TR 12

Adam yg baru selesai mengulek cabai kembali masuk ke dalam dan terkejut ketika Rahel memeluk Addy ia yg tidak terima mencoba membuka pembicara.

"Ehem..,Cabainya udah selesai di ulek." Rahel yg baru sadar melepas pelukannya "Maaf kak, Rahel gak sengaja..." Addy sebenarnya sangat tersipu malu namun ia berusaha menutupinya dan tersenyum Padanya "Gak papa kok santai aja."

Adam yg mendengar jawaban Addy di buat kesal karna peria itu pasti berbohong "Bilang aja  suka dan pengen di peluk lagi.."Addy menatap sinis Adam sedangkan peria itu malah mengejeknya, Rahel pun mulai bertanya "Oh iya kak datang ada perlu apa??" Addy menjawab dengan gugupnya.

"Sebenarnya aku mau mengajakmu ke pasar malam, tapi jika kamu sibuk lain kali aja..." Rahel yg mendengar itu menjadi bahagia "Benarkah..." namun ia baru ingat bahwa dia hanya punya sepeda "Tapi Rahel kayaknya gak bisa pergi, soalnya sepeda ontel punya Rahel lampunya sudah lama rusak."

Addy yg melihat Ekspresi sedih dari wajah Rahel menjadi kasian "Bagai mana kamu ikut aku saja naik mobil." Rahel yg mendengar hal itu dibuatnya kembali tersenyum "Benarkah jadi aku dan Rio bisa ikut..." tiba-tiba wajah Addy berubah dan bergumam dalam hati 'Kenapa harus bawa ni orang, bisa gak sih kamu berdua aja pergi.'

Adam berbicara "Alah bilang aja gak mau bawa aku juga." Dan Rahel yg mendengar hal itu kembali sedih "Kalok memang Rio gak bisa ikut juga, mending Rahel gak ikut deh." Addy yg mendengar hal itu terkejut dan langsung menyetujuinya "Baiklah dia ikut juag. Kita pergi sekang."

Rahel terlihat bahagia lalu berlari ke kamarnya untuk bersiap-siap sedangkan Adam keluar dari dapur lalu mengejek Addy , ia sebenarnya ingin sekali memukul wajah tampan Adam namun ia berusaha menahan diri karna masih ada Rahel ia tak mau wanita itu berpikiran buruk tentang dia.

Setelah rahel keluar dari kamar mereka langsung pergi dari rumah Rahel, di mobil Rahel awalnya mau duduk di depan sama Addy namun Adam menahannya "Tunggu apa kamu akan duduk di depan??" Rahel yg awalnya mau masuk dan tertahan oleh perkataan Adam hanya mengangguk.

"Bukanya gak baik di lihat orang kalok melihat kalian duduk bersampingan." Rahel baru kepikiran dan menukar posisinya dengan Adam "Kamu duduk di depan aja aku di belakang kalok gitu."

Adam duduk di depan sedangkan Rahel di belakang,ketika Adam masuk Addy terkejut bukanya tadi yg akan masuk di sampingnya adalah Rahel kenapa sekarang Adam."Apa yg kamu lakukan."

Bukan Adam yg menyahut malah Rahel "Aku yg bertukar dengan dia, gak baik kalok ada orang desa yg lihat kita duduk bersebelahan." Addy yg mendengar hal itu sontak menatap Adam yg pura-pura tidak tau dan menahan tawanya 'Ini pasti perbuatan ni orang.'

Addy menatap sinis Adam setelah itu ia menjalankan mobilnya, selama perjalanan keheningan terjadi hingga mereka sampai di pasar malam mereka memarkirkan mobil lalu turun satu persatu dari mobil.

Rahel begitu bahagia karna ini kali pertamanya menginjakan kaki lagi ke pasar malam karna selama ini setelah kedua orang tuanya tiada ia tak pernah pergi lagi, karna rumah mereka yg jauh dari pedesaan dan selalu menemani neneknya yg sakit.

Mereka bertiga pergi bersama sama dan Rahel berada di tengah-tengah namun di sini Addy mengambil kesempatan untuk dekat dengan Rahel dan Adam selalu menganggu mereka tanpa mereka sadari dari jauh dua gadis menatap mereka dari kejauhan dengan kesal .

"Dasar wanita murahan sialan itu setelah mendekati Kakak Addy sekarang dia juga beraninya dekat-dekat dengan Rio." Wanita di sampingnya bertanya "Apa kamu kenal orang baru itu." Nabila mengangguk dan pada saat ia menoleh pada Debora yg selama ini di Jodohkan dengan kakaknya dan seorang anak Kepala Desa tempat mereka tinggal, tapaknya sangat marah ketika melihat Rahel

"Semua ini gak bisa gua biarin , dia harus di kasih pelajaran." Wanita itu berjalan ter gesah-gesah menghampiri Rahel sedangkan Nabila dengan angkuhnya mengikuti dia dari belakang.

Sontak perjalan Rahel,Adam dan Addy terhenti ketika dua wanita cantik itu menghadang mereka "Addy apa maksud ini semua..." wanita itu menatapnya dengan Amarah, Addy yg melihat hal itu mencoba menenangkannya "Tenang dulu Debora biar aku jelaskan ."

Wanita itu menatap pada Rahel dengan tatapan kesal "Berani sekali kamu dekat dekat dengan peria saya yah." Rahel mulai panik karana wanita itu mulai salah paham "Gak kok kak Debora, saya datang bukan mau dekat sama kak Addy orang saya mau dekat cowok ini." Rahel dengan terpaksa menjadikan Adam sebagi alasan dan Adam begitu bahagia dengan ungkapan Rahel tadi dan meyakinkan dua orang wanita didepannya dengan merangkul tubuh Rahel mendekat padanya.

"Benar yg kekasih saya bilang, saya pacarnya Rahel." Debora dan Nabila terkejut mendengar hal itu sedangkan Addy mulai merasa gerah dan rasa kesalnya pada Adam semakin bertambah sedangkan Nabila yg tak terima langsung berbicara "Hello, wajah standar, orang miskin, ketinggalan jaman pulak kenapa bisa punya pacar ganteng, seksi, dari kota pulak.

Emang pelet apa yg lu pakai sehingga bisa dapat ni Cowok."

Orang-orang yg menyaksikan pertengkaran tadi menjadi heboh ketika mendengar perkataan Nabila dan mulai membicarakan Rahel, sedangkan gadis itu yg merasa di hina tak terima "Ngapain saya pakai yg begituan lagian lebih baik saya mengunakan uang buat renovasi rumah saya."

Dan orang-orang yg adiknya membela Nabila kini beralih membela Rahel dan gadis itu semakin membenci Rahel "Dasar jalang sialan, kamu pasti sudah menjual diri mu padanya.." setelah mengatakan itu gadis itu juga mencoba menarik rambut Rahel namun ia segera menghindarkan sedangkan Addy mencoba menahannya.

"Sudan Nabila ayo kita pulang saja, malu tau kalok di lihat orang kampung." Gadis itu masih tak mau berhenti dan Addy dengan terpaksa mengangkat adiknya seperti mengangkat karung beras dan membawanya pergi, lalu para kerumunan tadi pun bubar dan kini Rahel tak tau bagai mana mereka kembali "Jika kak Addy pergi lalu bagai mana kita pulang??".

Adam dengan santai menarik tangan Rahel "Ayo kita menikmati saja jalan jalanya." Rahel tersenyum lalu mereka menikmati pasar mala itu, mereka juga membeli banyak makanan dan pakaian yg diskon beli 3 100 ribu, dan tidak pula mereka membeli senter.

Setelah jam menunjuk pukul 10 malam pasar malam mulai tutup lalu mereka memutuskan untuk pulang, untungnya pada malam itu cahaya bulan begitu terang dan mereka tak perlu menyalakan senter, di sela perjalanan Rahel tak henti memperlihatkan senyuman manisnya dan Adam yg melihat hal itu menjadi terpana "Kenapa senyam-senyum begitu, gak capek apa makanya itu..." Rahel menatap Adam "Tak ku sangka berjalan di malam hari seindah ini."

Adam tersenyum menatap Rahel "Indah kenapa??" Rahel pun memberhentikan mereka sejenak lalu gadis cantik itu menunjuk langit "Lihat, ada banyak bintang di langit dan lihat juga bulan itu ia sangat bulat dan cahayanya sangat terang, seperti ia sedang menyinari perjalanan kita."

Adam dapat melihat senyuman yg begitu tulus dari bibir gadis itu, senyumannya begitu menyejukkan seperti angin di malam hari. mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka hingga sampai di rumah.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!