TR 06

Rahel membawa Adam ke rumahnya dan hujan tadi semakin deras , Genteng Rahel yg memang pada dasarnya sudah lama dan banyak bolong pada akhirnya air hujan masuk dari sana dan rumahnya mengalami kebocoran.

Rahel pun menaruh baskom di setiap tempat yg bocor namun karna waktu pada saat dia menolong Adam tadi hujan sudah turun deras jadi di dalam rumahnya sudah terlanjur basah, tempat yg aman hanya di dalam kamar kara ruang tamu dan dapur sudah basah karna genteng yg bocor.

Setelah memasang ember ke setiap tempat yg mengalami kebocoran akhirnya ia kembali masuk ke dalam kamar untuk memeriksa keadaanya, di dalam adam terlihat sangat kedinginan samapi menggigil dan Rahel yg melihat hal itu menjadi iba padanya.

Ia mencari baju mendiang ayahnya yg tersisa karna kebanyakan baju ayahnya sudah di berikan kepada orang lain dan untungnya masih ada beberapa dan baju itu adalah baju yg sering Mendiang ayahnya pakai, ia mengambil satu pasang lalu memberikanya pada Adam "Gunakan saja ini, aku akan ke dapur untuk membuatkan teh.

Apa kamu sudah makan??" Adam menggeleng "Kamu ganti baju saja dulu aku akan mengambil makanan untukmu." Rahel pun segera pergi , ia ke dapur dan memanasi Ikan kuah sayurnya selagi menunggu di sebelahnya ia memasak air panas lalu ia kembali beralih mengambil Nasik untuk Adam dan menaruh satu ikan goreng ke piringnya tak berapa lama kemudian akhirnya ikan kuahnya sudah panas ia mematikan kompor lalu mengambil mangkuk setelah itu ia ambil satu ekor ikan dan di beri kuah sedikit lalu menaruh makan tadi di sebuah napan dan di bawa ke kamar.

Rupanya Adam sudah menganti baju ia menaruh rupanya di lantai "Makan lah." Rahel pun ke kembali ke dapur dan membuat Teh sedangkan Adam mulai menikmati makanannya ia terlihat sangat lahap memakan makanan tadi, ia terlihat sedikit trauma karna hampir tenggelam untung saja ia tersangkut di ranting pohon yg besar dan segera di temukan oleh orang ia tak habis pikir apa yg akan terjadi padanya jika tidak ada orang yg menolongnya.

ia juga masih berusaha berpikir apa yg sebenarnya terjadi kenapa dia di buang dan kenapa ia tak bisa mengingat apa pun tentang dirinya. Tak lama kemudian Rahel datang dengan membawa dua gelas Teh satu gelas air minum "Jangan lupa minum."

Rahel pun mengambil baju Adam yg basah dan tidak lupa juga ia mengambil baju ganti untuknya dan membawanya ke dapur untuk di ganti di kamar mandi, karna selam di rumah ia belok balik dengan pakaian yg masih basah dan baru sadar setelah mengantar makanan untuk Adam tadi.

Adam yg asik menik mati makanannya tiba-tiba merasakan sakit pada kepalanya dan tak sengaja tanganya memegang bagian belakangnya "Aw, kenapa tiba-tiba sakit yah." Ia menarik tanganya dan bertapa terkejutnya pada tanganya terdapat darah yg membuat ia kaget setengah mati dan berteriak "Aaaaa..."

Rahel yg tadinya menganti baju di kamar mandi terkejut mendengar berikan Adam lalu ia segera menganti bajunya dan memeriksa Adam di dalam kamar "Apa yg terjadi di sini." Adam dengan tangan gemetar memberitahu apa yg ada di tanganya , Rahel begitu terkejut dan menghampirinya dan duduk di sampingnya.

"Apa tangan mu terluka.." ia memeriksa tanya, dan Adam menjawab "Bukan tangan ku tapi kepala bagian belakang ku." Rahel memeriksa kepalanya bagian belakang ia mengangkat rambut peria itu pelan pelan lalu terlihat di bagian kepalanya terdapat sobekan tidak terlalu dalam namun sobeknya sangat panjang dan terlihat kembali mengeluarkan darah.

"Apa aku boleh mengobati kepala mu, jika aku biarkan ini pasti akan infeksi dan besok nanti baru kita ke mentri untuk mengobatinya. Dan sepertinya rambut mu juga harus di potong" Adam mengangguk "Terserah kamu saja."

Rahel segera mengambil kotak P3K miliknya pada saat di buka ia mengambil sebuah gunting lalu mulai memotong rambut Adam yg tadinya panjang lalu memotongnya seperti rambut tentara atau di sebut butuh cut setelah itu ia mengobati luka tersebut dengan Alkohol dan berapa kali juga Adam merintih kesakitan, setelah selesai selesai ia lalu ia menutupinya dengan kapas dan di rekat dengan perekat perban, Rahel melihatnya dari depan "Sudah."

Ia melihat piring Adam dan rupanya makanannya sudah hampir habis "Mau tambah asiknya??" Adam menggeleng "Aku udah kenyang." Rahel pun mengambil kotak P3K tadi dan mengeluarkan dua tablet obat lalu di buka satu persatu dan di berikan pada Adam "Makan lah, biar kepalamu tidak sakit lagi."

Adam menatap bingung Rahel "Obat apa ini??" Dan Rahel menjawab "Ini yg di kawinkan agar meredam nyeri di kepala mu." Adam pun menurut lalu mengambilnya dan memakannya setelah itu ia meminum Air putih.

Rahel mengambil sebuah tikar lalu dia bukanya di sana ia taruh satu bantal dan satu guling serta selimut "Kamu nanti tidur di sini, aku harap jangan dulu tidur telentang tapi usahakan telungkup atau miring saja." Adam hanya mengangguk "Oh iya, sebelumnya siapa nama mu??" Adam menjawab.

"Aku tak ingat siapa nama ku??" Rahel menatap bingung Adam "Maksudmu,kamu tak tau siapa nama mu??" Adam mengangguk "Aku saja bingung sendiri, kenapa aku tak bisa mengingat nama ku dan bahkan tempat tinggal dan nama kedua orangtua ku saja tidak aku ingat." Rahel terkejut.

"Lalu bagai mana aku bisa mengantar mu pergi,tidak mungkin kita akan terus tinggal bersama karna aku adalah seorang wanita dan kamu adalah seorang pria." Adam menjadi bingung "Lau di mana aku harus tinggal " Rahel pun bertanya "Apa saja yg kamu ingat??" Dan Adam baru ingat.

"Aku terbangun di sebuah mobil serta berbaring di bagasi dan mendengar suara wanita yg berbicara dengan seorang pria setelah itu mereka mengangkat aku keluar waktu itu aku langsung menutup mata ku karan aku mengira mereka pasti pembunuh, lalu mereka melempar ku ke sungai."

Rahel menutup mulutnya "Jadi kamu di buang ke sungai. Lalu bagai mana luka di kepala mu??" Adam menjawab "pada saat aku sadar waktu itu kepala ku memang sudah sakit tapi aku tak mengira jika kepala ku akan robek seperi ini." Rahel berpikir "Tapi kenapa bisa kamu tak ingat apa pun.

kita akan bertanya pada mentri soal ini dan kamu akan ku bawa ke kantor polisi untuk membatu mu mencari keluarga mu, sekarang istirahatlah."

Rahel pun mengumpulkan piring dan gelas yg kotor milik Adam, ia menggambil dua cangkir teh tadi ke pinggir "Jika kamu mau minum ambil saja di sini nanti, oh iya terlebih dahulu perkenalkan nama ku Rahel pura sari, kalok gitu aku permisi dulu."

Adam mengangguk, Rahel pun segera pergi ke luar dari kamar, hujan masih terdengar deras ia pun berjalan ke dapur dan mengambil nasik dan sayur lalu segera makan, ia begitu iba pada Adam namun ia juga seorang wanita dan mana ada wanita dan peria tinggal bersama dan bahkan tak memiliki ikatan keluarga tinggal bersama, orang-orang pasti akan salah paham karna ini, jadi ia berpikir bagai mana caranya ia segera membantu peria itu kembali bertemu keluarganya.

Bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!