Rahel terpaksa mengikuti nabila ke dapur lalu nona mudanya itu memintanya untuk mengepel "Sekarang aku kamu mengepel ruang tamu sampai dapur tanpa harus mengunakan pel lantai, tapi menggunakan kain lap pada lantai dan ku beri waktu satu jam menyelesaikan atau jatah gaji mu bulam ini nanti di potong setengah."
Rahel yg mendengar hal itu terkejut "Jangan nona, nanti saya mau makan apa kalok di potong gaji saya." Wanita itu dengan sombongnya berbicara "Salah sendiri karna telat datang."
Ia pun langsung meninggalkan Rahel sendiri. Rahel menghela napas pelan lalu mulai mengisikan air menggunakan baskom dan di campurkan dengan cairan Pembersih lantai lalu ia mulai mengelap di dalam rumah.
*
*
*
*
Pagi ini Adam kesiangan karna semalam ia pulangnya malam, sebenarnya ia bisa tidur di hotel milik keluarganya itu namun ibunya yg tak mau jauh dari putra kesayangannya itu dan memintanya untuk pulang dan tidur di rumah, ia terbangun dari tidurnya dan dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya pada saat ia keluar ia berjalan ke ruang ganti bajunya dan memilih pakaian yg akan ia pakai ke luar hari ini.
Karna hari ini ia tidak ke kantor karna ia ingin memberi kejutan kepada sahabatnya Abel jadi dia memberi tau ayahnya bahwa hari ini ia tidak bekerja.
Ia turun dari lantai dua rumah mereka di bawah terlihat ibu dan ayahnya sedang bersantai di ruang tamu "Selamat pagi ma, pa." Sontak ibunya menoleh pada putranya "Baru bangun sayang." Adam mengangguk "Ma, Adam mau langsung ke rumah Abel" ibunya terkejut " Mau pergi sekarang.
Kamu belum sarapan pagi,sana sarapan dulu." Adam malah menolak permintaan ibunya "Ngapain ma, Adam belum lapar dan kalok Adam lapar nanti makan sama Abel aja nanti." Ibunya menatap sinis putranya "Santap aja apa salah sih, entar kepohonan." Adam menatap kesal ibunya "Mama, gak usah percaya mitos begitu , gak mungkin Adam kenapa-napa di jalan orang Adam lagi dalam keadaan tidak mabuk kok ma."
Karna putranya kini tak mau mendengarnya akhirnya Ayahnya yg turun tangan "Cicip aja sedikit di dapur, apa salahnya apa kata mama mu itu benar dan kamu jangan main-main mitos di percaya bukan karna tak ada bukti karna banyak yg sudah kejadian, itu sebabnya mama mu khawatir!!!".
Jika ayahnya yg sudah angkat suara Adam tak bisa apa-apa jika ia melawan maka permasalah ini takan selesai dan akan semain parah jadi ia dengan terpaksa ia menurut ia ke dapur pada saat ia membuka tudung saji tiba-tiba ia memikirkan hal yg bodoh 'Buat apa di cicip lagian aku juga gak akan kenapa napa.
Tinggal bohong aja ke mama sama papa kalok aku udah coba.' Adam menoleh ke belakang terlihat ibunya kembali sibuk Dengan kesibukan masing masing ia pun diam-diam menutup tudung saji itu dan berjalan "Udah ma, pa, Adam pamit dulu" Adam pun langsung bersalaman dengan kedua orang tuanya, ayahnya pun berbicara "Hati hati nanti di jalan."
Tiba-tiba ibunya merasa ingin mencium putra semata wayangnya itu "Kemarin Adam." Adam pun mendekat pada ibunya ia mencium kening putranya lalu ia pun memeluknya sambil menangis "Akhirnya putra mama sudah besar, jika satu saat nanti kamu menikah dengan Fitri sering seringlah mengunjungi mama dan papa mu ini."
Adam yg awalnya tidak pernah menangis di hadapan ibunya dan Ayahnya tiba - tiba matanya berkaca-kaca "Mama apa aan sih, Adam belum nikah juga mama udah nangis gini bagai mana nanti kalok Adam sudah menikah."
Ayahnya pun berusaha menenangkan istrinya "Sudahlah sayang, benar kata Adam ia belum menikah kenapa kamu sudah secengeng ini bagai mana nanti kalok dia sudah menikah apa kamu mau anak pria kita yg gagah berani ini menangis di depan tamu undangan."
Ibunya melepas pelukannya lalu menghapus air matanya "Gak tau pa, mami jadi cengeng begini mungkin karna masih terharu karna semalam." Adam pun langsung berbalik tidak mau melihat mamanya agar ibunya tak melihat ia yg menangis dan yg melihat hanya papanya "Sudah sudah, pergilah titip salam dari mama papa untuknya." Adam mengangguk lalu langsung pergi.
Di perjalan ia lebih dulu mampir ke sebuah toko lalu membeli satu kue yg sudah ia pesan terlebih dahulu dan setelah mengambil ia kembali mengendarai mobilnya dan berhenti di suah toko yg menjual jam ia masuk dan membeli jam pria merek mahal dan kembali lagi menaiki mobilnya ia pun langsung ke ruah sahabatnya itu "Semoga Abel suka.."
Mobil itu berjalan cukup jauh karna rumah Adam yg letaknya di pinggir kota jadi ia cukup lama menjalankan mobilnya hinga sampai ke apartemen sahabatnya ia turun dari mobil sambil membawa hadian dan kotak kue yg ia bawa dan langsung berjalan ke pintu rumah sahabatnya, lalu ia mengetuknya namun tak ada yg membukanya ia pun mencoba memencet bel dan tak ada suara yg keluar.
"Astaga aku lupa , Abel bilang jika bel rumahnya rusak berapa hari lalu." Ia awalnya ingin menelfon sahabatnya namun karna ini kejutan ia pun mencoba menarik ganggang pintu tersebut, rupanya ia tidak di kunci pintunya dengan enteng Adam pun masuk.
Ia melihat sekeliling tak menemukan Abel sama sekali ia pun memutuskan untuk memberi kejutan untuk dia ke kamarnya , awalnya ia menaruh kue tadi di meja makan lalu ia pun memasang lilin dan langsung menyalakan dan pelan pelan ia berjalan lalu menuju kamar Abel ternyata kamar itu tidak tertutup adam sangat bahagia.
Ia berencana mengejutkan sahabatnya itu namun ia mendengar sebuah suara yg membuat ia tiba -iba berhenti dan seperti tak bisa berkata-kata.
"Sayang bangun.." Abel yg tadinya masih tidur bangun dari tidurnya ia terbangun tampa sehelai benag pun "Ada apa sayang ku Fitri.." Abel menarik Fitri ke pelukannya lalu mencium-cium seluruh wajahnya, sampai Fitri yg merasa geli.
"Ih abel, udah geli tau." Dan satu kata yg membuat Adam menjadi sakit hati adalah "Aku tak bisa membayangkan sakitnya Adam jika ia melihat kekasihnya bersama ku, apa lagi semalam ia baru melamar mu."
Fitri langsung mencubit pipi Abel "Dia gak bakal sakit hati, lagian ini salah dia karna ketika aku mengajaknya bermain ia malah menoleh jadi ini resikonya karna menolah tidur dengan ku." Abel tersenyum lalu mengecup bibir Fitri "Terus kenapa semalam kamu menerima lamarannya??" Fitri dengan enteng "Aku kasian pada dia saja, takutnya ia malu di depan para tamu undangan di sana."
Adam yg mendengar hal itu sangat marah kini kue yg ia bawa terjatuh dari tanganya dan sura jauh kue itu terdengar oleh Abel sontak mereka menoleh pada pintu kamar "Siapa itu??" Adam yg sudah tak bisa menahan emosinya masuk ke dalam kamar itu.
"Jadi ini yg selama ini kalian lakukan di belakang ku." Sontak mereka berdua terduduk dari ranjang , adam menunjuk Fitri "Ku kira kamu selama ini setia pada ku ternyata kamu diam diam berselingkuh di belakang ku dan kenapa selama aku tidak menyentuh mu itu semua karna peraturan di keluarga ku yg mengharuskan calon nyonya keluarga jons harus masih perawan, itu sebabnya aku tak mau menyentuh mu."
Adam pun kembali menunjuk Abel "Aku sudah menganggap mu sebagai saudara ku sendiri tapi ini kelakuan mu di belakang ku." Adam pun menghampiri abel lalu ia dengan kasarnya menariknya keluar dari selimut lalu menghajarnya sedangkan Fitri yg melihat kejadian itu menjadi panik dan dengan gegabah ia turun dari ranjang dalam keadaan tanpa busana mengambil guci kecil yg setinggi 26 CM dan lebar 12 CM lalu memukulnya pada kepala Adam hinga pecah.
Adam langsung terjatuh tak berdaya di bawah dan kepalanya mengeluarkan darah , perlahan ia tak bisa mendengar apa-apa dan matanya mulai buram dan langsung tak sadarkan diri.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments