR 02

Di sebuah desa yg berada tidak jauh dari kota dan 60% penduduknya bekerja sebagai petani dan sisanya pengusaha,PNS, dll.

Jauh dari desa di sebuah pondok yg berada di tengah hutan tinggal lah seoang gadis cantik yg bernama Rahel purba sari, setelah ayah dan ibunya tiada karna kecelakaan tunggal pada saat usianya 5 tahun dan ia pun di asuh oleh satu-satunya keluarganya yg ia kenal dari ibunya yaitu neneknya yg tempat tinggalnya jauh dari Desa tepatnya di tengah hutan karet yg menjadi sumber penghasilan neneknya selama ini .

Pada usianya yg menginjak 18 tahuan neneknya meningal dan kini ia kembali sendiri lagi dan ia mulai berusaha hidup mandiri hinga di usianya yg sudah menginjak 19 tahun ia yg baru lulus sekolah dan melamar kerja sebagai pembantu di rumah seorang yg sangat terpandang di Desanya namanya Pak Edi dan Bu sinta, mereka juga memiliki dua anak yg pertama seorang pria namanya Addy saputra yg berusia 27 tahun yg lulus Arsitek seperti Ayahnya.

Kini membatu ayahnya mengurus usaha mereka dan adiknya yg paling bungsu namanya Nabila putri usianya 19 tahun sama seperti Rahel namun ia orangnya sangat licik seperti Ayahnya, berbeda dengan Addy dan ibunya yg sangat murahhati dan baik serta di segani orang-orang kampung.

Jam menunjukan pukul 05.00, ia terbangun dari tidurnya lalu ia segera menganti bajunya dengan pakaian lengan panjang dan celana panjang ia turun dari rumahnya lalu melakukan pekerjaan hari-harinya yaitu batang pohon karet dengan tehnik tertentu lalu menampung air yg keluar dari karet itu di sebuah mangkuk yg ia pasang pada pohon karet dan itu ia lakukan hinga matahari mulai terbit dan selesainya pada pukul 06.32.

Ia terlihat berkeringat namun tidak mematahkan semangatnya untuk bekerja ia kembali ke rumahnya lalu mengambil ember yg berisi sabun mandinya dan ia segera turun lalu mandi di sungai yg kebetulan berada di ujung kebunnya.

Bagaikan seorang anak kecil, ia belum sempat membuka bajunya ia sudah melompat kesiangan tanpa takut adanya pemangsa itu lah yg ia syukuri di tempanya tidak pernah ada predator air yg akan membahayakan dia, yg ia takutkan hanya kayu karna di tempatnya banyak pohon yg mengalami longsor lalu jatuh ke sungai sehingga hanyut dan tersangkut di pinggiran sungai tempat ia mandi.

Perlahan ia berenang ke pinggir untuk memeriksa pukat yg ia pasang lalu mengangkat satu persatu pukatnya rupanya ia mendapat banyak ikat, ia segera naik ke rakitnya lalu menarik rakit itu dengan tali yg ia ikat pada pohon-pohon yg hanyut dan dia dan mendekat pada daerah tempat ia memasang pukat, satu persatu ikan yg ia bawa ia masukan ke dalam baskom yg memang ia taruh dia atas rakitnya jikalau mendapat ikan.

Ia terlihat bahagia melihat banyak ikan yg ia dapat "Syukur lah aku dapat ikan banyak hari ini, aku akan menggoreng serta merebus sebagian dan sisanya akan dibuat ikan asin, ini pasti cukup untuk makan ku seminggu ini." Rahel yg sudah selesai mengumpulkan ikan tadi segera membersihkan dirinya setelah itu ia mengembalikan rakitnya ke tempat biasanya dan segera pulang untuk memasak ikannya.

Sesampai di rumah ia segera masuk dari pintu belakang lalu melepas pakainya di kamar mandi setelah selesai ia masuk ke sebuah kamar tempat ia tidurnya dan segera menutup pintunya lalu ia menganti bajunya.

Tidak butuh waktu lama ia sudah selesai mengganti baju dan segera ke dapur, di lihatnya jam dinding yg ada di dapur dan bergambar lambang sebuah partai yg ia dapata pada saat pemilu itu.

"Masih jam 07.21, aku masih ada waktu sedikit." Ia segera menyelesaikan Pekerjaannya , dengan tangan yg lihai ia dengan cepat mengeluarkan isi perut ikan dan sudah memisah yg mana yg akan ia makan dan yg mana yg akan ia jemur.

Ia mengunakan kompor gas jadi sedikit lebih cepat, jadi pada saat sebelahnya ia gunakan untuk memasak nasi, lalu sebelahnya lagi ia manfatkan untuk membuat ikan rebus.

Selama itu ia pergi keluar lalu menaiki sebuah tangga kayu yg ia buat untuk bisa ke atas genteng dan menjemur ikan-ikan yg ia dapat di sungai, sehabis menjemur ia segera kembali ke dapur dan mematikan nasinya yg sudah masak lalu menggantinya dengan panci lalu di tuangkan minyak dan di birkan hinga panas lalu ia pun memasukan ikan tadi hinga masak.

Setelah masak ia menyempatkan diri untuk sarapan pagai tanpa sadar ia akan terlambat, selesai ia makan pada saat ia melihat jam sudah menunjuk pukul 08.45 sontak ia terkejut "Gila aku pasti akan telat dan tuan Edi pasti marah."

Rahel segera menaruh piring ke tempat pencuci piring lalu ia segera berlari ke dalam kamar dan mengail dompet serta hp jadul miliknya yg jika di gunakan masih harus di tekan-tekan.

Ia keluar dari rumah lalu mengunci pintu rumah tua itu dengan kunci gembok lalu ia turun dan mengambil sepeda ontel miliknya yg di parkir di bawah rumah dan ia pun mengayuhnya melewati jalan yg masih berbatu hinga ia sampai di jalan raya di mana jalan itu sudah di aspal ia terus mengayuh sepedanya hinga masuk ke dalam gerbang desa dan ia terus mengayuh hinga sampai di sebuah rumah yg sangat besar di kampung dan mewah.

Ia memarkirkan sepedanya di luar dengan sepada dekat motor milik satpam rumah besar itu ia dengan tergesa-gesah masuk dari dapur dan bertemu Buk Anisa yg membersihkan dapur karna baru selesai memasak  ia melihat Rahel lalu memangilnya dengan suara kecil.

"Rahel sini dulu nak." Rahel menghampiri Bik Anisa "Iya ada apa buk??" Bik Anisa pun menatap tajam Rahel "Dari mana aja, kenapa baru saja datang, tuan marah marah karna kamu telat lagi."

Rahel menunduk "Maaf bik, Rahel lama tadi kebetulan pukat milik Rahel mendapat banyak ikan jadi agak lama memotongnya." Bik Anisa menghela napas Pelan "Sudahlah, yg penting kamu sudah datang lain kali kamu jangan gini lagi.." Rahel mengangguk sambil tertunduk lesu, bik anisa pun menepuk bahu Rahel "Sudah jangan sedih ,sekarang kamu bantu bibik membersihkan di dalam."

Bik anisa pun segera pergi dan Rahel pun mengikutinya dari belakang dan tiba-tiba terdengar seseorang yg memangilnya dari belakang, sontak ia menoleh ke belakang dan ternyata yg memangil dia adalah anak dari bosnya, yaitu Nabila putri. "Karna kamu telat, kamu harus mendapat hukuman." Wanita itu menatap tajam Rahel.

Bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!