TR 19

Setelah mendapat persetujuan gadis itu ke atas yaitu lantai 2 di mana kamar Adam berada ia masuk ke kamar itu dan langsung menutup pintu dan seorang pelayan yg akan membantunya membersihkan kamar datang dengan membawa bok namun kamar itu tertutup ia mencoba mengetuk.

"Permisi nona apa saya boleh masuk." Fitri yg baru mengambil surat tadi dari atas meja terkejut mendengar suara tersebut 'Sial ada penghalang lagi, sepertinya aku harus mengunakan Rencana B.'

Fitri pun mengirim kode ke pada kepala pelayan melalui pesan lalu ia menjawab orang yg ada di depan pintu "Bisa kah aku meminta tolong padamu, untuk mengambil air minum untuk ku sebentar."

Pembantu yg di luar itu langsung menaruh boknya di depan pintu lalu langsung pergi sedangkan Fitri meremas surat tadi lalu memasukan gumpalan surat tadi di tong sampah yg kosong dan di tambah gumpalan buku kosong milik Adan yg sengaja ia sobek dan bauang ke sana juga biar cepat penuh, setelah tenpat sampah itu terisi ia mengikatakan keresek tempat sampah tersebut.

Tiba -iba pintu terbuka dan pembantu yg mengambilkan air untuk dia di buat bingung karana sepertinya tak ada yg di bersihkan Fitri gadis dan fitri juga tak kelihatakan karna ia menunduk di bawah kolong meja Adam sambil mengikat keresek sampah.

"Nona ini minumnya." Fitri bangkit dari bawah meja " buat kamua saja, aku sudah mau pulang..." gadis itu membawa keresek sampah itu pelayan itu masih belum mengerti apa yg terjadi.

kata tuanya kekasih tuanya itu ingin membersihkan kamar tuanya dan dia di mintanya untuk membantunya kenapa sekarang wanita itu bilang akan pulang dan hanya membawa satu keresek sampah yg padahal selama dua bulan ini tak ada yg mengunakan tempat Adam untuk bejerjadi jadi otomatis tak ada sampah.

Di dapur Fitri memberikan sampah itu kepada kepala pelayan "Ini sampahnya sekarang cepat buang aku harus segera pulamg." Wanita itu menerimanya "Ini untuk informasi pentingnya apa aku mendapat biaya tambahan??".

Fitri dengan kesal menjawab "Tenag saja nanti Ku suruh Abel trasfer aja." Gadis itu mengambil obat tetes mata dari sakunya lalu menungkanya pada matanya seolah olah ia sedang menagis, ia kembali ke dalam lalu menemu ayah mertuanya dan langsing memeluknya "Paa, Futri gak sangup lagi, Fiti jadi merindukan dia..." Dion langsung mengelus punggung calon menantunya itu.

"Sudah lah nak, lebih bail kamu tak usah lanjutkan beres-beresnya papa gak mau kamu semakin sakit ketika menggingan kenangan kalian yg ada di dalam kamar itu." Dion sangat iba kasian Pada Fitri namun berbeda dengan yg ada di hati gadis itu 'Mana ada wanita yg bakal merindukan peria yg sok suci kayak dia, bikin gua mau munta aja.'.

*

*

*

*

*

*

Selamah satu bulan lebih berlalu Addy tak Pernah Apsen satu hari pun untuk tidak menemui Rahel hinga berberapa kali Edi dan sinta ibunya Addy yg harus turun tangan menjemput putranya dan bahkan pernah sekali tunanganya debora yg menjeput bersama adinya hinga gadis cantik itu berlutut padanya untuk memintanya pulang baru dia menurut.

peria itu seperti orang yg sudah kehilangan akan ia datang hanya untuk mencari masalah pada Adam dan ia juga terus memaksa peria itu pergi dari hidup Rahel dan setiap adam mendengar hal itu Adam selaku ingin menghajarnya karna tak tahan tapi Rahel selalu mencegatnya karna ia tak mau adam mengalami masalah.

Hingga desas desus mengenai Addy yg sering ke rumah pasangan baru itu beredar banyak orang yg mengaitkan dengan hal mistis seperti Rahel mengunkan pelet dan ada juga yg mengatakan bawa suami Rahel saat ini adalah selingkuhan gadis itu dan Addy adalah kekasainya yg ceburu ketika tau wanitanya menikah dengan selingkuhanya.

Dan Rahel yg mendengar hal itu sudah tak tahan lagi ia berberapa kali menangis di dalam kamar dan Adam yg tau itu semakin marah, ia keluar dari rumah dan menaiki sepeda ke rumah Addy.

Dan kebetulan sekali peria itu akan pergi ke rumah Rahel namun karna kunci mobilnya di tahan ia pun berdebat dengan Ayahnya dan karna tak di kasih bahkan ia nekat untuk berjalan kaki sebelum belum dia pergi Adam sudah datang dan ia menaruh sepedanya lalu langsung menghajar wajah tanpan Addy.

"Bajingan kamu, berani sekali kamu membuat istri ku menangis. Apa kamu tau karan kamu rumor buruk banyak beredar, ini semua karna kamu." Edi yg melihat putranya yg di hajar di depan matanya ia langsung mendatangi Adam dan menghajar peria itu hinga ia terjatuh ke tanah.

"Berani sekali kamu menghajar putraku." Peria itu bertubi-tubi menghajar Adam dan istri, serta putrinya yg melihat hal itu langsung berteriak dan satpan yg tadinya ke dapur dan mendengar sura teriakan di luar sebentar langsung keluar dari ruamahnya dan menahan taunya.

"Tuan sudah tuan bagai mana nantai dia mati." Edi di tarik menjauh, dan terlihat memar di bagian pipi kananya Adam, disudut mata kananya hingga di sudut bibirnya juga , karna peria itu sempat memberi pertahanan diri jadi wajhanya tak terlalu parah mengalami pukulan bertubi-tubi dari Edi, Adam bangkit dari jatuhnya ia menunjuk Edi

"Kamu sok kuat di depan putramu yg lemah ini, tapi ketika putra mu datang ke rumah ku ada kah kamu melaranya, sampai kekasih putra mu datang dan berlutut di kakinya kami masih belum bisa menahan putra mu untuk pergi dasar pecundang."

Addy yg mendengar ayahnya di sebut pecundang oleh Adam langsung mengajar Adam hinga kembali terjatuh ke tanah"Berani sekali kamu menyebut ayah ku pecundang dasar berandalan."

Ia terkejut ketika darah segar mengalir dari sudut bibir Adam, Addy yg melihat itu terkejut ia sebenarnya tak bermaksud memukulnya dengan kuat lalu berberapa warga yg lewat terkejut melihat itu juga.

Adam sebenarnya sudah tak kuat lagi namun ia tetap berusaha bangkit lalu  mendorong sepeda pergi dan gosip mengenai Pemukulan itu cepat tersebar dari media sosial media para warga di kampun mereka sangt tak pernah menyangka bawa Addy yg di kenal baik rupanya memiliki sifat kasar seperti Ayahnya dan berita itu juga berhasil sampai ke telinga kepala desa sana yaitu Andre ia terlihat sangat marah.

"Jika ini terus terjadi bisa bisa Addy dan Debira akan batal menikah, aku harus segera menikahkan mereka sebelum ada kejadian yg lebih buruk lagi." Ia langsung menelfon Edi.

Di rumah Rahel hawatir karna Adam pergi dan tak memberitaunya dan tak lama kemudian terlihat dari jauh peria itu terlihat mendorong sepeda dan hati Rahel menjadi sedikit tenang.

"Apa sepedanya rusak sehinga dia tidak menaikinya??.." namun semakin lama semakin dekat wahjah Adam yg babak belur mulai terlihat apa lagi bajunya yg terdapat bercak darak yg membuat Rahel yg melihat itu kaget sekaligus hawatir ia turun dari rumah lalu menghampirinya "Rio, apa yg terjadi..."

peria itu menjatuhkan sepedanya lalu tersenyum dan dengan lemahnya berjalan menghampiri Rahel dan langsung memeluk erat gadis itu "Tenang saja peria jahat itu takan lagi berani ke sini lagi."

Rahel yg mendenar hal itu mulai mengerti apa yg di katakan Adam, ia pasti pergi untuk menghajar Addy namun ia malah di keroyo hinga babap belur begitu hanya untuk membela Rahel, rahel sudah tak bisa menahan tangisnya ia menagis dan pelukan peria itu karna ia tak menyangka peria itu begitu peduli padanya.

Bersambung....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!